Minggu, November 04, 2012

cerpen; As a good Friend (Sebagai Teman Baik)


Bel sekolah berbunyi sangat keras semua siswa dan siswi SMA PELITA berkumpul di lapangan untuk mengadakan upacara bendera. Tapi di luar pagar sekolah seorang anak perempuan datang terlambat dan tidak diperbolehkan masuk oleh security sekolah. Dia pun hanya bisa diam dan berdiri di depan pagar menunggu upacara selesai, setelah upacara selesai akhirnya perempuan itu bisa masuk ke sekolah, tapi dengan hukuman karena keterlambatannya, dia harus hormat pada bendera merah putih di lapangan selama satu jam pelajaran. Semua siswa siswi yang hendak kembali ke kelas melihat gadis itu. Begitupun Lucas, gadis ini hanya menutupi mukanya karena malu dilihat oleh lelaki yang sangat ia sukai.

Setelah hukuman selesai gadis yang bernama Laita ini pun kembali ke kelas dengan badan yang bau matahari dan bau keringat. Ia hanya bisa tertunduk malu saat teman teman nya banyak yang menahan tawa. Ia tidak melihat sosok Lucas, ia sangat senang karena Lucas sedang berada di toilet saat ia kembali ke kelas. Laita adalah. gadis biasa yang ceroboh yang selalu menganggap dirinya selalu kena sial, dia menyukai seorang lelaki yang bernama Lucas. Seorang lelaki tampan yang misterius, pendiam, pintar, baik, dan ramah. Banyak perempuan yang juga menyukai lucas. Banyak yang bahkan menyatakan cinta nya pada Lucas tapi lucas selalu menolaknya dengan baik. Selalu terpikir di benak laita untuk melakukan hal yang sama, tapi ia tidak memiliki keberanian yang besar, rasa takutnya mengalahkan pikirannya. Jangankan untuk menyatakan cinta pada lucas, untuk mengobrol dengan lucas aja dia tidak berani, menyapa nya pun membuat laita sangat gugup. Bahkan ia tidak yakin
apakah lucas mengetahui namanya atau tidak. Kalau pun ia mengenalnya pasti hal yang buruk yang ia ingat, seperti hukumannya hari ini.

Saat Lucas kembali ia melihat ke arah Laita, dan sedikit tersenyum. Apakah senyuman itu senyuman ejekan seperti teman - teman nya yang lain?. Lucas sangat jarang tersenyum dan senyuman lucas barusan membuat Laita malu dan juga senang melihat lelaki yang ia sukai tersenyum kepadanya. Dari pertama ia mengenal Lucas, baru saat ini lucas tersenyum kepadanya.

Pelajaran terus berlanjut dan semakin padat, Laita dan semua teman sekelasnya sedang bersiap untuk menghadapi Ujian Akhir Nasional, dan itu berarti sebentar lagi ia akan berpisah dengan lelaki yang sangat ia sayangi sejak kelas Satu, saat pertama kali ia melihat matanya, ia langsung jatuh cinta, tapi ia tidak memiliki keberanian untuk mengutarankan isi hati nya. Bahkan laita hanya bisa melihat pujaan hati dari kejauhan dan tak memiliki keberanian untuk mendekati Lucas. Ia hanya bisa memperhatikan nya dari kejauhan. Setiap jam istirahat ia selalu pergi ke perpustakaan hanya untuk melihatnya membaca buku. Ia tahu buku apa saja yang suka lucas baca, makanan apa yang lucas suka, dan warna apa yang lucas suka.

Laita hanya siswi biasa, bukan siswi populer atau siswi cantik dan pintar. Laita siswi biasa yang tidak cantik, tapi juga tidak jelek. Sedikit ceroboh apalagi kalau dekat dengan Lucas, ia akan salah tingkah. Setiap kali melihat Lucas ia hanya bisa berdoa semoga ia bisa menjadi orang yang sangat spesial untuk lucas.

Pelajaran terakhir hari ini adalah pelajaran Bahasa inggris, pelajaran yang sangat laita tidak suka. Dan di akhir pelajaran Pak Alief guru bahasa inggris memberikan tugas kelompok yakni membuat sebuah wawancara kepada turis atau orang berkewarganegaraan asing, pak Alief membebaskan untuk menetukan kelompok nya yang terdiri dari 2 orang, lalu mendadak kelas menjadi ramai, semua orang mencari pasangan masing - masing. Banyak yang mengajak Lucas untuk menjadi pasangan mereka. Lalu pak Alief memutuskan untuk menentukan pasangan - pasangan kelompoknya. Lalu ia mengeluarkan absensi, dan ia mulai menyebutkan nama nama pasangan kelompoknya. Sampai ia mendengar bahwa ia berpasangan dengan lucas dalam tugas wawancara ini. Lalu Lucas menengok ke belakang dan melihat ke arah nya dan tersenyum. Kali ini ia sangat sangat senang, 2 kali ia mendapat senyuman dari lelaki impiannya, dan ia akan bekerja sama dengan lucas dalam tugas ini.

Keesokan harinya saat jam istirahat setelah ia jajan di kantin, ia pergi ke perpustakaan untuk melihat lucas, tapi ia tidak ada di kursi yang biasa ia duduki. Lalu ia kaget saat. mendengar suara dari belakang badan nya.

"Heyy... Sory lu ngalangin buku yang mau gw ambil."
"Emm... Ehh... Maaff... "
"Iya, ga papa. Oh ya, lu punya waktu kosong kapan?"
"Heem??.. "
"Tugas kita harus selesai 2 minggu lagi."
"Mmm... Kapan aja"
"Ya udah kalo hari Minggu gimana?"
"Mmm... Iya"

Lalu ia pergi ke kursi seperti biasa dan membaca buku yang baru saja ia ambil. Laita sangat senang sekali, ternyata ia mengenal dirinya, dan hari minggu ini ia akan pergi mengerjakan tugas dengan nya. Saat lucas berbicara padanya laita sangat gugup, dan tak berani melihat ke arah matanya.

Hari yang ditunggu tunggu pun datang, setelah kemarin Lucas telah menentukan tempat untuk bertemu. Laita datang 30 menitlevih awal dari waktu yang ditentukan. Mereka berdua berjanjian bertemu di salah satu Panti Asuhan dan rumah perwatan untuk anak-anak dalam pengobatan. Ya, lucas mempunyai ide yang berbeda dengan kebanyakan teman sekelas yang mungkin melakukan wawancara di tempat pariwisata yang terdapat cukup banyak turis, lalu mewawancarainya. Tapi tidak dengan lucas, ia lebih memilih untuk mewawancarai tenaga sukarelawan asing yang bekerja tanpa di bayar untuk menyumbangkan tenaga nya untuk membantu sesama manusia. Dan inilah yang semakin membuat Laita Jatuh cinta.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, Lucas pun datang dengan kemeja Putih kotak-kotak dan celana jins nya, terlihat menjadi lebih dewasa. Lalu mereka pun melakukan wawancara dengan beberapa orang asing yang bekerja disana. Lucas lebih dominan melakukan wawancara, menanyakan alasan mengapa mereka mau bekerja di Panti asuhan dan merawat anak-anak yang sedang sakit. Sedangkan Laita hanya semakin mengagumi lelaki yang sekarang ada di hadapan nya. Dia hanya menulis apa yang ditanyakan oleh Lucas. Matahari pun semakin terik, wawancarapun telah selesai.

"Jam 2. "
"Apa?"
"Iya sekarang jam 2, dan gw belom makan. Lu laper ga ta?
"Ehh... Iya"
"Ya udah kita makan dulu"

Hati Laita sangat bahagia, bisa makan bersama orang yang sangat ia sayangi.. Mereka pergi ke sebuah Cafe.

"Mau pesen apa?" Tanya lucas
"Mmm...."
"Bakwan? Ga ada disini.." Tanya lucas tuba-tiba
"Hah??... Ko tau gw suka bakwan" bingung
"Iya lah, tukang bakwan disekolah aja tahu nama lu."
"Hah?.. Emang iya??"
"Haha... Engga, becanda."

Laita masih bingung mengapa Lucas tahu makanan kesukaan nya. Laita diantar pulang Lucas dengan Motor nya. Laita sangat senang hari ini karena telah banyak menghabiskan waktu bersama Lucas.

Hari-hari selanjutnya ia habiskan seperti biasa, belajar, istirahat, ke perpustakaan untuk melihat lucas, pelajaran tambahan, dan lain-lain. Tugas nya dengan lucas pun sudah selesai ia kerjakan dengan baik. Dan mendapatkan nilai terbaik di kelas. Saat jam pelajaran telah usai Lucas di panggil ke ruang BP, Laita bingung, ada apa dengan lucas, ruang bp identik dengan anak - anak nakal yang perlu di beri arahan. Laita pun mencari tahu ada apa dengan lucas, sampai akhirnya ia mendengar kabar dari teman nya bahwa lucas di panggil guru bp karena diduga melakukan pelecehan sexual terhadap salah satu murid populer yang bernama Luna. Setelah menunggu 2jam lucas pun keluar dari raung bp, lalu Laita buru buru bersembunyi di balik pohon besar yang berada di depan sekolah.

