"Meoonggg... Hhrkkii Meong, ngeeoongg,... " Tanya si Gayo.
"Ngoongg.. Hhrrkkk... Eong.. Keong meeunongg" Jawab Aji.
"Ngong?.." Tanya Gayo memastikan.
Gayo dan Aji sedang berbincang, gayo adalah kucing jantan, dan aji adalah kucing betina. Di cerita ini kamu akan bisa mengerti bahasa kucing.
"Ji, si Pokki mana? Gak ikut nongkrong,..." Tanya Gayo
"Mm... Si Pokki mah lagi minum susu, and makan makanan kaleng" jawab Aji
"Serius?" Tanya Gayo memastikan.
Pokki kucing peliharan seorang manusia bernama Dewi, Pokki sangat disayang oleh majikannya itu. Dewi selalu memberi makan Pokki dengan makanan kucing kaleng dan juga memberi minum susu. Tapi semua kehidupan Pokki berubah mulai hari ini.
"Pokki, pokki, pokki... Puuss..." Teriak Dewi mencari kucing kesayangannya itu.
"Pokki udah mama buang" jawab mama Dewi tiba-tiba.
"Apa?, di buang kemana?," teriak Dewi kaget mendengar itu.
"Ke Pasar." Jawab mama Dewi ketus.
"Ke pasar?" Lalu Dewi pun menangis.
"Wi, kamu itu udah gede, kamu belum kerja, malah ngurusin kucing aja kerjaannya. Mama mau kamu kerja dulu, kalau kamu udah kerja, kamu boleh melihara kucing. Kalo kamu kerja, kamu bisa ngasih makan, minum kucing kamu pake uang kamu sendiri" jelas mama dewi panjang lebar.
Di Pasar, Pokki memulai petualangannya. Pokki sangat panik saat dia berada dalam Karung, dia tidak bisa melihat apapun, dia tidak bisa menghapal jalan untuk kembali pulang. Saat karung di buka, yang ia lihat ibu majikannya meninggalkannya di keramaian pasar. Yang ia lihat banyak manusia yang hilir mudik, dan juga banyak kucing dengan bulu yang lusuh dan bau, beda dengan dirinya yang punya bulu yang lembut karena dia sering di bawa ke salon sama majikannya.
Langit sudah gelap, perut kucing ini sudah terasa lapar dari siang tadi, tapi ia tak mendapatkan makanan yang biasa ia makan, yang ia lihat hanya makanan yang kotor dan menjijikan. Ia teringat temannya Gayo yang selalu ia hina karena Gayo suka makanan sisa. Dan sekarang dia berada di posisinya Gayo, jadi kucing tanpa majikan. Dia bingung, perutnya lapar, yang ada di depannya hanya ada ikan asin yang sudah jelek bentuknya. Karena dia sangat lapar akhirnya Pokki memakan makanan itu.
"Mm nyam, nyam, nyam" "mm... Wahh... Ini enak banget!"
Lalu tiba-tiba dibelakang Pokki datang seekor kucing hitam, kucing ini adalah kucing penghuni pasar. Kucing ini bernama Bleki 16.
"Ehhemm... Siapa lu? Ngapain lu di tempat gue?" Tanya Bleki16 tiba-tiba.
"Pokki! Gua lagi makan." Jawab Pokki kaget
"Pokki? Haa kayak nama betina ajah!, enak ikan asinnya? Pasti lu baru dibuang yah?" Tanya Bleky16
"ini enak banggeett! Iyah, ehh... Ko lu tau gua baru dibuang?" Tanya Pokki heran.
"Ya ialah gue tau, cuman lu kucing kampung jantan yang bulu nya wangi, trus cara lu makan itu aneh! Lu pasti belum pernah makan ikan asin sebelumnya kan."
"Iyah.. Ehh, sory nama lu siapa?"
"Gue Bleki16"
"Enambelas??" Tanya Pokki bingung
"Iyah, soalnya nama Bleki disini banyak, kucing di sini banyak kucing item kayak gue. Kalo ada kucing item pasti namanya bleki. Dan gue kucing item ke enambelas disini."
"Oohhh...l ohya, gua bolehkan tinggal disini? Sementra ajah..."
"Bolehlah! Sementara?... Emang lu mau balik lagi ke rumah majikan lu?"
"Iyah! Nanti pasti teman - teman gua si Aji ama si Gayo nyariin gua"
Ditempat lain Aji dan Gayo panik mendengar bahwa Pokki dibuang ke pasar. Mereka pun langsung mencari Pokki ke pasar.
"Dibuang?? Kemana?? Kok bisa??" Tanya Gayo
"Ke Pasar yo! Kita cari ya... Sekarang..." Jawab Aji panik.
"Bukannya si Pokki disayang banget ama majikannya?"
"Bu Laras mamanya Dewi yang buang. Lu taukan kerjaanya Dewi cuman ngurusin si Pokki, tiap hari minta duit buat makan, minum susu, salon, ama vitaminnya si Pokki." Jelas Aji.
Aji dan Gayo pun mencari Pokki ke Pasar. Seharian mereka berdua dibantu oleh teman temannya Gayo untuk mencari Pokki. Tapi pencariannya sia-sia. Sampai larut malam pun mereka belum menemukan jejak Pokki.
"Ji, udah malem, lu pulang ajah, tar sisa makanan warung bu Lilis keburu dibuang." Suruh Gayo
"Tapi Pokki belum ketemu yoo.. Dia kan gak punya banyak temen, temennya cuman kita doang" jawab Aji.
"Tenang, sekarang lu pulang ajah! Ga baik kucing betina berkeliaran malem-malem gini" perintah Gayo.
