Minggu, Januari 20, 2013

cerpen; " a singer Story"






Julia, seorang penyanyi wanita yang sangat cantik, dia berumur 38 tahun, usia yang sudah tidak muda untuk seorang penyanyi kelas restaurant, tapi kecantikan parasnya tidak menunjukan umurnya yang sudah matang dia terlihat seperti wanita lajang berumur 20 tahunan, padahal dia adalah seorang single mother yang sangat tangguh. Ya, dia adalah seorang ibu, ibuku, ibu yang sangat menyayangi keluarganya. Dengan pekerjaannya sebagai penyanyi dia mengorbankan banyak hal untuk anaknya, dengan hanya seorang diri dia membesarkanku sampai sekarang. Ayah? Aku tak pernah mengenal sosok ayah, aku tidak pernah lagi menanyakan soal ayah, karena itu akan membuat ibuku sedih. Dulu Aku selalu sedih setiap melihat orang lain yang memiliki keluarga yang utuh.

Di Setiap perpisahan kelulusan sekolah aku selalu melihat teman teman ditemani dengan ayah dan ibunya. Pada Sekolah dasar aku hanya ditemani ibu. Begitupun di saat perpisahan SMP. Sekarang pun aku hanya ditemani
ibu. Tapi sekarang aku sudah beranjak dewasa, aku tidak lagi sedih melihat orang lain dengan ayah dan ibunya, sekarang aku sangat bersyukur, aku masih memiliki seorang ibu yang paling baik, paling cantik, dan paling segalanya. Aku sangat menyayangi ibuku, aku selalu ingat dia selalu bangun pagi untuk memasak makanan untuk aku sarapan, padahal ia baru pulang menyanyi jam 1 atau 2 pagi.

Hari ini adalah hari kelulusan ku, aku senang bisa membuat bangga ibuku, aku lulus dengan nilai terbaik, aku mendapat peringkat ke 3 di sekolahku. Dan itu membuat ibu ku bangga, aku senang bisa membahagiakan ibuku. hari ini berlalu dengan sangat cepat, aku harus meninggalkan masa remajaku, berpisah dengan teman teman yang tak akan terlupakan. Dan yang paling membuat aku sedih adalah berpisah dengan seorang gadis yang bernama Anissa. Gadis cantik yang sangat aku sayangi selama ini, tapi aku belum pernah sekali pun menyatakan cinta padanya. Dia adalah malaikat tanpa sayap yang sangat baik, cantik, pintar dan sempurna di mataku. Anissa akan melanjutkan sekolah nya di Bandung, dan itu berarti dia akan menghilang dalam kehidupanku. Padahal aku berharap bisa selalu bersamanya dan bisa mengungkapkan isi hatiku kepadanya.

Aku cukup beruntung bisa mendapatkan beasiswa di universitas negri jakarta, tapi aku juga sedih karena tidak bisa bekerja untuk membantu ibuku. Sebelumnya aku berniat untuk tidak melanjutkan sekolahku, tapi ibuku memaksaku untuk ikut SMPTN beberapa minggu lalu dan setelah tes ini itu akhirnya aku mendapatkan beasiswa sepenuhnya untuk bisa kuliah di Universitas Negri Jakarta. Sebenarnya aku ingin sekali kuliah di bandung bersama Anissa, tapi aku tidak mungkin meninggalkan ibuku disini.

*****

Hari ini adalah hari pertama ku Kuliah, banyak hal baru yang aku temui, teman baru, suasana baru, pelajaran baru, dan hal hal lain yang baru. Aku sedih karena semalam ibu ku tak pulang ke rumah, aku sangat khawatir, tapi ini bukan pertama kalinya ibuku tak pulang ke rumah. Aku sebenarnya percaya pada ibuku, bahwa ia bisa menjaga dirinya dan tidak mungkin melakukan. Hal-hal yang tidak baik. Tapi telingaku selalu saja panas mendengar omongan tetangga yang bilang kalau ibuku adalah seorang penyanyi panggilan yang bisa dipakai pria hidung belang.

Saat aku pulang kuliah ibu sudah ada di rumah dengan seorang lelaki yang tak kukenal, setelah melihat aku pulang, pria itupun langsung pergi dengan mobil mewahnya. Aku hanya berlalu
."Gan... Afgan..." Panggil ibuku.

Tapi aku pura - pura tak mendengarnya. apakah pria itu pacar ibuku?, kalau ia, kenapa ia langsung pergi saat melihatku?, aku tidak keberatan ibuku memiliki suami lagi, aku akan sangat bahagia bila ibuku bahagia. Hanya saja aku masih merasa sedih bila mendengar omongan orang lain, sejak kecil aku disebut anak haram. Tapi aku lebih suka dibilang anak yatim, karena bagiku ayah telah mati.

*****

Ibu, aku sangat menyayangimu, tak mengapa kalau kau telah menemukan seseorang yang membuat mu bahagia. Tapi yang membuat aku sedih adalah omongan orang lain yang menyebut bahwa pria yang bersama ibuku adalah pria beristri dan mempunyai anak. Aku pun langsung menanyakan hal itu pada ibuku, tapi belum sempat aku menanyakannya, aku melihat ibuku menangis
."Kenapa mah, ... Ada apa?" Tanyaku melihat ibu yang sedang menangis.
"Anton, dia pergi." Jawab ibuku sambil menangis.
"Anton yang sering ke sini. " Tanyaku.Ibuku mengangguk
'Sudahlah mah, memang dia bukan orang yang tepat buat mamah" kataku menenangkan.Tangisan ibu semakin keras,...
"Sudahlah mah... "


Tangisan ibuku semakin menjadi, air mata nya terus saja bercucuran, aku hanya bisa memeluknya dan menenangkannya.
"Maafkan mamah,.." Kata ibuku tiba-tiba masih dengan tangisannya
"Sudahlah mah, ga perlu minta maa
"Mamah sudah melakukannya lagi"
"Lagi?, maksud mamah?" Tanyaku bingung
"Mamah melakukan kesalahan yang sama 2 kali dengan orang yang sama." Jelas ibuku

Aku tidak mengerti dengan apa yang sedang di bicarakan oleh ibuku ini, dia hanya menangis, air matanya belum habis untuk menangisi seseorang yang tidak ku kenal.

"Mamah hamil" kata ibuku lalu tangisannya semakin keras
"Hamil?, mamah bilang kesalahan yang sama, dengan orang yang sama, jadi maksud mamah..." Kata ku kaget,
"Iyah.." Angguk ibuku masih menangis
"Jadi orang itu, orang yang bernama Anton itu..."
"Ayahmu Gan.." Kata ibuku pelan.

Aku sangat kaget mendengar hali ini, orang yang aku lihat selama ini adalah ayahku, ayah yang ku benci, dan sekarang semakin aku benci. Bagaimana bisa dia tega membiarkanku dan ibuku menderita selama bertahun tahun, dan sekarang akan ada orang yang akan menderita sepertiku, janin di dalam rahim ibuku nanti akan merasakan hal yang sama denganku. Aku tidak mau anak itu menderita sama sepertiku. Aku ingin mencari ayahku, bukan untuk memukulnya, bukan untuk memakinya, tapi hanya ingin bertanya, Kenapa....

Kenapa dia melakukan semua ini. Air mat ibuku sudah habis, wajah ibu semakin pucat, ibuku berkata, orang bernama anton ini pergi ke Luar negri, pergi ke Argentina. Dia baru saja bercerai dengan istrinya di Indonesia, lalu ia pergi ke Argentina tanpa memberitahukannya, ibuku tahu dari mantan istrinya. Aku tidak bisa bertanya Kenapa pada ayahku, tapi aku bisa bertanya pada ibuku, lalu ibu menjawab ia melakukannya karena Cinta, ya, kata ibuku ia hanya mencintai Ayahku, begitupun ayahku. Tapi kalau memang benar dia mencintai ibuku kenapa ia meninggalkannya, dan menikah dengan orang lain.

Bingung aku menhadapi ini semua, ibuku mulai berpikir untuk mengugurkan calon adikku itu, kondisi ibu semakin turun, ibu sakit. Saat ku tak sanggup menghadapi ini semua, aku melihat seorang gadis yang aku sayangi, tapi gadis itu berlinang air mata, Ia berlari kecil tanpa melihatku, akupun bingung, apa yang membuatnya menangis, saat aku mengikutinya aku melihat bendera kuning. Ayah Anisa meninggal dunia. Tuhan, kenapa Kau memberikan ku cobaan yang berat.

*****

Perut ibuku semakin besar, aku sudah berbicara dengan anisa, dia sudah tahu keadaan ibuku, anisa sudah keluar kuliah, dan memutuskan untuk bekerja di salah satu perusahaan kecil. Aku semakin nyaman berada di dekatnya, akupun tak bisa menahan perasaan ini.

"Nis, terima kasih."
"Untuk apa gan?" Tanyanya
"Kamu selalu ada untuk ku, aku ...." Kataku gugup
"Kamu mau nembak aku? " Tanya anisa sambil tersenyum kecil.
"Mhmm.. Iya nis, aku sayang sama kamu."
"Aku juga, dari dulu. " Katanya

Aku mungkin tahu kalau dia menyayangiku juga, tapi aku tidak yakin waktu itu, dan baru sekarang aku mengungkapkannya. Dan aku senang sekali hari ini. anisa membantuku untuk menjaga ibuku, ibuku juga terlihat lebih senang. Adikku sudah berusia 3 bulan dalm kandungan sekarang, orang - orang masih belum
tahu ibuku mengandung. Aku masih berusaha mencari ayahku dan ayah adikku yang bernama Anton.

anisa dan aku pun pergi ke rumah mantan istri ayahku, dan darinya aku mengetahui alamat ayahku di argentina. Dari alamta itu aku mencari nomor teleponnya. Lewat teman ku yang jago internet, aku bisa mendapatkan nomor telepon ayahku di argentina. Aku pun langsnung menghubunginya.

Aku hanya bertanya kenapa, dan dia jawab tak tahu. Ya, di tidak tahu keadaan sebenarnya. Dia tak pernah tahu bahwa aku adalah anaknya, ayahku sangat mencintai ibuku, tapi ia dijodohkan dengan wanita lain. Dan meninggalkan ibuku, dia bilang kalau saja dia tahu bahwa saat itu ibuku sedang mengandung diriku, dia pasti akan menikahi ibuku.

"Pa, aku hanya ingin memberitahukan bahwa, mamahku Julia sedang mengandung 3 bulan." Kata ku.
"Apa?.. Kau bercanda aku sangat senang sekali." Katanya

Dia berjanji akan menikahi ibuku. Dia juga meminta maaf atas semua yang terjadi padaku. Aku juga sudah memaafkannya. Anisa langsung memberitahukan semua itu pada ibuku, ibu menangis kembali, tapi bukan karena sedih, tapi karena bahagia, aku langsung memberikan telepon pada ibuku, dan aku melihat senyuman saat ibuku mendengar suara orang yang ia cintai lewat telepon.

Aku bersyukur semua masalah yang menghampiriku bisa saya lewati. Aku mendapat banyak anugrah, sebelumnya aku hanya punya ibu. Sekarang aku akan memiliki ayah, dan adik. Dan yang membuat aku bahagia, aku memiliki seorang wanita paling baik paling cantik paling segalanya, dia adalah anisa.

-tamat-

_______________________
A Singer Story
Gagas Alf.
(@gaagas April 20 2012)

cerpen; "manusia bersayap"

Tuhan terima kasih, kau mungkin tak mengirimkanku Malaikat untuk membantu semua masalahku. Tapi, Kau mengirimkan seorang manusia bersayap. Sayap yang mungkin hanya aku yang bisa melihatnya. Sayap yang baru ku lihat sekarang ini. Dia adalah manusia seperti Malaikat bersayap, dia selalu menjaga dan melindungiku. Dia membuat ku mengerti akan arti hidup.

Hari ini aku mengerti, sesungguhnya tuhan sudah mengirimku Seorang malaikat, tapi selama ini aku tak menyadarinya. Saat pertama bertemu dengannya, dia selalu membantuku, membantu mengerjakan tugas Dosen, mengantarkan ku Pulang, memberi ku perhatian. Aku tahu orang ini menyayangiku, tapi aku hanya mempermainkannya. Orang ini bernama Rian.

Aku baru terbangun dari tempat tidur di sebuah kamar rumah sakit, kepalaku masih pusing karena obat bius. Tapi aku langsung mengingat suamiku Rian. Aku baru saja menjalani sebuah operasi pencangkokan Ginjal. Dan suamiku mendonorkan Ginjalnya padalu. Air mata ku bercucuran melihat suamiku belum tersadar dari tempat tidurnya. Aku selalu saja merasa berdosa padanya, aku selalu membuatnya kecewa, selalu mengkhianatinya, menyakitinya,... Tapi dia tak pernah marah, benci, atau meninggalkanku.

Dosa pertamaku pada suamiku adalah, aku selingkuh dengan lelaki lain, saat aku menerima pernyataan cinta nya, aku masih memiliki hubungan denga seorang lelaki. Lalu petaka pun datang saat aku baru 2bulan pacaran dengan Rian, aku mengandung, tapi bukan rian yang menghamiliku. Rian sangat mengharga aku, dia tidak pernah melakukan hubungan suami istri. Aku telah hamil 3 bulan saat itu, dan aku hamil oleh seseorang yang sangat aku sukai, pria tampan, kaya, tpi tidak bertanggung jawab. Dia pergi jauh entah kemana saat dia tahu aku hamil. Aku bingung, lalu aku cerita semua ini pada Rian. Dan tanpa pikir panjang Rian mau menikahiku.

Tanpa kusadari aku sangat menyusahkan Rian, saat persiapan pernikahan aku banyak meminta ini dan itu. Aku meminta mas kawin yang besar, aku tak tahu beyapa Rian dan keluarganya kesusahan mencari biaya. Aku juga tidak pernah tahu betapa tertekannya Rian dengan kondisi ini. Tak ada satu orang pun yang tahu bahwa bayi yang ku kandug ini adalah bukan anak dari Rian. Tapi Rian mengakuinya sebagai anaknya. Aku juga tidak pernah tahu betapa repot nya dia mengurusi pernikahan saat itu.

Pernikahan pun berlangsung cukup meriah, walaupun fisikku sudah terlihat tidak seperti biasa, perutku mulai terlihat membesar. Aku harusnya merasa bahagia saat itu, tapi entah kenapa aku tidak merasa bahigia. Rian hanya seorang pegawai negri rendahan. Dan aku malah merasa menderita hidup miskin dengan Rian, aku semakin manja dengan kehamilanku saat itu.

Mengapa aku baru sadar sekarang tuhan, kenapa saat itu aku tidak bersyukur, memiliki seorang suami yang rela melakukan apapun untukku. Malah aku selalu menyianyiakannya. Akus elelau meras kurang, tapi kalu aku berpikir lagi, semua yang di beikan suamiku adalah sudah lebih dari cukup. Bayi kecil ku pun lahir kedunia ini, lalu Aku pun melakukan hal bodoh untuk kedua kalinya, aku melakukan hubungan dengan seorang pria tampan yang selalu memberikan ku materi, dia selalu memberikan ku perhiasan, baju, sepatu, tas yang mewah. Dan saat itu aku di butakan oleh harta.

Tanpa sadar aku menyia - nyiak dua orang sekarang, suami dan anakku. Akupun melakukan hal bodoh yang sama. Aku berhubungan suami istri dengan selingkuhanku. Suamiku pun mengetahuinya, tapi dia tidak menceraikanku. Ia selalu ingat perkataan ibuku, bahwa kita harus selalu bersama, jang berpisah. Tapi entah kenapa aku masih belum tersadar juga bahwa aku menyianyiakan 2 malaikat. Suami dan anakku. Rian sangat menyayangi anakku.

Suatu hari aku sakit, suamiku merawatku dengan baik,. Tapi rasa sakit semakin menjadi, suamikupun membawaku ke rumah sakit, sampai akhirnya aku tahu bahwa ada virus di rahimku yang mengharuskan rahimku dinagkat. Aku sangat sedih, dan meyalahkan suamiku. Tapi aku tidak sadar bahwa penyakit itu bukanlah dari suamiku tapi dari selingkuhanku yang sering bergonta ganyi pasangan. Suamiku tidak meninggalkanku, aku malah semakin melakukan hal buruk pada suamiku, aku berpikir bahwa semua ini adalah salahnya. Tapi dia tidak pernah meninggalkanku. Dan selalu menjagaku. Dia selalu meminta maaf atas apa yang tidak dia lakukan. Dia juga selalu meminta maaf karena tidak bisa membahagiakanku dengan materi yang berlimpah. Tapi sebenarnya bahagia bukan karena hanya mteri. Tapi juga karena kebersamaan, perhatian, kasih sayang.

Peringatan tuhan tidak aku sadari, sampai akhirnya tuhan mengingatkanku lagi, aku diberikan penyakit ginjal, ginjal aku rusak dan harus menerima donor ginjal untuk bisa menyelamatkan nyawaku. Dan dengan sukarela suamiku mendonorkan ginjalnya padaku.

Setelah banyak kesalahan yang aku perbuat, dan banyak peringatan yang aku terima, aku baru sadar hari ini. Hari dimana aku terbangun dari operasi transpalasi ginjal. Tersadar saat melihat suamiku rian tertidur, aku takut dia tak terbangun lagi. Aku takut aku tidak bisa mengucapkan maaf dan mengucapkan kata terima kasih atas semua hal yang dia lakukan. Aku melihat sebuah tasbih di samping suamiku yang sedang menutupkan matanya. Aku juga melihat sayapnya yang lemah. Tuhan, kenapa aku baru melihat sayap itu sekarang. Padahalk sayap itu telah ada dari pertama kali aku melihatnya. kenapa sayap itu terlihat saat aku tak yakin akan melihat sayap itu lagi atau tidak.


-tamat-


__________________________________
Manusia Bersayap
Gagas Alf.
(@gaagas Mey 01 2012)