Kelas menjadi ramai tidak seperti biasanya yang sepi, semua anak membicarakan tentang Lucas. Laita semakin sedih mendengar gosip yang belum tentu kebenarannya itu. Ia percaya bahwa lucas tidak mungkin melakukan hal bejat seperti itu. Hari ini lucas tidak ada di kelas ia sudah berada di ruang kepala sekolah dengan luna. Lalu pa Alief memanggil Laita untuk ikut dengannya ke ruang kepala sekolah. Di dalam ruangan itu sudah ada lucas, luna, dan beberapa guru. Lalu pak kepala sekolah langsung menanyakan sesuatu pada laita. Ia bertanya apakah ia pergi dengan lucas pada hari minggu kemarin dari pagi sampai sore. Lalu laita menjawab iya. Luna tampak kaget dan menunduk. Pak kepala sekolah lalu bertanya lagi apakah ia berkata benar . Dan laita pun berkata kalau dia memang sedang tidak berbohong.

Lucas dan laita lalu pergi keluar ruangan, sedangkan luna masih di dalam ruangan dengan beberapa guru yang lain.

"Makasih ta..."
"Emm... Iya... Ehh... Buat apa ya?..."
"Lu udah bilang jujur." (Lucas tersenyum)

Lucas bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi pada laita, bahwa Luna menuduhnya melakukan hal hal yang merugikannya seperti menyentuh bagian bagian vital nya, menciumnya, dan hendak memperkosanya di sekolah pada hari minggu di sekolah, padahal hari itu ia tidak ada di sekolah tapi pergi ke panti asuhan dengan laita. Luna sangat cinta atau mungkin terobsesi pada lucas, luna sudah menyatakan cinta nya 2 kali pada lucas, tapi ia selalu ditolaknya, mungkin ini adalah salah satu trik nya untuk mendapatkan lucas.

Jam istirahat, lucas pergi ke perpustakaan dan laita pun ikut dengannya. Saat tiba tiba semua siswa heboh lari ke arah toilet perempuan, laita dan lucas pun ikut melihat apa yang sedang terjadi, ternyata ada luna disana dengan tangan nya yang berdarah dan tangisan kesakitannya, ia berteriak menangis mungkin saat ia hendak mengiris tangannya dengan cutternya ia mengirisnya dengan ragu ragu hanya kulit bagian luarnya saja yang berdarah tidak sampai uratnya putus. Lalu teman temannya membawanya ke ruang uks untuk mendapatkan pertolongan. lucas hanya diam tak sepatah kata terucap dari mulutnya. Laita pun hanya diam, ia tak berani menanyakan kedaan ini.

Keesokan harinya luna tak masuk sekolah, pada jam pelajaran ke 2, lucas di panggil ke ruang BP, disana sudah ada Orang tua Luna yang meminta lucas untuk bisa menjadi pacarnya luna, luna masih sangat tertekan, ia sakit hati, dan pikiran nya sedang terganggu, orang tua luna berharap lucas bisa menjadi penyemangat hidup luna, apalagi sekarang luna akan menghadapi Ujian Nasional. Lucas bingung dan meminta beberapa hari untuk berpikir.

Lucas keluar dari ruang bp, dan sekarang sudah jam istirahat, lalu ia pergi ke perpustakaan untuk mencari laita, dan laita pun ada di perpustakaan menunggu lucas. Lucas pun meceritakan apa yang terjadi.

"Gw harus gmn ta?" Tanya Lucas
"Mmm... Lo sndiri gimana?, lu suka ama luna?"
"Engga." Lucas menggelengkan kepala
"Tapi, apa lo bisa klo pura-pura? Cuman buat luna baikan"
"Terus, nanti gw putusin gitu?"
"Mmm... Klo mnurut gw, lu ga harus jadian ama luna, tapi lu bisa jadi sahabat yang perhatian sama luna, jadi lu gak mesti putusin luna. Tapi lu juga bisa ngebuat luna lebih bersemangat. Bntar lagi kan ujian."
"Tapi gua gak mau ngeliat lu sedih"
"Sedih kenapa?" Tanya Laita
"Gua tau lu suka merhatiin gua kan?, lu suka ada di perpustakaan pas gua lagi di perpustakaan, lu juga suka liatin gua kalo gua lagi di depan kelas. Iya kan??... Lu suka ama gua ya taa??.."

Muka laita berubah menjadi memerah, dan laita hanya tertunduk. Pikiran bervampur aduk, ternyata Lucas sadar kalau ia sering memprhatikan Lucas. Laita tak sanggup mengeluarkan suaranya.

"Taa... Lu ga papa??... Tenang bukan lu doang kok yang suka merhatiin gua, gua juga suka merhatiin lu. Gua tau lu suka makan bakwan, suka baca novel romantis, bahkan semua novel yang pernah lu baca, gua bela-belain beli novelnya biar tau apa yang lu baca. Taa... Gua sayang ama lu"

Seperti tersabar petir di siang hari yang terik, Laita kaget mendengar perkataan Lucas. Ia bingung sekarang...

"Lu juga sayang ma gua kan taa??"...

Tanpa banyak berpikir Laita menganggukan kepalanya. Lalu Lucas pun memeluk Laita. Mereka berdua terlihat sangat bahagia.

"Jadi kita pacaran nih sekarang? Gua seneng banget taa..."
"Tapi... Gw harap, kita jangan bilang - bilang dulu ama temen ya. Gw ga enak ama Luna."
"Maksudnya Backstreet?, tapi ga papa ko... Gua ngerti ta.."

Laita dan Lucas menjadi kekasih. Beberapa hari berikutnya luna sudah masuk sekolah, ia sekarang lebih bersemangat, selalu belajar bersama lucas di perpustakaan, selalu bersama, tertawa. Dan laita juga ikut bahagia melihat teman nya kembali bersemangat untuk bersekolah, ia takut kalau luna menjadi salah pergaulan karena lucas. Walaupun ia cemburu melihat pacarnya selalu bersama orang lain.

Beberapa minggu berlalu. Luna kembali menjadi Luna yang dulu. Laita dan Lucas pun tetap menjadi sepasang kekasih yang bahagia, mereka selalu menghabiskan waktu bersama, walaupun di sekolah ia harus mejaga jarak dengan Lucas. Tapi walaupun mereka berusaha menyembunyikan hubungan mereka, tapi akhirnya teman-teman di sekolah mengetahui hubungan mereka, begitupun Luna.

"Lucas, lu pacaran ama Laita?" Tanya Luna dengan sedih.
"Enggak, dia cuman teman baik gua. Sama kayak lu. Lu juga temen baik gua." Jawab Lucas berbohong.
"Are you sure?.."
"Yaa..."
"I love you lucas." tiba-tiba luna mngetakan hal itu
"Sory lun, gua cuman nganggap lu jadi temen ajah, temen baik."
"Just As a friend??"
"As a good friend"

Ujian akhir Nasional hari ini. Semua siswa kelas tiga sudah datang pagi ini, begitupun Lucas dan Laita. Tapi tidak dengan Luna. Luna tidak masuk sekolah untuk mengikuti Ujian. Sampai akhirnya diketahui bahwa Luna sudah Tiada. Luna meninggal dunia karena bunuh Diri, dia memamakan racun serangga. Lucas yang mengetahui itu merasa sangat bersalah.

"Ini salah gua taa... Kemarin lusa Luna nembak gua lagi, tapi gua nolak dia." Cerita Lucas pada Laita.
"Ini bukan salah lu ko. Ini udah takdir" hibur Laita

Setelah Ujian, Lucas datang ke rumah duka tanpa mengajak Laita. Laita datang dengan teman-temannya. Kedatangan lucas ditahan oleh ibu Laita, sambil menangis ia melarang Lucas masuk ke ruangan tempat peti laita berada. Ia tidak ingin ada keributan didalam, dimana ayah dan kakaknya berada, kalau mereka tahu orang yang menyebabkan Luna meninggal ada di hadapan mereka mungkin akan ada keributan. Tapi lucas ingin melakukan pemghormatan terakhir untuk Luna, ia pun memaksa masuk.

"Pergi!!..." Bentak kakak Luna saat Lucas memasuki Ruangan
"Kamu, pulang. Jangan disini" dorong ayah Luna
"Ijinin aku buat ngasih penghormatan ter akhir om" pinta Lucas sambil meneteskan air matanya.

Ayah dan kakaknya luna diam, dan di tenangkan oleh ibu Luna. Orang oramg yang berada di dalam ruangan terlihat panik, lalu Lucas pun mendekat ke arah Peti dimana Luna tertidur untuk selamanya disana.

"Maafkan aku Lun.... Maaff... " "Aku cinta kamu..."

Setelah mengucapkan permintaan maaf di depan jenazah luna, Lucas pun pergi. Disana ada Laita pacarnya, tapi ia tidak memperdulikannya. Laita mengejar Lucas, tapi Lucas sangat cepat berlalu.

Ujian hari kedua, Laita dan Lucas mengerjakannya dengan tidak konsentrasi. Dan di sekolah mereka tidak salinmg bicara, saat Laita mendekat Lucas berusaha menjauh. Sampaii Ujian hari terakhir, mereka masih belum berbicara. Lalu setelah Ujian pelajaran terakhir sudah selesai Laita pun bertanya pada Lucas.

"Aku ngerti lu masih sedih... Tapi jangan berlarut - larut begini. Ini bukan salah lu, jangan terus-terusan nyalahin diri sendiri."
"Taa... Kita putus."
"Hmm?... Putus?.."
"Aku akan semakin merasa bersalah kalau terus bersama kamu." Jelas Lucas.
"..." Laita hanya terdiam
"Maafin gua taa.." Lanjut Lucas lalu pergi.

-selesai-




_______________________
As a good Friend
Gagas Alf.
(@gaagas July 20 2012)

Tidak ada komentar: