Minggu, November 25, 2012
Cerpen; "Balada sebuah STNK"
"Antrian nomor 210 sampai 220"
"Bapak Haji Dadang rahmat"
Orang - orang sibuk dengan kepntingannya. Sangat panas ruangan ini. Sebuah Gedung Samsat di Cianjur. Semua orang menunggu giliran di panggil. Sedangkan saya tak tahu menunggu apa. Cerita berawal dari hilangnya STNK saya. Sudah 1 tahun Stnk saya hilang dan saya sudah kesana - kesini:
⇒Ke samsat (cek fisik, bayar 50rb + 20 rb bwt yg nggesekny, setelah cek fisik haris nunggu 1bulan baru bisa d proses, buat balik lagi k samsat )
⇒ ke polisi (nyiapin persyaratan , surat kehilangan, bap, surat tilang, surat kecelakaan, surat jalan , dan lain2, tar d kasih tau ama polisinya ... Biaya mah seridona ngasih)
⇒ ke media (koran, harus ada iklan d koran klo stnk kta emang ilang. Biaya nya tergantung koran nya, ga mahal ko)
⇒ ke lising ( salah satu prsyaratan nya tuh bpkb asli, jd harus ke lising ny bwt pnjm bpkb asli, dan di anter k samsatnya sama orang lising ny, tapi ngantri, jdi harus nunggu orang lissing ny.)
⇒ ke samsat. (Stlah dpt tlpon dr org lissing , pas giliran kita, kita ke samsatnya bareng ama orang lissing ny, bwt bwa bpkb asli. Laliu daftar buat stnk baru... Biaya)
Berkas - berkas Yang harus disiapkan:
•surat cek fisik dr samsat
•surat tanda kehilangan dr polisi
•Bap dr polisi
•Surat tilang polisi
•Surat kecelakaan polisi
•berkas lain dr polisi ( tar d kasih tau ma polisinya)
•Iklan d koran (bukti bahwa stnk hilang)
•Bpkb asli
•ktp asli
Tips:
☀buat yg gak mau ribet, mnding nyewa jasa pembuat stnk (biaya relatif mahal, tp praktis)
☀klo mau ngurus sendiri, harus semangat kesana kemari
☀buat motor yg msih kredit seperti saya, harus sabar, karena bpkb asli kita masih d lissing, jd proses pndaftaran stnk baru ny agak lama, coz antri, yg ilang tuh banyak, dan orang lissing nya cmn bbrapa org yg ngurusin kehilangan.
☀klo males masang iklan d koran, dan g tau gmna caranya, mnta bntuan ke polisi ajah, jd pas ngurusin surat2 polisi, sekalian d bantuin buat masang iklan s koran)
☀proses d polisi nya lama, harus banyak sabar
☀d polisi gak boleh pake clana pendek dan sendal, harus clana pnjang n sepatu (yg sopan)
☀klo pas nunggu giliran bwt d orang lising ny k samsat nya lama, pilih jalur altrnatif, ke agen pmbuat stnk yg udah krja sama ama lising, jd kta lngsung d anter ama org agen lissing tsb, tp kta harus bayar ke agen tsb. (Klo saya kan pke lising otopart, agen nya tuh abs)
☀karena proses pembuatan stnk nya lama, pastikan anda memegang potokopi bpkb (mnta dri lising), surat kahilangan dri polisi, jdi pas ada rajia polisi bilang ajh klo stnk kta ilang ,
Semua sudah saya lengkapi tapi orang lising tidak membantu saya. Setelah motor lunas saya pun pergi ke samsat. 2minggu yang lalu saya pergi ke Samsat dan menyerahkan semua persyaratan dan BPKB asli dan KTP asli. Pak polisi yang jaga di Samsat bilang kalau saya tinggal meniggalkan no telepon saya lalu nanti 1 minggu lagi di hubungi. Dan kenyataannya sampai sekarang tepat 2 minggu , tak ada telpon ataw sms sekali pun pada saya. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk datang kembali ke samsat untuk menanyakan semua ini.
"Permisi pa, saya mau menanyakan STNK saya, 2 minggu lalu saya sudah meyerahkan semua berkas nya. Katanya 1mingguan di hubungi. Tapi sampai sekarang belum dihubungi. " Jelas saya
"Bisa lihat nomor Resi nya?" Tanya petugas Samsat
"Saya tidak di kasih apa-apa pak. Saya cuman di suruh mebinggalkan nomor telepon. Katanya nanti dihubungi, tapi sampai 2 minggu gak ada kabarnya." Jelas saya yang kebingungan.
"Kamu ngasihnya pada pak siapa?" Tanya petugas itu
"Saya tidak tahu namanya pa. Yang jelas pake seragam polisi." Jawab saya.
"Nomor polisinya berapa?" Tanya pak polisi.
Karena saya tidak tahu nomor plat motor sendiri, saya pun pergi ke parkiran lalu menulis nomornya.
"Nomornya, F 4019 YN pa." Jawab saya setelah nmelihat keuar.
"Ya sudah tunggu saja dulu." Perintah petugas itu.
TV yang sedang menyiarkan sebuah acara Gosip sama sekali tidak ada yang menontonnya, suara tV kalah sama dengan petugas yang memanggil orang - orang. Kalah dengan suara-suara orang yang sedang berbicara ini - itu. 1 1/2 berlalu. Lalu saya kembali menanyakan lagi ke pada petugas yang tadi.
"Pa, gimana, apakah berkas berkas saya sudah ada?" Tanya saya
"Sebentar ya, saya bereskan dulu STNK yang sudah pada beres ini." Jawab petugas berusaha untuk ramah, walaupun tidak sesuai dengan wajahnya yang lelah.
Jam menunjukan jam 12 siang. Sangat melelahkan, panas, ramai, dan sumpek. Mana bau kaki lagi, mungkin ada orang ynag membuka sepatunya, membuat ruangan yang sesak ini bau oleh kakinya.
Karena saya lelah say memutuskan untuk minum duylu, minum Pocari Sweat. Pas saya lihat ke loket yang di atasnya bertuliskan PENDAFTARAN PENGESAHAN 1 TAHUN 5TAHUN R4 itu ada sebuah ackrilik beruliskan ISTIRAHAT. Haduh... Bagaimana nasib saya selanjutnya. Saya sangat membutuhkan KTP saya. Saya sudah merencanakan Pernikahan dengan seorang wanita, tanpa KTP, apa yang bisa saya lakukan?. Untuk menikah pastinya dibutuhkan KTP. Dan yang bisa saya lakukan hanya terdiam, sambil memainkan Hp saya yang terlihat semakin Membosankan.
Tulisan Istirahat sudah tidak ada, petugas yang tadi telah kembali. Tapi masih sibuk dengan entah apa. Saya hanya bisa menunggu, waktu menunjukan pukul 1 siang sekarang. Ruangan ini sekarang semakin sesak. Badan ini serasa tidak sanggup menunggu lebih lama. Serasa akan roboh badan ini. Seorang wanita memberiku semangat ia adala calon istriuku, ia memberikan beberapa nama untuk bisa membantuku. Tapi saya pikir itu sama saja akan membuatnya lebih pusing. Saya hanya menunggu.
Setelah tidak ada kepastian tentang stnk saya, saya pun memutuskan pulang. Saya salah dalam prosedure nya. Harusnya saya tidak menyerahkan dokumen begitu saja.
****
Hari berganti, saya hanya berdoa, semoga pak Polisi yang saya kasih berkas - berkas saya segera menghubungi saya. Dan akhirnya setelah saya berdoa, akhir nya ada sms:
Slmt pagi,pengajuan duplikat stnk sdh brs,silahkn dtng ke kntr samsat untuk proses selanjutnya
Saya lansung datang ke Samsat, padahal hari ini saya lagi di rumah calon mertua saya. dan pas saya sampai, saya harus menunggu lagi. Haduh.... Jam menunjukan pukul 12:30. Hari ini hari Kamis. Kondisi disini tidak seperti saat saya menanyakan stnk saya, kursi - kursi banyak yang kosong, tidak ada orang yang memanggil - manggil nomor antrian. Tidak ada orang yang mengantri. Dan seperti biasa jam segini adalah jam ISTRAHAT. Menunggu lagi saya seprtu kemarin.
Tik tok, jam 13:00. Tanda istirahat sudah tidak ada. Menunggu, dan menunggu. Kejadian beberapa hri lalu seperti terulang kembali, bedanya hanya sekarang ada secercah harapan agar stnk saya bisa selesai.
13:30 akhirnya nama saya di panggil dan di suruh memberikan uang.
"Delapan ratus tujuh puluh selmbilan ribu rupiah" kata pak polisi itu.
Saya pun langsung membayarkan sejumlah uang tersebut. Dan disuruh menunggu lagi.
"Duduk dulu saja" kata pak polisi gendut itu.
Menunggu dan menunggu. Memang harus sabar berurusan dengan pihak berwajib ini. Harus punya hati yang sabar dan kuat. Karena kita akan banyak menunggu. Saya membaca sebuah tulisan di dalam gedung samsat ini.
Standar waktu pelayanan stnk:
Pengesahan. Stnk : 30 menit
Perpanjangan stnk: 60 menit
Cek fisik : 15 menit
Cetak tnkb : 20 menit.
Kami memang. Belum sempurna tetapi kami selalu berusaha. Insya allah bersama kita 'bisa'
Itu standar nya, tapi kenyataannya bisa 2 kali lipat waktu terzebut, atau bisa lebih cepat. Tergantung. Kita bisa lebih lama kalau kita awam soal beginian, tapi bisa juga cepat apabila kamu mempunyai kenalan di Samsatnya. Banyak yang kecewa atas pelayanan ini. Tapi sekali lagi saya hanya bisa bersabar.
Setelah lama menunggu akhirnya nama saya di panggil juga. Lalu saya di beri stnk baru dengan nomor polisi baru : F 4979 WB.
Akhirnya perjuangan say berakhir di sini. Tapi masih ada yang mengganjal hati, BPKB asli saya belum ada di tangan, baru ktp asli saja yang di berikan pada saya. BPKB asli saya harus di ambil di POLRES cianjur sekitar 1 bulan lgi. Huduuh.....
End.
__________________________________
Balada Sebuah STNK
Gagas Alf.
(@gaagas Nov. 12 2012)
Sabtu, November 24, 2012
Cerpen; Cloud Monster (Monster Awan)
"Monster Awan"
Pada jaman dahulu kala hiduplah seorang anak kecil berumur 10
tahun, anak itu bernama Balle. Balle adalah anak bandel yang selalu
membantah orang tuanya. Pada sore hari yang mendung Balle di suruh
ibunya untuk pulang kerumah, tapi balle tidak mau pulang, balle lebih
memilih bermain di luar sambil menunggu hujan.
"Balle... Pulang nak, sudah sore, lihat awannya mendung. Jangan lah
kau hujan-hujanan lagi"
Perkataan sang ibu tidak balle dengar, balle berlarian kesana
kemari menghindari ibunya yang mengejarnya, dan bersembunyi di semak -
semak. Ibu Balle pun pulang ke rumah karena terlalu capek nengejar
anaknya yang nakal.
Balle melihat ke langit, langit masih belum hujan. Lalu tiba - tiba
sekumpulan awan menyatu menjadi gumpalan awan besar, gumpalan awan
besar itu membentuk sebuah wajah seram dengan mulut terbuka, gumpalan
seperti monster itu mendekat pada Balle. Balle pun ketakutan dan
berlari kencang kerena di kejar oleh monster awan itu. Monster awan
itu sangat besar, mulut terbuka lebar hendak memakan balle yang sedang
berlari. Balle berteriak kencang, tapi tak ada satu orang pun yang
menolongnya. Lalu balle terjatuh, dan akhirnya balle pun dimakan
monster awan itu.
"Aaaaaaakkhh... " Teriak balle.
Setelah balle dimakan oleh monster itu, balle sekarang berada di
sebuah tempat yang gelap dan penuh kabut. Balle bingung sekarang dia
sedang berada dimana.
"Dimana ini? Apakah ini perut monster awan tadi?" Pikir balle yang kebingungan.
Balle pun mencari jalan keluar untuk bisa pulang kerumah, tapi tak
ada jalan keluar, yang dilihatnya hanya sebuah tempat yang luas
sekali, tempat yang seperti taman putih, karena semua yang terlihat
hanya putih. Saat balle mencari jalan keluar ia melihat dua anak kecil
yang sedang bertengkar. Lalu balle pun menghapiri ke dua anak itu, dan
berusaha melerainya. Tapi saat balle hendak melerainya, balle di tahan
oleh Kurcaci kecil.
"Beperhepentipi! Japangapan kapau pipisapahkapan kepedupuapa apanapak
ipitupu!" .
(Berhenti! Jangan kau pisahkan jedua anak itu) Bentak kurcaci kecil itu.
"Hah? Kamu bilang apa? Siapa kamu?" Tanya balle bingung dengan bahasa
yang d gunakan peri awan.
"Apakupu Kupurcapacipi apawapan. Napamapakupu Lawan!"
(Aku kurcaci awan, namaku LAWAN) Jawab kurcaci bernama Lawan.
Balle bingung apa yang d ucapkan peri awan itu, bahasa yang di
pakai peri awan sangat aneh.
"ooh, nama kamu Lawan?" Tanya balle.
"Ipi yapa."
(Iya) Jawabnya.
Akhirnya dua orang yang berkelahi pun berhenti karena kelelahan.
Kurcaci Lawan pun pergi, lalu Balle bertanya pada mereka kenapa mereka
bertengkar.
"Dia mau mengambil makanan ku!" Kata anak kecil pertama.
"Tidak, Lawan bilang aku boleh memakannya." Bela anak kecil kedua.
"Memangnya kamu mengerti Lawan bilang apa?" Tanya balle bingung.
"Mengerti lah aku sudah lama berada disisni, nanti kamu juga akan
mengerti bahasa awaan." Jelas anak kecil pertama.
"Kalian siapa? Kenapa kalian bisa berada di tempat ini?" Tanya balle.
"Aku Stian, aku dimakan Monster ini. Sekarang kita berada di dalam
perut nya." Jelas Stian.
"Aku Rizk, kamu siapa? Pasti kamu baru di makan monster ini ya?" Jelas Rizk.
"Aku Balle... Bagaimana kita bisa keluar dari tempat ini?" Tanya balle.
Mereka pun berbincang, Stian menjelaskan bahwa di perut awan ini
ada 2 kurcaci yang bernama kurcaci Lawan dan Kurcaci Kawan. Mereka
berdua sudah lama berada di perut monster awan ini. Rizk lalu juga
menjelaskan cara untuk keluar dari perut awan ini.
"Kata Kawan kita harus menunggu sampai banjir datang, dan kita harus
memegang payung, sambil berjanji" jelas Rizk.
"Berjanji? berjanji apa? Lalu kapan banjir itu datang?" Tanya Balle
"Kita harus berjanji kita tidak akan nakal dan akan berbuat baik pada
semua orang. Banjir itu akan datang beberapa hari lagi." Jawab RIzk.
"Tapi kata Lawan kita harus tetap di sini, saat banjir datang, Lawan
sudah memberi ku pelampung supaya aku tidak tenggelam. " Kata Stian
tiba - tiba.
"Lalu kamu percaya pada siapa?" Tanya Balle.
"Aku tak tahu aku bingung" jawab Stian.
"Kalau aku percaya pada Kawan." Jawab Rizk.
Balle bingung harus percaya pada siapa pada kurcaci Kawan atau
kurcaci Lawan. Perut balle pun sudah terasa lapar, sampai - sampai
perutnya berbunyi. Rizk dan Stian pun tertawa.
"Kamu lapar?... Kamu harus mencari pohon makanan, di sebelah sana"
jelas Rizk sambil menujuk k satu arah.
"Ayo aku antar, aku juga masih lapar." Kata Stian
"Aku juga ikut, tapi kamu jangan ambil makanan ku lagi ya! " Kata Rizk
pada Stian.
Mereka pun tiba di tempat seperti kebun, Di kebun awan ini terdapat
awan yang berbentuk pohon yang berbuah. Bentuk buah buah ini sangat
aneh, tidak seperti buah yang biasa ia lihat.
"Hmm... Enak, ini buah ini rasa semangka!" Kata Balle sambil memakan
makanan awan berwarna merah.
"Ipitupu kaparepenapa kapamupu beperpipikipir bepegipitupu"
(Itu karena kamu berpikir begitu) kata seseorang tiba-tiba.
"Maksudnya? Aku tidak mengerti!" Tanya balle bingung.
"Kata dia Kalau kamu berpikir makanan itu semangka, maka rasanya akan
semangka, kalau kamu berpikir makanan rasa pahit maka akan pahit
rasanya" jelas Rizk.
"Kamu... Kamu kurcaci Kawan?" Tanya Balle
"Ipiyapa, daparipimapanapa kapamupu tapahupu?" .
(Iya, drimana kamu tahu?) Tanya Kurcaci Kawan.
"Katanya, kamu tau darimana?" Jelas Stian.
"Kata mereka disini ada 2 kurcaci, Lawan dan Kawan, aku sudah melihat
kurcaci Lawan, berarti kamu kurcaci Kawan." Jelas Balle.
Balle banyak mengobrol dengan peri Kawan, sambil mepelajari bahasa
Awan. Sampai akhirnya ia mengerti sedikit - sedikit bagaimana bahasa
Awan itu. Iya mengerti bahwa dalam Bahasa awan suku kata nya hanya d
tambahkan huruf 'P' lalu d ikuti huruf vokal suku kata ter sebut.
Seperti ba menjadi bapa, Bi menjadi Bipi, a jadi apa, contoh; AKU : A
dan KU, A-apa KU-kupu jadu AKU adalah ApaKupu
Setelah banyak berceritan tentang tempat aneh ini, ia pun
menanyakan soal jalan keluar dari perut awan ini pada Kawan. Sedangkan
Rizk dan Stian sibuk makan.
"Kawan, bagai mana cara keluar dari sini?" Tanya Balle.
"Kapamupu haparupus sapadapar kepenapapapa kapamupu beperapadapa
dipisipinipi. Moponsepeteper Apawapan hapanyapa mepemapakapan apanapak
- apanapak napakapal."
(Kamu harus sadar, kenapa kamu berada disini. Monster awan hanya
memakan anak anaik nakal) Jelas kurcaci Kawan.
"Aku tidak Nakal." Jawab Balle.
"Bepesopok Lupusapa apakapan apadapa Bapanjipir bepesapar, kapamupu
haparupus mepemepegapang papayupung sapambipil beperjapanjipi
tipidapakk apakapan napakapal lapagipi."
(Besok lusa akan ada banjir besa kamu haru memegang payung sambil
berjanji tidak akan nakal lagi.) Jelas kurcaci Kawan.
"bopohopong, kapamupu haparupus mepemapakapai pepelapampupung sapaapat
bapanjipir dapatapang, dapan japangapan beperjapanjipi apapapapupun,
papayupung apakapan mepembupuapat kapamupu tepenggepelapam dapan
mapatipi."
(Bohoong! , kamu harus memakai pelampung saat banjir datang dan jangan
berjanji apapun, payung akan membuat kamu tenggelam dan Mati) Kata
Kurcaci Lawan tiba - tiba.
"Dimana aku dapat payung dan Pelampung itu?" Tanya Balle.
"Ipinipi"
(Ini!) kurcaci Kawan mengeluarkan payung kecil.
"Japangapan teperipimapa papayupung ipitupu, bapawapalapah
pepelapampupung ipinipii supupapayapa kapamupu tipidapak
tepenggepelapam."
Jangan terima payung itu, bawalah pelampung ini, supaya kamu tidak
tenggelam) Perintah kurcaci Lawan.
"Bawa aja keduanya, aku juga punya dua-duanya!" Teriak Stian.
Balle pun menyimpan kedua barang itu dan menyimpan nya di saku
celananya. Kedua kurcaci kecil yang berbetuk gumpalan awan itu pun
pergi. Tempat mereka berada mulai berwarna Gelap, ini adalah malam
hari di dalam perut monster awan. Karena sudah kenyang dan mulai
ngantuk Balle, Stian, dan Rizk pun Tidur di sebuah Pohon awan yang
berbentuk seperti tempat tidur.
*********
Keesokkan harinya perut monster awan sudah kembali cerah dipenuhi
kabut putih. Ketiga anak ini mengabiskan waktu sambil bermain.
Walaupun kadang mereka bertengkar. Gumpalan awan yang mereka injak
sudah terasa basah.
"Stian, Rizk, lihat tanah awan nya basah, dan mungkin akan banjir
besok." Teriak Balle pada Stian dan Rizk.
"Akhirnya, aku sudah tidak sabar menunggunya. Apa yang akan kau pakai
Balle?" Tanya Rizk
"Entahlah aku bingung." Jawab Balle.
"Lihat, danau itu air nya mulai meningkat!" Teriak Stian menunjuk ke
arah danau awan.
Setelah makan, Balle mencari Kurcaci Kawan dan Lawan. Setelah
berjalan beberapa lama, akhirnya Balle bertemu dengan kurcaci Lawan.
"Supudapah Kapamu puputupuskapan? Bepesopok kapamupu apakapan
mepemapakapai pepelapampupung daparipikupu kapan?"
(Sudah kamu putuskan? Besok kamu akan memakai pelampung dariku kan?)
Tanya kurcaci Lawan.
"Kenapa aku harus memakai pelampungmu?" Tanya Balle
"Copobapa kapamupu pipikipir, apapapakapah papayupung kepecipil
bipisapa mepenyepelapamapatkapan mupu daparipi bapanjipir bepesapar?"
(Coba kamu pikir, apakah payung kecil itu bs menyelamatkan mu dari
banjir besar?) Tanya kurcaci Lawan.
Balle terdiam.
"Bapanjipir bepesapar bepesopok apakapan mepembupunupuh kapalipiapan,
kapalapau kapamupu mepemapakapai pepelapampupung kapamupu apakapan
sepelapamapat."
(Banjir besar besok akan membunuh kalian, kalau kamu memakai
pelampung, kamu akan selamat.) Jelas kurcaci Lawan.
"Lalu bagaimana aku keluar dari tempat ini?" Tanya Balle semakin bingung
"Kapamupu hapanyapa haparupus bepersapabapar, napantipi Moponsepeteper
apawapan apakapan mepengepelupuaparkapan mupu kapalapau supudapah
apadapa apanapak pepenggapantipi kapamupu."
(Kamu hanya harus bersabar, nanti monster awan akan mengeluarkanmu
kalau sudah ada anak pengganti kamu" jelas kurcaci Lawan memastikan.
Suasana di perut monster awan sudah gelap, ini adalah malam disini,
air sudah sampai mata kaki Balle. Balle pun pergi untuk Tidur.
*******
Pagi pun datang, Saat ketiga anak ini terbangun dari tidurnya, air
sudah setinggi lutut mereka. Mereka kebanjiran. Stian mengeluarkan
payungnya. Rizk juga mengeluarkan Payungnya. Sedangkan Balle masih
bingung. Stian dan Rizk berteriak - teriak sambil berjanji untuk tidak
nakal lagi.
"Aku janji tidak akan berkelahi, akan nurut sama mamah papah, tidak
akan menjaili adik lagi, akan rajin." Teriak Stian.
"Aku janji tidak akan nakal lagi, tidak akan berbohong lagi, tidak
akan menyusahkan mamah papah, akan membanggakan mamah papah." Terka
Rizk.
Air semakin meninggi sampai dada mereka, Balle lalu mengeluarkan
Pelampungnya, dan hanya terdiam. air semakin deras dan meninggi, dan
banjir besar ini pun menenggelamkan Stian dan Rizk.
"Kepenapapapa kapamupu mepemapakapai pepelapampupung? "
(Kenapa kamu memakai pelampung itu?) Tanya kurcaci Kawan di atas pohon
awan yang sangat tinggi.
"Bapagupus, lipihapat kepe dupuapa apanapak ipitupu mapatipi
tepenggepelapam, kapamupu apakapan sepelapamapat !!"
(Bagus, lihatlah kedua anak itu mati tenggelam, kamu akan selamat)
teriak kurcaci Lawan yang juga berada di atas pohon Awan.
"Bapanjipir beperipikuputnyapa apakapan lapamapa sepekapalipi dapatapangnyapa."
(Banjir berikutnya akan lama sekali datangnya.) Teriak kurcaci Kawan.
Air pun surut, Balle selamat, dan tetap berada di tempat aneh ini.
Balle binggung, ia sedih melihat Stian dan Rizk tenggelam. Dan ia
berpikir, apakah mereka Mati, atau selamat dari tempat yang penuh
dengan awan ini. Sekarang ia hanya sendiri di tempat ini. Lalu ia pun
menangis dan menyesal sudah tidak mendengarkan ibunya yang menyuruhnya
pulang, kalau saja ia menuruti ibunya, dia tidak akan berada di tempat
ini.
"Kapamupu supudapah mepengepertipi kepenapapap kapamupu beperapadapa
dipisipinipi?"
(Kamu sudah mengerti kenapa kamu berada disini?) Tanya kurcaci Kawan
yang datang menghampirinya.
Balle mengangguk
"Bapanjipir sepelapanjuputnyapa saptupu mipinggupu lapagipi, ipitupu
apakapan sapangapat lapamapa, apapa lapagipi kapamupu hapanyapa
sependipiripi dipisipinipi."
(Banjir selanjutnya satu minggu lagi, itu akan sangat lama, apalagi
kamu hanya sendiri disini) Jelas kurcaci Kawan
"Apa Stian dan Rizk mati tenggelam? " Tanya balle.
"Tipidapak meperepekapa tipidapak mapatipi. Meperepekapa pupulapang
keperupumapahnyapa. Kepenapapapa kapamupu tipidapak mepemapakapai
papayupung daparipi apakupu? "
(Tidak mereka tidak mati, mereka pulang k rumah. Kenapa kamu tidak
memakai payung dari aku?)Tanya kurcaci Kawan.
"Lawan bilang aku harus disini sampai ada yang menggantikan aku. Kalau
aku memakai pelampung aku akan selamat dan tidak tenggelam." Jawab
Balle.
"Sipi Lawan mepemapang japahapat, kapamupu japangapan pepercapayapa
papadapanyapa. mupungkipin dipisipinipi epenapak bipisapa mapakapan
sepepupuapasnapanyapa, bipisapa mapaipin sepeepenapaknyapa, tapapipi
kepehipidupupapanmupu bupukapan dipisipinipi Balle "
(Si lawan emang jahat, kamu jangan percaya padanya, mungkin disini
enak, bs makan sepuasnya, bisa main seenaknya, tapi kehidupan mu bukan
disin ballea.) Jelas kurcaci Kawan.
*******
Hari - hari balle sangat membosankan, walaupun disini balle bisa
main sepuasnya, makan dan minum apa saja yang ia pikirkan tapi balle
merasa sangat kesepian. Saat balle berjalan jalan, lalu balle melihat
seseorang, dan itu adalah Alva.
"Alva!.. " Teriak Balle menghampiri alva.
"Balle, dimana ini, kenapa kamu berada disini?" Tanya Alva kebingungan.
Balle pun mejelaskan pada Alva kenapa mereka berada disini. Lalu
Balle tersadar, dan berpikir. Kalau Alva berada disini, berarti dia
menggantikannya disini, kurcaci Lawan bilang kalau ada anak yang
menggatikannya maka Balle akan kembali ke rumah, tapi Balle masih
berada di perut monster awan ini. Balle pun marah, dan mencari kurcaci
Lawan.
"Lawan, kamu bohong! Kamu bilang aku akan pulang kalau ada anak yang
menggantikan aku" Teriak Balle pada kurcaci Lawan.
"Hmm.. Ipitupu, apanupu, Moponsepeteper apawapan sepedapang sipibupuk,
sepebepentapar lapagipi kapamupu apakapan pupulapang."
(Hmmm... Itu, anu, monster awan sedang sibuk, sebentar lagi kamu akan
pulang) Jawab kurcaci Lawan.
Balle sadar, kurcaci Lawan sudah membohonginya, lalu ia pergi
mencari kurcaci Kawan bersama Alva. Setelah bertemu dengan kurcaci
Kawan, Balle pun meminta payung untuk temannya yang bernama Alva.
"Lawan sudah berbohong. Aku tidak akan percaya lagi padanya." Kata Balle
"Supudapah kupubipilapang kapan Balle, ipinipi Papayupung
upuntupukmupu dapan tepmapan mupu"
(Sudah kubilangkan Balle, ini payung untukmu n temanmu Kata kurcaci
Kawan sambil memberikan payung pada Alva.
"Kawan, kamu bilang hanya anak nakal yang dimakan Monster Awan? Tapi
temanku Alva adalah anak Baik." Tanya Balle.
"Apapapa kapamupu yapakipin Balle?, copobapa tapanyapakapan papadapa
Alva, kepenapapapa dipaapa apadapa dipisipinipi?,"
(Apa kamu yakin Balle? Coba tanya pada Alva, kenapa dia berda disini)
Kata kurcaci Kawan.
"Alva, kamu kan anak baik, kenapa bisa kamu di makan monster awan ini?
Monster awan hanya memakan anak-anak nakal" tanya balle
"Aku selalu membantah ayah ibu ku. Waktu aku dimakan monster awan, aku
lari dari ibuku yang menyuruhku untuk makan. Lalu kapan Banjir akan
datang seperti yang diceritakan Balle tadi?" Tanya Alva.
"Tipigapa haparipi lapagipi. Sapaapat bapanjipir dapatapang kapamupu
haparupus beperjapanjipi apakapan beperupubapah lepebipih bapaipik
dapan tipadapak apakapan napakapal lapagipi. Opooh ipiyapa Balle,
kapamupu jupugapa haparupus mepenjapagapa Alva supupapayapa dipiapaa
tipidapak dipipepengaparupuhipi opolepeh sipi Lawan sepepepertipi
kapamupu dupulupu"
( Tiga hari lagi, saat banjir datang kamu harus berjanji akan berubah
lebih baik n tidak akan nakan lagi, ooh iya Balle, kamu juga harus
menjaga Alva supaya tidak dipengaruhi oleh si Lawan seperti kamu
dulu.) jelas kurcaci Kawan.
"Kamu mengerti dia bicara apa Balle?" Tanya Alva kebingungan
Balle dan Alva mengabiskan waktu bersama, Balle mengajak Alva
mengelilingi perut monster ini, memberitahukan tentang makanan enak
berbetuk buah aneh.
"Ueekk... Gak enak... " Teriak Alva memuntahkan buah Awan.
"Itu karena kamu berpikir buah ini tidak enak, maka rasanya akan tidak
enak, coba pikirkan makanan kesukaan kamu" perintah Balle.
"Baiklah, emmm... Enak! Ini rasa ayam bakar" kata Alva senang.
*******
Hari yang ditunggu pun datang, banjir besar datang, Balle dan Alva
mengeluarkan payung kecil pemberian kurcaci Kawan sambil berjanji;
"Mamah, papah... Maafkan aku, aku janji akan nurut, aku tidak akan
main hujan - hujanan lagi. akan berbuat baik" teriak Balle dengan
sunguh - sungguh.
"Aku menyesal, aku berjanji tidak akan membuat mamah marah lagi." Teriak Alva.
Lalu banjir semakin besar, dan menengelamkan mereka berdua, mereka
lalu tersedot kebawah, lalu mereka berdua terjatuh, mereka keluar dari
awan, bersama air tadi. Mereka pun jatuh kebawah, untung mereka
memegang payung kecil yang berubah menjadi besar, mereka pun turun ke
tanah dengan perlahan karena payung besar yang seperti parasut ini.
Balle dan Alva pun selamat sampai ke tanah, mereka akhirnya sadar,
bahwa selama ini mereka berada di dalam Awan. Dan banjir itu adalah
air hujan, dan air hujan itu yang membawa mereka kembali ke bumi.
Mereka berdua sangat senang. Lalu dari payung besar itu keluar sebuah
Surat yang. Bertuliskan:
-Japadipilapah Apanapak Bapaipik, dapan Sepelapalupu Meperupunipi
peperipintapah oporapang tupuapamu. Kapalapau tipidapak mapakapa
moponsepeteper apawapan apakapan mepemapakapanmupu.-
(-Jadilah Anak Baik, dan Selalu Menuruti perintah kedua Orang Tuamu,
kalau tidak maka Monster Awan akan Memakanmu-)
Balle dan Alva pun kembali kerumahnya masing - masing. Balle sangat
senang lalu memeluk kedua Orang tuanya yang khawatir mencari anak nya
yang hilang ber hari - hari.
"Balle, kemana saja kamu nak?... Ibu dan ayah khawatir" peluk ibu
Balle sambil menangis.
"Maafkan Balle mah, pah, Balle janji akan jadi anak Baik." Jawab Balle.
"Kemana saja kamu? Ayanh mencari kamu kemana - mana" tanya ayah Balle
"balle berada di sebuah tempat yang aneh pah..." Balle pun
menceritakan petualangan nya di Perut Monster awan.
-tamat-
__________________________________
Monster Awan
Gagas Alf.
(@gaagas Nov 10 2012)
gaagas.blogspot.com
Pada jaman dahulu kala hiduplah seorang anak kecil berumur 10
tahun, anak itu bernama Balle. Balle adalah anak bandel yang selalu
membantah orang tuanya. Pada sore hari yang mendung Balle di suruh
ibunya untuk pulang kerumah, tapi balle tidak mau pulang, balle lebih
memilih bermain di luar sambil menunggu hujan.
"Balle... Pulang nak, sudah sore, lihat awannya mendung. Jangan lah
kau hujan-hujanan lagi"
Perkataan sang ibu tidak balle dengar, balle berlarian kesana
kemari menghindari ibunya yang mengejarnya, dan bersembunyi di semak -
semak. Ibu Balle pun pulang ke rumah karena terlalu capek nengejar
anaknya yang nakal.
Balle melihat ke langit, langit masih belum hujan. Lalu tiba - tiba
sekumpulan awan menyatu menjadi gumpalan awan besar, gumpalan awan
besar itu membentuk sebuah wajah seram dengan mulut terbuka, gumpalan
seperti monster itu mendekat pada Balle. Balle pun ketakutan dan
berlari kencang kerena di kejar oleh monster awan itu. Monster awan
itu sangat besar, mulut terbuka lebar hendak memakan balle yang sedang
berlari. Balle berteriak kencang, tapi tak ada satu orang pun yang
menolongnya. Lalu balle terjatuh, dan akhirnya balle pun dimakan
monster awan itu.
"Aaaaaaakkhh... " Teriak balle.
Setelah balle dimakan oleh monster itu, balle sekarang berada di
sebuah tempat yang gelap dan penuh kabut. Balle bingung sekarang dia
sedang berada dimana.
"Dimana ini? Apakah ini perut monster awan tadi?" Pikir balle yang kebingungan.
Balle pun mencari jalan keluar untuk bisa pulang kerumah, tapi tak
ada jalan keluar, yang dilihatnya hanya sebuah tempat yang luas
sekali, tempat yang seperti taman putih, karena semua yang terlihat
hanya putih. Saat balle mencari jalan keluar ia melihat dua anak kecil
yang sedang bertengkar. Lalu balle pun menghapiri ke dua anak itu, dan
berusaha melerainya. Tapi saat balle hendak melerainya, balle di tahan
oleh Kurcaci kecil.
"Beperhepentipi! Japangapan kapau pipisapahkapan kepedupuapa apanapak
ipitupu!" .
(Berhenti! Jangan kau pisahkan jedua anak itu) Bentak kurcaci kecil itu.
"Hah? Kamu bilang apa? Siapa kamu?" Tanya balle bingung dengan bahasa
yang d gunakan peri awan.
"Apakupu Kupurcapacipi apawapan. Napamapakupu Lawan!"
(Aku kurcaci awan, namaku LAWAN) Jawab kurcaci bernama Lawan.
Balle bingung apa yang d ucapkan peri awan itu, bahasa yang di
pakai peri awan sangat aneh.
"ooh, nama kamu Lawan?" Tanya balle.
"Ipi yapa."
(Iya) Jawabnya.
Akhirnya dua orang yang berkelahi pun berhenti karena kelelahan.
Kurcaci Lawan pun pergi, lalu Balle bertanya pada mereka kenapa mereka
bertengkar.
"Dia mau mengambil makanan ku!" Kata anak kecil pertama.
"Tidak, Lawan bilang aku boleh memakannya." Bela anak kecil kedua.
"Memangnya kamu mengerti Lawan bilang apa?" Tanya balle bingung.
"Mengerti lah aku sudah lama berada disisni, nanti kamu juga akan
mengerti bahasa awaan." Jelas anak kecil pertama.
"Kalian siapa? Kenapa kalian bisa berada di tempat ini?" Tanya balle.
"Aku Stian, aku dimakan Monster ini. Sekarang kita berada di dalam
perut nya." Jelas Stian.
"Aku Rizk, kamu siapa? Pasti kamu baru di makan monster ini ya?" Jelas Rizk.
"Aku Balle... Bagaimana kita bisa keluar dari tempat ini?" Tanya balle.
Mereka pun berbincang, Stian menjelaskan bahwa di perut awan ini
ada 2 kurcaci yang bernama kurcaci Lawan dan Kurcaci Kawan. Mereka
berdua sudah lama berada di perut monster awan ini. Rizk lalu juga
menjelaskan cara untuk keluar dari perut awan ini.
"Kata Kawan kita harus menunggu sampai banjir datang, dan kita harus
memegang payung, sambil berjanji" jelas Rizk.
"Berjanji? berjanji apa? Lalu kapan banjir itu datang?" Tanya Balle
"Kita harus berjanji kita tidak akan nakal dan akan berbuat baik pada
semua orang. Banjir itu akan datang beberapa hari lagi." Jawab RIzk.
"Tapi kata Lawan kita harus tetap di sini, saat banjir datang, Lawan
sudah memberi ku pelampung supaya aku tidak tenggelam. " Kata Stian
tiba - tiba.
"Lalu kamu percaya pada siapa?" Tanya Balle.
"Aku tak tahu aku bingung" jawab Stian.
"Kalau aku percaya pada Kawan." Jawab Rizk.
Balle bingung harus percaya pada siapa pada kurcaci Kawan atau
kurcaci Lawan. Perut balle pun sudah terasa lapar, sampai - sampai
perutnya berbunyi. Rizk dan Stian pun tertawa.
"Kamu lapar?... Kamu harus mencari pohon makanan, di sebelah sana"
jelas Rizk sambil menujuk k satu arah.
"Ayo aku antar, aku juga masih lapar." Kata Stian
"Aku juga ikut, tapi kamu jangan ambil makanan ku lagi ya! " Kata Rizk
pada Stian.
Mereka pun tiba di tempat seperti kebun, Di kebun awan ini terdapat
awan yang berbentuk pohon yang berbuah. Bentuk buah buah ini sangat
aneh, tidak seperti buah yang biasa ia lihat.
"Hmm... Enak, ini buah ini rasa semangka!" Kata Balle sambil memakan
makanan awan berwarna merah.
"Ipitupu kaparepenapa kapamupu beperpipikipir bepegipitupu"
(Itu karena kamu berpikir begitu) kata seseorang tiba-tiba.
"Maksudnya? Aku tidak mengerti!" Tanya balle bingung.
"Kata dia Kalau kamu berpikir makanan itu semangka, maka rasanya akan
semangka, kalau kamu berpikir makanan rasa pahit maka akan pahit
rasanya" jelas Rizk.
"Kamu... Kamu kurcaci Kawan?" Tanya Balle
"Ipiyapa, daparipimapanapa kapamupu tapahupu?" .
(Iya, drimana kamu tahu?) Tanya Kurcaci Kawan.
"Katanya, kamu tau darimana?" Jelas Stian.
"Kata mereka disini ada 2 kurcaci, Lawan dan Kawan, aku sudah melihat
kurcaci Lawan, berarti kamu kurcaci Kawan." Jelas Balle.
Balle banyak mengobrol dengan peri Kawan, sambil mepelajari bahasa
Awan. Sampai akhirnya ia mengerti sedikit - sedikit bagaimana bahasa
Awan itu. Iya mengerti bahwa dalam Bahasa awan suku kata nya hanya d
tambahkan huruf 'P' lalu d ikuti huruf vokal suku kata ter sebut.
Seperti ba menjadi bapa, Bi menjadi Bipi, a jadi apa, contoh; AKU : A
dan KU, A-apa KU-kupu jadu AKU adalah ApaKupu
Setelah banyak berceritan tentang tempat aneh ini, ia pun
menanyakan soal jalan keluar dari perut awan ini pada Kawan. Sedangkan
Rizk dan Stian sibuk makan.
"Kawan, bagai mana cara keluar dari sini?" Tanya Balle.
"Kapamupu haparupus sapadapar kepenapapapa kapamupu beperapadapa
dipisipinipi. Moponsepeteper Apawapan hapanyapa mepemapakapan apanapak
- apanapak napakapal."
(Kamu harus sadar, kenapa kamu berada disini. Monster awan hanya
memakan anak anaik nakal) Jelas kurcaci Kawan.
"Aku tidak Nakal." Jawab Balle.
"Bepesopok Lupusapa apakapan apadapa Bapanjipir bepesapar, kapamupu
haparupus mepemepegapang papayupung sapambipil beperjapanjipi
tipidapakk apakapan napakapal lapagipi."
(Besok lusa akan ada banjir besa kamu haru memegang payung sambil
berjanji tidak akan nakal lagi.) Jelas kurcaci Kawan.
"bopohopong, kapamupu haparupus mepemapakapai pepelapampupung sapaapat
bapanjipir dapatapang, dapan japangapan beperjapanjipi apapapapupun,
papayupung apakapan mepembupuapat kapamupu tepenggepelapam dapan
mapatipi."
(Bohoong! , kamu harus memakai pelampung saat banjir datang dan jangan
berjanji apapun, payung akan membuat kamu tenggelam dan Mati) Kata
Kurcaci Lawan tiba - tiba.
"Dimana aku dapat payung dan Pelampung itu?" Tanya Balle.
"Ipinipi"
(Ini!) kurcaci Kawan mengeluarkan payung kecil.
"Japangapan teperipimapa papayupung ipitupu, bapawapalapah
pepelapampupung ipinipii supupapayapa kapamupu tipidapak
tepenggepelapam."
Jangan terima payung itu, bawalah pelampung ini, supaya kamu tidak
tenggelam) Perintah kurcaci Lawan.
"Bawa aja keduanya, aku juga punya dua-duanya!" Teriak Stian.
Balle pun menyimpan kedua barang itu dan menyimpan nya di saku
celananya. Kedua kurcaci kecil yang berbetuk gumpalan awan itu pun
pergi. Tempat mereka berada mulai berwarna Gelap, ini adalah malam
hari di dalam perut monster awan. Karena sudah kenyang dan mulai
ngantuk Balle, Stian, dan Rizk pun Tidur di sebuah Pohon awan yang
berbentuk seperti tempat tidur.
*********
Keesokkan harinya perut monster awan sudah kembali cerah dipenuhi
kabut putih. Ketiga anak ini mengabiskan waktu sambil bermain.
Walaupun kadang mereka bertengkar. Gumpalan awan yang mereka injak
sudah terasa basah.
"Stian, Rizk, lihat tanah awan nya basah, dan mungkin akan banjir
besok." Teriak Balle pada Stian dan Rizk.
"Akhirnya, aku sudah tidak sabar menunggunya. Apa yang akan kau pakai
Balle?" Tanya Rizk
"Entahlah aku bingung." Jawab Balle.
"Lihat, danau itu air nya mulai meningkat!" Teriak Stian menunjuk ke
arah danau awan.
Setelah makan, Balle mencari Kurcaci Kawan dan Lawan. Setelah
berjalan beberapa lama, akhirnya Balle bertemu dengan kurcaci Lawan.
"Supudapah Kapamu puputupuskapan? Bepesopok kapamupu apakapan
mepemapakapai pepelapampupung daparipikupu kapan?"
(Sudah kamu putuskan? Besok kamu akan memakai pelampung dariku kan?)
Tanya kurcaci Lawan.
"Kenapa aku harus memakai pelampungmu?" Tanya Balle
"Copobapa kapamupu pipikipir, apapapakapah papayupung kepecipil
bipisapa mepenyepelapamapatkapan mupu daparipi bapanjipir bepesapar?"
(Coba kamu pikir, apakah payung kecil itu bs menyelamatkan mu dari
banjir besar?) Tanya kurcaci Lawan.
Balle terdiam.
"Bapanjipir bepesapar bepesopok apakapan mepembupunupuh kapalipiapan,
kapalapau kapamupu mepemapakapai pepelapampupung kapamupu apakapan
sepelapamapat."
(Banjir besar besok akan membunuh kalian, kalau kamu memakai
pelampung, kamu akan selamat.) Jelas kurcaci Lawan.
"Lalu bagaimana aku keluar dari tempat ini?" Tanya Balle semakin bingung
"Kapamupu hapanyapa haparupus bepersapabapar, napantipi Moponsepeteper
apawapan apakapan mepengepelupuaparkapan mupu kapalapau supudapah
apadapa apanapak pepenggapantipi kapamupu."
(Kamu hanya harus bersabar, nanti monster awan akan mengeluarkanmu
kalau sudah ada anak pengganti kamu" jelas kurcaci Lawan memastikan.
Suasana di perut monster awan sudah gelap, ini adalah malam disini,
air sudah sampai mata kaki Balle. Balle pun pergi untuk Tidur.
*******
Pagi pun datang, Saat ketiga anak ini terbangun dari tidurnya, air
sudah setinggi lutut mereka. Mereka kebanjiran. Stian mengeluarkan
payungnya. Rizk juga mengeluarkan Payungnya. Sedangkan Balle masih
bingung. Stian dan Rizk berteriak - teriak sambil berjanji untuk tidak
nakal lagi.
"Aku janji tidak akan berkelahi, akan nurut sama mamah papah, tidak
akan menjaili adik lagi, akan rajin." Teriak Stian.
"Aku janji tidak akan nakal lagi, tidak akan berbohong lagi, tidak
akan menyusahkan mamah papah, akan membanggakan mamah papah." Terka
Rizk.
Air semakin meninggi sampai dada mereka, Balle lalu mengeluarkan
Pelampungnya, dan hanya terdiam. air semakin deras dan meninggi, dan
banjir besar ini pun menenggelamkan Stian dan Rizk.
"Kepenapapapa kapamupu mepemapakapai pepelapampupung? "
(Kenapa kamu memakai pelampung itu?) Tanya kurcaci Kawan di atas pohon
awan yang sangat tinggi.
"Bapagupus, lipihapat kepe dupuapa apanapak ipitupu mapatipi
tepenggepelapam, kapamupu apakapan sepelapamapat !!"
(Bagus, lihatlah kedua anak itu mati tenggelam, kamu akan selamat)
teriak kurcaci Lawan yang juga berada di atas pohon Awan.
"Bapanjipir beperipikuputnyapa apakapan lapamapa sepekapalipi dapatapangnyapa."
(Banjir berikutnya akan lama sekali datangnya.) Teriak kurcaci Kawan.
Air pun surut, Balle selamat, dan tetap berada di tempat aneh ini.
Balle binggung, ia sedih melihat Stian dan Rizk tenggelam. Dan ia
berpikir, apakah mereka Mati, atau selamat dari tempat yang penuh
dengan awan ini. Sekarang ia hanya sendiri di tempat ini. Lalu ia pun
menangis dan menyesal sudah tidak mendengarkan ibunya yang menyuruhnya
pulang, kalau saja ia menuruti ibunya, dia tidak akan berada di tempat
ini.
"Kapamupu supudapah mepengepertipi kepenapapap kapamupu beperapadapa
dipisipinipi?"
(Kamu sudah mengerti kenapa kamu berada disini?) Tanya kurcaci Kawan
yang datang menghampirinya.
Balle mengangguk
"Bapanjipir sepelapanjuputnyapa saptupu mipinggupu lapagipi, ipitupu
apakapan sapangapat lapamapa, apapa lapagipi kapamupu hapanyapa
sependipiripi dipisipinipi."
(Banjir selanjutnya satu minggu lagi, itu akan sangat lama, apalagi
kamu hanya sendiri disini) Jelas kurcaci Kawan
"Apa Stian dan Rizk mati tenggelam? " Tanya balle.
"Tipidapak meperepekapa tipidapak mapatipi. Meperepekapa pupulapang
keperupumapahnyapa. Kepenapapapa kapamupu tipidapak mepemapakapai
papayupung daparipi apakupu? "
(Tidak mereka tidak mati, mereka pulang k rumah. Kenapa kamu tidak
memakai payung dari aku?)Tanya kurcaci Kawan.
"Lawan bilang aku harus disini sampai ada yang menggantikan aku. Kalau
aku memakai pelampung aku akan selamat dan tidak tenggelam." Jawab
Balle.
"Sipi Lawan mepemapang japahapat, kapamupu japangapan pepercapayapa
papadapanyapa. mupungkipin dipisipinipi epenapak bipisapa mapakapan
sepepupuapasnapanyapa, bipisapa mapaipin sepeepenapaknyapa, tapapipi
kepehipidupupapanmupu bupukapan dipisipinipi Balle "
(Si lawan emang jahat, kamu jangan percaya padanya, mungkin disini
enak, bs makan sepuasnya, bisa main seenaknya, tapi kehidupan mu bukan
disin ballea.) Jelas kurcaci Kawan.
*******
Hari - hari balle sangat membosankan, walaupun disini balle bisa
main sepuasnya, makan dan minum apa saja yang ia pikirkan tapi balle
merasa sangat kesepian. Saat balle berjalan jalan, lalu balle melihat
seseorang, dan itu adalah Alva.
"Alva!.. " Teriak Balle menghampiri alva.
"Balle, dimana ini, kenapa kamu berada disini?" Tanya Alva kebingungan.
Balle pun mejelaskan pada Alva kenapa mereka berada disini. Lalu
Balle tersadar, dan berpikir. Kalau Alva berada disini, berarti dia
menggantikannya disini, kurcaci Lawan bilang kalau ada anak yang
menggatikannya maka Balle akan kembali ke rumah, tapi Balle masih
berada di perut monster awan ini. Balle pun marah, dan mencari kurcaci
Lawan.
"Lawan, kamu bohong! Kamu bilang aku akan pulang kalau ada anak yang
menggantikan aku" Teriak Balle pada kurcaci Lawan.
"Hmm.. Ipitupu, apanupu, Moponsepeteper apawapan sepedapang sipibupuk,
sepebepentapar lapagipi kapamupu apakapan pupulapang."
(Hmmm... Itu, anu, monster awan sedang sibuk, sebentar lagi kamu akan
pulang) Jawab kurcaci Lawan.
Balle sadar, kurcaci Lawan sudah membohonginya, lalu ia pergi
mencari kurcaci Kawan bersama Alva. Setelah bertemu dengan kurcaci
Kawan, Balle pun meminta payung untuk temannya yang bernama Alva.
"Lawan sudah berbohong. Aku tidak akan percaya lagi padanya." Kata Balle
"Supudapah kupubipilapang kapan Balle, ipinipi Papayupung
upuntupukmupu dapan tepmapan mupu"
(Sudah kubilangkan Balle, ini payung untukmu n temanmu Kata kurcaci
Kawan sambil memberikan payung pada Alva.
"Kawan, kamu bilang hanya anak nakal yang dimakan Monster Awan? Tapi
temanku Alva adalah anak Baik." Tanya Balle.
"Apapapa kapamupu yapakipin Balle?, copobapa tapanyapakapan papadapa
Alva, kepenapapapa dipaapa apadapa dipisipinipi?,"
(Apa kamu yakin Balle? Coba tanya pada Alva, kenapa dia berda disini)
Kata kurcaci Kawan.
"Alva, kamu kan anak baik, kenapa bisa kamu di makan monster awan ini?
Monster awan hanya memakan anak-anak nakal" tanya balle
"Aku selalu membantah ayah ibu ku. Waktu aku dimakan monster awan, aku
lari dari ibuku yang menyuruhku untuk makan. Lalu kapan Banjir akan
datang seperti yang diceritakan Balle tadi?" Tanya Alva.
"Tipigapa haparipi lapagipi. Sapaapat bapanjipir dapatapang kapamupu
haparupus beperjapanjipi apakapan beperupubapah lepebipih bapaipik
dapan tipadapak apakapan napakapal lapagipi. Opooh ipiyapa Balle,
kapamupu jupugapa haparupus mepenjapagapa Alva supupapayapa dipiapaa
tipidapak dipipepengaparupuhipi opolepeh sipi Lawan sepepepertipi
kapamupu dupulupu"
( Tiga hari lagi, saat banjir datang kamu harus berjanji akan berubah
lebih baik n tidak akan nakan lagi, ooh iya Balle, kamu juga harus
menjaga Alva supaya tidak dipengaruhi oleh si Lawan seperti kamu
dulu.) jelas kurcaci Kawan.
"Kamu mengerti dia bicara apa Balle?" Tanya Alva kebingungan
Balle dan Alva mengabiskan waktu bersama, Balle mengajak Alva
mengelilingi perut monster ini, memberitahukan tentang makanan enak
berbetuk buah aneh.
"Ueekk... Gak enak... " Teriak Alva memuntahkan buah Awan.
"Itu karena kamu berpikir buah ini tidak enak, maka rasanya akan tidak
enak, coba pikirkan makanan kesukaan kamu" perintah Balle.
"Baiklah, emmm... Enak! Ini rasa ayam bakar" kata Alva senang.
*******
Hari yang ditunggu pun datang, banjir besar datang, Balle dan Alva
mengeluarkan payung kecil pemberian kurcaci Kawan sambil berjanji;
"Mamah, papah... Maafkan aku, aku janji akan nurut, aku tidak akan
main hujan - hujanan lagi. akan berbuat baik" teriak Balle dengan
sunguh - sungguh.
"Aku menyesal, aku berjanji tidak akan membuat mamah marah lagi." Teriak Alva.
Lalu banjir semakin besar, dan menengelamkan mereka berdua, mereka
lalu tersedot kebawah, lalu mereka berdua terjatuh, mereka keluar dari
awan, bersama air tadi. Mereka pun jatuh kebawah, untung mereka
memegang payung kecil yang berubah menjadi besar, mereka pun turun ke
tanah dengan perlahan karena payung besar yang seperti parasut ini.
Balle dan Alva pun selamat sampai ke tanah, mereka akhirnya sadar,
bahwa selama ini mereka berada di dalam Awan. Dan banjir itu adalah
air hujan, dan air hujan itu yang membawa mereka kembali ke bumi.
Mereka berdua sangat senang. Lalu dari payung besar itu keluar sebuah
Surat yang. Bertuliskan:
-Japadipilapah Apanapak Bapaipik, dapan Sepelapalupu Meperupunipi
peperipintapah oporapang tupuapamu. Kapalapau tipidapak mapakapa
moponsepeteper apawapan apakapan mepemapakapanmupu.-
(-Jadilah Anak Baik, dan Selalu Menuruti perintah kedua Orang Tuamu,
kalau tidak maka Monster Awan akan Memakanmu-)
Balle dan Alva pun kembali kerumahnya masing - masing. Balle sangat
senang lalu memeluk kedua Orang tuanya yang khawatir mencari anak nya
yang hilang ber hari - hari.
"Balle, kemana saja kamu nak?... Ibu dan ayah khawatir" peluk ibu
Balle sambil menangis.
"Maafkan Balle mah, pah, Balle janji akan jadi anak Baik." Jawab Balle.
"Kemana saja kamu? Ayanh mencari kamu kemana - mana" tanya ayah Balle
"balle berada di sebuah tempat yang aneh pah..." Balle pun
menceritakan petualangan nya di Perut Monster awan.
-tamat-
__________________________________
Monster Awan
Gagas Alf.
(@gaagas Nov 10 2012)
gaagas.blogspot.com
Minggu, November 04, 2012
cerpen; " si Teteh "
Tangan nya membentuk segitiga bergerak ke atas dan ke bawah, ke kiri dan ke kanan, berputar putar seperti sedang mencari sesuatu, lalu berlari mendekat ke sebuah sudut, berbicara, tertawa - tawa tanpa ada hal yang lucu. Semua orang yang berada disana merasa aneh dengan tingkah laku karyawan baru ini. Dia bernama Bagas, pemuda aneh yang baru beberapa hari kerja di Hotel Nimyas ini. Hotel bintang 5 di kawasan Puncak Cianjur.
"Kamu ngomong ama siapa Gas?" Tanya Doni teman kerjanya Bagas.
"Tuh, si Teteh, hantu Bule" jawab Bagas polos
"Mana? Gila ya lu?"
"Iyah.." Jawab nya dengan sangat Polos
tulunjuk kanannya bertemu dengan telunjuk kirinya, ibu jari kanannya bertemu dengan ibu jari kirinya, sehingga membentuk segitiga dengan kedua tangannya, Dia menghampiori sebuah dinding, dia tertawa, terus dia berlari membawa sebuah spidol, lalu dia kembali ke dinding tempat tadi dia tertawa, lalu dia menggambar sebuah mata dan hidung.
"Wah beneran gila lu Gas. Ngapain coba lu ngegambar disitu?" Tanya Irfan teman kerja Bagas
"Ngegambar di mukanya si teteh! Haa... Abis mukanya rata sih, cuman ada mulutnya doang!" Jawab Bagas sambil tertawa - tawa
"Teteh? Siapa?" Tanya irfan bingung
"Hantu Bule. Dia bilang namanya Thetehteh gitu deh namanya , makanya aku panggil Teteh ajah!" Jawab Bagas
"Wahh bener nih kata orang-orang, lu tuh punya kelainan. Aneh lu"
Karena ulahnya Bagas mendapat teguran dari atasannya. Dan harus mengecat tembok yang ia gambar. Ia kesal pada hantu yang selalu ia lihat dari kedua tangan yang dibentuk menjadi segitiga. Bagas pun mencari hantu itu, tangannya di bentuk segitga, tapi tak terlihat hantu Bule yang memiliki wajah rata ini. Setelah berkeliling, akhirnya ia bertemu dengan Hantu yang ia panggil si Teteh.
"Gara-gara kamu neh" bentak Bagas
"I took my shoes off, please find my shoes, only you can see me" Jawab si Hantu
"Ngomong apan sih lu?" Bentak Bagas dengan suara pelan
"I don't understand what you are saying. Why do you shout at me?"
"Aku di sebut Orang gila karena liat kamu" jawab Bagas berbisik
"and why do you always laugh when you see me? I know my face is very scary, but why do you laugh when you see my face?"
Suara -suara asing selalu terdengar saat Bagas bekerja. Tapi dia sama sekali tak mengerti. dia pun punya ide untuk menterjemahkan apa yang hantu itu katakan, dan dia pun megajak Irfan. Temannya yang pintar bahasa Inggris.
"Gua kok mau ngebantuin lu ya?" Tanya irfan
"Plis bantuin aku... Aku denger suaranya sih dia ada di sini" jawab Bagas
Ia menyatukan kedua tangannya menjadi segitiga, mencari hantu itu, hantu itu pun datang mengahampiri Bagas dan irfan lalu tiba-tiba... # gedeggbuukk!!!@*$#
"Hahahahahaaaa.... " Bagas pun langsung tertawa Keras.
"Wah gila lu kambuh nih!... Kenapa lu?" Tanya irfan ketakutan melihat Bagas tertawa
"Hahaha... Si teteh jatuh nginjek rambutnya sendiri" jawab Bagas sambil tertawa
Lalu perbincangan dengan hantu itu pun di mulai. Bagas sangat sulit mengucapkan ulang apa yang hantu itu katakan. Irfan pun bingung.
"Dia bilang Help me. Itu artinya dia minta tolongkan? Kamu kok bilang gitu terus sih?. Yang lain! Aku harus bilang apaan fan?" Tanya Bagas
"Dia bisa denger gua gak Gas?" Tanya Irfan
"Bisa"
"Ya udah gua yang nanya. what can I do for you?" Tanya Irfan
"please find my shoes were left behind in the room Two O one" jawab hantu
"pelan pelan teh! Aku susah ngulanginnya."
"please explain slowly" kata irfan pada hantu itu
"please find my High Heels were left behind in the room Two O one" ulang hantu itu dengan pelan
"Dai bilang, Plis pain may sus,... Apa tehh?"
Proses menterjemahkan ini berlansung sangat lama. Sampai akhirnya Bagas mengetahui apa yang di inginkan oleh si Teteh. Hantu itu menginginkan sepasang sepatu yang tertinggal di kamar saat mereka Check out dari Hotel. Dan hantu itu juga menjelaskan kenapa dia meninggal, dia meninggal karena kecelakaan di kawasan Puncak 30 hari yang lalu saat dia hendak kembali ke hotel untuk mengambil sepatu yang tertinggal di kamar 201. Dan hal itu lah yang membuatnya jadi hantu penasaran karena sepatu itu adalah sepatu kesayangan hantu ini. Sepatu ini diberikan oleh suaminya. Dan dia minta sepatu itu di kembalikan pada suaminya yang belum mengetahui kalau dia telah meninggal.
"Duh, gue bingung harus percaya apa kagak. Apa gue ketularan gila kayak lu ya? Lu gak lagi ngarang kan?" Tanya Irfan yang bingung dengan apa yang ia alami.
"Entahlah mungkin dia lelah." Jawab Bagas
"Duh gak nyambung lu! Kayaknya lu emang aneh deh!"
Tanpa menunggu waktu lama, Bagas pun langsung mencari informasi tentang sepatu si Teteh yang tertinggal di kamar 201. Dibantu Lilis pacar Irfan yang bekerja di Receptionist mereka mencari keberadaan sepatu itu. Lilis membuka data tamu yang check in pada tanggal sekitar 1 bulan yang lalu. Tapi tak ada jejak tentang si Teteh.
"Gas, lu ngarang ya soal si teteh itu? Pacar gua udah nyari data soal tamu kamar 201 dari kemarin, tapi gak ada yang namanya tehteh atau siapalah!..".
"Pacar kamu kurang teliti kali fan!"
Bingung, itulah yang Irfan rasakan, ia tidak melihat raut kebohongan di mata temannya ini, teman yang aneh, teman yang selalu tidak nyambung apabila di ajak berbicara, teman yang selalu diam, tapi kadang suka menyanyi-nyanyi tidak jelas, kadang juga suka menari-nari kesana kesini. Ia bingung kenapa hanya bagas yang bisa melihat si Teteh lewat tangan yang dibentuk segitiga. Tapi saat dia mencoba membentuk tangannya menjadi segitiga tak terlihat apapun.
"Gas, kenapa lewat tangan lu, lu bisa liat hantu itu? Dan kenapa cuman hantu itu doank yang bisa lu liat?" Tanya irfan
"Entahlah aku juga bingung! Kalau gitu kita tanyain ajah yah.." Jawab Bagas.
Seperti biasa tangan bagas di bentuk segitiga, ia mengitari area hotel kesana kesini, sampai akhirnya mereka berdua masuk ke Ballroom. Disana ada sosok Hantu Bule itu, Bagas pun memanggil Hantu itu, lalu, #buukkk!#*$€@+!!! Siteteh kejedot tembok!
"Hahaahaa.. Ckvkkkkcckk... " Bagas langsung tertawa
"Tuh kan tiap lu bilang si teteh ada, pasti lu ketawa. Kenapa sih lu?" Tanya irfan bingung
"Haa..m itu si Teteh Kejedot tembok! Maklumlah mukanya kan rata, matanya nya ajah hampir copot! Jadi dia gak bisa liat jalan!" Jawab Bagas sambil Teus tertawa.
Tanya jawab pun berlangsung. Dari tanya jawab itu diketahuilah bahwa alasan kenapa bagas bisa melihatnya adalah karena si Teteh sendirilah yang memilih bagas. Bagas bisa mendengar suara si teteh. Dan lewat tangannya yang membentuk segitiga adalah jendela untuk bisa melihat sumber suara itu. Jadi oleh karena itu Bagas bisa melihat dan mendengar si Teteh hantu Bule ini.
"why did you choose Bagas as a person who can help you? " Tanya irfan pada si Teteh
"because I know he's a good person. He was also the plain. I'm sure he can help me. " Jawab si Teteh
"Katanya, bikos ai now, hiis gut peursen.. Haaaackkk " Ulang Bagas lalu teratwa geli
"Kenapa lu ketawa?" Tanya Irfan bingung
"Enggak, tiap aku sama kamu, si Teteh selalu senyum-senyum gitu. Kayaknya dia Naksir kamu Fan. Haa" kata gagas sambil tertawa pelan
Pencarian sepatu masih berlanjut, bagas dan Irfan mencari sampai ke kamar 201. Dan menanyakan pada Roomboy yang berada disana. Roomboy disana tidak tahu tentang sepatu itu karena staff nya yang berubah setiap minggunya.
Beberapa hari kemudian Bagas sudah tidak menanyakan soal sepatu itul lagi pada Irfan. Saat Irfan menanyakannya, bagas menjawab bahwa suara si Teteh sudah tak lagi ia dengar. Dan saat dia membentuk tangan nya menjadi segitiga ia tak lagi melihat hantu penasaran itu. Menurut Bagas si Teteh sudah mempunyai Jiwa yang Baru, atau dia sudah tenang, dan kembali ke negara asalnya.
"Sayang aku kelihatan beda gak?" Tanya Lilis
"iyah, lebih tinggi, kamu pake sepatu baru?" Tanya irfan
"Iyah sayang. Ini dari Receptionist, ini punya tamu yang ketinggalan, karena sudah lebih dari 1 bulan jadi boleh aku bawa pulang" jawab Lilis.
Irfan bingung, ia ingat tentang sepatu yang dikatakan oleh temannya Bagas. Lalu saat ia melihat wajah pacarnya itu, wajah nya berubah menjadi ancur nyaris rata hanya tersisa mulut yang penuh dengan darah, dan rambut nya memenjang sampai lantai dan berubah menjadi berwarna Putih. Lalu ia berkata:
"NOW YOU CAN SEE ME HONEY! TAKE ME BACK TO MY HOME PLEASE!"
(Sekarang kamu bisa melihat saya sayang. Antarkan saya pulang ke rumah)
__________________________________
Si Teteh
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 30 2012)
"Kamu ngomong ama siapa Gas?" Tanya Doni teman kerjanya Bagas.
"Tuh, si Teteh, hantu Bule" jawab Bagas polos
"Mana? Gila ya lu?"
"Iyah.." Jawab nya dengan sangat Polos
tulunjuk kanannya bertemu dengan telunjuk kirinya, ibu jari kanannya bertemu dengan ibu jari kirinya, sehingga membentuk segitiga dengan kedua tangannya, Dia menghampiori sebuah dinding, dia tertawa, terus dia berlari membawa sebuah spidol, lalu dia kembali ke dinding tempat tadi dia tertawa, lalu dia menggambar sebuah mata dan hidung.
"Wah beneran gila lu Gas. Ngapain coba lu ngegambar disitu?" Tanya Irfan teman kerja Bagas
"Ngegambar di mukanya si teteh! Haa... Abis mukanya rata sih, cuman ada mulutnya doang!" Jawab Bagas sambil tertawa - tawa
"Teteh? Siapa?" Tanya irfan bingung
"Hantu Bule. Dia bilang namanya Thetehteh gitu deh namanya , makanya aku panggil Teteh ajah!" Jawab Bagas
"Wahh bener nih kata orang-orang, lu tuh punya kelainan. Aneh lu"
Karena ulahnya Bagas mendapat teguran dari atasannya. Dan harus mengecat tembok yang ia gambar. Ia kesal pada hantu yang selalu ia lihat dari kedua tangan yang dibentuk menjadi segitiga. Bagas pun mencari hantu itu, tangannya di bentuk segitga, tapi tak terlihat hantu Bule yang memiliki wajah rata ini. Setelah berkeliling, akhirnya ia bertemu dengan Hantu yang ia panggil si Teteh.
"Gara-gara kamu neh" bentak Bagas
"I took my shoes off, please find my shoes, only you can see me" Jawab si Hantu
"Ngomong apan sih lu?" Bentak Bagas dengan suara pelan
"I don't understand what you are saying. Why do you shout at me?"
"Aku di sebut Orang gila karena liat kamu" jawab Bagas berbisik
"and why do you always laugh when you see me? I know my face is very scary, but why do you laugh when you see my face?"
Suara -suara asing selalu terdengar saat Bagas bekerja. Tapi dia sama sekali tak mengerti. dia pun punya ide untuk menterjemahkan apa yang hantu itu katakan, dan dia pun megajak Irfan. Temannya yang pintar bahasa Inggris.
"Gua kok mau ngebantuin lu ya?" Tanya irfan
"Plis bantuin aku... Aku denger suaranya sih dia ada di sini" jawab Bagas
Ia menyatukan kedua tangannya menjadi segitiga, mencari hantu itu, hantu itu pun datang mengahampiri Bagas dan irfan lalu tiba-tiba... # gedeggbuukk!!!@*$#
"Hahahahahaaaa.... " Bagas pun langsung tertawa Keras.
"Wah gila lu kambuh nih!... Kenapa lu?" Tanya irfan ketakutan melihat Bagas tertawa
"Hahaha... Si teteh jatuh nginjek rambutnya sendiri" jawab Bagas sambil tertawa
Lalu perbincangan dengan hantu itu pun di mulai. Bagas sangat sulit mengucapkan ulang apa yang hantu itu katakan. Irfan pun bingung.
"Dia bilang Help me. Itu artinya dia minta tolongkan? Kamu kok bilang gitu terus sih?. Yang lain! Aku harus bilang apaan fan?" Tanya Bagas
"Dia bisa denger gua gak Gas?" Tanya Irfan
"Bisa"
"Ya udah gua yang nanya. what can I do for you?" Tanya Irfan
"please find my shoes were left behind in the room Two O one" jawab hantu
"pelan pelan teh! Aku susah ngulanginnya."
"please explain slowly" kata irfan pada hantu itu
"please find my High Heels were left behind in the room Two O one" ulang hantu itu dengan pelan
"Dai bilang, Plis pain may sus,... Apa tehh?"
Proses menterjemahkan ini berlansung sangat lama. Sampai akhirnya Bagas mengetahui apa yang di inginkan oleh si Teteh. Hantu itu menginginkan sepasang sepatu yang tertinggal di kamar saat mereka Check out dari Hotel. Dan hantu itu juga menjelaskan kenapa dia meninggal, dia meninggal karena kecelakaan di kawasan Puncak 30 hari yang lalu saat dia hendak kembali ke hotel untuk mengambil sepatu yang tertinggal di kamar 201. Dan hal itu lah yang membuatnya jadi hantu penasaran karena sepatu itu adalah sepatu kesayangan hantu ini. Sepatu ini diberikan oleh suaminya. Dan dia minta sepatu itu di kembalikan pada suaminya yang belum mengetahui kalau dia telah meninggal.
"Duh, gue bingung harus percaya apa kagak. Apa gue ketularan gila kayak lu ya? Lu gak lagi ngarang kan?" Tanya Irfan yang bingung dengan apa yang ia alami.
"Entahlah mungkin dia lelah." Jawab Bagas
"Duh gak nyambung lu! Kayaknya lu emang aneh deh!"
Tanpa menunggu waktu lama, Bagas pun langsung mencari informasi tentang sepatu si Teteh yang tertinggal di kamar 201. Dibantu Lilis pacar Irfan yang bekerja di Receptionist mereka mencari keberadaan sepatu itu. Lilis membuka data tamu yang check in pada tanggal sekitar 1 bulan yang lalu. Tapi tak ada jejak tentang si Teteh.
"Gas, lu ngarang ya soal si teteh itu? Pacar gua udah nyari data soal tamu kamar 201 dari kemarin, tapi gak ada yang namanya tehteh atau siapalah!..".
"Pacar kamu kurang teliti kali fan!"
Bingung, itulah yang Irfan rasakan, ia tidak melihat raut kebohongan di mata temannya ini, teman yang aneh, teman yang selalu tidak nyambung apabila di ajak berbicara, teman yang selalu diam, tapi kadang suka menyanyi-nyanyi tidak jelas, kadang juga suka menari-nari kesana kesini. Ia bingung kenapa hanya bagas yang bisa melihat si Teteh lewat tangan yang dibentuk segitiga. Tapi saat dia mencoba membentuk tangannya menjadi segitiga tak terlihat apapun.
"Gas, kenapa lewat tangan lu, lu bisa liat hantu itu? Dan kenapa cuman hantu itu doank yang bisa lu liat?" Tanya irfan
"Entahlah aku juga bingung! Kalau gitu kita tanyain ajah yah.." Jawab Bagas.
Seperti biasa tangan bagas di bentuk segitiga, ia mengitari area hotel kesana kesini, sampai akhirnya mereka berdua masuk ke Ballroom. Disana ada sosok Hantu Bule itu, Bagas pun memanggil Hantu itu, lalu, #buukkk!#*$€@+!!! Siteteh kejedot tembok!
"Hahaahaa.. Ckvkkkkcckk... " Bagas langsung tertawa
"Tuh kan tiap lu bilang si teteh ada, pasti lu ketawa. Kenapa sih lu?" Tanya irfan bingung
"Haa..m itu si Teteh Kejedot tembok! Maklumlah mukanya kan rata, matanya nya ajah hampir copot! Jadi dia gak bisa liat jalan!" Jawab Bagas sambil Teus tertawa.
Tanya jawab pun berlangsung. Dari tanya jawab itu diketahuilah bahwa alasan kenapa bagas bisa melihatnya adalah karena si Teteh sendirilah yang memilih bagas. Bagas bisa mendengar suara si teteh. Dan lewat tangannya yang membentuk segitiga adalah jendela untuk bisa melihat sumber suara itu. Jadi oleh karena itu Bagas bisa melihat dan mendengar si Teteh hantu Bule ini.
"why did you choose Bagas as a person who can help you? " Tanya irfan pada si Teteh
"because I know he's a good person. He was also the plain. I'm sure he can help me. " Jawab si Teteh
"Katanya, bikos ai now, hiis gut peursen.. Haaaackkk " Ulang Bagas lalu teratwa geli
"Kenapa lu ketawa?" Tanya Irfan bingung
"Enggak, tiap aku sama kamu, si Teteh selalu senyum-senyum gitu. Kayaknya dia Naksir kamu Fan. Haa" kata gagas sambil tertawa pelan
Pencarian sepatu masih berlanjut, bagas dan Irfan mencari sampai ke kamar 201. Dan menanyakan pada Roomboy yang berada disana. Roomboy disana tidak tahu tentang sepatu itu karena staff nya yang berubah setiap minggunya.
Beberapa hari kemudian Bagas sudah tidak menanyakan soal sepatu itul lagi pada Irfan. Saat Irfan menanyakannya, bagas menjawab bahwa suara si Teteh sudah tak lagi ia dengar. Dan saat dia membentuk tangan nya menjadi segitiga ia tak lagi melihat hantu penasaran itu. Menurut Bagas si Teteh sudah mempunyai Jiwa yang Baru, atau dia sudah tenang, dan kembali ke negara asalnya.
"Sayang aku kelihatan beda gak?" Tanya Lilis
"iyah, lebih tinggi, kamu pake sepatu baru?" Tanya irfan
"Iyah sayang. Ini dari Receptionist, ini punya tamu yang ketinggalan, karena sudah lebih dari 1 bulan jadi boleh aku bawa pulang" jawab Lilis.
Irfan bingung, ia ingat tentang sepatu yang dikatakan oleh temannya Bagas. Lalu saat ia melihat wajah pacarnya itu, wajah nya berubah menjadi ancur nyaris rata hanya tersisa mulut yang penuh dengan darah, dan rambut nya memenjang sampai lantai dan berubah menjadi berwarna Putih. Lalu ia berkata:
"NOW YOU CAN SEE ME HONEY! TAKE ME BACK TO MY HOME PLEASE!"
(Sekarang kamu bisa melihat saya sayang. Antarkan saya pulang ke rumah)
__________________________________
Si Teteh
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 30 2012)
cerpen; As a good Friend (Sebagai Teman Baik)
Bel sekolah berbunyi sangat keras semua siswa dan siswi SMA PELITA berkumpul di lapangan untuk mengadakan upacara bendera. Tapi di luar pagar sekolah seorang anak perempuan datang terlambat dan tidak diperbolehkan masuk oleh security sekolah. Dia pun hanya bisa diam dan berdiri di depan pagar menunggu upacara selesai, setelah upacara selesai akhirnya perempuan itu bisa masuk ke sekolah, tapi dengan hukuman karena keterlambatannya, dia harus hormat pada bendera merah putih di lapangan selama satu jam pelajaran. Semua siswa siswi yang hendak kembali ke kelas melihat gadis itu. Begitupun Lucas, gadis ini hanya menutupi mukanya karena malu dilihat oleh lelaki yang sangat ia sukai.
Setelah hukuman selesai gadis yang bernama Laita ini pun kembali ke kelas dengan badan yang bau matahari dan bau keringat. Ia hanya bisa tertunduk malu saat teman teman nya banyak yang menahan tawa. Ia tidak melihat sosok Lucas, ia sangat senang karena Lucas sedang berada di toilet saat ia kembali ke kelas. Laita adalah. gadis biasa yang ceroboh yang selalu menganggap dirinya selalu kena sial, dia menyukai seorang lelaki yang bernama Lucas. Seorang lelaki tampan yang misterius, pendiam, pintar, baik, dan ramah. Banyak perempuan yang juga menyukai lucas. Banyak yang bahkan menyatakan cinta nya pada Lucas tapi lucas selalu menolaknya dengan baik. Selalu terpikir di benak laita untuk melakukan hal yang sama, tapi ia tidak memiliki keberanian yang besar, rasa takutnya mengalahkan pikirannya. Jangankan untuk menyatakan cinta pada lucas, untuk mengobrol dengan lucas aja dia tidak berani, menyapa nya pun membuat laita sangat gugup. Bahkan ia tidak yakin
apakah lucas mengetahui namanya atau tidak. Kalau pun ia mengenalnya pasti hal yang buruk yang ia ingat, seperti hukumannya hari ini.
Saat Lucas kembali ia melihat ke arah Laita, dan sedikit tersenyum. Apakah senyuman itu senyuman ejekan seperti teman - teman nya yang lain?. Lucas sangat jarang tersenyum dan senyuman lucas barusan membuat Laita malu dan juga senang melihat lelaki yang ia sukai tersenyum kepadanya. Dari pertama ia mengenal Lucas, baru saat ini lucas tersenyum kepadanya.
Pelajaran terus berlanjut dan semakin padat, Laita dan semua teman sekelasnya sedang bersiap untuk menghadapi Ujian Akhir Nasional, dan itu berarti sebentar lagi ia akan berpisah dengan lelaki yang sangat ia sayangi sejak kelas Satu, saat pertama kali ia melihat matanya, ia langsung jatuh cinta, tapi ia tidak memiliki keberanian untuk mengutarankan isi hati nya. Bahkan laita hanya bisa melihat pujaan hati dari kejauhan dan tak memiliki keberanian untuk mendekati Lucas. Ia hanya bisa memperhatikan nya dari kejauhan. Setiap jam istirahat ia selalu pergi ke perpustakaan hanya untuk melihatnya membaca buku. Ia tahu buku apa saja yang suka lucas baca, makanan apa yang lucas suka, dan warna apa yang lucas suka.
Laita hanya siswi biasa, bukan siswi populer atau siswi cantik dan pintar. Laita siswi biasa yang tidak cantik, tapi juga tidak jelek. Sedikit ceroboh apalagi kalau dekat dengan Lucas, ia akan salah tingkah. Setiap kali melihat Lucas ia hanya bisa berdoa semoga ia bisa menjadi orang yang sangat spesial untuk lucas.
Pelajaran terakhir hari ini adalah pelajaran Bahasa inggris, pelajaran yang sangat laita tidak suka. Dan di akhir pelajaran Pak Alief guru bahasa inggris memberikan tugas kelompok yakni membuat sebuah wawancara kepada turis atau orang berkewarganegaraan asing, pak Alief membebaskan untuk menetukan kelompok nya yang terdiri dari 2 orang, lalu mendadak kelas menjadi ramai, semua orang mencari pasangan masing - masing. Banyak yang mengajak Lucas untuk menjadi pasangan mereka. Lalu pak Alief memutuskan untuk menentukan pasangan - pasangan kelompoknya. Lalu ia mengeluarkan absensi, dan ia mulai menyebutkan nama nama pasangan kelompoknya. Sampai ia mendengar bahwa ia berpasangan dengan lucas dalam tugas wawancara ini. Lalu Lucas menengok ke belakang dan melihat ke arah nya dan tersenyum. Kali ini ia sangat sangat senang, 2 kali ia mendapat senyuman dari lelaki impiannya, dan ia akan bekerja sama dengan lucas dalam tugas ini.
Keesokan harinya saat jam istirahat setelah ia jajan di kantin, ia pergi ke perpustakaan untuk melihat lucas, tapi ia tidak ada di kursi yang biasa ia duduki. Lalu ia kaget saat. mendengar suara dari belakang badan nya.
"Heyy... Sory lu ngalangin buku yang mau gw ambil."
"Emm... Ehh... Maaff... "
"Iya, ga papa. Oh ya, lu punya waktu kosong kapan?"
"Heem??.. "
"Tugas kita harus selesai 2 minggu lagi."
"Mmm... Kapan aja"
"Ya udah kalo hari Minggu gimana?"
"Mmm... Iya"
Lalu ia pergi ke kursi seperti biasa dan membaca buku yang baru saja ia ambil. Laita sangat senang sekali, ternyata ia mengenal dirinya, dan hari minggu ini ia akan pergi mengerjakan tugas dengan nya. Saat lucas berbicara padanya laita sangat gugup, dan tak berani melihat ke arah matanya.
Hari yang ditunggu tunggu pun datang, setelah kemarin Lucas telah menentukan tempat untuk bertemu. Laita datang 30 menitlevih awal dari waktu yang ditentukan. Mereka berdua berjanjian bertemu di salah satu Panti Asuhan dan rumah perwatan untuk anak-anak dalam pengobatan. Ya, lucas mempunyai ide yang berbeda dengan kebanyakan teman sekelas yang mungkin melakukan wawancara di tempat pariwisata yang terdapat cukup banyak turis, lalu mewawancarainya. Tapi tidak dengan lucas, ia lebih memilih untuk mewawancarai tenaga sukarelawan asing yang bekerja tanpa di bayar untuk menyumbangkan tenaga nya untuk membantu sesama manusia. Dan inilah yang semakin membuat Laita Jatuh cinta.
Setelah menunggu sekitar 30 menit, Lucas pun datang dengan kemeja Putih kotak-kotak dan celana jins nya, terlihat menjadi lebih dewasa. Lalu mereka pun melakukan wawancara dengan beberapa orang asing yang bekerja disana. Lucas lebih dominan melakukan wawancara, menanyakan alasan mengapa mereka mau bekerja di Panti asuhan dan merawat anak-anak yang sedang sakit. Sedangkan Laita hanya semakin mengagumi lelaki yang sekarang ada di hadapan nya. Dia hanya menulis apa yang ditanyakan oleh Lucas. Matahari pun semakin terik, wawancarapun telah selesai.
"Jam 2. "
"Apa?"
"Iya sekarang jam 2, dan gw belom makan. Lu laper ga ta?
"Ehh... Iya"
"Ya udah kita makan dulu"
Hati Laita sangat bahagia, bisa makan bersama orang yang sangat ia sayangi.. Mereka pergi ke sebuah Cafe.
"Mau pesen apa?" Tanya lucas
"Mmm...."
"Bakwan? Ga ada disini.." Tanya lucas tuba-tiba
"Hah??... Ko tau gw suka bakwan" bingung
"Iya lah, tukang bakwan disekolah aja tahu nama lu."
"Hah?.. Emang iya??"
"Haha... Engga, becanda."
Laita masih bingung mengapa Lucas tahu makanan kesukaan nya. Laita diantar pulang Lucas dengan Motor nya. Laita sangat senang hari ini karena telah banyak menghabiskan waktu bersama Lucas.
Hari-hari selanjutnya ia habiskan seperti biasa, belajar, istirahat, ke perpustakaan untuk melihat lucas, pelajaran tambahan, dan lain-lain. Tugas nya dengan lucas pun sudah selesai ia kerjakan dengan baik. Dan mendapatkan nilai terbaik di kelas. Saat jam pelajaran telah usai Lucas di panggil ke ruang BP, Laita bingung, ada apa dengan lucas, ruang bp identik dengan anak - anak nakal yang perlu di beri arahan. Laita pun mencari tahu ada apa dengan lucas, sampai akhirnya ia mendengar kabar dari teman nya bahwa lucas di panggil guru bp karena diduga melakukan pelecehan sexual terhadap salah satu murid populer yang bernama Luna. Setelah menunggu 2jam lucas pun keluar dari raung bp, lalu Laita buru buru bersembunyi di balik pohon besar yang berada di depan sekolah.
Kelas menjadi ramai tidak seperti biasanya yang sepi, semua anak membicarakan tentang Lucas. Laita semakin sedih mendengar gosip yang belum tentu kebenarannya itu. Ia percaya bahwa lucas tidak mungkin melakukan hal bejat seperti itu. Hari ini lucas tidak ada di kelas ia sudah berada di ruang kepala sekolah dengan luna. Lalu pa Alief memanggil Laita untuk ikut dengannya ke ruang kepala sekolah. Di dalam ruangan itu sudah ada lucas, luna, dan beberapa guru. Lalu pak kepala sekolah langsung menanyakan sesuatu pada laita. Ia bertanya apakah ia pergi dengan lucas pada hari minggu kemarin dari pagi sampai sore. Lalu laita menjawab iya. Luna tampak kaget dan menunduk. Pak kepala sekolah lalu bertanya lagi apakah ia berkata benar . Dan laita pun berkata kalau dia memang sedang tidak berbohong.
Lucas dan laita lalu pergi keluar ruangan, sedangkan luna masih di dalam ruangan dengan beberapa guru yang lain.
"Makasih ta..."
"Emm... Iya... Ehh... Buat apa ya?..."
"Lu udah bilang jujur." (Lucas tersenyum)
Lucas bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi pada laita, bahwa Luna menuduhnya melakukan hal hal yang merugikannya seperti menyentuh bagian bagian vital nya, menciumnya, dan hendak memperkosanya di sekolah pada hari minggu di sekolah, padahal hari itu ia tidak ada di sekolah tapi pergi ke panti asuhan dengan laita. Luna sangat cinta atau mungkin terobsesi pada lucas, luna sudah menyatakan cinta nya 2 kali pada lucas, tapi ia selalu ditolaknya, mungkin ini adalah salah satu trik nya untuk mendapatkan lucas.
Jam istirahat, lucas pergi ke perpustakaan dan laita pun ikut dengannya. Saat tiba tiba semua siswa heboh lari ke arah toilet perempuan, laita dan lucas pun ikut melihat apa yang sedang terjadi, ternyata ada luna disana dengan tangan nya yang berdarah dan tangisan kesakitannya, ia berteriak menangis mungkin saat ia hendak mengiris tangannya dengan cutternya ia mengirisnya dengan ragu ragu hanya kulit bagian luarnya saja yang berdarah tidak sampai uratnya putus. Lalu teman temannya membawanya ke ruang uks untuk mendapatkan pertolongan. lucas hanya diam tak sepatah kata terucap dari mulutnya. Laita pun hanya diam, ia tak berani menanyakan kedaan ini.
Keesokan harinya luna tak masuk sekolah, pada jam pelajaran ke 2, lucas di panggil ke ruang BP, disana sudah ada Orang tua Luna yang meminta lucas untuk bisa menjadi pacarnya luna, luna masih sangat tertekan, ia sakit hati, dan pikiran nya sedang terganggu, orang tua luna berharap lucas bisa menjadi penyemangat hidup luna, apalagi sekarang luna akan menghadapi Ujian Nasional. Lucas bingung dan meminta beberapa hari untuk berpikir.
Lucas keluar dari ruang bp, dan sekarang sudah jam istirahat, lalu ia pergi ke perpustakaan untuk mencari laita, dan laita pun ada di perpustakaan menunggu lucas. Lucas pun meceritakan apa yang terjadi.
"Gw harus gmn ta?" Tanya Lucas
"Mmm... Lo sndiri gimana?, lu suka ama luna?"
"Engga." Lucas menggelengkan kepala
"Tapi, apa lo bisa klo pura-pura? Cuman buat luna baikan"
"Terus, nanti gw putusin gitu?"
"Mmm... Klo mnurut gw, lu ga harus jadian ama luna, tapi lu bisa jadi sahabat yang perhatian sama luna, jadi lu gak mesti putusin luna. Tapi lu juga bisa ngebuat luna lebih bersemangat. Bntar lagi kan ujian."
"Tapi gua gak mau ngeliat lu sedih"
"Sedih kenapa?" Tanya Laita
"Gua tau lu suka merhatiin gua kan?, lu suka ada di perpustakaan pas gua lagi di perpustakaan, lu juga suka liatin gua kalo gua lagi di depan kelas. Iya kan??... Lu suka ama gua ya taa??.."
Muka laita berubah menjadi memerah, dan laita hanya tertunduk. Pikiran bervampur aduk, ternyata Lucas sadar kalau ia sering memprhatikan Lucas. Laita tak sanggup mengeluarkan suaranya.
"Taa... Lu ga papa??... Tenang bukan lu doang kok yang suka merhatiin gua, gua juga suka merhatiin lu. Gua tau lu suka makan bakwan, suka baca novel romantis, bahkan semua novel yang pernah lu baca, gua bela-belain beli novelnya biar tau apa yang lu baca. Taa... Gua sayang ama lu"
Seperti tersabar petir di siang hari yang terik, Laita kaget mendengar perkataan Lucas. Ia bingung sekarang...
"Lu juga sayang ma gua kan taa??"...
Tanpa banyak berpikir Laita menganggukan kepalanya. Lalu Lucas pun memeluk Laita. Mereka berdua terlihat sangat bahagia.
"Jadi kita pacaran nih sekarang? Gua seneng banget taa..."
"Tapi... Gw harap, kita jangan bilang - bilang dulu ama temen ya. Gw ga enak ama Luna."
"Maksudnya Backstreet?, tapi ga papa ko... Gua ngerti ta.."
Laita dan Lucas menjadi kekasih. Beberapa hari berikutnya luna sudah masuk sekolah, ia sekarang lebih bersemangat, selalu belajar bersama lucas di perpustakaan, selalu bersama, tertawa. Dan laita juga ikut bahagia melihat teman nya kembali bersemangat untuk bersekolah, ia takut kalau luna menjadi salah pergaulan karena lucas. Walaupun ia cemburu melihat pacarnya selalu bersama orang lain.
Beberapa minggu berlalu. Luna kembali menjadi Luna yang dulu. Laita dan Lucas pun tetap menjadi sepasang kekasih yang bahagia, mereka selalu menghabiskan waktu bersama, walaupun di sekolah ia harus mejaga jarak dengan Lucas. Tapi walaupun mereka berusaha menyembunyikan hubungan mereka, tapi akhirnya teman-teman di sekolah mengetahui hubungan mereka, begitupun Luna.
"Lucas, lu pacaran ama Laita?" Tanya Luna dengan sedih.
"Enggak, dia cuman teman baik gua. Sama kayak lu. Lu juga temen baik gua." Jawab Lucas berbohong.
"Are you sure?.."
"Yaa..."
"I love you lucas." tiba-tiba luna mngetakan hal itu
"Sory lun, gua cuman nganggap lu jadi temen ajah, temen baik."
"Just As a friend??"
"As a good friend"
Ujian akhir Nasional hari ini. Semua siswa kelas tiga sudah datang pagi ini, begitupun Lucas dan Laita. Tapi tidak dengan Luna. Luna tidak masuk sekolah untuk mengikuti Ujian. Sampai akhirnya diketahui bahwa Luna sudah Tiada. Luna meninggal dunia karena bunuh Diri, dia memamakan racun serangga. Lucas yang mengetahui itu merasa sangat bersalah.
"Ini salah gua taa... Kemarin lusa Luna nembak gua lagi, tapi gua nolak dia." Cerita Lucas pada Laita.
"Ini bukan salah lu ko. Ini udah takdir" hibur Laita
Setelah Ujian, Lucas datang ke rumah duka tanpa mengajak Laita. Laita datang dengan teman-temannya. Kedatangan lucas ditahan oleh ibu Laita, sambil menangis ia melarang Lucas masuk ke ruangan tempat peti laita berada. Ia tidak ingin ada keributan didalam, dimana ayah dan kakaknya berada, kalau mereka tahu orang yang menyebabkan Luna meninggal ada di hadapan mereka mungkin akan ada keributan. Tapi lucas ingin melakukan pemghormatan terakhir untuk Luna, ia pun memaksa masuk.
"Pergi!!..." Bentak kakak Luna saat Lucas memasuki Ruangan
"Kamu, pulang. Jangan disini" dorong ayah Luna
"Ijinin aku buat ngasih penghormatan ter akhir om" pinta Lucas sambil meneteskan air matanya.
Ayah dan kakaknya luna diam, dan di tenangkan oleh ibu Luna. Orang oramg yang berada di dalam ruangan terlihat panik, lalu Lucas pun mendekat ke arah Peti dimana Luna tertidur untuk selamanya disana.
"Maafkan aku Lun.... Maaff... " "Aku cinta kamu..."
Setelah mengucapkan permintaan maaf di depan jenazah luna, Lucas pun pergi. Disana ada Laita pacarnya, tapi ia tidak memperdulikannya. Laita mengejar Lucas, tapi Lucas sangat cepat berlalu.
Ujian hari kedua, Laita dan Lucas mengerjakannya dengan tidak konsentrasi. Dan di sekolah mereka tidak salinmg bicara, saat Laita mendekat Lucas berusaha menjauh. Sampaii Ujian hari terakhir, mereka masih belum berbicara. Lalu setelah Ujian pelajaran terakhir sudah selesai Laita pun bertanya pada Lucas.
"Aku ngerti lu masih sedih... Tapi jangan berlarut - larut begini. Ini bukan salah lu, jangan terus-terusan nyalahin diri sendiri."
"Taa... Kita putus."
"Hmm?... Putus?.."
"Aku akan semakin merasa bersalah kalau terus bersama kamu." Jelas Lucas.
"..." Laita hanya terdiam
"Maafin gua taa.." Lanjut Lucas lalu pergi.
-selesai-
_______________________
As a good Friend
Gagas Alf.
(@gaagas July 20 2012)
Selasa, Oktober 23, 2012
cerpen; "ajipokkigayo"
"Meoonggg... Hhrkkii Meong, ngeeoongg,... " Tanya si Gayo.
"Ngoongg.. Hhrrkkk... Eong.. Keong meeunongg" Jawab Aji.
"Ngong?.." Tanya Gayo memastikan.
Gayo dan Aji sedang berbincang, gayo adalah kucing jantan, dan aji adalah kucing betina. Di cerita ini kamu akan bisa mengerti bahasa kucing.
"Ji, si Pokki mana? Gak ikut nongkrong,..." Tanya Gayo
"Mm... Si Pokki mah lagi minum susu, and makan makanan kaleng" jawab Aji
"Serius?" Tanya Gayo memastikan.
Pokki kucing peliharan seorang manusia bernama Dewi, Pokki sangat disayang oleh majikannya itu. Dewi selalu memberi makan Pokki dengan makanan kucing kaleng dan juga memberi minum susu. Tapi semua kehidupan Pokki berubah mulai hari ini.
"Pokki, pokki, pokki... Puuss..." Teriak Dewi mencari kucing kesayangannya itu.
"Pokki udah mama buang" jawab mama Dewi tiba-tiba.
"Apa?, di buang kemana?," teriak Dewi kaget mendengar itu.
"Ke Pasar." Jawab mama Dewi ketus.
"Ke pasar?" Lalu Dewi pun menangis.
"Wi, kamu itu udah gede, kamu belum kerja, malah ngurusin kucing aja kerjaannya. Mama mau kamu kerja dulu, kalau kamu udah kerja, kamu boleh melihara kucing. Kalo kamu kerja, kamu bisa ngasih makan, minum kucing kamu pake uang kamu sendiri" jelas mama dewi panjang lebar.
Di Pasar, Pokki memulai petualangannya. Pokki sangat panik saat dia berada dalam Karung, dia tidak bisa melihat apapun, dia tidak bisa menghapal jalan untuk kembali pulang. Saat karung di buka, yang ia lihat ibu majikannya meninggalkannya di keramaian pasar. Yang ia lihat banyak manusia yang hilir mudik, dan juga banyak kucing dengan bulu yang lusuh dan bau, beda dengan dirinya yang punya bulu yang lembut karena dia sering di bawa ke salon sama majikannya.
Langit sudah gelap, perut kucing ini sudah terasa lapar dari siang tadi, tapi ia tak mendapatkan makanan yang biasa ia makan, yang ia lihat hanya makanan yang kotor dan menjijikan. Ia teringat temannya Gayo yang selalu ia hina karena Gayo suka makanan sisa. Dan sekarang dia berada di posisinya Gayo, jadi kucing tanpa majikan. Dia bingung, perutnya lapar, yang ada di depannya hanya ada ikan asin yang sudah jelek bentuknya. Karena dia sangat lapar akhirnya Pokki memakan makanan itu.
"Mm nyam, nyam, nyam" "mm... Wahh... Ini enak banget!"
Lalu tiba-tiba dibelakang Pokki datang seekor kucing hitam, kucing ini adalah kucing penghuni pasar. Kucing ini bernama Bleki 16.
"Ehhemm... Siapa lu? Ngapain lu di tempat gue?" Tanya Bleki16 tiba-tiba.
"Pokki! Gua lagi makan." Jawab Pokki kaget
"Pokki? Haa kayak nama betina ajah!, enak ikan asinnya? Pasti lu baru dibuang yah?" Tanya Bleky16
"ini enak banggeett! Iyah, ehh... Ko lu tau gua baru dibuang?" Tanya Pokki heran.
"Ya ialah gue tau, cuman lu kucing kampung jantan yang bulu nya wangi, trus cara lu makan itu aneh! Lu pasti belum pernah makan ikan asin sebelumnya kan."
"Iyah.. Ehh, sory nama lu siapa?"
"Gue Bleki16"
"Enambelas??" Tanya Pokki bingung
"Iyah, soalnya nama Bleki disini banyak, kucing di sini banyak kucing item kayak gue. Kalo ada kucing item pasti namanya bleki. Dan gue kucing item ke enambelas disini."
"Oohhh...l ohya, gua bolehkan tinggal disini? Sementra ajah..."
"Bolehlah! Sementara?... Emang lu mau balik lagi ke rumah majikan lu?"
"Iyah! Nanti pasti teman - teman gua si Aji ama si Gayo nyariin gua"
Ditempat lain Aji dan Gayo panik mendengar bahwa Pokki dibuang ke pasar. Mereka pun langsung mencari Pokki ke pasar.
"Dibuang?? Kemana?? Kok bisa??" Tanya Gayo
"Ke Pasar yo! Kita cari ya... Sekarang..." Jawab Aji panik.
"Bukannya si Pokki disayang banget ama majikannya?"
"Bu Laras mamanya Dewi yang buang. Lu taukan kerjaanya Dewi cuman ngurusin si Pokki, tiap hari minta duit buat makan, minum susu, salon, ama vitaminnya si Pokki." Jelas Aji.
Aji dan Gayo pun mencari Pokki ke Pasar. Seharian mereka berdua dibantu oleh teman temannya Gayo untuk mencari Pokki. Tapi pencariannya sia-sia. Sampai larut malam pun mereka belum menemukan jejak Pokki.
"Ji, udah malem, lu pulang ajah, tar sisa makanan warung bu Lilis keburu dibuang." Suruh Gayo
"Tapi Pokki belum ketemu yoo.. Dia kan gak punya banyak temen, temennya cuman kita doang" jawab Aji.
"Tenang, sekarang lu pulang ajah! Ga baik kucing betina berkeliaran malem-malem gini" perintah Gayo.
*****
Hari pun berganti, Pokki mulai membiasakan diri hidup di Pasar ini. Bleki16 sangat membantu Pokki untuk membiasakan diri, Bleki16 juga sering mambantu mencari makan.
"Kii, sekarang kita nyari Tikus!"
"Tikus? Wah pasti enak, gue belum pernah makan Tikus sebelumnya" jawab Pokki polos
"Apaah??... Sumpah demi apa lu?" Tanya Bleki16 gak percaya
Bleki16 pun dengan mudah mendapakan seekor tikus, lalu mereka berdua pun makan tikus itu bersama-sama. Ada perasaan aneh yang Pokki rasakan ketika dia makan berasam kucing betina yang satu ini.
"Mm... Ini enak banget, lebih enak dari makanan kaleng, ama ikan asin kemaren. Kayaknya gua harus belajar ama lu bleki!" Kata Pokki sambil memakan tikus itu.
"Iyah, nanti gue ajarin" jawab Bleki16
Di sudut pasar yang lain Aji dan Gayo masih mencari Pokki. Tapi pasar ini sangat besar, sulit bagi Aji dan Gayo mencari seekor kucing. Malam pun berlalu. Gayo dan Aji pulang. Aji pulang ke Warung bu Lilis , warung tempat dia tinggal. Sedangkan gayo tinggal di sebuah rumah mewah yang hanya di huni oleh seorang bernama Karyo.
Malam ini Bleki16 mengajarkannya berburu tikus pada Pokki. Dan akhirnya Pokki berhasil mendapatkan seekor anak tikus kecil. Dan pokki sangat senang sekali. lalu Pokki pun memakan tikus itu dengan lahap. Setelah ia makan, Ia melihat Bleki16 terlihat sangat cantik, dan sexy. Naluri keJantanan Pokki pun timbul, dan akhirnya dia melakukan 'KAWIN' dengan Bleki16, betina yang baru 2 hari ia kenal. Dan ini adalah pertama kali pokki melakukannya. Ia bingung mengapa ia melakukannya. Padahal betina yang ia cintai selama ini adalah Aji. Aji adalah cinta pertamanya.
*****
Satu Minggu sudah Pokki berada di Pasar ini. Dia sudah terbiasa dengan kehidupan barunya. Dan sudah 2 kali dia Kawin dengan Bleki16. Dan siang ini pun ia melakukannya untuk ke 3 kalinya. Saat dia sedang Kawin dengan Bleki16. Tiba-tiba datang seekor kucing dibelakang.
"Pokki... Lu ngapain disinih ama betina murahan ini?"Teriak Aji tiba-tiba.
"Aji..." Kata pokki kaget
"Apa lu bilang? Murahan? Siapa yang murahan?" Bentak Bleki16
Aji dan Bleki16 pun bertengkar hebat. Saling teriak, saling cakar, dan saling mendorong. Lalu tiba- tiba...
BBHYYYYYUUURRRRR!!!!!!!!!!!!!
Seorang manusia menyiram kedua kucing yang sedang bertengkar itu. Bleki16 pun lari meninggalkan Aji, Pokki, dan Gayo. Pokki hendak menyusul bleki16 tapi di tahan oleh Aji. Aji dan Pokki pun bertengkar. Gayo yang juga ada di tempat itu hanya bisa terdiam melihat kedua temannya bertengkar. Ia patah hati melihat ini semua. Gayo sangat mencintai Aji. Tapi sekarang ia tahu mengapa Aji selalu menolaknya, karena Aji mencintai Pokki. Itu terlihat dari reaksi Aji sekarang. Aji menangis, dan kecewa pada Pokki.
"Kenapa kamu jadi begini pokk??, aku nyari kamu terus seminggu ini , tapi kamu malah seneng - seneng ama betina murahan." Tanya aji sambil menangis.
"Dia bukan kucing murahan. Dia baik. Dia banyak ngajarin aku jadi kucing yang sebenarnya" jawab pokki.
"Tapi aku cinta sama kamu pokk..."
Aji pun lalu pergi sambil menangis. Pokki sekarang bingung. Siapa yang harus ia kejar. Cinta pertamabya Aji atau cinta terakhirnya Bleki16. Dan cinta terakhirnya lah yang ia pilih, Pokki mengejar bleki16. Gayo yang melihat itu lalu mengejar pokki, dia ingin sekali menghajar Pokki karena telah menyakiti betina yang sangat ia cintai. Lalu mereka berdua kaget melihat keramain orang orang yang sedang melihat seekor kucing yang terlindas mobil. Dan kucing itu adalah Bleki16. Pokki sangat syhokk... dia pun menangis. Bleki16 di kubur oleh seorang warga di sekitar pasar.
"Udah pokk... Lu harus ikhlas" kata gayo
"Kenapa dia harus pergi secepat ini. " Tanya pokki
"Sekarang lu harus pulang. Lu tau ga, sekarang dewi udah kerja. Dia terus ajah nyari-nyari lu." Usul gayo
Pokki pun kembali ke rumah dewi. Dewi sangat senang kucing kesayangannya kembali. Sedangkan Aji yang mengetahui pokki kembali sangat senang. Tapi dia juga sedih mendengar Bleki16 sudah tiada, ia juga merasa sangat bersalah.
"Maafin aku pokk..."
"Iya.. Ini bukan salah kamu." Jawab pokki pelan.
"Kita tetep temenan kan?.." Tanya aji
"Iya lah... Iya gak yo?.." Tanya pokki pada gayo
"Iyallaahh... Kita kan temen sejati. Teman selamanya" jawab gayo
"Aji" kata gayo
"Pokki" kata aji
"Gayo!" Kata pokki
"Yeaayy" seru mereka bertiga...
-tamat-
__________________________________
ajipokkigayo
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 20 2012)
"Ngoongg.. Hhrrkkk... Eong.. Keong meeunongg" Jawab Aji.
"Ngong?.." Tanya Gayo memastikan.
Gayo dan Aji sedang berbincang, gayo adalah kucing jantan, dan aji adalah kucing betina. Di cerita ini kamu akan bisa mengerti bahasa kucing.
"Ji, si Pokki mana? Gak ikut nongkrong,..." Tanya Gayo
"Mm... Si Pokki mah lagi minum susu, and makan makanan kaleng" jawab Aji
"Serius?" Tanya Gayo memastikan.
Pokki kucing peliharan seorang manusia bernama Dewi, Pokki sangat disayang oleh majikannya itu. Dewi selalu memberi makan Pokki dengan makanan kucing kaleng dan juga memberi minum susu. Tapi semua kehidupan Pokki berubah mulai hari ini.
"Pokki, pokki, pokki... Puuss..." Teriak Dewi mencari kucing kesayangannya itu.
"Pokki udah mama buang" jawab mama Dewi tiba-tiba.
"Apa?, di buang kemana?," teriak Dewi kaget mendengar itu.
"Ke Pasar." Jawab mama Dewi ketus.
"Ke pasar?" Lalu Dewi pun menangis.
"Wi, kamu itu udah gede, kamu belum kerja, malah ngurusin kucing aja kerjaannya. Mama mau kamu kerja dulu, kalau kamu udah kerja, kamu boleh melihara kucing. Kalo kamu kerja, kamu bisa ngasih makan, minum kucing kamu pake uang kamu sendiri" jelas mama dewi panjang lebar.
Di Pasar, Pokki memulai petualangannya. Pokki sangat panik saat dia berada dalam Karung, dia tidak bisa melihat apapun, dia tidak bisa menghapal jalan untuk kembali pulang. Saat karung di buka, yang ia lihat ibu majikannya meninggalkannya di keramaian pasar. Yang ia lihat banyak manusia yang hilir mudik, dan juga banyak kucing dengan bulu yang lusuh dan bau, beda dengan dirinya yang punya bulu yang lembut karena dia sering di bawa ke salon sama majikannya.
Langit sudah gelap, perut kucing ini sudah terasa lapar dari siang tadi, tapi ia tak mendapatkan makanan yang biasa ia makan, yang ia lihat hanya makanan yang kotor dan menjijikan. Ia teringat temannya Gayo yang selalu ia hina karena Gayo suka makanan sisa. Dan sekarang dia berada di posisinya Gayo, jadi kucing tanpa majikan. Dia bingung, perutnya lapar, yang ada di depannya hanya ada ikan asin yang sudah jelek bentuknya. Karena dia sangat lapar akhirnya Pokki memakan makanan itu.
"Mm nyam, nyam, nyam" "mm... Wahh... Ini enak banget!"
Lalu tiba-tiba dibelakang Pokki datang seekor kucing hitam, kucing ini adalah kucing penghuni pasar. Kucing ini bernama Bleki 16.
"Ehhemm... Siapa lu? Ngapain lu di tempat gue?" Tanya Bleki16 tiba-tiba.
"Pokki! Gua lagi makan." Jawab Pokki kaget
"Pokki? Haa kayak nama betina ajah!, enak ikan asinnya? Pasti lu baru dibuang yah?" Tanya Bleky16
"ini enak banggeett! Iyah, ehh... Ko lu tau gua baru dibuang?" Tanya Pokki heran.
"Ya ialah gue tau, cuman lu kucing kampung jantan yang bulu nya wangi, trus cara lu makan itu aneh! Lu pasti belum pernah makan ikan asin sebelumnya kan."
"Iyah.. Ehh, sory nama lu siapa?"
"Gue Bleki16"
"Enambelas??" Tanya Pokki bingung
"Iyah, soalnya nama Bleki disini banyak, kucing di sini banyak kucing item kayak gue. Kalo ada kucing item pasti namanya bleki. Dan gue kucing item ke enambelas disini."
"Oohhh...l ohya, gua bolehkan tinggal disini? Sementra ajah..."
"Bolehlah! Sementara?... Emang lu mau balik lagi ke rumah majikan lu?"
"Iyah! Nanti pasti teman - teman gua si Aji ama si Gayo nyariin gua"
Ditempat lain Aji dan Gayo panik mendengar bahwa Pokki dibuang ke pasar. Mereka pun langsung mencari Pokki ke pasar.
"Dibuang?? Kemana?? Kok bisa??" Tanya Gayo
"Ke Pasar yo! Kita cari ya... Sekarang..." Jawab Aji panik.
"Bukannya si Pokki disayang banget ama majikannya?"
"Bu Laras mamanya Dewi yang buang. Lu taukan kerjaanya Dewi cuman ngurusin si Pokki, tiap hari minta duit buat makan, minum susu, salon, ama vitaminnya si Pokki." Jelas Aji.
Aji dan Gayo pun mencari Pokki ke Pasar. Seharian mereka berdua dibantu oleh teman temannya Gayo untuk mencari Pokki. Tapi pencariannya sia-sia. Sampai larut malam pun mereka belum menemukan jejak Pokki.
"Ji, udah malem, lu pulang ajah, tar sisa makanan warung bu Lilis keburu dibuang." Suruh Gayo
"Tapi Pokki belum ketemu yoo.. Dia kan gak punya banyak temen, temennya cuman kita doang" jawab Aji.
"Tenang, sekarang lu pulang ajah! Ga baik kucing betina berkeliaran malem-malem gini" perintah Gayo.
*****
Hari pun berganti, Pokki mulai membiasakan diri hidup di Pasar ini. Bleki16 sangat membantu Pokki untuk membiasakan diri, Bleki16 juga sering mambantu mencari makan.
"Kii, sekarang kita nyari Tikus!"
"Tikus? Wah pasti enak, gue belum pernah makan Tikus sebelumnya" jawab Pokki polos
"Apaah??... Sumpah demi apa lu?" Tanya Bleki16 gak percaya
Bleki16 pun dengan mudah mendapakan seekor tikus, lalu mereka berdua pun makan tikus itu bersama-sama. Ada perasaan aneh yang Pokki rasakan ketika dia makan berasam kucing betina yang satu ini.
"Mm... Ini enak banget, lebih enak dari makanan kaleng, ama ikan asin kemaren. Kayaknya gua harus belajar ama lu bleki!" Kata Pokki sambil memakan tikus itu.
"Iyah, nanti gue ajarin" jawab Bleki16
Di sudut pasar yang lain Aji dan Gayo masih mencari Pokki. Tapi pasar ini sangat besar, sulit bagi Aji dan Gayo mencari seekor kucing. Malam pun berlalu. Gayo dan Aji pulang. Aji pulang ke Warung bu Lilis , warung tempat dia tinggal. Sedangkan gayo tinggal di sebuah rumah mewah yang hanya di huni oleh seorang bernama Karyo.
Malam ini Bleki16 mengajarkannya berburu tikus pada Pokki. Dan akhirnya Pokki berhasil mendapatkan seekor anak tikus kecil. Dan pokki sangat senang sekali. lalu Pokki pun memakan tikus itu dengan lahap. Setelah ia makan, Ia melihat Bleki16 terlihat sangat cantik, dan sexy. Naluri keJantanan Pokki pun timbul, dan akhirnya dia melakukan 'KAWIN' dengan Bleki16, betina yang baru 2 hari ia kenal. Dan ini adalah pertama kali pokki melakukannya. Ia bingung mengapa ia melakukannya. Padahal betina yang ia cintai selama ini adalah Aji. Aji adalah cinta pertamanya.
*****
Satu Minggu sudah Pokki berada di Pasar ini. Dia sudah terbiasa dengan kehidupan barunya. Dan sudah 2 kali dia Kawin dengan Bleki16. Dan siang ini pun ia melakukannya untuk ke 3 kalinya. Saat dia sedang Kawin dengan Bleki16. Tiba-tiba datang seekor kucing dibelakang.
"Pokki... Lu ngapain disinih ama betina murahan ini?"Teriak Aji tiba-tiba.
"Aji..." Kata pokki kaget
"Apa lu bilang? Murahan? Siapa yang murahan?" Bentak Bleki16
Aji dan Bleki16 pun bertengkar hebat. Saling teriak, saling cakar, dan saling mendorong. Lalu tiba- tiba...
BBHYYYYYUUURRRRR!!!!!!!!!!!!!
Seorang manusia menyiram kedua kucing yang sedang bertengkar itu. Bleki16 pun lari meninggalkan Aji, Pokki, dan Gayo. Pokki hendak menyusul bleki16 tapi di tahan oleh Aji. Aji dan Pokki pun bertengkar. Gayo yang juga ada di tempat itu hanya bisa terdiam melihat kedua temannya bertengkar. Ia patah hati melihat ini semua. Gayo sangat mencintai Aji. Tapi sekarang ia tahu mengapa Aji selalu menolaknya, karena Aji mencintai Pokki. Itu terlihat dari reaksi Aji sekarang. Aji menangis, dan kecewa pada Pokki.
"Kenapa kamu jadi begini pokk??, aku nyari kamu terus seminggu ini , tapi kamu malah seneng - seneng ama betina murahan." Tanya aji sambil menangis.
"Dia bukan kucing murahan. Dia baik. Dia banyak ngajarin aku jadi kucing yang sebenarnya" jawab pokki.
"Tapi aku cinta sama kamu pokk..."
Aji pun lalu pergi sambil menangis. Pokki sekarang bingung. Siapa yang harus ia kejar. Cinta pertamabya Aji atau cinta terakhirnya Bleki16. Dan cinta terakhirnya lah yang ia pilih, Pokki mengejar bleki16. Gayo yang melihat itu lalu mengejar pokki, dia ingin sekali menghajar Pokki karena telah menyakiti betina yang sangat ia cintai. Lalu mereka berdua kaget melihat keramain orang orang yang sedang melihat seekor kucing yang terlindas mobil. Dan kucing itu adalah Bleki16. Pokki sangat syhokk... dia pun menangis. Bleki16 di kubur oleh seorang warga di sekitar pasar.
"Udah pokk... Lu harus ikhlas" kata gayo
"Kenapa dia harus pergi secepat ini. " Tanya pokki
"Sekarang lu harus pulang. Lu tau ga, sekarang dewi udah kerja. Dia terus ajah nyari-nyari lu." Usul gayo
Pokki pun kembali ke rumah dewi. Dewi sangat senang kucing kesayangannya kembali. Sedangkan Aji yang mengetahui pokki kembali sangat senang. Tapi dia juga sedih mendengar Bleki16 sudah tiada, ia juga merasa sangat bersalah.
"Maafin aku pokk..."
"Iya.. Ini bukan salah kamu." Jawab pokki pelan.
"Kita tetep temenan kan?.." Tanya aji
"Iya lah... Iya gak yo?.." Tanya pokki pada gayo
"Iyallaahh... Kita kan temen sejati. Teman selamanya" jawab gayo
"Aji" kata gayo
"Pokki" kata aji
"Gayo!" Kata pokki
"Yeaayy" seru mereka bertiga...
-tamat-
__________________________________
ajipokkigayo
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 20 2012)
Minggu, Oktober 07, 2012
Cerpen; "Myth of Cibodas" (Mitos Cibodas)
Cerita berawal dari perjalanan satu orang anak manusia, ini orang lagi dalam perjalanan ke Cibodas, padahal kemarin lusa ni orang baru dari Cibodas, terus sekarang cowok yang punya nama Farhan and biasa d panggil Aang ini mau balik lagi ke Cibodas. Dia baru di putusin ama pacarnya Astry. Si astry ini tiba-tiba ajah mutusin si aang. Trus setelah si aang Curhat sambil nangis-nangis bercerita kesana-sini dia baru tau kalau dia putus ama Astry tuh gara2 Mitos cibodas.
"Lu putus??, pasti gara2 lu pacaran di cobodas tuh!" Kata Boby temennya si aang
"Demi apa lhhoo broo??... Apa hubungan nya coba??.." Jawab aang bingung sambil menyeka air mata nya yang berlinang.
"Lu gak tau kan mitos di Cibodas, kalau ada yang udah jadian, terus dateng ke cibodas, itu bakalan Putus. tapi, kalo yang Jadian di Cibodas itu justru bakalan langgeng." Si boby Ngejalasin
"Terus, gua harus bilang wow githuu??" *mulutnya manyun, semanyun-manyunnya*
"Eh lu mah dibilangin gak percaya !"
"Gimana gua mau percaya, lu kan juga pacaran di cibodas, tapi lu gak Putus.. " Sambil ketawa-ketawa..
"Iyahlahh, gua kan nulis nama gue ama Risma di batu yang ada di parkiran itu lho!"
"Emang ngaruh?.. " Tanya aang kagak percaya
"Ngaruhlah... Jadi kalau kita nulis nama kita di situ, kita bakalan terhindar dari mitos itu, jadi seolah-olah kita tuh gak keluar dari Cibodas, jadi bakalan terus awet ajah."
"Trus knpa lu gak bilang kemarin pas disana?"
"Gua kan udah ngajak lu, tapi lu malah ngusir gua pas lu di belakang warung, eh, by the way lu ngapain kemarin disitu??"
Setelah dapet penjelasan dari temennya Boby, si aang ini langsung percaya ajah lho! And mau langsung berangkat ke Cibodas lagi, cuman buat nulis namanya dia ama Astry (cewenya) di batu gede yang ada di parkiran Cibodas. Dia berharap banget dia bisa balikan lagi ama cewenya, eh, mantannya maksudnya.
"Ehh, bobb, gw pinjem vespa lu dong!!"
"Mau kmana lu?, jangan bilang lu mau ke Cibodas?"
"Iya guwa mau kesana men! Please bantuin gua!" *Pinta aang sambil sujud sembah - sembah si boby*
"Lu kan tau vespa gua tuh gak ada stnknya!, trus lu kan belum punya SIM, boro-boro SIM, ktp ajah belum punya lu."
"Please, please, please... Tolongin gua" *sambil nangis-nangis ngejedottin kepalanya ke tembok*
"Mmm..." *mikir dengan keras*
"Please.." *Sambil senyum dengan memasang wajah tanpa dosa seperti malaikat*
"Ya udah deh... Asal ati-ati yah.."
"Makasiihhh..." *langsung meluk trus nyium si boby, nyipok leher nya segala.. Haa*
Tanpa pikir panjang dia langsung ajah berangkat, jam di tangan menunjukan pukul stengah 10 pagi. Kalau di hitung2 perjalanan bandung-cibodas itu sekitar 3-4 jam-an. Jadi setelah ia mikir, kira2 nyampe disana jam 2 siang. And dia bisa makan disana, nulis nama doang gak bakalan lama, paling sebelum magrhib dia udah bisa balik lagi ke Bandung. Walaupun duit di dompet Pas-pasan, cuman ada buat bensin, ama makan Doank tapi ni orang maksain buat pergi ke Cibodas. Si aang udah yakin dengan rencananya itu. Tapi itu baru rencananya doang, dia gak tau ajah kalau bakalan banyak Rintangan yang menghadang di depan mata.
Motor vespa pinjeman itupun dijalankan, setengah jam berlalu, kota Bandung pun telah terlewati, cimahi pun barlalu, sampai aang tiba di Padalarang, pas dia lagi asyik mamajukan vespa sambil mendengarkan lagu Cinta di ipodnya. Ia diberhentikan oleh Polisi yang sedang mengadakan Rajia, si aang kaget sekaget-kagetnya...
Cekkkiiiittttt.... *ngerem ngedadak*
"Selamat siang mas, bisa saya lihat surat-suratnya" pinta sang polisi
Si aang bingung, ia gak punya stnk, ataupun SiM, umurnya baru 16 tahun, trus cwo bertubuh kecil ini berpikir...
"Sim ? Stnk?.. Ada pa.." Jawab aang. *trus dia menepuk-nepuk pantantnya pura-pura nyari dompet*
"astagfirullohhaladim... Dompet saya ilang pa, apa jatuh dijaln ya??" trus dia lansung akting, *nangis keras, tanpa mengeluarkan air mata. Pura pura panik dan bingung.*
"Pa gimana nih pa, dompet saya ilang" *sambil narik narik tangan tuh polisi dengan manja"
"Kalau begitu ade laporan dulu ajah ke kantor polisi. Nanti di proses, nanti di kasih surat kehilangan. Tapi kamu gak boong kan de?"
"Enggaak paa.. Makasih ya pa.." *Sambil sun tangan trus sun pipinya pak polisi itu*, padahal di hatinya si aang ketawa-ktawa
"Ni pak polisi bego banget yah, dompet gua kan ada di celana gue, mau ajah gue boongin.:hhhaaa..." Ketawa-ketawa dalam hati.
"Ngomong apa de??.." Kata pak polisi tiba-tiba..
"Hhmm... Enggak pa... Kantor polisinya di mana yah pa?..."
"Yasudah, mari saya antar"
"Gak ngerepotin pa?" Dia panik, kalau dia harus ke kantor polisi dulu pasti ribet.
Pak polisi itu pun mengantarkan aang ke kantor polisi, lalu setelah beberapa meter si aang memutar arah, si polisi itu trus sadar dan mengejar si aang. Trus adegan berlanjut dengan kejar kejaran di jalan padalarang, akhirnya polisi itu ngalah juga mungkin dia kecapean, atau dia mulai sadar, ngapain dia ngejar-ngejar orang gak jelas, dan akhirnya si aang melanjutkan perjalannan nya ke cibodas.
Padalarang berlalu, sampai ia di Cipeuyeum, di sana ia sempat mengisi bensin, jam menunjukan setengah 12 siang. Cuaca di Cipeuyeum sangat Terik, kulit aang pun hitam kelam, tapi bukan gara gara terbakar matahari tapi emang udah dari lahir... Lalu tiba tiba permirsa, apa yang terjadi?, motor vespa nya mogok. Ngokk... Mati ajah gitu motornya. Trus dia dorong motornya nyari2 bengkel, sekitar setngah jam dorong2 tuh vespa akhirnya ketemu juga bengkel, lalu di service ajah gituh vespanya, setelah nunggu 1 jam dan membayar uang 50rb motor vespa itu pun akhirnya bisa nyala lagi.
Perjalanan berlanjutt....
Bbrapa menit melajukan motornya, lalu, tiba-tiba... Jeng jeng jeng... Cekiitt... Sereeeepppttt..!!!.... gudubrakk!!!.... Di pasar Ciranjang si aang nyerempet ibu-ibu yang bawa banyak belanjaan.. si ibu syhookk... Si aang juga sama shok nya... Si ibu nangis. Orang- orang mulai rame, si ibu nangis makin keras... Orang - orang ngambila aba - aba buat ngeroyok, *ddijjiiggg!!... * tiba- tiba satu orang mukul dari belakang, orang-orang makin kacau, ada yang mau mukul, ada yang nahanin orang yg mau mukul, sementara si ibu malah nagis makin kenceng..
"Aaaaahhh...m hikhikhik.." Teriak si ibu sambil nangis"
"Ibu kenapa? Perasaan gak kena! Malahan saya yang jatuh."
*Si ibu nge gelengin kepalanya.* "Gak pa-pa de, tapi saya kaget. Badan saya jadi lemes" jelas si ibu sambil berusaha ngatur napfasnya.
"Beneren ibu gak apa-apa? Ciyuss?? Cungguh?? Miapah??" Tanya si aang *sambil masang wajah lucu*
"Lu pengen tau ajah atau pengen tau banget??" Jawab si ibu *dengan mengedipkan mata nya berkali kali. Ting ting ting ting ting...*
Setelah membereskan belanjaan si ibu yang berantakan dan melihat kondisi motornya yang agak lecet, orang- orang pun bubar dari si aang ini. Lutut si aang agak lecet juga, untung di belanjaan si ibu ada obat merah ama plester, jadi lututnya bisa di obatin.
"Udah kayak di sinetron ajah banyak kebenerannya yah? Untung ada obat merah di belanjaan ibu"
Brmm.. Brmm... Brrmmmbbebmbemmm... Motor melaju melanjutkan perjalanannya, sudah jam stngah 2 sekarang, perutnya sudah lapar, tapi ini baru nyampe Cianjur, akhirnya ia mutusin buat istirahat dan makan dulu di Cianjur. Ia makan di warung tegal. Padahal ini lagi di cianjur lo bukan di tegal. Haaa... Setelah makan, perjalanan berlanjut ke arah cipanas. Setelah banyak hal yang ia lewati, akhirnya aang sampoai juga di tempoat tujuannya Cibodas. Jam berapa ini ya? Pas si aang mau liat jam berapa serang lewat hp nya, ternyata oh ternyata hp nya ilang! Waduhh!!... Gaswat! Ginana nih, pasti ni bocah ninggalin hp nya di Cianjur pas di lagi makan tadi ... Ya udahlah ang! Ikhlasin ajah, yang penting lu udah nyampe Cibodas dengan selamat. Narator kasih tau ajah ya, sekarang jam 3 sore.
"Makasih mas Narator udah ngasih tau sekarang jam 3 sore."
Setelah di TILANG, di KEJAR-KEJAR POLISI, motor MOGOK, HP ILANG, hampir NABRAK, di PUKUL orang, ampe mau DIKEROYOK WARGA, akhirnya dia nyampe juga ke cibodas, dan langsung nyari Batu BErtuah itu. Dan ternyata nyari batu gak segampang yang dia pikirin. 2 jam dia muter-muter nyari tuh batu bertuah yang Gede. Padahaal itu batu ada di parkiran pertama, di sebelah bangunan peristirahatan. Akhirnya ai aang nemuin batu itu juga. Pas dia mau nulis, ada yang salah nih, bentar... Kalau nulis pake apa? Bollpen, dan si aang gak punya bolpen. Akhirnya dia nyari dulu, karena di cibodas gak ada yang jual bolpen, and gak ada orang lain yang nulis juga, secara ini kan udah sore gitu. akhirnya si aang pinjem ama seseorang, dia tuh cewe yang ngejagain warung. Trus, si aang pun nulis nama nya ama astry di batu itu. Dan berdoa semoga dia bisa balikan ama Astry.
Pas dia lagi nulis gitu ada tulisan yang ngeganggu si aang. Tulisan gede, yang ditulis pake tipe-x. Bertuliskan ASTRY LOVE INDRA. Di bawahnya tertulis FRIDAY 28 SEPT 2012 FROM SMAN 2 BDG 2012. Tulisan itu di kelilingi gambar Love - love unyu -unyu. Bertuliskan sangat besar dan sangat mencolok mata. Si aang ini kaget. Dia baru nulis FARHAN namanya dia doank. Dia pun gak nerusin tulisannya, Trus, dia nangis sekenceng-kencengnya. Trus kayak adegan2 di sinettron, cuaca tiba-tiba hujan, hujannya ga gede2 banget sih. Tapi bukannya pergi buat berteduh si aang malah ngikutin adegan bodoh di sinetron, hujan- hujanan sambil mewek mewek! Ueeekkk....
Hujan berhenti, Adzan magrib berkumandang. astaga, sekarang udah magrib. Gimana dia mau balik ke bandung, kalo dia balik sekarang pasti nympe bandung nya malem banget, belom lagi sekarang lagi musim genk Motor, kalo dia knpa2 gimana?.. Akhirnya dia mutusin nginep di cibodas ajah. Trus dia pergi ke sebuah mesjid. Solat magrib deh dia sambil nunggu bajunya kering gara2 tadi keujanan dikit! Trus lanjut solat isya. Trus dia baru sadar betapa Bodohnya Dia. Dia di putusin ama Astry gara si astry jadian ma orang lain. Namanya Indra, dia tuh temen masih satu sekolahan ama si aang. Sekarang Galau deh si aang. Kalau lagi galau ajah, inget solat. Dan minta banyak hal ama tuhan... Ahh basi lu ang!.
Bajunya sekarang udah agak kering. Trus dia inget! Bolpen nya belum dia balikin ama yang punya warung. Trus setelah solat isya dia balikin bolpennya ma cewe yang di warung, sekalian dia mau minta ijin tidur di depan warungnya.
"Teh, nuhunnya..." *ngasih bolpennya* Sambil sok ngomong pake basa sunda
"Iyah, sama - sama mas" jawab si cewe.
"Oh enya teh, kieu, abdi teh bade nyuhungkeun ijin bade ngiring bobo di payun warung teteh, soalna tos kawengian."
Si cewe bengong. Trus ada yang nge jawab dari belakang si cewe sambil ketawa;
"Mangga-mangga, sok wae. Eh, punten ieu si eneng na teu ngartieun basa sunda. "
" Oh.. Nuhun bu..."
"Ari akang mulih ti mana?"
"Bandung bu.."
Perbincangan malah berlanjut dengan si ibu yang di warung itu. Pake bahasa sunda yang semakin aang gak ngerti. Pengetahuan bahasa sunda halus aang hanya seadanya. Sudah terkontaminasi dengan bahasa sunda kasar dan bahasa indonesia gaul. Trus setelah bicara ngalor ngidul ama si ibu, akhirnya berhenti juga cerita si ibu. Sekarang jam 10 malem. Warungnya nya pun di tutup. Sebelum si ibu ama cewe cantik itu pergi, si cewe tadi ngasih pinjem sarung ama ngasih obat nyamuk buat si aang. Baik banget yah... So sweettt...
"In sarung ama obat nyamuknya, biar gak dingin ama gak digigitin nyamuk"
"Makasih,... Mmm... Siapa namanya?"
"Nadia." Sambil senyum manis*
"Makasih nadia"
"Iya sama - sama... Mm..."
"Farhan, tapi panggil aja aang biar lebih akrab. Eh kamu tuh bukan orang sini yah? Ko gak ngerti bahas sunda"
"Iyah, aku baru beberapa hari disini. Rumahku di jakarta, panjang ceritanya sampe aku bisa kesini. Aku disini tinggal sama bibi aku"
Trus cewe cantik bernama nadia pun pergi. Ia tidur di kursi panjamg depan warungnya Nadia. Motor vespa nya Boby udah di gembok biar gak ada yang maling. Trus gak tau gara2 kecapean atau emang templor ni orang, baru merem beberapa detik udah tidur pules ajah... Zzzz....
******
Adzan subuh terdengar. Tapi si aang gak bangun and gak solat shubuh! Huuhh... Dasar!!... Dia kebangun ama suara2 orang yang sudah mulai beraktifitas. Si ibu juga udah dateng ke warung ama cewe cantik bernama Nadia. Lalu aang ma Nadia ngobrol banyak, tentang Cibodas, tentang cerita lucu nya aang. Dan banyak hal yang mereka ceritakan.
"Kamu kemarin dateng kesini mau ngapain?"
"Mmm... Ceritanya panjang nad.."
"Ya ceritain ajah, nadia pasti dengerin."
Si aang nyeritain semuanya, mulai dari dia di kejar2 polisi, ilang hp, smpe mau di kroyok warga segala.
"Aku emang bodoh ya., udah bodoh sial lagi."
"kamu gak bodoh ko. Aku justru kagum, kamu mau banyak berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Kamu juga gak sia, semua kesialan kamu itu berawal dari kamunya sendiri."
"Maksudnya?.. " Tanya si aang bingung..
"Pas hp ilang itu gara2 kamu buru2, pas ampir nabrak juga gara2 kamu buru2, semua itu karena kamu nya juga."
"Iyah sih nad... Aku nyesel pergi kesini"
"Kenapa nyesel?, justru harusnya kamu bersyukur, kamu bisa belajar banyak hal. Dan kamu juga jadi tahu kan kalau orang yang kamu sayangi selama ini tidak pantas mendapatkant kasih sayang dari kamu."
Ngedadak si aang ngerasa dapet pencerahan. Ia berpikir, ternyata apa yang nadia omongin itu bener.
"Udah ah cerita soal aku, kalau kamu gimana Nad?.."
Nadia bercerita kalau orang tua udah pisah, di jakarta ia tinggal ama ibunya. Ayah tinggal di Surayabay, trus dia di ajak ibunya buat pindah ke Bandung, coz ibunya mau ikut suaminya yang dapet kerjaan di Bandung, si nadia ini bingung , dia harus ikut ke bandung? Atau pergi ke ayah nya di Surabaya. Akhirnya ia belum nentuin keputusannya itu, ia lebih milih tinggal am tantenya dulu buat sementara sambil liburan di Cibodas.
"Kamu ikut ibu kamu aja, jadi bisa ketemu sama aku. Bandung nya dimana?" Tanya aang antusias.
"Iya sih, rencananya gitu, bandung nya di daerah dago."
"Sama dong., udah, pindah ke bandung ajah, " *sambil senyum2 penuh harap."
"Iya maunya juga gitu, tapi aku tuh bingung nyari sekolahnya, nyari temen baru lagi."
"Jangan bingung sekolah nya ke SMAN 2 ajah. Jadi nanti aku bantuin segalamacemnya.."
"Sumpeh lu??..."
"Sumpeehh deehh.."
"Haaa"
Matahari muali terbit, tante Nadia pun datang dengan membawa dua buah Nasi uduk ngangat, dengan 2 gelas the hangat. Cocok sekali untuk cuaca sejuk pagi ini.
"Ayo Nad makan dulu.."
"Iya makasih tante..." Jawab Nadia
"Hayu atuh kang emam heula"
"Nuhun bu.. Punteun jadi ngarepotkeun..." Jawab aang.
"Tante seneng Nadia ada temen nyan kemarin - kemarin mah Nadia cuman diem ajah."
Setelah dapet makanan gratis dari tantenya Nadia, aang pamit mau pulang. Tapi tante nadia nyuruh aang buat nemenin nadia jalan jalan di sekililing cibodas. Trus si aang ngajak Nadia ke batu bertuah, batu mitos yang udah ngebuat si aang dateng ke cibodas.
"Oh jadi ini batu nya. Aku baru tahu. Ehh... Itu nama kamu? Koq gak tulis nama pacar kamu?" *nunjuk ke tulisan FARHAN *
"Nama pacar aku udah ada sama orang lain" *sambil nujukin tulisan ASTRY LOVE INDRA.*
"Aku tulis nama aku ajah ya, buat kenang-kenangan disini. Besok lusa ibuku bakalan ngejemput aku, bentrar ya aku ambil dulu bollpennya." *lari lari kecil dengan manja buat ngambil bolpen.*
Di bawah tulisan FARHAN ditulislah NADIA. Si aang seneng banget. Gak lupa dia mita nomor hpnya si Nadia. Setelah keliling-kelilingn si aang pun hendak pulang ke Bandung. Hari ini hari senin, ia bele-belain gak sekolah hari ini cuman buat dapet cinta dari orang yang menghianatinya. Tapi sekrang hati nya sedkit terobati dengan kehadiran Nadia. Setelah bermaitan pada Nadia dan Tantenya, aan pun pulang kembali ke Bandung....
Perjalan Pulang berjalan dengan lancar. Tak terasa sudah sampai bandung ajah. Drumah nya boby tinggal sekitar 5 kilo meter lagi, lalu tiba2... Ngookk...m motornya Mogok lagi..m haduuuhhh.... Alhasil si aang ngdorong. Setelah ngedorong beberapa menit, alhirnya dia nyampe di Bengkel. Lalu vespanya ditinggal di bengkel, dan si aang pulang ke rumah boby.
"Astagfirulloh haladjimm... Allohuakbar..." *teriak si boby tiba-tiba negiat si aang dateng sendiri tanpa vespa kesayangannya. "
"Vespa gua mana?, pipi lu biru?, lutut lu luka... Lu di rampogk??... " *panik, lompat-lompat kayak orang kesurupan*
"Vespa lu mogok di bengkelnya Mas Dony! Klaw lutu gua jatuh kemarin, trus pipi gua ada yang nonjok. Tar gua ceritain deh..m"
"Jatohh??.... Vespa gua gimana? Kgak apa-apa kan?" *makin panik*
"Cuman lecet dikit, tapi maaf ya, biaya bengkelnya lu yang bayar dulu, duit gua abis! Mana hape gua ilang lagi."
"Hmm... Iyah deh.. Eehh... Kalo soal hp lu yang ilang, tar juga ada yang balikin. Soalnya kemarin kan gua nelpon lu, tapi yang ngangkat orang lain, trus orang itu bilang mau balikin. Paling besok atau lusa nyampe"
"Allhaaammdullillaaahhhh....." Sujud syukur*
"Eh ang, kayaknya perjalanan lu ke cibodas sia sia deh, soalnya tadi di sekolah si Astry ama si Indra..." Belum beres si boby nyerita si aang udah motong kata-kata si boby.
"Gua udah tau. Tapi gua gak sedih koq. Gua nulis nama gua ama cewe lain di batu itu, cewe yang jauh lebih baik, lebih cantik dari astry. And kalau nitos itu bener berarti gua bakalan berjodoh ama cewe itu."
"Siapa cewenya?""
"Ada deh, tar besok lusa juga tau... Haaaa "... *tertawa gembira*
-selesai-
_
_________________________________
Myth Of Cibodas
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 01 2012)
"Lu putus??, pasti gara2 lu pacaran di cobodas tuh!" Kata Boby temennya si aang
"Demi apa lhhoo broo??... Apa hubungan nya coba??.." Jawab aang bingung sambil menyeka air mata nya yang berlinang.
"Lu gak tau kan mitos di Cibodas, kalau ada yang udah jadian, terus dateng ke cibodas, itu bakalan Putus. tapi, kalo yang Jadian di Cibodas itu justru bakalan langgeng." Si boby Ngejalasin
"Terus, gua harus bilang wow githuu??" *mulutnya manyun, semanyun-manyunnya*
"Eh lu mah dibilangin gak percaya !"
"Gimana gua mau percaya, lu kan juga pacaran di cibodas, tapi lu gak Putus.. " Sambil ketawa-ketawa..
"Iyahlahh, gua kan nulis nama gue ama Risma di batu yang ada di parkiran itu lho!"
"Emang ngaruh?.. " Tanya aang kagak percaya
"Ngaruhlah... Jadi kalau kita nulis nama kita di situ, kita bakalan terhindar dari mitos itu, jadi seolah-olah kita tuh gak keluar dari Cibodas, jadi bakalan terus awet ajah."
"Trus knpa lu gak bilang kemarin pas disana?"
"Gua kan udah ngajak lu, tapi lu malah ngusir gua pas lu di belakang warung, eh, by the way lu ngapain kemarin disitu??"
Setelah dapet penjelasan dari temennya Boby, si aang ini langsung percaya ajah lho! And mau langsung berangkat ke Cibodas lagi, cuman buat nulis namanya dia ama Astry (cewenya) di batu gede yang ada di parkiran Cibodas. Dia berharap banget dia bisa balikan lagi ama cewenya, eh, mantannya maksudnya.
"Ehh, bobb, gw pinjem vespa lu dong!!"
"Mau kmana lu?, jangan bilang lu mau ke Cibodas?"
"Iya guwa mau kesana men! Please bantuin gua!" *Pinta aang sambil sujud sembah - sembah si boby*
"Lu kan tau vespa gua tuh gak ada stnknya!, trus lu kan belum punya SIM, boro-boro SIM, ktp ajah belum punya lu."
"Please, please, please... Tolongin gua" *sambil nangis-nangis ngejedottin kepalanya ke tembok*
"Mmm..." *mikir dengan keras*
"Please.." *Sambil senyum dengan memasang wajah tanpa dosa seperti malaikat*
"Ya udah deh... Asal ati-ati yah.."
"Makasiihhh..." *langsung meluk trus nyium si boby, nyipok leher nya segala.. Haa*
Tanpa pikir panjang dia langsung ajah berangkat, jam di tangan menunjukan pukul stengah 10 pagi. Kalau di hitung2 perjalanan bandung-cibodas itu sekitar 3-4 jam-an. Jadi setelah ia mikir, kira2 nyampe disana jam 2 siang. And dia bisa makan disana, nulis nama doang gak bakalan lama, paling sebelum magrhib dia udah bisa balik lagi ke Bandung. Walaupun duit di dompet Pas-pasan, cuman ada buat bensin, ama makan Doank tapi ni orang maksain buat pergi ke Cibodas. Si aang udah yakin dengan rencananya itu. Tapi itu baru rencananya doang, dia gak tau ajah kalau bakalan banyak Rintangan yang menghadang di depan mata.
Motor vespa pinjeman itupun dijalankan, setengah jam berlalu, kota Bandung pun telah terlewati, cimahi pun barlalu, sampai aang tiba di Padalarang, pas dia lagi asyik mamajukan vespa sambil mendengarkan lagu Cinta di ipodnya. Ia diberhentikan oleh Polisi yang sedang mengadakan Rajia, si aang kaget sekaget-kagetnya...
Cekkkiiiittttt.... *ngerem ngedadak*
"Selamat siang mas, bisa saya lihat surat-suratnya" pinta sang polisi
Si aang bingung, ia gak punya stnk, ataupun SiM, umurnya baru 16 tahun, trus cwo bertubuh kecil ini berpikir...
"Sim ? Stnk?.. Ada pa.." Jawab aang. *trus dia menepuk-nepuk pantantnya pura-pura nyari dompet*
"astagfirullohhaladim... Dompet saya ilang pa, apa jatuh dijaln ya??" trus dia lansung akting, *nangis keras, tanpa mengeluarkan air mata. Pura pura panik dan bingung.*
"Pa gimana nih pa, dompet saya ilang" *sambil narik narik tangan tuh polisi dengan manja"
"Kalau begitu ade laporan dulu ajah ke kantor polisi. Nanti di proses, nanti di kasih surat kehilangan. Tapi kamu gak boong kan de?"
"Enggaak paa.. Makasih ya pa.." *Sambil sun tangan trus sun pipinya pak polisi itu*, padahal di hatinya si aang ketawa-ktawa
"Ni pak polisi bego banget yah, dompet gua kan ada di celana gue, mau ajah gue boongin.:hhhaaa..." Ketawa-ketawa dalam hati.
"Ngomong apa de??.." Kata pak polisi tiba-tiba..
"Hhmm... Enggak pa... Kantor polisinya di mana yah pa?..."
"Yasudah, mari saya antar"
"Gak ngerepotin pa?" Dia panik, kalau dia harus ke kantor polisi dulu pasti ribet.
Pak polisi itu pun mengantarkan aang ke kantor polisi, lalu setelah beberapa meter si aang memutar arah, si polisi itu trus sadar dan mengejar si aang. Trus adegan berlanjut dengan kejar kejaran di jalan padalarang, akhirnya polisi itu ngalah juga mungkin dia kecapean, atau dia mulai sadar, ngapain dia ngejar-ngejar orang gak jelas, dan akhirnya si aang melanjutkan perjalannan nya ke cibodas.
Padalarang berlalu, sampai ia di Cipeuyeum, di sana ia sempat mengisi bensin, jam menunjukan setengah 12 siang. Cuaca di Cipeuyeum sangat Terik, kulit aang pun hitam kelam, tapi bukan gara gara terbakar matahari tapi emang udah dari lahir... Lalu tiba tiba permirsa, apa yang terjadi?, motor vespa nya mogok. Ngokk... Mati ajah gitu motornya. Trus dia dorong motornya nyari2 bengkel, sekitar setngah jam dorong2 tuh vespa akhirnya ketemu juga bengkel, lalu di service ajah gituh vespanya, setelah nunggu 1 jam dan membayar uang 50rb motor vespa itu pun akhirnya bisa nyala lagi.
Perjalanan berlanjutt....
Bbrapa menit melajukan motornya, lalu, tiba-tiba... Jeng jeng jeng... Cekiitt... Sereeeepppttt..!!!.... gudubrakk!!!.... Di pasar Ciranjang si aang nyerempet ibu-ibu yang bawa banyak belanjaan.. si ibu syhookk... Si aang juga sama shok nya... Si ibu nangis. Orang- orang mulai rame, si ibu nangis makin keras... Orang - orang ngambila aba - aba buat ngeroyok, *ddijjiiggg!!... * tiba- tiba satu orang mukul dari belakang, orang-orang makin kacau, ada yang mau mukul, ada yang nahanin orang yg mau mukul, sementara si ibu malah nagis makin kenceng..
"Aaaaahhh...m hikhikhik.." Teriak si ibu sambil nangis"
"Ibu kenapa? Perasaan gak kena! Malahan saya yang jatuh."
*Si ibu nge gelengin kepalanya.* "Gak pa-pa de, tapi saya kaget. Badan saya jadi lemes" jelas si ibu sambil berusaha ngatur napfasnya.
"Beneren ibu gak apa-apa? Ciyuss?? Cungguh?? Miapah??" Tanya si aang *sambil masang wajah lucu*
"Lu pengen tau ajah atau pengen tau banget??" Jawab si ibu *dengan mengedipkan mata nya berkali kali. Ting ting ting ting ting...*
Setelah membereskan belanjaan si ibu yang berantakan dan melihat kondisi motornya yang agak lecet, orang- orang pun bubar dari si aang ini. Lutut si aang agak lecet juga, untung di belanjaan si ibu ada obat merah ama plester, jadi lututnya bisa di obatin.
"Udah kayak di sinetron ajah banyak kebenerannya yah? Untung ada obat merah di belanjaan ibu"
Brmm.. Brmm... Brrmmmbbebmbemmm... Motor melaju melanjutkan perjalanannya, sudah jam stngah 2 sekarang, perutnya sudah lapar, tapi ini baru nyampe Cianjur, akhirnya ia mutusin buat istirahat dan makan dulu di Cianjur. Ia makan di warung tegal. Padahal ini lagi di cianjur lo bukan di tegal. Haaa... Setelah makan, perjalanan berlanjut ke arah cipanas. Setelah banyak hal yang ia lewati, akhirnya aang sampoai juga di tempoat tujuannya Cibodas. Jam berapa ini ya? Pas si aang mau liat jam berapa serang lewat hp nya, ternyata oh ternyata hp nya ilang! Waduhh!!... Gaswat! Ginana nih, pasti ni bocah ninggalin hp nya di Cianjur pas di lagi makan tadi ... Ya udahlah ang! Ikhlasin ajah, yang penting lu udah nyampe Cibodas dengan selamat. Narator kasih tau ajah ya, sekarang jam 3 sore.
"Makasih mas Narator udah ngasih tau sekarang jam 3 sore."
Setelah di TILANG, di KEJAR-KEJAR POLISI, motor MOGOK, HP ILANG, hampir NABRAK, di PUKUL orang, ampe mau DIKEROYOK WARGA, akhirnya dia nyampe juga ke cibodas, dan langsung nyari Batu BErtuah itu. Dan ternyata nyari batu gak segampang yang dia pikirin. 2 jam dia muter-muter nyari tuh batu bertuah yang Gede. Padahaal itu batu ada di parkiran pertama, di sebelah bangunan peristirahatan. Akhirnya ai aang nemuin batu itu juga. Pas dia mau nulis, ada yang salah nih, bentar... Kalau nulis pake apa? Bollpen, dan si aang gak punya bolpen. Akhirnya dia nyari dulu, karena di cibodas gak ada yang jual bolpen, and gak ada orang lain yang nulis juga, secara ini kan udah sore gitu. akhirnya si aang pinjem ama seseorang, dia tuh cewe yang ngejagain warung. Trus, si aang pun nulis nama nya ama astry di batu itu. Dan berdoa semoga dia bisa balikan ama Astry.
Pas dia lagi nulis gitu ada tulisan yang ngeganggu si aang. Tulisan gede, yang ditulis pake tipe-x. Bertuliskan ASTRY LOVE INDRA. Di bawahnya tertulis FRIDAY 28 SEPT 2012 FROM SMAN 2 BDG 2012. Tulisan itu di kelilingi gambar Love - love unyu -unyu. Bertuliskan sangat besar dan sangat mencolok mata. Si aang ini kaget. Dia baru nulis FARHAN namanya dia doank. Dia pun gak nerusin tulisannya, Trus, dia nangis sekenceng-kencengnya. Trus kayak adegan2 di sinettron, cuaca tiba-tiba hujan, hujannya ga gede2 banget sih. Tapi bukannya pergi buat berteduh si aang malah ngikutin adegan bodoh di sinetron, hujan- hujanan sambil mewek mewek! Ueeekkk....
Hujan berhenti, Adzan magrib berkumandang. astaga, sekarang udah magrib. Gimana dia mau balik ke bandung, kalo dia balik sekarang pasti nympe bandung nya malem banget, belom lagi sekarang lagi musim genk Motor, kalo dia knpa2 gimana?.. Akhirnya dia mutusin nginep di cibodas ajah. Trus dia pergi ke sebuah mesjid. Solat magrib deh dia sambil nunggu bajunya kering gara2 tadi keujanan dikit! Trus lanjut solat isya. Trus dia baru sadar betapa Bodohnya Dia. Dia di putusin ama Astry gara si astry jadian ma orang lain. Namanya Indra, dia tuh temen masih satu sekolahan ama si aang. Sekarang Galau deh si aang. Kalau lagi galau ajah, inget solat. Dan minta banyak hal ama tuhan... Ahh basi lu ang!.
Bajunya sekarang udah agak kering. Trus dia inget! Bolpen nya belum dia balikin ama yang punya warung. Trus setelah solat isya dia balikin bolpennya ma cewe yang di warung, sekalian dia mau minta ijin tidur di depan warungnya.
"Teh, nuhunnya..." *ngasih bolpennya* Sambil sok ngomong pake basa sunda
"Iyah, sama - sama mas" jawab si cewe.
"Oh enya teh, kieu, abdi teh bade nyuhungkeun ijin bade ngiring bobo di payun warung teteh, soalna tos kawengian."
Si cewe bengong. Trus ada yang nge jawab dari belakang si cewe sambil ketawa;
"Mangga-mangga, sok wae. Eh, punten ieu si eneng na teu ngartieun basa sunda. "
" Oh.. Nuhun bu..."
"Ari akang mulih ti mana?"
"Bandung bu.."
Perbincangan malah berlanjut dengan si ibu yang di warung itu. Pake bahasa sunda yang semakin aang gak ngerti. Pengetahuan bahasa sunda halus aang hanya seadanya. Sudah terkontaminasi dengan bahasa sunda kasar dan bahasa indonesia gaul. Trus setelah bicara ngalor ngidul ama si ibu, akhirnya berhenti juga cerita si ibu. Sekarang jam 10 malem. Warungnya nya pun di tutup. Sebelum si ibu ama cewe cantik itu pergi, si cewe tadi ngasih pinjem sarung ama ngasih obat nyamuk buat si aang. Baik banget yah... So sweettt...
"In sarung ama obat nyamuknya, biar gak dingin ama gak digigitin nyamuk"
"Makasih,... Mmm... Siapa namanya?"
"Nadia." Sambil senyum manis*
"Makasih nadia"
"Iya sama - sama... Mm..."
"Farhan, tapi panggil aja aang biar lebih akrab. Eh kamu tuh bukan orang sini yah? Ko gak ngerti bahas sunda"
"Iyah, aku baru beberapa hari disini. Rumahku di jakarta, panjang ceritanya sampe aku bisa kesini. Aku disini tinggal sama bibi aku"
Trus cewe cantik bernama nadia pun pergi. Ia tidur di kursi panjamg depan warungnya Nadia. Motor vespa nya Boby udah di gembok biar gak ada yang maling. Trus gak tau gara2 kecapean atau emang templor ni orang, baru merem beberapa detik udah tidur pules ajah... Zzzz....
******
Adzan subuh terdengar. Tapi si aang gak bangun and gak solat shubuh! Huuhh... Dasar!!... Dia kebangun ama suara2 orang yang sudah mulai beraktifitas. Si ibu juga udah dateng ke warung ama cewe cantik bernama Nadia. Lalu aang ma Nadia ngobrol banyak, tentang Cibodas, tentang cerita lucu nya aang. Dan banyak hal yang mereka ceritakan.
"Kamu kemarin dateng kesini mau ngapain?"
"Mmm... Ceritanya panjang nad.."
"Ya ceritain ajah, nadia pasti dengerin."
Si aang nyeritain semuanya, mulai dari dia di kejar2 polisi, ilang hp, smpe mau di kroyok warga segala.
"Aku emang bodoh ya., udah bodoh sial lagi."
"kamu gak bodoh ko. Aku justru kagum, kamu mau banyak berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Kamu juga gak sia, semua kesialan kamu itu berawal dari kamunya sendiri."
"Maksudnya?.. " Tanya si aang bingung..
"Pas hp ilang itu gara2 kamu buru2, pas ampir nabrak juga gara2 kamu buru2, semua itu karena kamu nya juga."
"Iyah sih nad... Aku nyesel pergi kesini"
"Kenapa nyesel?, justru harusnya kamu bersyukur, kamu bisa belajar banyak hal. Dan kamu juga jadi tahu kan kalau orang yang kamu sayangi selama ini tidak pantas mendapatkant kasih sayang dari kamu."
Ngedadak si aang ngerasa dapet pencerahan. Ia berpikir, ternyata apa yang nadia omongin itu bener.
"Udah ah cerita soal aku, kalau kamu gimana Nad?.."
Nadia bercerita kalau orang tua udah pisah, di jakarta ia tinggal ama ibunya. Ayah tinggal di Surayabay, trus dia di ajak ibunya buat pindah ke Bandung, coz ibunya mau ikut suaminya yang dapet kerjaan di Bandung, si nadia ini bingung , dia harus ikut ke bandung? Atau pergi ke ayah nya di Surabaya. Akhirnya ia belum nentuin keputusannya itu, ia lebih milih tinggal am tantenya dulu buat sementara sambil liburan di Cibodas.
"Kamu ikut ibu kamu aja, jadi bisa ketemu sama aku. Bandung nya dimana?" Tanya aang antusias.
"Iya sih, rencananya gitu, bandung nya di daerah dago."
"Sama dong., udah, pindah ke bandung ajah, " *sambil senyum2 penuh harap."
"Iya maunya juga gitu, tapi aku tuh bingung nyari sekolahnya, nyari temen baru lagi."
"Jangan bingung sekolah nya ke SMAN 2 ajah. Jadi nanti aku bantuin segalamacemnya.."
"Sumpeh lu??..."
"Sumpeehh deehh.."
"Haaa"
Matahari muali terbit, tante Nadia pun datang dengan membawa dua buah Nasi uduk ngangat, dengan 2 gelas the hangat. Cocok sekali untuk cuaca sejuk pagi ini.
"Ayo Nad makan dulu.."
"Iya makasih tante..." Jawab Nadia
"Hayu atuh kang emam heula"
"Nuhun bu.. Punteun jadi ngarepotkeun..." Jawab aang.
"Tante seneng Nadia ada temen nyan kemarin - kemarin mah Nadia cuman diem ajah."
Setelah dapet makanan gratis dari tantenya Nadia, aang pamit mau pulang. Tapi tante nadia nyuruh aang buat nemenin nadia jalan jalan di sekililing cibodas. Trus si aang ngajak Nadia ke batu bertuah, batu mitos yang udah ngebuat si aang dateng ke cibodas.
"Oh jadi ini batu nya. Aku baru tahu. Ehh... Itu nama kamu? Koq gak tulis nama pacar kamu?" *nunjuk ke tulisan FARHAN *
"Nama pacar aku udah ada sama orang lain" *sambil nujukin tulisan ASTRY LOVE INDRA.*
"Aku tulis nama aku ajah ya, buat kenang-kenangan disini. Besok lusa ibuku bakalan ngejemput aku, bentrar ya aku ambil dulu bollpennya." *lari lari kecil dengan manja buat ngambil bolpen.*
Di bawah tulisan FARHAN ditulislah NADIA. Si aang seneng banget. Gak lupa dia mita nomor hpnya si Nadia. Setelah keliling-kelilingn si aang pun hendak pulang ke Bandung. Hari ini hari senin, ia bele-belain gak sekolah hari ini cuman buat dapet cinta dari orang yang menghianatinya. Tapi sekrang hati nya sedkit terobati dengan kehadiran Nadia. Setelah bermaitan pada Nadia dan Tantenya, aan pun pulang kembali ke Bandung....
Perjalan Pulang berjalan dengan lancar. Tak terasa sudah sampai bandung ajah. Drumah nya boby tinggal sekitar 5 kilo meter lagi, lalu tiba2... Ngookk...m motornya Mogok lagi..m haduuuhhh.... Alhasil si aang ngdorong. Setelah ngedorong beberapa menit, alhirnya dia nyampe di Bengkel. Lalu vespanya ditinggal di bengkel, dan si aang pulang ke rumah boby.
"Astagfirulloh haladjimm... Allohuakbar..." *teriak si boby tiba-tiba negiat si aang dateng sendiri tanpa vespa kesayangannya. "
"Vespa gua mana?, pipi lu biru?, lutut lu luka... Lu di rampogk??... " *panik, lompat-lompat kayak orang kesurupan*
"Vespa lu mogok di bengkelnya Mas Dony! Klaw lutu gua jatuh kemarin, trus pipi gua ada yang nonjok. Tar gua ceritain deh..m"
"Jatohh??.... Vespa gua gimana? Kgak apa-apa kan?" *makin panik*
"Cuman lecet dikit, tapi maaf ya, biaya bengkelnya lu yang bayar dulu, duit gua abis! Mana hape gua ilang lagi."
"Hmm... Iyah deh.. Eehh... Kalo soal hp lu yang ilang, tar juga ada yang balikin. Soalnya kemarin kan gua nelpon lu, tapi yang ngangkat orang lain, trus orang itu bilang mau balikin. Paling besok atau lusa nyampe"
"Allhaaammdullillaaahhhh....." Sujud syukur*
"Eh ang, kayaknya perjalanan lu ke cibodas sia sia deh, soalnya tadi di sekolah si Astry ama si Indra..." Belum beres si boby nyerita si aang udah motong kata-kata si boby.
"Gua udah tau. Tapi gua gak sedih koq. Gua nulis nama gua ama cewe lain di batu itu, cewe yang jauh lebih baik, lebih cantik dari astry. And kalau nitos itu bener berarti gua bakalan berjodoh ama cewe itu."
"Siapa cewenya?""
"Ada deh, tar besok lusa juga tau... Haaaa "... *tertawa gembira*
-selesai-
_
_________________________________
Myth Of Cibodas
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 01 2012)
Rabu, September 19, 2012
Cerpen; "Joko & Sri"
(terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat.)
_____________________________________________________________
Joko, pemuda berumur 23 tahun, bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota kecil ini, Cianjur. pekerja yang giat, perantau dari lampung datang ke kota ini untuk bekerja. Memiliki cita - cita untuk bisa membanggakan kedua orang tuanya di Lampung. Seorang nasrani yang taat beribadah.
Sri, gadis berusia 20 tahun, mojang asli Cianjur, berparas cantik, bekerja di salah satu Mini market dekat perusahaan joko bekerja. Bercita - cita menjadi wanita sukses, kaya raya dan bahagia. Sri beragama islam, tapi agamanya itu hanya ada di KTPnya saja, tidak dihatinya.
Joko dan Sri adalah sepasang kekasih yang dimabuk asmara. Walaupun banyak perbedaan diantara mereka, tapi mereka berdua tetap menjadi sepasang kekasih, walaupun banyak kendala, halangan, dan rintangan yang menghadang hubungan mereka.
Mereka telah berpacaran selama 1 tahun lebih, awal pertemuan mereka berawal dari dari seorang teman bernama Seldy yang meperkenalkan joko pada sri. Lalu mereka pun menjadi lebih dekat, sering coment-comentan di Facebook, sms-smsan, telepon-teleponan, sampai akhirnya mereka berdua pun menjadi sepasang kekasih.
Hubungan mereka berdua selalu berjalan dengan penuh rintangan, bahkan di awal hubungan mereka terjalin, saat sri memutuskan untuk menerima cinta joko, ternyata sri masih berhubungan dengan pria lain. Lalu setelah banyak pertimbangan dan banyak air mata joko yang keluar karena tersakiti oleh sri, Joko pun akhirnya kembali pada sri, setelah sri mengakhiri hubungannya dengan lelaki yang bernama Norma itu. Lalu mereka berdua pun melanjutkan pertalian kasih mereka.
Setelah satu tahun berhubungan, joko selalu saja Galau, sudah 2 kali sri mengingkari kepercayaan yang joko berikan. Pertama waktu pertama menjalani pacaran, dan yang kedua beberapa bulan lalu sri juga menduakan cintanya. Sri sering jalan bedua dengan seseorang yang bernama Erick. Erick adalah teman satu Kantor Joko. Tapi entah kenapa joko tetap saja mencintai sri, dan selalu memaafkan sri. Mungkin itulah yang dinamakan cinta.
Berwajah cantik, itulah yang menyebabkan sri di sukai banyak pria, dan sri juga adalah gadis yang labil, ia tidak bisa menolak pria - pria tampan yang mendekatinya. Sampai - sampai ia menduakan Joko. Tapi hati Sri hanya untuk joko, walaupun ia sering hinggap ke hati pria lain, tapi pelabuhan cinta terakhirnya akan selalu kembali ke hati Joko.
Hubungan sri dan joko terhalang oleh sebuah tembok besar yaitu perbedaan agama. Joko seorang kristen, sedangkan Sri seorang muslim. Padahal hubungan mereka berdua sudah terbilang sangat serius. Joko sudah mengenal baik kedua orang tua Sri. Begitupun sebaliknya Sri sudah mengenal keluarga Joko di sini, dan sudah sering berhubungan lewat Telepon dengan kedua orang tua joko yang berada di lampung. Joko tinggal dengan paman dan bibinya di cianjur dan Sri sudah diterima baik oleh paman dan bibi joko.
"Kalau sama Sri ibu setuju. Sri itu kelihatannya baik, ternyata anak ibu ini pintar memilih perempuan." Jelas ibu Joko saat Joko dan Sri menelpon Ibu Joko yang berada di lampung.
Saat Joko mengantarkan Sri pulang, Joko dipersilahakan masuk oleh Ibu Sri, lalu ayah dan Ibu Sri menanyakan soal hubungan nya dengan Sri.
"Joko, apa hubungan kamu sama Sri serius?," tanya ayah Sri.
"Serius pa. Saya yakin Sri perempuan yang tepat buat saya" jawab joko dengan yakin.
"Terus kamu kan tahu, Sri adalah seorang Muslim." Lanjut ayah sri.
"Saya sedang mendalami islam pa. Dan semoga nanti saya bisa melamar Sri"
Cinta, cinta lah yang Joko rasakan, ia mulai belajar banyak tentang Islam. Ia sudah Yakin bahwa ia akan menjadi Mualaf. Dan yakin akan menikahi Sri. Perbincangan soal pernikahan sering Joko bilang pada Sri, tapi Sri hanya bilang Iya dan Iya saja.
Malam ini Joko mengajak Sri untuk pergi makan diluar. Tapi Sri menolaknya karena ia bilang ia sedang bekerja. Joko pun kecewa, lalu ia mempunyai ide untuk datang ke mini market tempat Sri bekerja untuk mengejutkan pacarnya itu. Tapi saat Joko kesana, justru Jokolah yang terkejut, Karena ia melihat Sri pergi dengan seorang Pria. Pria itu tak lebih tampan dari Joko, dan tak lebih kaya dari Joko, pria itu memakai Motor tua, dan membawa Sri ke suatu tempat. Joko pun mengikuti Sri dan pria itu.
Pria itu membawa Sri ke arah Puncak. Joko lalu mempepet Motor itu dengan Motor kawasaki Ninjanya, dan mendahului motor itu lalu berhenti di depan Motor itu. Motor tua itu pun berhenti, lalu pria itu hendak turun dari motor tua itu, tapi Sri menahannya, dan tanpa sepatah kata pun mereka meninggalkan Joko. Joko bingung, kenapa Sri selalu membuatnya skait hati. Joko lalu pulang ke rumah paman bibinya.
Keesokan harinya Joko tak masuk bekerja, Ia hanya mengurung diri di kamar. Hanya merokok dan minum minuman keras. Tanpa makan sedikitpun. Paman dan bibi nya bingung apa yang terjadi pada joko. Bibi Joko mengetuk pintu, tapi joko hanya diam, dari dalam kamar joko hanya terdengar lagu lagu Keras.
|Pagi say| sms Sri hari ini.
Kepala joko masih terasa sakit karena banyak minum dan merokok, badannya terasa lemas karena tidak makan seharian kemarin. Ia bingung saat membaca sms Sri. Lalu joko membelas:
|jangan hubungin aku lagi| balas joko
|kenapa| balas Sri
|udh ak blng jgn hbngin ak lg| balas Joko lagi.
Hari ini joko masuk kerja walaupun ia masih merasa sakit hati karena Sri, Sri menganggap tidak terjadi apa-apa. Padahal jelas - jelas Joko sudah menghentikan Motor tua yang dia naiki dengan Pria selingkuhannya. Paman joko bertanya ada apa, kenapa joko tidak keluar semalaman kemarin. Tapi joko hanya diam.
"Kenapa gua bego banget ya Derr" cerita joko pada Derra.
"Jangan bilang si Sri selingkuhin lu lagi?. Bukannya lu bilang lu dah serius ma dia?. Lu bahkan katanya udah Mualaf kan ?"
"Gua belum jadi mualaf. Iya dia nyakitin gua terus, tapi gua tetep ajah cinta ma dia."
"Lu yakin dia juga cinta ama lu"
Joko menggelengkan kepalanya.
Handphone Joko bergetar, ternyata sms dari Sri:
|sayy...|
"Gua bales apa ya?" Tanya joko pada Derra.
"Gak usah dibales."
Beberapa hari selanjutnya handphone joko sibuk dapat sms dari Sri. Ia sama sekali menganggap tidak terjadi apa - apa. Padahal saat joko menghentikan motro tua itu, Sri melihat Joko. Tapi Sri bahkan tidak berusaha meminta maaf atau menjelaskan dengan siapa ia pergi. Joko pun tidak pernah membalas sekalipun sms dari Sri. Telepon dari sri pun tidak pernah ia angkat.
2 bulan berlalu, hati joko mulai terobati dengan pekerjaan dan teman - temannya. Sri masih saja menghubungi Joko, sampai akhirnya Joko pun mengganti Nomor Teleponnya. Hari ini Joko pulang jam 3 sore. Saat ia masuk ke rumah paman dan Bibinya, ia melihat ada Tamu. Dan tamu itu adalah Ayah dan Ibu Sri,
"Joko, om mau kamu segera menikah dengan Sri"
"Tapi om, saya dan Sri sudah..." Jawab joko... Sebelum jok menyelesaikan jawabannya ayah Sri melanjutkan perkataannya.
"om tahu kamu kan sudah bilang hubungan kalian sudah Serius, dan om juga mengerti kalau kamu dan Sri sudah tidak bisa menahannya. Tapi kamu juga harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu."
"Maksud om?... " Jawab joko bingung.
Ayah Sri menjelaskan panjang lebar di hadapan joko, paman dan bibinya. Sri sekarang Hamil 4minggu. Joko kaget. Selam 2 bulan terakhir ia tidak pernah bertemu dengan Sri, bagaimana ia bisa hamil 4minggu?. Bahkan selama Satu tahun lebih ia berpacaran ia belum pernah melakukan hubungan suami istri dengan Sri. Joko snagat menghargai Sri. Ia belum pernah menyetubuhi Sri. Lalu siapa yang mengahamili Sri?.... Joko hanya terdia dan berpikir. Ayah dan ibu Sri lalu pamit dari rumah paman bibi joko.
"Kamu harus menikahi Sri segera.." Pinta bibi joko.
"Tapi aku dan Sri belum pernah melakukan hubungan suami istri tan.." jawab joko.
"Haha... Jangan mau enaknya aja ko! Om ngerti ko. Tapi sebagai laki-laki kamu haru tanggungjawab" lanjut paman joko.
Dengan hati yang terkejut, bimbang, sedih, dan galau joko lalu menghubungi Sri dan menanyakan semua yang terjadi.
"Maafkan aku ko..." Sri menangis saat meminta maaf pada joko.
Sri hamil oleh selingkuhannya yang sering mengajaknya main ke puncak. Selingkuhannya itu bernama Edward. Seorang pegawai negri rendahan yang sudah memiliki istri. Ia sudah bilang pada edward kalau ia hamil, tapi Edward malah mengajak keluarganya pindah, pindah entah kemana. Edward langsung pergi meninggalkan Sri saat tahu kalau Sri mengandung anaknya.
Joko sangat marah mendengar pengakuan Sri. Ingin sekali ia mencari orang yang bernama Edward itu dan membunuhnya. Sri menangis saat menjelaskan semuanya. Ia juga meminta Joko unyuk menikahinya. Sri bilang bahwa ia sangat mencintai Joko. Ia juga berjanji akan menjadi Istri yang baik untuk Joko. Ia berjanji akan berubah menjadi lebih baik. Hati joko memang sangat Marah. Tapi didalam hatinya ia sangat mencintai Sri. Ia tidak mungkin tega melihat Sri melahirkan anak itu tanpa seorang ayah. Hati joko pun luluh mendengar tangisan dan penyesalan Sri. Dan berjanji akan menikahi Sri.
Akhirnya Cinta lah yang meluluhkan Hati joko. Seberapa seringpun ia disakiti oleh Sri, tapi ia tetap saj memaafkan dan menerima kesalahan Sri. Dan karena Cinta lah ia juga mengorbankan Keyakinannya, Kini ia menjadi seorang Muslim. Beberapa hari sebelum akad nikah Joko mengucapkan Dua kalimat syahadat yang berarti Joko resmi menjadi seorang Muslim.
Joko dan Sri pun akhirnya Menikah. Kedua Orangtua Joko datang ke Cianjur untuk menyaksikan pernikahan anak kesayangannya menikah. Mereka juga bisa menerima keputusan joko untuk menjadi seorang muslim.
Perjalanan cinta Jojo dan Sri memang tak seindah cerita cinta kebanyakan orang. Tapi kehidupan setelah menikah membuat Joko dan Sri menjadi lebih Dewasa. Lebih bisa menghargai. Bisa saling percaya dan menjaga kepercayaan. Kehidupan Joko dan Sri sebagai Ayah dan ibu pun membuat mereka menjadi orangtua yang Bahagia. Dan mereka mengerti akan arti Kehidupan. Sri sudah tak lagi egois, sudah bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak perempuannya.
End.
__________________________________
Joko & Sri
Gagas Alf.
(@gaagas Sept 18 2012)
_____________________________________________________________
Joko, pemuda berumur 23 tahun, bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota kecil ini, Cianjur. pekerja yang giat, perantau dari lampung datang ke kota ini untuk bekerja. Memiliki cita - cita untuk bisa membanggakan kedua orang tuanya di Lampung. Seorang nasrani yang taat beribadah.
Sri, gadis berusia 20 tahun, mojang asli Cianjur, berparas cantik, bekerja di salah satu Mini market dekat perusahaan joko bekerja. Bercita - cita menjadi wanita sukses, kaya raya dan bahagia. Sri beragama islam, tapi agamanya itu hanya ada di KTPnya saja, tidak dihatinya.
Joko dan Sri adalah sepasang kekasih yang dimabuk asmara. Walaupun banyak perbedaan diantara mereka, tapi mereka berdua tetap menjadi sepasang kekasih, walaupun banyak kendala, halangan, dan rintangan yang menghadang hubungan mereka.
Mereka telah berpacaran selama 1 tahun lebih, awal pertemuan mereka berawal dari dari seorang teman bernama Seldy yang meperkenalkan joko pada sri. Lalu mereka pun menjadi lebih dekat, sering coment-comentan di Facebook, sms-smsan, telepon-teleponan, sampai akhirnya mereka berdua pun menjadi sepasang kekasih.
Hubungan mereka berdua selalu berjalan dengan penuh rintangan, bahkan di awal hubungan mereka terjalin, saat sri memutuskan untuk menerima cinta joko, ternyata sri masih berhubungan dengan pria lain. Lalu setelah banyak pertimbangan dan banyak air mata joko yang keluar karena tersakiti oleh sri, Joko pun akhirnya kembali pada sri, setelah sri mengakhiri hubungannya dengan lelaki yang bernama Norma itu. Lalu mereka berdua pun melanjutkan pertalian kasih mereka.
Setelah satu tahun berhubungan, joko selalu saja Galau, sudah 2 kali sri mengingkari kepercayaan yang joko berikan. Pertama waktu pertama menjalani pacaran, dan yang kedua beberapa bulan lalu sri juga menduakan cintanya. Sri sering jalan bedua dengan seseorang yang bernama Erick. Erick adalah teman satu Kantor Joko. Tapi entah kenapa joko tetap saja mencintai sri, dan selalu memaafkan sri. Mungkin itulah yang dinamakan cinta.
Berwajah cantik, itulah yang menyebabkan sri di sukai banyak pria, dan sri juga adalah gadis yang labil, ia tidak bisa menolak pria - pria tampan yang mendekatinya. Sampai - sampai ia menduakan Joko. Tapi hati Sri hanya untuk joko, walaupun ia sering hinggap ke hati pria lain, tapi pelabuhan cinta terakhirnya akan selalu kembali ke hati Joko.
Hubungan sri dan joko terhalang oleh sebuah tembok besar yaitu perbedaan agama. Joko seorang kristen, sedangkan Sri seorang muslim. Padahal hubungan mereka berdua sudah terbilang sangat serius. Joko sudah mengenal baik kedua orang tua Sri. Begitupun sebaliknya Sri sudah mengenal keluarga Joko di sini, dan sudah sering berhubungan lewat Telepon dengan kedua orang tua joko yang berada di lampung. Joko tinggal dengan paman dan bibinya di cianjur dan Sri sudah diterima baik oleh paman dan bibi joko.
"Kalau sama Sri ibu setuju. Sri itu kelihatannya baik, ternyata anak ibu ini pintar memilih perempuan." Jelas ibu Joko saat Joko dan Sri menelpon Ibu Joko yang berada di lampung.
Saat Joko mengantarkan Sri pulang, Joko dipersilahakan masuk oleh Ibu Sri, lalu ayah dan Ibu Sri menanyakan soal hubungan nya dengan Sri.
"Joko, apa hubungan kamu sama Sri serius?," tanya ayah Sri.
"Serius pa. Saya yakin Sri perempuan yang tepat buat saya" jawab joko dengan yakin.
"Terus kamu kan tahu, Sri adalah seorang Muslim." Lanjut ayah sri.
"Saya sedang mendalami islam pa. Dan semoga nanti saya bisa melamar Sri"
Cinta, cinta lah yang Joko rasakan, ia mulai belajar banyak tentang Islam. Ia sudah Yakin bahwa ia akan menjadi Mualaf. Dan yakin akan menikahi Sri. Perbincangan soal pernikahan sering Joko bilang pada Sri, tapi Sri hanya bilang Iya dan Iya saja.
Malam ini Joko mengajak Sri untuk pergi makan diluar. Tapi Sri menolaknya karena ia bilang ia sedang bekerja. Joko pun kecewa, lalu ia mempunyai ide untuk datang ke mini market tempat Sri bekerja untuk mengejutkan pacarnya itu. Tapi saat Joko kesana, justru Jokolah yang terkejut, Karena ia melihat Sri pergi dengan seorang Pria. Pria itu tak lebih tampan dari Joko, dan tak lebih kaya dari Joko, pria itu memakai Motor tua, dan membawa Sri ke suatu tempat. Joko pun mengikuti Sri dan pria itu.
Pria itu membawa Sri ke arah Puncak. Joko lalu mempepet Motor itu dengan Motor kawasaki Ninjanya, dan mendahului motor itu lalu berhenti di depan Motor itu. Motor tua itu pun berhenti, lalu pria itu hendak turun dari motor tua itu, tapi Sri menahannya, dan tanpa sepatah kata pun mereka meninggalkan Joko. Joko bingung, kenapa Sri selalu membuatnya skait hati. Joko lalu pulang ke rumah paman bibinya.
Keesokan harinya Joko tak masuk bekerja, Ia hanya mengurung diri di kamar. Hanya merokok dan minum minuman keras. Tanpa makan sedikitpun. Paman dan bibi nya bingung apa yang terjadi pada joko. Bibi Joko mengetuk pintu, tapi joko hanya diam, dari dalam kamar joko hanya terdengar lagu lagu Keras.
|Pagi say| sms Sri hari ini.
Kepala joko masih terasa sakit karena banyak minum dan merokok, badannya terasa lemas karena tidak makan seharian kemarin. Ia bingung saat membaca sms Sri. Lalu joko membelas:
|jangan hubungin aku lagi| balas joko
|kenapa| balas Sri
|udh ak blng jgn hbngin ak lg| balas Joko lagi.
Hari ini joko masuk kerja walaupun ia masih merasa sakit hati karena Sri, Sri menganggap tidak terjadi apa-apa. Padahal jelas - jelas Joko sudah menghentikan Motor tua yang dia naiki dengan Pria selingkuhannya. Paman joko bertanya ada apa, kenapa joko tidak keluar semalaman kemarin. Tapi joko hanya diam.
"Kenapa gua bego banget ya Derr" cerita joko pada Derra.
"Jangan bilang si Sri selingkuhin lu lagi?. Bukannya lu bilang lu dah serius ma dia?. Lu bahkan katanya udah Mualaf kan ?"
"Gua belum jadi mualaf. Iya dia nyakitin gua terus, tapi gua tetep ajah cinta ma dia."
"Lu yakin dia juga cinta ama lu"
Joko menggelengkan kepalanya.
Handphone Joko bergetar, ternyata sms dari Sri:
|sayy...|
"Gua bales apa ya?" Tanya joko pada Derra.
"Gak usah dibales."
Beberapa hari selanjutnya handphone joko sibuk dapat sms dari Sri. Ia sama sekali menganggap tidak terjadi apa - apa. Padahal saat joko menghentikan motro tua itu, Sri melihat Joko. Tapi Sri bahkan tidak berusaha meminta maaf atau menjelaskan dengan siapa ia pergi. Joko pun tidak pernah membalas sekalipun sms dari Sri. Telepon dari sri pun tidak pernah ia angkat.
2 bulan berlalu, hati joko mulai terobati dengan pekerjaan dan teman - temannya. Sri masih saja menghubungi Joko, sampai akhirnya Joko pun mengganti Nomor Teleponnya. Hari ini Joko pulang jam 3 sore. Saat ia masuk ke rumah paman dan Bibinya, ia melihat ada Tamu. Dan tamu itu adalah Ayah dan Ibu Sri,
"Joko, om mau kamu segera menikah dengan Sri"
"Tapi om, saya dan Sri sudah..." Jawab joko... Sebelum jok menyelesaikan jawabannya ayah Sri melanjutkan perkataannya.
"om tahu kamu kan sudah bilang hubungan kalian sudah Serius, dan om juga mengerti kalau kamu dan Sri sudah tidak bisa menahannya. Tapi kamu juga harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu."
"Maksud om?... " Jawab joko bingung.
Ayah Sri menjelaskan panjang lebar di hadapan joko, paman dan bibinya. Sri sekarang Hamil 4minggu. Joko kaget. Selam 2 bulan terakhir ia tidak pernah bertemu dengan Sri, bagaimana ia bisa hamil 4minggu?. Bahkan selama Satu tahun lebih ia berpacaran ia belum pernah melakukan hubungan suami istri dengan Sri. Joko snagat menghargai Sri. Ia belum pernah menyetubuhi Sri. Lalu siapa yang mengahamili Sri?.... Joko hanya terdia dan berpikir. Ayah dan ibu Sri lalu pamit dari rumah paman bibi joko.
"Kamu harus menikahi Sri segera.." Pinta bibi joko.
"Tapi aku dan Sri belum pernah melakukan hubungan suami istri tan.." jawab joko.
"Haha... Jangan mau enaknya aja ko! Om ngerti ko. Tapi sebagai laki-laki kamu haru tanggungjawab" lanjut paman joko.
Dengan hati yang terkejut, bimbang, sedih, dan galau joko lalu menghubungi Sri dan menanyakan semua yang terjadi.
"Maafkan aku ko..." Sri menangis saat meminta maaf pada joko.
Sri hamil oleh selingkuhannya yang sering mengajaknya main ke puncak. Selingkuhannya itu bernama Edward. Seorang pegawai negri rendahan yang sudah memiliki istri. Ia sudah bilang pada edward kalau ia hamil, tapi Edward malah mengajak keluarganya pindah, pindah entah kemana. Edward langsung pergi meninggalkan Sri saat tahu kalau Sri mengandung anaknya.
Joko sangat marah mendengar pengakuan Sri. Ingin sekali ia mencari orang yang bernama Edward itu dan membunuhnya. Sri menangis saat menjelaskan semuanya. Ia juga meminta Joko unyuk menikahinya. Sri bilang bahwa ia sangat mencintai Joko. Ia juga berjanji akan menjadi Istri yang baik untuk Joko. Ia berjanji akan berubah menjadi lebih baik. Hati joko memang sangat Marah. Tapi didalam hatinya ia sangat mencintai Sri. Ia tidak mungkin tega melihat Sri melahirkan anak itu tanpa seorang ayah. Hati joko pun luluh mendengar tangisan dan penyesalan Sri. Dan berjanji akan menikahi Sri.
Akhirnya Cinta lah yang meluluhkan Hati joko. Seberapa seringpun ia disakiti oleh Sri, tapi ia tetap saj memaafkan dan menerima kesalahan Sri. Dan karena Cinta lah ia juga mengorbankan Keyakinannya, Kini ia menjadi seorang Muslim. Beberapa hari sebelum akad nikah Joko mengucapkan Dua kalimat syahadat yang berarti Joko resmi menjadi seorang Muslim.
Joko dan Sri pun akhirnya Menikah. Kedua Orangtua Joko datang ke Cianjur untuk menyaksikan pernikahan anak kesayangannya menikah. Mereka juga bisa menerima keputusan joko untuk menjadi seorang muslim.
Perjalanan cinta Jojo dan Sri memang tak seindah cerita cinta kebanyakan orang. Tapi kehidupan setelah menikah membuat Joko dan Sri menjadi lebih Dewasa. Lebih bisa menghargai. Bisa saling percaya dan menjaga kepercayaan. Kehidupan Joko dan Sri sebagai Ayah dan ibu pun membuat mereka menjadi orangtua yang Bahagia. Dan mereka mengerti akan arti Kehidupan. Sri sudah tak lagi egois, sudah bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak perempuannya.
End.
__________________________________
Joko & Sri
Gagas Alf.
(@gaagas Sept 18 2012)
Minggu, September 09, 2012
Cerpen; "Owlivia"
(Fictional short stories about my cousins: @EGAOLIVIA_ @Guaje9_Rizaldy & @iqbaale)
Olivia Audry. Nama yang begitu cantik, begitupun orangnya. Dia yang membuat hari - hari adikku yang bernama Ikbal Ramadhan menjadi penuh semangat dan penuh senyuman.
Owl, panggilan ikbal pada olivia. Saat aku bertanya padanya kenapa ia memanggilnya owl, jawaban pertamanya nya adalah karena wajah olivia seperti burung hantu. Aku tahu kalau adikku ini sedang berbohong, Lalu aku kembali bertanya untuk kedua kalinya, dan jawabannya adalah:
"Dia Seperti burung hantu kak, Ketika semakin banyak ia melihat, maka semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar."
Lalu ia menjelaskan kan lebih lanjut. Burung hantu adalah burung yang tidak banyak berkicau, tidak sering terbang, dan burung bijaksana yang setia. Burung hantu hanya kawin satu kali sepanjang hidupnya. Itu pun yang ikbal lihat dari sosok olivia, atau yang biasa ia sebut owllivia (olivia si burung hantu). Aku melihat Cinta dimatanya, tapi ia mengelaknya. Adikku adalah orang yang takut jatuh Cinta. Aku tahu kenapa,...
*****
Olivia dan Ikbal adalah teman satu sekolah menengah atas. Mereka berdua pertama kali bertemu saat duduk di kelas Satu. Pertemuan pertama itu terjadi saat akhir Masa Orientasi Siswa. Pada hari terakhir Mos setiap kelas harus menyumbangkan perwakilan siswanya untuk menampilkan pertunjukan di depan semua siswa. Ikbal mewakili kelasnya dan menyumbangkan suara merdunya dengan menyanyikan lagu I'm Yours - Jason Mraz. Sedangkan kelas olivia menampilkan Band, dan Olivia memainkan Drum. Permainan Drum Olivia menarik perhatian Ikbal untuk pertama kalinya. Saat itu, olivia memakai kaos bertuliskan 'Owl'. Dan Ikbal pun jatuh cinta pada pandangan pertama.
Olivia adalah sosok pendiam, tidak banyak yang ia katakan, perempuan penyuka semua yang berhubungan dengan burung hantu, mulai dari aksesories sampai music (Owl city), olivia juga cukup mahir mamainkan drum.. Sedangkan Ikbal, pria periang, senang bergaul, suka bernyanyi dan memiliki mimpi sebagai Penyanyi seperti Jason Mraz, penyanyi favoritnya.
Pertemuan selanjutnya terjadi ketika mereka berdua di kantin sekolah, ikbal memberikan senyuman manisnya sambil memperkenalkan dirinya pada olivia, tapi olivia tidak membalas senyuman ikbal dan hanya berlalu. Saat itu ikbal tak tahu nama olivia, yang iya tahu hanya owl, karena tulisan itu yang ia lihat ketika pertama melihatnya. Pertemuan berikutnya, ikbal memberanikan diri untuk menyapa Olivia, dan Olivia pun menyambutnya, lalu mereka berdua menjadi lebih dekat sebagai sahabat.
*****
Hari - hari adikku menjadi lebih berwarna semenjak kehadiran Olivia, walaupun ada rahasia yang ia sembunyikan. Adikku menderita sebuah penyakit yang bernama Creutzfeldt Jakob: Penyakit ini merupakan
gangguan otak yang langka dan fatal. Penyebabnya belum diketahui, gejala paling dini penyakit ini berupa gangguan pada memori, penyakit ini
berkembang dengan cepat disertai dengan entakan otot, lemas pada tangan dan tungkai kaki, penyakit ini menyebabkan kematian. tapi adikku tidak pernah memperlihatkan kepada orang - orang di sekitarnya bahwa dia sedang menderita penyakit keras. Ia tetap menjadi Ikbal yang ceria. Hanya Aku, Ibu, dan seorang teman bernama Andy Rizaldi (Aldy) yang mengetahui tentang penyakit ikbal.
Aldy, teman baik ikbal dari Smp, aldy tahu penyakit ini ketika aku memarahi adikku karena ia memaksakan diri untuk tampil di perpisahan Smp. Saat itu penyakit Ikbal kambuh, tangan ikbal lemas, dan kakinya tak sanggup berdiri. Ikbal pun di bawa ke Uks, saat di UKS aku memarahinya karena ia memaksakan ikut kegitan perpisahan sekolah, saat itu tanpa sengaja Aldy mendengar semua. Tapi Aldy telah berjanji pada Ikbal tidak akan memberitahukan tentang penyakit Ikbal pada siapapun. Dan akan menganggap bahwa ikbal baik - baik saja.
"Aku ga papa kak..."
Kata - kata itulah yang terucap dari bibir adikku ini, dia selalu menganggap dirinya baik - baik saja. Dan dia tidak suka kalau dia diperlakukan seperti orang sakit. Obat yang ia minum setiap hari selalu ia sembunyikan, dan meminumnya secara sembunyi - sembunyi.
*****
Cerita Ikbal;
Ikbal selalu menceritakan tentang hari - hari nya padaku, ia takut lupa akan apa yang telah ia alami. Karena penyakitnya, ikbal sering susah mengingat sesuatu, tapi aku selalu mengingatkannya. Aku sangat kagum pada adikku, ia tidak pernah mengeluh akan penyakitnya, ia juga tetap menjalankan kewajibannya untuk shalat 5 waktu. Walalupun aku tahu setiap ia sujud saat shalat, ia merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya, karena posisi kepala yang dibawah membuat darah mengalir ke kepalanya dan itu membuat kepala ikbal terasa pusing, tapi ikbal tak pernah berhenti untuk shalat. Ia juga selalu membaca Al-Quran, cita - citanya selain jadi penyanyi adalah ingin hafal semua isi al-quran. Impian yang luar biasa, aku selalu membantunya untuk menghafal al-quran. Walaupun ia terkadang suka lupa karena penyakitnya, tapi ia tak pernah menyerah dan selalu melawan menyakitnya itu.
Semua ikbal ceritakan, mulai dari teman - teman nya; Andi Rizaldy (Aldy), Tiara Desti, Dessy Purnama Sari, Ilham Bintang, Langit abraham, Bumi Abraham, Olivia Audry dan masih banyak teman ikbal yang lain. Dari semua temanya, Olivia adalah orang yang paling sering ikbal ceritakan, cerita tentang hobinya main drum, tentang kesukaan olivia dengan burung hantu, tentang panggilan ikbal padanya 'Owllivia', dan olivia memanggil ikbal dengan panggilan 'Ikballang', atau ikbal si belalang, kalau nama ikballang aku tak tahu kenapa olivia memanggil ikbal dengan sebutan itu, ikbal juga tak tahu kenapa. Hanya olivia yang tahu kenapa iya memanggilnya ikballang.
Ikbal dan olivia sering menghabiskan waktu bersama, pada waktu jam istirahat mereka berdua sering makan bersama, saat ada jam pelajaran kosong, mereka sering bernanyi- nyanyi di dalam kelas. Saat ikbal bercerita tentang olivia, aku melihat kebahagian dimatanya.
Aku masih ingat waktu ikbal bercerita tentang Aldy yang menyatakan cintanya pada olivia, tapi olivia menolaknya. Lalu aku menyuruh ikbal untuk mengutarakan perasaannya pada olivia, tapi ia hanya terdiam.
Pernah satu hari ia juga mendapat surat cinta dari Tiara, tiara menyukai ikbal, tapi hati ikbal hanya untuk olivia. Ikbal pun menolak Tiara dengan baik, dan Tiara pun mengerti, mereka pun tetap menjadi sahabat baik.
Ikbal juga pernah bercerita tentang kedua temannya yang bernama Dessy dan Ilham yang pacaran. Ikbal bercerita kalau ia pernah tanpa sengaja melihat ilham mencium dessy. Dan dari yang aku lihat, mungkin adikku ini juga ingin merasakan indahnya cinta di usia remaja..
Harry potter, ikbal sangat menyukai film ini, ia pernah bercerita bahwa ia ingin punya Batu bertuah seperti di film Harry Potter, supaya apabila ia meninggal dunia, ia bisa hidup kembali. Aku juga berharap kalau batu itu benar-benar ada.
Kalau ada satu hal yang paling ditakutkan Ikbal didunia ini, itu adalah Hantu. Ya, adikku itu takut dengan hal-hal mistis. Pernah satu kali saat ia ulang tahun yang ke 16 pada saat kelas 2, teman-temannya di eskul paduan suara mengerjai Ikbal dengan memakai kostum pocong, kunti, dan hantu-hantu lain, saat itu Ikbal ketakutan setengah mati, bahkan sempat marah pada Langit, karena ia lah yang punya ide untuk menakut-nakuti Ikbal.
Terakhir, saat Ikbal berulang tahun ke 17 tahun kemarin, teman-temannya datang ke rumah, kebetulan beberapa minggu yang lalu penyakitnya sedang kambuh, tapi Ikbal bilang pada teman-temannya kalau ia hanya sakit meriang biasa. Teman-temannya, olivia, dessy, aldy, tiara, dan teman teman paduan suaranya seperti Langit, Billy, dan lain-lain datang menjenguk dan mebawakan kue ulang tahun dan hadiah. Ikbal sangat bahagia sekali saat itu. Setelah teman-temannya pulang ia bercerita bahwa ia sangat senang, dan bertanya padaku apakah tahun depan ia masih akan merasakan ulang tahun, aku pun sedih mendengar itu. Ikbal mendapatkan banyak hadiah, ibu memberikan sebuah alquran kecil untuk ikbal, supaya ikbal bisa mencapai cita-cita nya yaitu hafal alquran. Dan aku memberikan sebuah buku, buku penyemangat, agar Ikbal bisa terus bersemangat menjalani hidupnya. Olivia memberikan sebuah ipod, yang didalamnya sudah terisi lagu favorit mereka berdua seperti lagu Jason Mraz, Bruno Mars, Owl City, Justin Bieber, grayson, dll. juga foto - foto kenangan mereka bersama teman- temannya, foto saat eksul di paduan suara, foto saat mereka berkemah di Cibodas, dan foto - foto lainnya.
*****
Nyanyi, adalah hobi dan impian adikku, ikbal memiliki bakat menyanyi dari kecil. Dan ia bermimpi menjadi seorang penyanyi, oleh karena itu ia mengikuti ekstra kulikuler Paduan suara.
sudah hampir 3tahun ikbal mengikuti eskul paduan suara, dan ia sangat senang sekali saat tahu bahwa ia dan teman-temannya akan mengikuti perlombaan paduan suara se-jakarta. Ia dan teman-temannya sibuk latihan untuk perlombaan, walaupun konsentrasinya terpecah karena ia juga harus belajar extra untuk Ujian Nasional. setelah mengikuti tahap seleksi, sekolah ikbal pun masuk ke 10 besar, dan masuk babak final.
Kemarin, adalah hari yang paling Ikbal tunggu, ia terlihat tegang, aku dan ibu pun ikut menonton final paduan suara se-jakarta ini. Saat itu ikbal terlihat sangat pucat, aku dan ibu menyuruh ikbal untuk tidak ikut tampil, tapi ikbal tetap bersihkeras untuk ikut tampil. Lalu ikbal pun tampil dengan teman-temanya. Penampilan ikbal sangat mengagumkan, apalagi Saat bagian ikbal menyanyi solo. Tepuk tangan penononton sangat ramai. Setelah penampilan selesai, aku pun pergi kebelakang panggung untuk menyelamati ikbal dan teman-temannya. Lalu aku sangat terkejut saat sampai di belakang panggung, karena ikbal pingsan.
Aku dan ibu langsung membawa ikbal ke ke rumah sakit, tapi nyawa adikku tidak bisa diselamatkan lagi, Aku dan ibu sangat sedih. Ditempat lain sekolah ikbal menjadi juara satu lomba paduan suara se-jakarta. Lalu tak lama olivia, Langit, dan teman teman nya datang dengan membawa piala kemenangannya. Ikbal sudah tak bisa memegang piala kebanggannya itu, tapi aku yakin ia bisa merasakan kebahagian itu, dan aku juga yakin ikbal tahu betapa aku dan ibu sangat bangga padanya.
Sebelum ikbal menghembuskan nafas terakhirnya, ia sempat sadar, lalu ia melafalkan beberapa surat - surat pendek alquran. Aku dan ibu menangis, aku yakin ikbal telah hafal alquran, di nafas terakhirnya kalimat yang terucap adalah ayat - ayat alquran.
*****
Sekarang adikku Ikbal telah tiada di usianya yang ke 17tahun,, tak ada lagi senyumnya, nyanyiannya, cerita tentang harinya, cerita tentang Olivia, cerita tentang impiannya. Aku merasa Tuhan tak adil, aku kehilangan seorang ayah 5 tahun lalu, dan sekarang aku kehilangan seorang adik yang sangat aku sayangi. Ibu, aku yakin kita tetap bisa berjuang bersama melanjutkan hidup. Ikbal mungkin sudah tidak ada di dunia, tapi dia akan selalu ada di hati kita...
"Kak iman, tolong kasih surat yang ada di laci kamar ikbal pada olivia..."
Beberapa hari lalu sebelum final lomba paduan suara, ikbal sempat memintaku untuk memberikan surat pada olivia. Ikbal menyebutku dengan 'ka Iman', biasanya ia hanya memanggilku 'kak'. Tapi entah kenapa hari itu ia memanggilku 'kak iman'. Ia tersenyum bahagia saat meminta tolong padaku. Lalu aku bertanya pada ikbal kapan aku harus memberikan surat itu pada olivia, dan ia menjawab bahwa surat itu diberikan pada saat final lomba paduan suara selesai.
Dan Hari ini sehari setelah perlombaan, sehari setelah kepergian adikku, aku memberikan surat ini pada olivia, tangan olivia berdarah. saat kutanya tangannya kenapa ia hanya menjawab terjatuh saat perjalanan pulang lalu keserempet motor, tapi ia bilang tak apa -apa. aku yakin ia tak bohong. ia masih tampak sedih karena kehilangan ikbal. aku tahu ia adalah gadis kuat. setidaknya itulah yang aku tahu dari ikbal...
Dan ini adalah isi dari surat ikbal untuk olivia:
______________________________________________________
Dear, Owllivia...
Ini mungkin saatnya mengucapkan kata - kata perpisahan liv,
Tapi aku bukan orang yang pintar merangkai kata - kata,
Aku hanya ingin berterima kasih,
Terima kasih Karena kamu telah mewarnai hari - hariku.
Kamu membuatku lupa akan kematian,
Lupa akan kesakitan,
dan mengubahnya menjadi sebuah senyuman.
Kamu menunjukan indahnya dunia,
Membuat hidupku lebih berarti,
Membuat nafas ini tak terbuang sia - sia.
Ingin rasanya terus bersamamu,
Bernyanyi di koridor, menari di lapangan, Berlari...
Makan di kantin, hujan - hujanan, Tertawa....
Tapi mungkin tuhan punya rencana yang lebih indah.
Liv, aku hanya ingin kamu tahu, aku mencintaimu.
Sebuah kata - kata klasik yang sering kamu dengar.
Sebuah kata yang tidak pernah bisa aku ucapkan.
Orang bilang bilang cinta sejati tak pernah mati.
Walaupun raga ini tiada Cinta akan tetap tumbuh,
DiHatiMu...
Ikbal Ramadhan.
________________________________________________________
Owllivia
Gagas Alf.
(@gaagas Sept 04 2012)
Olivia Audry. Nama yang begitu cantik, begitupun orangnya. Dia yang membuat hari - hari adikku yang bernama Ikbal Ramadhan menjadi penuh semangat dan penuh senyuman.
Owl, panggilan ikbal pada olivia. Saat aku bertanya padanya kenapa ia memanggilnya owl, jawaban pertamanya nya adalah karena wajah olivia seperti burung hantu. Aku tahu kalau adikku ini sedang berbohong, Lalu aku kembali bertanya untuk kedua kalinya, dan jawabannya adalah:
"Dia Seperti burung hantu kak, Ketika semakin banyak ia melihat, maka semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar."
Lalu ia menjelaskan kan lebih lanjut. Burung hantu adalah burung yang tidak banyak berkicau, tidak sering terbang, dan burung bijaksana yang setia. Burung hantu hanya kawin satu kali sepanjang hidupnya. Itu pun yang ikbal lihat dari sosok olivia, atau yang biasa ia sebut owllivia (olivia si burung hantu). Aku melihat Cinta dimatanya, tapi ia mengelaknya. Adikku adalah orang yang takut jatuh Cinta. Aku tahu kenapa,...
*****
Olivia dan Ikbal adalah teman satu sekolah menengah atas. Mereka berdua pertama kali bertemu saat duduk di kelas Satu. Pertemuan pertama itu terjadi saat akhir Masa Orientasi Siswa. Pada hari terakhir Mos setiap kelas harus menyumbangkan perwakilan siswanya untuk menampilkan pertunjukan di depan semua siswa. Ikbal mewakili kelasnya dan menyumbangkan suara merdunya dengan menyanyikan lagu I'm Yours - Jason Mraz. Sedangkan kelas olivia menampilkan Band, dan Olivia memainkan Drum. Permainan Drum Olivia menarik perhatian Ikbal untuk pertama kalinya. Saat itu, olivia memakai kaos bertuliskan 'Owl'. Dan Ikbal pun jatuh cinta pada pandangan pertama.
Olivia adalah sosok pendiam, tidak banyak yang ia katakan, perempuan penyuka semua yang berhubungan dengan burung hantu, mulai dari aksesories sampai music (Owl city), olivia juga cukup mahir mamainkan drum.. Sedangkan Ikbal, pria periang, senang bergaul, suka bernyanyi dan memiliki mimpi sebagai Penyanyi seperti Jason Mraz, penyanyi favoritnya.
Pertemuan selanjutnya terjadi ketika mereka berdua di kantin sekolah, ikbal memberikan senyuman manisnya sambil memperkenalkan dirinya pada olivia, tapi olivia tidak membalas senyuman ikbal dan hanya berlalu. Saat itu ikbal tak tahu nama olivia, yang iya tahu hanya owl, karena tulisan itu yang ia lihat ketika pertama melihatnya. Pertemuan berikutnya, ikbal memberanikan diri untuk menyapa Olivia, dan Olivia pun menyambutnya, lalu mereka berdua menjadi lebih dekat sebagai sahabat.
*****
Hari - hari adikku menjadi lebih berwarna semenjak kehadiran Olivia, walaupun ada rahasia yang ia sembunyikan. Adikku menderita sebuah penyakit yang bernama Creutzfeldt Jakob: Penyakit ini merupakan
gangguan otak yang langka dan fatal. Penyebabnya belum diketahui, gejala paling dini penyakit ini berupa gangguan pada memori, penyakit ini
berkembang dengan cepat disertai dengan entakan otot, lemas pada tangan dan tungkai kaki, penyakit ini menyebabkan kematian. tapi adikku tidak pernah memperlihatkan kepada orang - orang di sekitarnya bahwa dia sedang menderita penyakit keras. Ia tetap menjadi Ikbal yang ceria. Hanya Aku, Ibu, dan seorang teman bernama Andy Rizaldi (Aldy) yang mengetahui tentang penyakit ikbal.
Aldy, teman baik ikbal dari Smp, aldy tahu penyakit ini ketika aku memarahi adikku karena ia memaksakan diri untuk tampil di perpisahan Smp. Saat itu penyakit Ikbal kambuh, tangan ikbal lemas, dan kakinya tak sanggup berdiri. Ikbal pun di bawa ke Uks, saat di UKS aku memarahinya karena ia memaksakan ikut kegitan perpisahan sekolah, saat itu tanpa sengaja Aldy mendengar semua. Tapi Aldy telah berjanji pada Ikbal tidak akan memberitahukan tentang penyakit Ikbal pada siapapun. Dan akan menganggap bahwa ikbal baik - baik saja.
"Aku ga papa kak..."
Kata - kata itulah yang terucap dari bibir adikku ini, dia selalu menganggap dirinya baik - baik saja. Dan dia tidak suka kalau dia diperlakukan seperti orang sakit. Obat yang ia minum setiap hari selalu ia sembunyikan, dan meminumnya secara sembunyi - sembunyi.
*****
Cerita Ikbal;
Ikbal selalu menceritakan tentang hari - hari nya padaku, ia takut lupa akan apa yang telah ia alami. Karena penyakitnya, ikbal sering susah mengingat sesuatu, tapi aku selalu mengingatkannya. Aku sangat kagum pada adikku, ia tidak pernah mengeluh akan penyakitnya, ia juga tetap menjalankan kewajibannya untuk shalat 5 waktu. Walalupun aku tahu setiap ia sujud saat shalat, ia merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya, karena posisi kepala yang dibawah membuat darah mengalir ke kepalanya dan itu membuat kepala ikbal terasa pusing, tapi ikbal tak pernah berhenti untuk shalat. Ia juga selalu membaca Al-Quran, cita - citanya selain jadi penyanyi adalah ingin hafal semua isi al-quran. Impian yang luar biasa, aku selalu membantunya untuk menghafal al-quran. Walaupun ia terkadang suka lupa karena penyakitnya, tapi ia tak pernah menyerah dan selalu melawan menyakitnya itu.
Semua ikbal ceritakan, mulai dari teman - teman nya; Andi Rizaldy (Aldy), Tiara Desti, Dessy Purnama Sari, Ilham Bintang, Langit abraham, Bumi Abraham, Olivia Audry dan masih banyak teman ikbal yang lain. Dari semua temanya, Olivia adalah orang yang paling sering ikbal ceritakan, cerita tentang hobinya main drum, tentang kesukaan olivia dengan burung hantu, tentang panggilan ikbal padanya 'Owllivia', dan olivia memanggil ikbal dengan panggilan 'Ikballang', atau ikbal si belalang, kalau nama ikballang aku tak tahu kenapa olivia memanggil ikbal dengan sebutan itu, ikbal juga tak tahu kenapa. Hanya olivia yang tahu kenapa iya memanggilnya ikballang.
Ikbal dan olivia sering menghabiskan waktu bersama, pada waktu jam istirahat mereka berdua sering makan bersama, saat ada jam pelajaran kosong, mereka sering bernanyi- nyanyi di dalam kelas. Saat ikbal bercerita tentang olivia, aku melihat kebahagian dimatanya.
Aku masih ingat waktu ikbal bercerita tentang Aldy yang menyatakan cintanya pada olivia, tapi olivia menolaknya. Lalu aku menyuruh ikbal untuk mengutarakan perasaannya pada olivia, tapi ia hanya terdiam.
Pernah satu hari ia juga mendapat surat cinta dari Tiara, tiara menyukai ikbal, tapi hati ikbal hanya untuk olivia. Ikbal pun menolak Tiara dengan baik, dan Tiara pun mengerti, mereka pun tetap menjadi sahabat baik.
Ikbal juga pernah bercerita tentang kedua temannya yang bernama Dessy dan Ilham yang pacaran. Ikbal bercerita kalau ia pernah tanpa sengaja melihat ilham mencium dessy. Dan dari yang aku lihat, mungkin adikku ini juga ingin merasakan indahnya cinta di usia remaja..
Harry potter, ikbal sangat menyukai film ini, ia pernah bercerita bahwa ia ingin punya Batu bertuah seperti di film Harry Potter, supaya apabila ia meninggal dunia, ia bisa hidup kembali. Aku juga berharap kalau batu itu benar-benar ada.
Kalau ada satu hal yang paling ditakutkan Ikbal didunia ini, itu adalah Hantu. Ya, adikku itu takut dengan hal-hal mistis. Pernah satu kali saat ia ulang tahun yang ke 16 pada saat kelas 2, teman-temannya di eskul paduan suara mengerjai Ikbal dengan memakai kostum pocong, kunti, dan hantu-hantu lain, saat itu Ikbal ketakutan setengah mati, bahkan sempat marah pada Langit, karena ia lah yang punya ide untuk menakut-nakuti Ikbal.
Terakhir, saat Ikbal berulang tahun ke 17 tahun kemarin, teman-temannya datang ke rumah, kebetulan beberapa minggu yang lalu penyakitnya sedang kambuh, tapi Ikbal bilang pada teman-temannya kalau ia hanya sakit meriang biasa. Teman-temannya, olivia, dessy, aldy, tiara, dan teman teman paduan suaranya seperti Langit, Billy, dan lain-lain datang menjenguk dan mebawakan kue ulang tahun dan hadiah. Ikbal sangat bahagia sekali saat itu. Setelah teman-temannya pulang ia bercerita bahwa ia sangat senang, dan bertanya padaku apakah tahun depan ia masih akan merasakan ulang tahun, aku pun sedih mendengar itu. Ikbal mendapatkan banyak hadiah, ibu memberikan sebuah alquran kecil untuk ikbal, supaya ikbal bisa mencapai cita-cita nya yaitu hafal alquran. Dan aku memberikan sebuah buku, buku penyemangat, agar Ikbal bisa terus bersemangat menjalani hidupnya. Olivia memberikan sebuah ipod, yang didalamnya sudah terisi lagu favorit mereka berdua seperti lagu Jason Mraz, Bruno Mars, Owl City, Justin Bieber, grayson, dll. juga foto - foto kenangan mereka bersama teman- temannya, foto saat eksul di paduan suara, foto saat mereka berkemah di Cibodas, dan foto - foto lainnya.
*****
Nyanyi, adalah hobi dan impian adikku, ikbal memiliki bakat menyanyi dari kecil. Dan ia bermimpi menjadi seorang penyanyi, oleh karena itu ia mengikuti ekstra kulikuler Paduan suara.
sudah hampir 3tahun ikbal mengikuti eskul paduan suara, dan ia sangat senang sekali saat tahu bahwa ia dan teman-temannya akan mengikuti perlombaan paduan suara se-jakarta. Ia dan teman-temannya sibuk latihan untuk perlombaan, walaupun konsentrasinya terpecah karena ia juga harus belajar extra untuk Ujian Nasional. setelah mengikuti tahap seleksi, sekolah ikbal pun masuk ke 10 besar, dan masuk babak final.
Kemarin, adalah hari yang paling Ikbal tunggu, ia terlihat tegang, aku dan ibu pun ikut menonton final paduan suara se-jakarta ini. Saat itu ikbal terlihat sangat pucat, aku dan ibu menyuruh ikbal untuk tidak ikut tampil, tapi ikbal tetap bersihkeras untuk ikut tampil. Lalu ikbal pun tampil dengan teman-temanya. Penampilan ikbal sangat mengagumkan, apalagi Saat bagian ikbal menyanyi solo. Tepuk tangan penononton sangat ramai. Setelah penampilan selesai, aku pun pergi kebelakang panggung untuk menyelamati ikbal dan teman-temannya. Lalu aku sangat terkejut saat sampai di belakang panggung, karena ikbal pingsan.
Aku dan ibu langsung membawa ikbal ke ke rumah sakit, tapi nyawa adikku tidak bisa diselamatkan lagi, Aku dan ibu sangat sedih. Ditempat lain sekolah ikbal menjadi juara satu lomba paduan suara se-jakarta. Lalu tak lama olivia, Langit, dan teman teman nya datang dengan membawa piala kemenangannya. Ikbal sudah tak bisa memegang piala kebanggannya itu, tapi aku yakin ia bisa merasakan kebahagian itu, dan aku juga yakin ikbal tahu betapa aku dan ibu sangat bangga padanya.
Sebelum ikbal menghembuskan nafas terakhirnya, ia sempat sadar, lalu ia melafalkan beberapa surat - surat pendek alquran. Aku dan ibu menangis, aku yakin ikbal telah hafal alquran, di nafas terakhirnya kalimat yang terucap adalah ayat - ayat alquran.
*****
Sekarang adikku Ikbal telah tiada di usianya yang ke 17tahun,, tak ada lagi senyumnya, nyanyiannya, cerita tentang harinya, cerita tentang Olivia, cerita tentang impiannya. Aku merasa Tuhan tak adil, aku kehilangan seorang ayah 5 tahun lalu, dan sekarang aku kehilangan seorang adik yang sangat aku sayangi. Ibu, aku yakin kita tetap bisa berjuang bersama melanjutkan hidup. Ikbal mungkin sudah tidak ada di dunia, tapi dia akan selalu ada di hati kita...
"Kak iman, tolong kasih surat yang ada di laci kamar ikbal pada olivia..."
Beberapa hari lalu sebelum final lomba paduan suara, ikbal sempat memintaku untuk memberikan surat pada olivia. Ikbal menyebutku dengan 'ka Iman', biasanya ia hanya memanggilku 'kak'. Tapi entah kenapa hari itu ia memanggilku 'kak iman'. Ia tersenyum bahagia saat meminta tolong padaku. Lalu aku bertanya pada ikbal kapan aku harus memberikan surat itu pada olivia, dan ia menjawab bahwa surat itu diberikan pada saat final lomba paduan suara selesai.
Dan Hari ini sehari setelah perlombaan, sehari setelah kepergian adikku, aku memberikan surat ini pada olivia, tangan olivia berdarah. saat kutanya tangannya kenapa ia hanya menjawab terjatuh saat perjalanan pulang lalu keserempet motor, tapi ia bilang tak apa -apa. aku yakin ia tak bohong. ia masih tampak sedih karena kehilangan ikbal. aku tahu ia adalah gadis kuat. setidaknya itulah yang aku tahu dari ikbal...
Dan ini adalah isi dari surat ikbal untuk olivia:
______________________________________________________
Dear, Owllivia...
Ini mungkin saatnya mengucapkan kata - kata perpisahan liv,
Tapi aku bukan orang yang pintar merangkai kata - kata,
Aku hanya ingin berterima kasih,
Terima kasih Karena kamu telah mewarnai hari - hariku.
Kamu membuatku lupa akan kematian,
Lupa akan kesakitan,
dan mengubahnya menjadi sebuah senyuman.
Kamu menunjukan indahnya dunia,
Membuat hidupku lebih berarti,
Membuat nafas ini tak terbuang sia - sia.
Ingin rasanya terus bersamamu,
Bernyanyi di koridor, menari di lapangan, Berlari...
Makan di kantin, hujan - hujanan, Tertawa....
Tapi mungkin tuhan punya rencana yang lebih indah.
Liv, aku hanya ingin kamu tahu, aku mencintaimu.
Sebuah kata - kata klasik yang sering kamu dengar.
Sebuah kata yang tidak pernah bisa aku ucapkan.
Orang bilang bilang cinta sejati tak pernah mati.
Walaupun raga ini tiada Cinta akan tetap tumbuh,
DiHatiMu...
Ikbal Ramadhan.
________________________________________________________
Owllivia
Gagas Alf.
(@gaagas Sept 04 2012)
Langganan:
Postingan (Atom)