*****
Hari pun berganti, Pokki mulai membiasakan diri hidup di Pasar ini. Bleki16 sangat membantu Pokki untuk membiasakan diri, Bleki16 juga sering mambantu mencari makan.
"Kii, sekarang kita nyari Tikus!"
"Tikus? Wah pasti enak, gue belum pernah makan Tikus sebelumnya" jawab Pokki polos
"Apaah??... Sumpah demi apa lu?" Tanya Bleki16 gak percaya
Bleki16 pun dengan mudah mendapakan seekor tikus, lalu mereka berdua pun makan tikus itu bersama-sama. Ada perasaan aneh yang Pokki rasakan ketika dia makan berasam kucing betina yang satu ini.
"Mm... Ini enak banget, lebih enak dari makanan kaleng, ama ikan asin kemaren. Kayaknya gua harus belajar ama lu bleki!" Kata Pokki sambil memakan tikus itu.
"Iyah, nanti gue ajarin" jawab Bleki16
Di sudut pasar yang lain Aji dan Gayo masih mencari Pokki. Tapi pasar ini sangat besar, sulit bagi Aji dan Gayo mencari seekor kucing. Malam pun berlalu. Gayo dan Aji pulang. Aji pulang ke Warung bu Lilis , warung tempat dia tinggal. Sedangkan gayo tinggal di sebuah rumah mewah yang hanya di huni oleh seorang bernama Karyo.
Malam ini Bleki16 mengajarkannya berburu tikus pada Pokki. Dan akhirnya Pokki berhasil mendapatkan seekor anak tikus kecil. Dan pokki sangat senang sekali. lalu Pokki pun memakan tikus itu dengan lahap. Setelah ia makan, Ia melihat Bleki16 terlihat sangat cantik, dan sexy. Naluri keJantanan Pokki pun timbul, dan akhirnya dia melakukan 'KAWIN' dengan Bleki16, betina yang baru 2 hari ia kenal. Dan ini adalah pertama kali pokki melakukannya. Ia bingung mengapa ia melakukannya. Padahal betina yang ia cintai selama ini adalah Aji. Aji adalah cinta pertamanya.
*****
Satu Minggu sudah Pokki berada di Pasar ini. Dia sudah terbiasa dengan kehidupan barunya. Dan sudah 2 kali dia Kawin dengan Bleki16. Dan siang ini pun ia melakukannya untuk ke 3 kalinya. Saat dia sedang Kawin dengan Bleki16. Tiba-tiba datang seekor kucing dibelakang.
"Pokki... Lu ngapain disinih ama betina murahan ini?"Teriak Aji tiba-tiba.
"Aji..." Kata pokki kaget
"Apa lu bilang? Murahan? Siapa yang murahan?" Bentak Bleki16
Aji dan Bleki16 pun bertengkar hebat. Saling teriak, saling cakar, dan saling mendorong. Lalu tiba- tiba...
BBHYYYYYUUURRRRR!!!!!!!!!!!!!
Seorang manusia menyiram kedua kucing yang sedang bertengkar itu. Bleki16 pun lari meninggalkan Aji, Pokki, dan Gayo. Pokki hendak menyusul bleki16 tapi di tahan oleh Aji. Aji dan Pokki pun bertengkar. Gayo yang juga ada di tempat itu hanya bisa terdiam melihat kedua temannya bertengkar. Ia patah hati melihat ini semua. Gayo sangat mencintai Aji. Tapi sekarang ia tahu mengapa Aji selalu menolaknya, karena Aji mencintai Pokki. Itu terlihat dari reaksi Aji sekarang. Aji menangis, dan kecewa pada Pokki.
"Kenapa kamu jadi begini pokk??, aku nyari kamu terus seminggu ini , tapi kamu malah seneng - seneng ama betina murahan." Tanya aji sambil menangis.
"Dia bukan kucing murahan. Dia baik. Dia banyak ngajarin aku jadi kucing yang sebenarnya" jawab pokki.
"Tapi aku cinta sama kamu pokk..."
Aji pun lalu pergi sambil menangis. Pokki sekarang bingung. Siapa yang harus ia kejar. Cinta pertamabya Aji atau cinta terakhirnya Bleki16. Dan cinta terakhirnya lah yang ia pilih, Pokki mengejar bleki16. Gayo yang melihat itu lalu mengejar pokki, dia ingin sekali menghajar Pokki karena telah menyakiti betina yang sangat ia cintai. Lalu mereka berdua kaget melihat keramain orang orang yang sedang melihat seekor kucing yang terlindas mobil. Dan kucing itu adalah Bleki16. Pokki sangat syhokk... dia pun menangis. Bleki16 di kubur oleh seorang warga di sekitar pasar.
"Udah pokk... Lu harus ikhlas" kata gayo
"Kenapa dia harus pergi secepat ini. " Tanya pokki
"Sekarang lu harus pulang. Lu tau ga, sekarang dewi udah kerja. Dia terus ajah nyari-nyari lu." Usul gayo
Pokki pun kembali ke rumah dewi. Dewi sangat senang kucing kesayangannya kembali. Sedangkan Aji yang mengetahui pokki kembali sangat senang. Tapi dia juga sedih mendengar Bleki16 sudah tiada, ia juga merasa sangat bersalah.
"Maafin aku pokk..."
"Iya.. Ini bukan salah kamu." Jawab pokki pelan.
"Kita tetep temenan kan?.." Tanya aji
"Iya lah... Iya gak yo?.." Tanya pokki pada gayo
"Iyallaahh... Kita kan temen sejati. Teman selamanya" jawab gayo
"Aji" kata gayo
"Pokki" kata aji
"Gayo!" Kata pokki
"Yeaayy" seru mereka bertiga...
-tamat-
__________________________________
ajipokkigayo
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 20 2012)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar