Minggu, November 25, 2012

Cerpen; "Balada sebuah STNK"


"Antrian nomor 210 sampai 220"
"Bapak Haji Dadang rahmat"

Orang - orang sibuk dengan kepntingannya. Sangat panas ruangan ini. Sebuah Gedung Samsat di Cianjur. Semua orang menunggu giliran di panggil. Sedangkan saya tak tahu menunggu apa. Cerita berawal dari hilangnya STNK saya. Sudah 1 tahun Stnk saya hilang dan saya sudah kesana - kesini:

⇒Ke samsat (cek fisik, bayar 50rb + 20 rb bwt yg nggesekny, setelah cek fisik haris nunggu 1bulan baru bisa d proses, buat balik lagi k samsat )
⇒ ke polisi (nyiapin persyaratan , surat kehilangan, bap, surat tilang, surat kecelakaan, surat jalan , dan lain2, tar d kasih tau ama polisinya ... Biaya mah seridona ngasih)
⇒ ke media (koran, harus ada iklan d koran klo stnk kta emang ilang. Biaya nya tergantung koran nya, ga mahal ko)
⇒ ke lising ( salah satu prsyaratan nya tuh bpkb asli, jd harus ke lising ny bwt pnjm bpkb asli, dan di anter k samsatnya sama orang lising ny, tapi ngantri, jdi harus nunggu orang lissing ny.)
⇒ ke samsat. (Stlah dpt tlpon dr org lissing , pas giliran kita, kita ke samsatnya bareng ama orang lissing ny, bwt bwa bpkb asli. Laliu daftar buat stnk baru... Biaya)



Berkas - berkas Yang harus disiapkan:
•surat cek fisik dr samsat
•surat tanda kehilangan dr polisi
•Bap dr polisi
•Surat tilang polisi
•Surat kecelakaan polisi
•berkas lain dr polisi ( tar d kasih tau ma polisinya)
•Iklan d koran (bukti bahwa stnk hilang)
•Bpkb asli
•ktp asli


Tips:
☀buat yg gak mau ribet, mnding nyewa jasa pembuat stnk (biaya relatif mahal, tp praktis)
☀klo mau ngurus sendiri, harus semangat kesana kemari
☀buat motor yg msih kredit seperti saya, harus sabar, karena bpkb asli kita masih d lissing, jd proses pndaftaran stnk baru ny agak lama, coz antri, yg ilang tuh banyak, dan orang lissing nya cmn bbrapa org yg ngurusin kehilangan.
☀klo males masang iklan d koran, dan g tau gmna caranya, mnta bntuan ke polisi ajah, jd pas ngurusin surat2 polisi, sekalian d bantuin buat masang iklan s koran)
☀proses d polisi nya lama, harus banyak sabar
☀d polisi gak boleh pake clana pendek dan sendal, harus clana pnjang n sepatu (yg sopan)
☀klo pas nunggu giliran bwt d orang lising ny k samsat nya lama, pilih jalur altrnatif, ke agen pmbuat stnk yg udah krja sama ama lising, jd kta lngsung d anter ama org agen lissing tsb, tp kta harus bayar ke agen tsb. (Klo saya kan pke lising otopart, agen nya tuh abs)
☀karena proses pembuatan stnk nya lama, pastikan anda memegang potokopi bpkb (mnta dri lising), surat kahilangan dri polisi, jdi pas ada rajia polisi bilang ajh klo stnk kta ilang ,

Semua sudah saya lengkapi tapi orang lising tidak membantu saya. Setelah motor lunas saya pun pergi ke samsat. 2minggu yang lalu saya pergi ke Samsat dan menyerahkan semua persyaratan dan BPKB asli dan KTP asli. Pak polisi yang jaga di Samsat bilang kalau saya tinggal meniggalkan no telepon saya lalu nanti 1 minggu lagi di hubungi. Dan kenyataannya sampai sekarang tepat 2 minggu , tak ada telpon ataw sms sekali pun pada saya. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk datang kembali ke samsat untuk menanyakan semua ini.

"Permisi pa, saya mau menanyakan STNK saya, 2 minggu lalu saya sudah meyerahkan semua berkas nya. Katanya 1mingguan di hubungi. Tapi sampai sekarang belum dihubungi. " Jelas saya
"Bisa lihat nomor Resi nya?" Tanya petugas Samsat
"Saya tidak di kasih apa-apa pak. Saya cuman di suruh mebinggalkan nomor telepon. Katanya nanti dihubungi, tapi sampai 2 minggu gak ada kabarnya." Jelas saya yang kebingungan.
"Kamu ngasihnya pada pak siapa?" Tanya petugas itu
"Saya tidak tahu namanya pa. Yang jelas pake seragam polisi." Jawab saya.
"Nomor polisinya berapa?" Tanya pak polisi.

Karena saya tidak tahu nomor plat motor sendiri, saya pun pergi ke parkiran lalu menulis nomornya.

"Nomornya, F 4019 YN pa." Jawab saya setelah nmelihat keuar.
"Ya sudah tunggu saja dulu." Perintah petugas itu.

TV yang sedang menyiarkan sebuah acara Gosip sama sekali tidak ada yang menontonnya, suara tV kalah sama dengan petugas yang memanggil orang - orang. Kalah dengan suara-suara orang yang sedang berbicara ini - itu. 1 1/2 berlalu. Lalu saya kembali menanyakan lagi ke pada petugas yang tadi.

"Pa, gimana, apakah berkas berkas saya sudah ada?" Tanya saya
"Sebentar ya, saya bereskan dulu STNK yang sudah pada beres ini." Jawab petugas berusaha untuk ramah, walaupun tidak sesuai dengan wajahnya yang lelah.

Jam menunjukan jam 12 siang. Sangat melelahkan, panas, ramai, dan sumpek. Mana bau kaki lagi, mungkin ada orang ynag membuka sepatunya, membuat ruangan yang sesak ini bau oleh kakinya.

Karena saya lelah say memutuskan untuk minum duylu, minum Pocari Sweat. Pas saya lihat ke loket yang di atasnya bertuliskan PENDAFTARAN PENGESAHAN 1 TAHUN 5TAHUN R4 itu ada sebuah ackrilik beruliskan ISTIRAHAT. Haduh... Bagaimana nasib saya selanjutnya. Saya sangat membutuhkan KTP saya. Saya sudah merencanakan Pernikahan dengan seorang wanita, tanpa KTP, apa yang bisa saya lakukan?. Untuk menikah pastinya dibutuhkan KTP. Dan yang bisa saya lakukan hanya terdiam, sambil memainkan Hp saya yang terlihat semakin Membosankan.

Tulisan Istirahat sudah tidak ada, petugas yang tadi telah kembali. Tapi masih sibuk dengan entah apa. Saya hanya bisa menunggu, waktu menunjukan pukul 1 siang sekarang. Ruangan ini sekarang semakin sesak. Badan ini serasa tidak sanggup menunggu lebih lama. Serasa akan roboh badan ini. Seorang wanita memberiku semangat ia adala calon istriuku, ia memberikan beberapa nama untuk bisa membantuku. Tapi saya pikir itu sama saja akan membuatnya lebih pusing. Saya hanya menunggu.

Setelah tidak ada kepastian tentang stnk saya, saya pun memutuskan pulang. Saya salah dalam prosedure nya. Harusnya saya tidak menyerahkan dokumen begitu saja.

****

Hari berganti, saya hanya berdoa, semoga pak Polisi yang saya kasih berkas - berkas saya segera menghubungi saya. Dan akhirnya setelah saya berdoa, akhir nya ada sms:

Slmt pagi,pengajuan duplikat stnk sdh brs,silahkn dtng ke kntr samsat untuk proses selanjutnya

Saya lansung datang ke Samsat, padahal hari ini saya lagi di rumah calon mertua saya. dan pas saya sampai, saya harus menunggu lagi. Haduh.... Jam menunjukan pukul 12:30. Hari ini hari Kamis. Kondisi disini tidak seperti saat saya menanyakan stnk saya, kursi - kursi banyak yang kosong, tidak ada orang yang memanggil - manggil nomor antrian. Tidak ada orang yang mengantri. Dan seperti biasa jam segini adalah jam ISTRAHAT. Menunggu lagi saya seprtu kemarin.

Tik tok, jam 13:00. Tanda istirahat sudah tidak ada. Menunggu, dan menunggu. Kejadian beberapa hri lalu seperti terulang kembali, bedanya hanya sekarang ada secercah harapan agar stnk saya bisa selesai.

13:30 akhirnya nama saya di panggil dan di suruh memberikan uang.

"Delapan ratus tujuh puluh selmbilan ribu rupiah" kata pak polisi itu.

Saya pun langsung membayarkan sejumlah uang tersebut. Dan disuruh menunggu lagi.

"Duduk dulu saja" kata pak polisi gendut itu.

Menunggu dan menunggu. Memang harus sabar berurusan dengan pihak berwajib ini. Harus punya hati yang sabar dan kuat. Karena kita akan banyak menunggu. Saya membaca sebuah tulisan di dalam gedung samsat ini.

Standar waktu pelayanan stnk:
Pengesahan. Stnk : 30 menit
Perpanjangan stnk: 60 menit
Cek fisik : 15 menit
Cetak tnkb : 20 menit.

Kami memang. Belum sempurna tetapi kami selalu berusaha. Insya allah bersama kita 'bisa'

Itu standar nya, tapi kenyataannya bisa 2 kali lipat waktu terzebut, atau bisa lebih cepat. Tergantung. Kita bisa lebih lama kalau kita awam soal beginian, tapi bisa juga cepat apabila kamu mempunyai kenalan di Samsatnya. Banyak yang kecewa atas pelayanan ini. Tapi sekali lagi saya hanya bisa bersabar.

Setelah lama menunggu akhirnya nama saya di panggil juga. Lalu saya di beri stnk baru dengan nomor polisi baru : F 4979 WB.

Akhirnya perjuangan say berakhir di sini. Tapi masih ada yang mengganjal hati, BPKB asli saya belum ada di tangan, baru ktp asli saja yang di berikan pada saya. BPKB asli saya harus di ambil di POLRES cianjur sekitar 1 bulan lgi. Huduuh.....

End.


__________________________________
Balada Sebuah STNK
Gagas Alf.
(@gaagas Nov. 12 2012)

Sabtu, November 24, 2012

Cerpen; Cloud Monster (Monster Awan)

"Monster Awan"





Pada jaman dahulu kala hiduplah seorang anak kecil berumur 10
tahun, anak itu bernama Balle. Balle adalah anak bandel yang selalu
membantah orang tuanya. Pada sore hari yang mendung Balle di suruh
ibunya untuk pulang kerumah, tapi balle tidak mau pulang, balle lebih
memilih bermain di luar sambil menunggu hujan.

"Balle... Pulang nak, sudah sore, lihat awannya mendung. Jangan lah
kau hujan-hujanan lagi"

Perkataan sang ibu tidak balle dengar, balle berlarian kesana
kemari menghindari ibunya yang mengejarnya, dan bersembunyi di semak -
semak. Ibu Balle pun pulang ke rumah karena terlalu capek nengejar
anaknya yang nakal.

Balle melihat ke langit, langit masih belum hujan. Lalu tiba - tiba
sekumpulan awan menyatu menjadi gumpalan awan besar, gumpalan awan
besar itu membentuk sebuah wajah seram dengan mulut terbuka, gumpalan
seperti monster itu mendekat pada Balle. Balle pun ketakutan dan
berlari kencang kerena di kejar oleh monster awan itu. Monster awan
itu sangat besar, mulut terbuka lebar hendak memakan balle yang sedang
berlari. Balle berteriak kencang, tapi tak ada satu orang pun yang
menolongnya. Lalu balle terjatuh, dan akhirnya balle pun dimakan
monster awan itu.

"Aaaaaaakkhh... " Teriak balle.

Setelah balle dimakan oleh monster itu, balle sekarang berada di
sebuah tempat yang gelap dan penuh kabut. Balle bingung sekarang dia
sedang berada dimana.

"Dimana ini? Apakah ini perut monster awan tadi?" Pikir balle yang kebingungan.

Balle pun mencari jalan keluar untuk bisa pulang kerumah, tapi tak
ada jalan keluar, yang dilihatnya hanya sebuah tempat yang luas
sekali, tempat yang seperti taman putih, karena semua yang terlihat
hanya putih. Saat balle mencari jalan keluar ia melihat dua anak kecil
yang sedang bertengkar. Lalu balle pun menghapiri ke dua anak itu, dan
berusaha melerainya. Tapi saat balle hendak melerainya, balle di tahan
oleh Kurcaci kecil.

"Beperhepentipi! Japangapan kapau pipisapahkapan kepedupuapa apanapak
ipitupu!" .
(Berhenti! Jangan kau pisahkan jedua anak itu) Bentak kurcaci kecil itu.

"Hah? Kamu bilang apa? Siapa kamu?" Tanya balle bingung dengan bahasa
yang d gunakan peri awan.

"Apakupu Kupurcapacipi apawapan. Napamapakupu Lawan!"
(Aku kurcaci awan, namaku LAWAN) Jawab kurcaci bernama Lawan.

Balle bingung apa yang d ucapkan peri awan itu, bahasa yang di
pakai peri awan sangat aneh.

"ooh, nama kamu Lawan?" Tanya balle.

"Ipi yapa."
(Iya) Jawabnya.

Akhirnya dua orang yang berkelahi pun berhenti karena kelelahan.
Kurcaci Lawan pun pergi, lalu Balle bertanya pada mereka kenapa mereka
bertengkar.

"Dia mau mengambil makanan ku!" Kata anak kecil pertama.

"Tidak, Lawan bilang aku boleh memakannya." Bela anak kecil kedua.

"Memangnya kamu mengerti Lawan bilang apa?" Tanya balle bingung.

"Mengerti lah aku sudah lama berada disisni, nanti kamu juga akan
mengerti bahasa awaan." Jelas anak kecil pertama.

"Kalian siapa? Kenapa kalian bisa berada di tempat ini?" Tanya balle.

"Aku Stian, aku dimakan Monster ini. Sekarang kita berada di dalam
perut nya." Jelas Stian.

"Aku Rizk, kamu siapa? Pasti kamu baru di makan monster ini ya?" Jelas Rizk.

"Aku Balle... Bagaimana kita bisa keluar dari tempat ini?" Tanya balle.


Mereka pun berbincang, Stian menjelaskan bahwa di perut awan ini
ada 2 kurcaci yang bernama kurcaci Lawan dan Kurcaci Kawan. Mereka
berdua sudah lama berada di perut monster awan ini. Rizk lalu juga
menjelaskan cara untuk keluar dari perut awan ini.

"Kata Kawan kita harus menunggu sampai banjir datang, dan kita harus
memegang payung, sambil berjanji" jelas Rizk.

"Berjanji? berjanji apa? Lalu kapan banjir itu datang?" Tanya Balle

"Kita harus berjanji kita tidak akan nakal dan akan berbuat baik pada
semua orang. Banjir itu akan datang beberapa hari lagi." Jawab RIzk.

"Tapi kata Lawan kita harus tetap di sini, saat banjir datang, Lawan
sudah memberi ku pelampung supaya aku tidak tenggelam. " Kata Stian
tiba - tiba.

"Lalu kamu percaya pada siapa?" Tanya Balle.

"Aku tak tahu aku bingung" jawab Stian.

"Kalau aku percaya pada Kawan." Jawab Rizk.


Balle bingung harus percaya pada siapa pada kurcaci Kawan atau
kurcaci Lawan. Perut balle pun sudah terasa lapar, sampai - sampai
perutnya berbunyi. Rizk dan Stian pun tertawa.

"Kamu lapar?... Kamu harus mencari pohon makanan, di sebelah sana"
jelas Rizk sambil menujuk k satu arah.

"Ayo aku antar, aku juga masih lapar." Kata Stian

"Aku juga ikut, tapi kamu jangan ambil makanan ku lagi ya! " Kata Rizk
pada Stian.



Mereka pun tiba di tempat seperti kebun, Di kebun awan ini terdapat
awan yang berbentuk pohon yang berbuah. Bentuk buah buah ini sangat
aneh, tidak seperti buah yang biasa ia lihat.

"Hmm... Enak, ini buah ini rasa semangka!" Kata Balle sambil memakan
makanan awan berwarna merah.

"Ipitupu kaparepenapa kapamupu beperpipikipir bepegipitupu"
(Itu karena kamu berpikir begitu) kata seseorang tiba-tiba.

"Maksudnya? Aku tidak mengerti!" Tanya balle bingung.

"Kata dia Kalau kamu berpikir makanan itu semangka, maka rasanya akan
semangka, kalau kamu berpikir makanan rasa pahit maka akan pahit
rasanya" jelas Rizk.

"Kamu... Kamu kurcaci Kawan?" Tanya Balle

"Ipiyapa, daparipimapanapa kapamupu tapahupu?" .
(Iya, drimana kamu tahu?) Tanya Kurcaci Kawan.

"Katanya, kamu tau darimana?" Jelas Stian.

"Kata mereka disini ada 2 kurcaci, Lawan dan Kawan, aku sudah melihat
kurcaci Lawan, berarti kamu kurcaci Kawan." Jelas Balle.


Balle banyak mengobrol dengan peri Kawan, sambil mepelajari bahasa
Awan. Sampai akhirnya ia mengerti sedikit - sedikit bagaimana bahasa
Awan itu. Iya mengerti bahwa dalam Bahasa awan suku kata nya hanya d
tambahkan huruf 'P' lalu d ikuti huruf vokal suku kata ter sebut.
Seperti ba menjadi bapa, Bi menjadi Bipi, a jadi apa, contoh; AKU : A
dan KU, A-apa KU-kupu jadu AKU adalah ApaKupu


Setelah banyak berceritan tentang tempat aneh ini, ia pun
menanyakan soal jalan keluar dari perut awan ini pada Kawan. Sedangkan
Rizk dan Stian sibuk makan.

"Kawan, bagai mana cara keluar dari sini?" Tanya Balle.

"Kapamupu haparupus sapadapar kepenapapapa kapamupu beperapadapa
dipisipinipi. Moponsepeteper Apawapan hapanyapa mepemapakapan apanapak
- apanapak napakapal."
(Kamu harus sadar, kenapa kamu berada disini. Monster awan hanya
memakan anak anaik nakal) Jelas kurcaci Kawan.

"Aku tidak Nakal." Jawab Balle.

"Bepesopok Lupusapa apakapan apadapa Bapanjipir bepesapar, kapamupu
haparupus mepemepegapang papayupung sapambipil beperjapanjipi
tipidapakk apakapan napakapal lapagipi."
(Besok lusa akan ada banjir besa kamu haru memegang payung sambil
berjanji tidak akan nakal lagi.) Jelas kurcaci Kawan.

"bopohopong, kapamupu haparupus mepemapakapai pepelapampupung sapaapat
bapanjipir dapatapang, dapan japangapan beperjapanjipi apapapapupun,
papayupung apakapan mepembupuapat kapamupu tepenggepelapam dapan
mapatipi."
(Bohoong! , kamu harus memakai pelampung saat banjir datang dan jangan
berjanji apapun, payung akan membuat kamu tenggelam dan Mati) Kata
Kurcaci Lawan tiba - tiba.

"Dimana aku dapat payung dan Pelampung itu?" Tanya Balle.

"Ipinipi"
(Ini!) kurcaci Kawan mengeluarkan payung kecil.

"Japangapan teperipimapa papayupung ipitupu, bapawapalapah
pepelapampupung ipinipii supupapayapa kapamupu tipidapak
tepenggepelapam."
Jangan terima payung itu, bawalah pelampung ini, supaya kamu tidak
tenggelam) Perintah kurcaci Lawan.

"Bawa aja keduanya, aku juga punya dua-duanya!" Teriak Stian.


Balle pun menyimpan kedua barang itu dan menyimpan nya di saku
celananya. Kedua kurcaci kecil yang berbetuk gumpalan awan itu pun
pergi. Tempat mereka berada mulai berwarna Gelap, ini adalah malam
hari di dalam perut monster awan. Karena sudah kenyang dan mulai
ngantuk Balle, Stian, dan Rizk pun Tidur di sebuah Pohon awan yang
berbentuk seperti tempat tidur.

*********

Keesokkan harinya perut monster awan sudah kembali cerah dipenuhi
kabut putih. Ketiga anak ini mengabiskan waktu sambil bermain.
Walaupun kadang mereka bertengkar. Gumpalan awan yang mereka injak
sudah terasa basah.

"Stian, Rizk, lihat tanah awan nya basah, dan mungkin akan banjir
besok." Teriak Balle pada Stian dan Rizk.

"Akhirnya, aku sudah tidak sabar menunggunya. Apa yang akan kau pakai
Balle?" Tanya Rizk

"Entahlah aku bingung." Jawab Balle.

"Lihat, danau itu air nya mulai meningkat!" Teriak Stian menunjuk ke
arah danau awan.


Setelah makan, Balle mencari Kurcaci Kawan dan Lawan. Setelah
berjalan beberapa lama, akhirnya Balle bertemu dengan kurcaci Lawan.

"Supudapah Kapamu puputupuskapan? Bepesopok kapamupu apakapan
mepemapakapai pepelapampupung daparipikupu kapan?"
(Sudah kamu putuskan? Besok kamu akan memakai pelampung dariku kan?)
Tanya kurcaci Lawan.

"Kenapa aku harus memakai pelampungmu?" Tanya Balle

"Copobapa kapamupu pipikipir, apapapakapah papayupung kepecipil
bipisapa mepenyepelapamapatkapan mupu daparipi bapanjipir bepesapar?"
(Coba kamu pikir, apakah payung kecil itu bs menyelamatkan mu dari
banjir besar?) Tanya kurcaci Lawan.


Balle terdiam.

"Bapanjipir bepesapar bepesopok apakapan mepembupunupuh kapalipiapan,
kapalapau kapamupu mepemapakapai pepelapampupung kapamupu apakapan
sepelapamapat."
(Banjir besar besok akan membunuh kalian, kalau kamu memakai
pelampung, kamu akan selamat.) Jelas kurcaci Lawan.

"Lalu bagaimana aku keluar dari tempat ini?" Tanya Balle semakin bingung

"Kapamupu hapanyapa haparupus bepersapabapar, napantipi Moponsepeteper
apawapan apakapan mepengepelupuaparkapan mupu kapalapau supudapah
apadapa apanapak pepenggapantipi kapamupu."
(Kamu hanya harus bersabar, nanti monster awan akan mengeluarkanmu
kalau sudah ada anak pengganti kamu" jelas kurcaci Lawan memastikan.


Suasana di perut monster awan sudah gelap, ini adalah malam disini,
air sudah sampai mata kaki Balle. Balle pun pergi untuk Tidur.

*******

Pagi pun datang, Saat ketiga anak ini terbangun dari tidurnya, air
sudah setinggi lutut mereka. Mereka kebanjiran. Stian mengeluarkan
payungnya. Rizk juga mengeluarkan Payungnya. Sedangkan Balle masih
bingung. Stian dan Rizk berteriak - teriak sambil berjanji untuk tidak
nakal lagi.

"Aku janji tidak akan berkelahi, akan nurut sama mamah papah, tidak
akan menjaili adik lagi, akan rajin." Teriak Stian.

"Aku janji tidak akan nakal lagi, tidak akan berbohong lagi, tidak
akan menyusahkan mamah papah, akan membanggakan mamah papah." Terka
Rizk.

Air semakin meninggi sampai dada mereka, Balle lalu mengeluarkan
Pelampungnya, dan hanya terdiam. air semakin deras dan meninggi, dan
banjir besar ini pun menenggelamkan Stian dan Rizk.

"Kepenapapapa kapamupu mepemapakapai pepelapampupung? "
(Kenapa kamu memakai pelampung itu?) Tanya kurcaci Kawan di atas pohon
awan yang sangat tinggi.

"Bapagupus, lipihapat kepe dupuapa apanapak ipitupu mapatipi
tepenggepelapam, kapamupu apakapan sepelapamapat !!"
(Bagus, lihatlah kedua anak itu mati tenggelam, kamu akan selamat)
teriak kurcaci Lawan yang juga berada di atas pohon Awan.

"Bapanjipir beperipikuputnyapa apakapan lapamapa sepekapalipi dapatapangnyapa."
(Banjir berikutnya akan lama sekali datangnya.) Teriak kurcaci Kawan.


Air pun surut, Balle selamat, dan tetap berada di tempat aneh ini.
Balle binggung, ia sedih melihat Stian dan Rizk tenggelam. Dan ia
berpikir, apakah mereka Mati, atau selamat dari tempat yang penuh
dengan awan ini. Sekarang ia hanya sendiri di tempat ini. Lalu ia pun
menangis dan menyesal sudah tidak mendengarkan ibunya yang menyuruhnya
pulang, kalau saja ia menuruti ibunya, dia tidak akan berada di tempat
ini.

"Kapamupu supudapah mepengepertipi kepenapapap kapamupu beperapadapa
dipisipinipi?"
(Kamu sudah mengerti kenapa kamu berada disini?) Tanya kurcaci Kawan
yang datang menghampirinya.

Balle mengangguk

"Bapanjipir sepelapanjuputnyapa saptupu mipinggupu lapagipi, ipitupu
apakapan sapangapat lapamapa, apapa lapagipi kapamupu hapanyapa
sependipiripi dipisipinipi."
(Banjir selanjutnya satu minggu lagi, itu akan sangat lama, apalagi
kamu hanya sendiri disini) Jelas kurcaci Kawan

"Apa Stian dan Rizk mati tenggelam? " Tanya balle.

"Tipidapak meperepekapa tipidapak mapatipi. Meperepekapa pupulapang
keperupumapahnyapa. Kepenapapapa kapamupu tipidapak mepemapakapai
papayupung daparipi apakupu? "
(Tidak mereka tidak mati, mereka pulang k rumah. Kenapa kamu tidak
memakai payung dari aku?)Tanya kurcaci Kawan.

"Lawan bilang aku harus disini sampai ada yang menggantikan aku. Kalau
aku memakai pelampung aku akan selamat dan tidak tenggelam." Jawab
Balle.

"Sipi Lawan mepemapang japahapat, kapamupu japangapan pepercapayapa
papadapanyapa. mupungkipin dipisipinipi epenapak bipisapa mapakapan
sepepupuapasnapanyapa, bipisapa mapaipin sepeepenapaknyapa, tapapipi
kepehipidupupapanmupu bupukapan dipisipinipi Balle "
(Si lawan emang jahat, kamu jangan percaya padanya, mungkin disini
enak, bs makan sepuasnya, bisa main seenaknya, tapi kehidupan mu bukan
disin ballea.) Jelas kurcaci Kawan.

*******

Hari - hari balle sangat membosankan, walaupun disini balle bisa
main sepuasnya, makan dan minum apa saja yang ia pikirkan tapi balle
merasa sangat kesepian. Saat balle berjalan jalan, lalu balle melihat
seseorang, dan itu adalah Alva.

"Alva!.. " Teriak Balle menghampiri alva.

"Balle, dimana ini, kenapa kamu berada disini?" Tanya Alva kebingungan.


Balle pun mejelaskan pada Alva kenapa mereka berada disini. Lalu
Balle tersadar, dan berpikir. Kalau Alva berada disini, berarti dia
menggantikannya disini, kurcaci Lawan bilang kalau ada anak yang
menggatikannya maka Balle akan kembali ke rumah, tapi Balle masih
berada di perut monster awan ini. Balle pun marah, dan mencari kurcaci
Lawan.

"Lawan, kamu bohong! Kamu bilang aku akan pulang kalau ada anak yang
menggantikan aku" Teriak Balle pada kurcaci Lawan.

"Hmm.. Ipitupu, apanupu, Moponsepeteper apawapan sepedapang sipibupuk,
sepebepentapar lapagipi kapamupu apakapan pupulapang."
(Hmmm... Itu, anu, monster awan sedang sibuk, sebentar lagi kamu akan
pulang) Jawab kurcaci Lawan.


Balle sadar, kurcaci Lawan sudah membohonginya, lalu ia pergi
mencari kurcaci Kawan bersama Alva. Setelah bertemu dengan kurcaci
Kawan, Balle pun meminta payung untuk temannya yang bernama Alva.

"Lawan sudah berbohong. Aku tidak akan percaya lagi padanya." Kata Balle

"Supudapah kupubipilapang kapan Balle, ipinipi Papayupung
upuntupukmupu dapan tepmapan mupu"
(Sudah kubilangkan Balle, ini payung untukmu n temanmu Kata kurcaci
Kawan sambil memberikan payung pada Alva.

"Kawan, kamu bilang hanya anak nakal yang dimakan Monster Awan? Tapi
temanku Alva adalah anak Baik." Tanya Balle.

"Apapapa kapamupu yapakipin Balle?, copobapa tapanyapakapan papadapa
Alva, kepenapapapa dipaapa apadapa dipisipinipi?,"
(Apa kamu yakin Balle? Coba tanya pada Alva, kenapa dia berda disini)
Kata kurcaci Kawan.

"Alva, kamu kan anak baik, kenapa bisa kamu di makan monster awan ini?
Monster awan hanya memakan anak-anak nakal" tanya balle

"Aku selalu membantah ayah ibu ku. Waktu aku dimakan monster awan, aku
lari dari ibuku yang menyuruhku untuk makan. Lalu kapan Banjir akan
datang seperti yang diceritakan Balle tadi?" Tanya Alva.

"Tipigapa haparipi lapagipi. Sapaapat bapanjipir dapatapang kapamupu
haparupus beperjapanjipi apakapan beperupubapah lepebipih bapaipik
dapan tipadapak apakapan napakapal lapagipi. Opooh ipiyapa Balle,
kapamupu jupugapa haparupus mepenjapagapa Alva supupapayapa dipiapaa
tipidapak dipipepengaparupuhipi opolepeh sipi Lawan sepepepertipi
kapamupu dupulupu"
( Tiga hari lagi, saat banjir datang kamu harus berjanji akan berubah
lebih baik n tidak akan nakan lagi, ooh iya Balle, kamu juga harus
menjaga Alva supaya tidak dipengaruhi oleh si Lawan seperti kamu
dulu.) jelas kurcaci Kawan.

"Kamu mengerti dia bicara apa Balle?" Tanya Alva kebingungan


Balle dan Alva mengabiskan waktu bersama, Balle mengajak Alva
mengelilingi perut monster ini, memberitahukan tentang makanan enak
berbetuk buah aneh.

"Ueekk... Gak enak... " Teriak Alva memuntahkan buah Awan.

"Itu karena kamu berpikir buah ini tidak enak, maka rasanya akan tidak
enak, coba pikirkan makanan kesukaan kamu" perintah Balle.

"Baiklah, emmm... Enak! Ini rasa ayam bakar" kata Alva senang.

*******

Hari yang ditunggu pun datang, banjir besar datang, Balle dan Alva
mengeluarkan payung kecil pemberian kurcaci Kawan sambil berjanji;

"Mamah, papah... Maafkan aku, aku janji akan nurut, aku tidak akan
main hujan - hujanan lagi. akan berbuat baik" teriak Balle dengan
sunguh - sungguh.

"Aku menyesal, aku berjanji tidak akan membuat mamah marah lagi." Teriak Alva.


Lalu banjir semakin besar, dan menengelamkan mereka berdua, mereka
lalu tersedot kebawah, lalu mereka berdua terjatuh, mereka keluar dari
awan, bersama air tadi. Mereka pun jatuh kebawah, untung mereka
memegang payung kecil yang berubah menjadi besar, mereka pun turun ke
tanah dengan perlahan karena payung besar yang seperti parasut ini.

Balle dan Alva pun selamat sampai ke tanah, mereka akhirnya sadar,
bahwa selama ini mereka berada di dalam Awan. Dan banjir itu adalah
air hujan, dan air hujan itu yang membawa mereka kembali ke bumi.
Mereka berdua sangat senang. Lalu dari payung besar itu keluar sebuah
Surat yang. Bertuliskan:

-Japadipilapah Apanapak Bapaipik, dapan Sepelapalupu Meperupunipi
peperipintapah oporapang tupuapamu. Kapalapau tipidapak mapakapa
moponsepeteper apawapan apakapan mepemapakapanmupu.-

(-Jadilah Anak Baik, dan Selalu Menuruti perintah kedua Orang Tuamu,
kalau tidak maka Monster Awan akan Memakanmu-)


Balle dan Alva pun kembali kerumahnya masing - masing. Balle sangat
senang lalu memeluk kedua Orang tuanya yang khawatir mencari anak nya
yang hilang ber hari - hari.

"Balle, kemana saja kamu nak?... Ibu dan ayah khawatir" peluk ibu
Balle sambil menangis.
"Maafkan Balle mah, pah, Balle janji akan jadi anak Baik." Jawab Balle.
"Kemana saja kamu? Ayanh mencari kamu kemana - mana" tanya ayah Balle
"balle berada di sebuah tempat yang aneh pah..." Balle pun
menceritakan petualangan nya di Perut Monster awan.


-tamat-


__________________________________
Monster Awan
Gagas Alf.
(@gaagas Nov 10 2012)
gaagas.blogspot.com

Minggu, November 04, 2012

cerpen; " si Teteh "

Tangan nya membentuk segitiga bergerak ke atas dan ke bawah, ke kiri dan ke kanan, berputar putar seperti sedang mencari sesuatu, lalu berlari mendekat ke sebuah sudut, berbicara, tertawa - tawa tanpa ada hal yang lucu. Semua orang yang berada disana merasa aneh dengan tingkah laku karyawan baru ini. Dia bernama Bagas, pemuda aneh yang baru beberapa hari kerja di Hotel Nimyas ini. Hotel bintang 5 di kawasan Puncak Cianjur.

"Kamu ngomong ama siapa Gas?" Tanya Doni teman kerjanya Bagas.
"Tuh, si Teteh, hantu Bule" jawab Bagas polos
"Mana? Gila ya lu?"
"Iyah.." Jawab nya dengan sangat Polos


tulunjuk kanannya bertemu dengan telunjuk kirinya, ibu jari kanannya bertemu dengan ibu jari kirinya, sehingga membentuk segitiga dengan kedua tangannya, Dia menghampiori sebuah dinding, dia tertawa, terus dia berlari membawa sebuah spidol, lalu dia kembali ke dinding tempat tadi dia tertawa, lalu dia menggambar sebuah mata dan hidung.

"Wah beneran gila lu Gas. Ngapain coba lu ngegambar disitu?" Tanya Irfan teman kerja Bagas
"Ngegambar di mukanya si teteh! Haa... Abis mukanya rata sih, cuman ada mulutnya doang!" Jawab Bagas sambil tertawa - tawa
"Teteh? Siapa?" Tanya irfan bingung
"Hantu Bule. Dia bilang namanya Thetehteh gitu deh namanya , makanya aku panggil Teteh ajah!" Jawab Bagas
"Wahh bener nih kata orang-orang, lu tuh punya kelainan. Aneh lu"

Karena ulahnya Bagas mendapat teguran dari atasannya. Dan harus mengecat tembok yang ia gambar. Ia kesal pada hantu yang selalu ia lihat dari kedua tangan yang dibentuk menjadi segitiga. Bagas pun mencari hantu itu, tangannya di bentuk segitga, tapi tak terlihat hantu Bule yang memiliki wajah rata ini. Setelah berkeliling, akhirnya ia bertemu dengan Hantu yang ia panggil si Teteh.

"Gara-gara kamu neh" bentak Bagas
"I took my shoes off, please find my shoes, only you can see me" Jawab si Hantu
"Ngomong apan sih lu?" Bentak Bagas dengan suara pelan
"I don't understand what you are saying. Why do you shout at me?"
"Aku di sebut Orang gila karena liat kamu" jawab Bagas berbisik
"and why do you always laugh when you see me? I know my face is very scary, but why do you laugh when you see my face?"

Suara -suara asing selalu terdengar saat Bagas bekerja. Tapi dia sama sekali tak mengerti. dia pun punya ide untuk menterjemahkan apa yang hantu itu katakan, dan dia pun megajak Irfan. Temannya yang pintar bahasa Inggris.

"Gua kok mau ngebantuin lu ya?" Tanya irfan
"Plis bantuin aku... Aku denger suaranya sih dia ada di sini" jawab Bagas

Ia menyatukan kedua tangannya menjadi segitiga, mencari hantu itu, hantu itu pun datang mengahampiri Bagas dan irfan lalu tiba-tiba... # gedeggbuukk!!!@*$#

"Hahahahahaaaa.... " Bagas pun langsung tertawa Keras.
"Wah gila lu kambuh nih!... Kenapa lu?" Tanya irfan ketakutan melihat Bagas tertawa
"Hahaha... Si teteh jatuh nginjek rambutnya sendiri" jawab Bagas sambil tertawa

Lalu perbincangan dengan hantu itu pun di mulai. Bagas sangat sulit mengucapkan ulang apa yang hantu itu katakan. Irfan pun bingung.

"Dia bilang Help me. Itu artinya dia minta tolongkan? Kamu kok bilang gitu terus sih?. Yang lain! Aku harus bilang apaan fan?" Tanya Bagas
"Dia bisa denger gua gak Gas?" Tanya Irfan
"Bisa"
"Ya udah gua yang nanya. what can I do for you?" Tanya Irfan
"please find my shoes were left behind in the room Two O one" jawab hantu
"pelan pelan teh! Aku susah ngulanginnya."
"please explain slowly" kata irfan pada hantu itu
"please find my High Heels were left behind in the room Two O one" ulang hantu itu dengan pelan
"Dai bilang, Plis pain may sus,... Apa tehh?"

Proses menterjemahkan ini berlansung sangat lama. Sampai akhirnya Bagas mengetahui apa yang di inginkan oleh si Teteh. Hantu itu menginginkan sepasang sepatu yang tertinggal di kamar saat mereka Check out dari Hotel. Dan hantu itu juga menjelaskan kenapa dia meninggal, dia meninggal karena kecelakaan di kawasan Puncak 30 hari yang lalu saat dia hendak kembali ke hotel untuk mengambil sepatu yang tertinggal di kamar 201. Dan hal itu lah yang membuatnya jadi hantu penasaran karena sepatu itu adalah sepatu kesayangan hantu ini. Sepatu ini diberikan oleh suaminya. Dan dia minta sepatu itu di kembalikan pada suaminya yang belum mengetahui kalau dia telah meninggal.

"Duh, gue bingung harus percaya apa kagak. Apa gue ketularan gila kayak lu ya? Lu gak lagi ngarang kan?" Tanya Irfan yang bingung dengan apa yang ia alami.
"Entahlah mungkin dia lelah." Jawab Bagas
"Duh gak nyambung lu! Kayaknya lu emang aneh deh!"

Tanpa menunggu waktu lama, Bagas pun langsung mencari informasi tentang sepatu si Teteh yang tertinggal di kamar 201. Dibantu Lilis pacar Irfan yang bekerja di Receptionist mereka mencari keberadaan sepatu itu. Lilis membuka data tamu yang check in pada tanggal sekitar 1 bulan yang lalu. Tapi tak ada jejak tentang si Teteh.

"Gas, lu ngarang ya soal si teteh itu? Pacar gua udah nyari data soal tamu kamar 201 dari kemarin, tapi gak ada yang namanya tehteh atau siapalah!..".
"Pacar kamu kurang teliti kali fan!"

Bingung, itulah yang Irfan rasakan, ia tidak melihat raut kebohongan di mata temannya ini, teman yang aneh, teman yang selalu tidak nyambung apabila di ajak berbicara, teman yang selalu diam, tapi kadang suka menyanyi-nyanyi tidak jelas, kadang juga suka menari-nari kesana kesini. Ia bingung kenapa hanya bagas yang bisa melihat si Teteh lewat tangan yang dibentuk segitiga. Tapi saat dia mencoba membentuk tangannya menjadi segitiga tak terlihat apapun.

"Gas, kenapa lewat tangan lu, lu bisa liat hantu itu? Dan kenapa cuman hantu itu doank yang bisa lu liat?" Tanya irfan
"Entahlah aku juga bingung! Kalau gitu kita tanyain ajah yah.." Jawab Bagas.

Seperti biasa tangan bagas di bentuk segitiga, ia mengitari area hotel kesana kesini, sampai akhirnya mereka berdua masuk ke Ballroom. Disana ada sosok Hantu Bule itu, Bagas pun memanggil Hantu itu, lalu, #buukkk!#*$€@+!!! Siteteh kejedot tembok!

"Hahaahaa.. Ckvkkkkcckk... " Bagas langsung tertawa
"Tuh kan tiap lu bilang si teteh ada, pasti lu ketawa. Kenapa sih lu?" Tanya irfan bingung
"Haa..m itu si Teteh Kejedot tembok! Maklumlah mukanya kan rata, matanya nya ajah hampir copot! Jadi dia gak bisa liat jalan!" Jawab Bagas sambil Teus tertawa.

Tanya jawab pun berlangsung. Dari tanya jawab itu diketahuilah bahwa alasan kenapa bagas bisa melihatnya adalah karena si Teteh sendirilah yang memilih bagas. Bagas bisa mendengar suara si teteh. Dan lewat tangannya yang membentuk segitiga adalah jendela untuk bisa melihat sumber suara itu. Jadi oleh karena itu Bagas bisa melihat dan mendengar si Teteh hantu Bule ini.

"why did you choose Bagas as a person who can help you? " Tanya irfan pada si Teteh
"because I know he's a good person. He was also the plain. I'm sure he can help me. " Jawab si Teteh
"Katanya, bikos ai now, hiis gut peursen.. Haaaackkk " Ulang Bagas lalu teratwa geli
"Kenapa lu ketawa?" Tanya Irfan bingung
"Enggak, tiap aku sama kamu, si Teteh selalu senyum-senyum gitu. Kayaknya dia Naksir kamu Fan. Haa" kata gagas sambil tertawa pelan

Pencarian sepatu masih berlanjut, bagas dan Irfan mencari sampai ke kamar 201. Dan menanyakan pada Roomboy yang berada disana. Roomboy disana tidak tahu tentang sepatu itu karena staff nya yang berubah setiap minggunya.

Beberapa hari kemudian Bagas sudah tidak menanyakan soal sepatu itul lagi pada Irfan. Saat Irfan menanyakannya, bagas menjawab bahwa suara si Teteh sudah tak lagi ia dengar. Dan saat dia membentuk tangan nya menjadi segitiga ia tak lagi melihat hantu penasaran itu. Menurut Bagas si Teteh sudah mempunyai Jiwa yang Baru, atau dia sudah tenang, dan kembali ke negara asalnya.

"Sayang aku kelihatan beda gak?" Tanya Lilis
"iyah, lebih tinggi, kamu pake sepatu baru?" Tanya irfan
"Iyah sayang. Ini dari Receptionist, ini punya tamu yang ketinggalan, karena sudah lebih dari 1 bulan jadi boleh aku bawa pulang" jawab Lilis.

Irfan bingung, ia ingat tentang sepatu yang dikatakan oleh temannya Bagas. Lalu saat ia melihat wajah pacarnya itu, wajah nya berubah menjadi ancur nyaris rata hanya tersisa mulut yang penuh dengan darah, dan rambut nya memenjang sampai lantai dan berubah menjadi berwarna Putih. Lalu ia berkata:

"NOW YOU CAN SEE ME HONEY! TAKE ME BACK TO MY HOME PLEASE!"
(Sekarang kamu bisa melihat saya sayang. Antarkan saya pulang ke rumah)



__________________________________
Si Teteh
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 30 2012)

cerpen; As a good Friend (Sebagai Teman Baik)


Bel sekolah berbunyi sangat keras semua siswa dan siswi SMA PELITA berkumpul di lapangan untuk mengadakan upacara bendera. Tapi di luar pagar sekolah seorang anak perempuan datang terlambat dan tidak diperbolehkan masuk oleh security sekolah. Dia pun hanya bisa diam dan berdiri di depan pagar menunggu upacara selesai, setelah upacara selesai akhirnya perempuan itu bisa masuk ke sekolah, tapi dengan hukuman karena keterlambatannya, dia harus hormat pada bendera merah putih di lapangan selama satu jam pelajaran. Semua siswa siswi yang hendak kembali ke kelas melihat gadis itu. Begitupun Lucas, gadis ini hanya menutupi mukanya karena malu dilihat oleh lelaki yang sangat ia sukai.

Setelah hukuman selesai gadis yang bernama Laita ini pun kembali ke kelas dengan badan yang bau matahari dan bau keringat. Ia hanya bisa tertunduk malu saat teman teman nya banyak yang menahan tawa. Ia tidak melihat sosok Lucas, ia sangat senang karena Lucas sedang berada di toilet saat ia kembali ke kelas. Laita adalah. gadis biasa yang ceroboh yang selalu menganggap dirinya selalu kena sial, dia menyukai seorang lelaki yang bernama Lucas. Seorang lelaki tampan yang misterius, pendiam, pintar, baik, dan ramah. Banyak perempuan yang juga menyukai lucas. Banyak yang bahkan menyatakan cinta nya pada Lucas tapi lucas selalu menolaknya dengan baik. Selalu terpikir di benak laita untuk melakukan hal yang sama, tapi ia tidak memiliki keberanian yang besar, rasa takutnya mengalahkan pikirannya. Jangankan untuk menyatakan cinta pada lucas, untuk mengobrol dengan lucas aja dia tidak berani, menyapa nya pun membuat laita sangat gugup. Bahkan ia tidak yakin
apakah lucas mengetahui namanya atau tidak. Kalau pun ia mengenalnya pasti hal yang buruk yang ia ingat, seperti hukumannya hari ini.

Saat Lucas kembali ia melihat ke arah Laita, dan sedikit tersenyum. Apakah senyuman itu senyuman ejekan seperti teman - teman nya yang lain?. Lucas sangat jarang tersenyum dan senyuman lucas barusan membuat Laita malu dan juga senang melihat lelaki yang ia sukai tersenyum kepadanya. Dari pertama ia mengenal Lucas, baru saat ini lucas tersenyum kepadanya.

Pelajaran terus berlanjut dan semakin padat, Laita dan semua teman sekelasnya sedang bersiap untuk menghadapi Ujian Akhir Nasional, dan itu berarti sebentar lagi ia akan berpisah dengan lelaki yang sangat ia sayangi sejak kelas Satu, saat pertama kali ia melihat matanya, ia langsung jatuh cinta, tapi ia tidak memiliki keberanian untuk mengutarankan isi hati nya. Bahkan laita hanya bisa melihat pujaan hati dari kejauhan dan tak memiliki keberanian untuk mendekati Lucas. Ia hanya bisa memperhatikan nya dari kejauhan. Setiap jam istirahat ia selalu pergi ke perpustakaan hanya untuk melihatnya membaca buku. Ia tahu buku apa saja yang suka lucas baca, makanan apa yang lucas suka, dan warna apa yang lucas suka.

Laita hanya siswi biasa, bukan siswi populer atau siswi cantik dan pintar. Laita siswi biasa yang tidak cantik, tapi juga tidak jelek. Sedikit ceroboh apalagi kalau dekat dengan Lucas, ia akan salah tingkah. Setiap kali melihat Lucas ia hanya bisa berdoa semoga ia bisa menjadi orang yang sangat spesial untuk lucas.

Pelajaran terakhir hari ini adalah pelajaran Bahasa inggris, pelajaran yang sangat laita tidak suka. Dan di akhir pelajaran Pak Alief guru bahasa inggris memberikan tugas kelompok yakni membuat sebuah wawancara kepada turis atau orang berkewarganegaraan asing, pak Alief membebaskan untuk menetukan kelompok nya yang terdiri dari 2 orang, lalu mendadak kelas menjadi ramai, semua orang mencari pasangan masing - masing. Banyak yang mengajak Lucas untuk menjadi pasangan mereka. Lalu pak Alief memutuskan untuk menentukan pasangan - pasangan kelompoknya. Lalu ia mengeluarkan absensi, dan ia mulai menyebutkan nama nama pasangan kelompoknya. Sampai ia mendengar bahwa ia berpasangan dengan lucas dalam tugas wawancara ini. Lalu Lucas menengok ke belakang dan melihat ke arah nya dan tersenyum. Kali ini ia sangat sangat senang, 2 kali ia mendapat senyuman dari lelaki impiannya, dan ia akan bekerja sama dengan lucas dalam tugas ini.

Keesokan harinya saat jam istirahat setelah ia jajan di kantin, ia pergi ke perpustakaan untuk melihat lucas, tapi ia tidak ada di kursi yang biasa ia duduki. Lalu ia kaget saat. mendengar suara dari belakang badan nya.

"Heyy... Sory lu ngalangin buku yang mau gw ambil."
"Emm... Ehh... Maaff... "
"Iya, ga papa. Oh ya, lu punya waktu kosong kapan?"
"Heem??.. "
"Tugas kita harus selesai 2 minggu lagi."
"Mmm... Kapan aja"
"Ya udah kalo hari Minggu gimana?"
"Mmm... Iya"

Lalu ia pergi ke kursi seperti biasa dan membaca buku yang baru saja ia ambil. Laita sangat senang sekali, ternyata ia mengenal dirinya, dan hari minggu ini ia akan pergi mengerjakan tugas dengan nya. Saat lucas berbicara padanya laita sangat gugup, dan tak berani melihat ke arah matanya.

Hari yang ditunggu tunggu pun datang, setelah kemarin Lucas telah menentukan tempat untuk bertemu. Laita datang 30 menitlevih awal dari waktu yang ditentukan. Mereka berdua berjanjian bertemu di salah satu Panti Asuhan dan rumah perwatan untuk anak-anak dalam pengobatan. Ya, lucas mempunyai ide yang berbeda dengan kebanyakan teman sekelas yang mungkin melakukan wawancara di tempat pariwisata yang terdapat cukup banyak turis, lalu mewawancarainya. Tapi tidak dengan lucas, ia lebih memilih untuk mewawancarai tenaga sukarelawan asing yang bekerja tanpa di bayar untuk menyumbangkan tenaga nya untuk membantu sesama manusia. Dan inilah yang semakin membuat Laita Jatuh cinta.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, Lucas pun datang dengan kemeja Putih kotak-kotak dan celana jins nya, terlihat menjadi lebih dewasa. Lalu mereka pun melakukan wawancara dengan beberapa orang asing yang bekerja disana. Lucas lebih dominan melakukan wawancara, menanyakan alasan mengapa mereka mau bekerja di Panti asuhan dan merawat anak-anak yang sedang sakit. Sedangkan Laita hanya semakin mengagumi lelaki yang sekarang ada di hadapan nya. Dia hanya menulis apa yang ditanyakan oleh Lucas. Matahari pun semakin terik, wawancarapun telah selesai.

"Jam 2. "
"Apa?"
"Iya sekarang jam 2, dan gw belom makan. Lu laper ga ta?
"Ehh... Iya"
"Ya udah kita makan dulu"

Hati Laita sangat bahagia, bisa makan bersama orang yang sangat ia sayangi.. Mereka pergi ke sebuah Cafe.

"Mau pesen apa?" Tanya lucas
"Mmm...."
"Bakwan? Ga ada disini.." Tanya lucas tuba-tiba
"Hah??... Ko tau gw suka bakwan" bingung
"Iya lah, tukang bakwan disekolah aja tahu nama lu."
"Hah?.. Emang iya??"
"Haha... Engga, becanda."

Laita masih bingung mengapa Lucas tahu makanan kesukaan nya. Laita diantar pulang Lucas dengan Motor nya. Laita sangat senang hari ini karena telah banyak menghabiskan waktu bersama Lucas.

Hari-hari selanjutnya ia habiskan seperti biasa, belajar, istirahat, ke perpustakaan untuk melihat lucas, pelajaran tambahan, dan lain-lain. Tugas nya dengan lucas pun sudah selesai ia kerjakan dengan baik. Dan mendapatkan nilai terbaik di kelas. Saat jam pelajaran telah usai Lucas di panggil ke ruang BP, Laita bingung, ada apa dengan lucas, ruang bp identik dengan anak - anak nakal yang perlu di beri arahan. Laita pun mencari tahu ada apa dengan lucas, sampai akhirnya ia mendengar kabar dari teman nya bahwa lucas di panggil guru bp karena diduga melakukan pelecehan sexual terhadap salah satu murid populer yang bernama Luna. Setelah menunggu 2jam lucas pun keluar dari raung bp, lalu Laita buru buru bersembunyi di balik pohon besar yang berada di depan sekolah.

Kelas menjadi ramai tidak seperti biasanya yang sepi, semua anak membicarakan tentang Lucas. Laita semakin sedih mendengar gosip yang belum tentu kebenarannya itu. Ia percaya bahwa lucas tidak mungkin melakukan hal bejat seperti itu. Hari ini lucas tidak ada di kelas ia sudah berada di ruang kepala sekolah dengan luna. Lalu pa Alief memanggil Laita untuk ikut dengannya ke ruang kepala sekolah. Di dalam ruangan itu sudah ada lucas, luna, dan beberapa guru. Lalu pak kepala sekolah langsung menanyakan sesuatu pada laita. Ia bertanya apakah ia pergi dengan lucas pada hari minggu kemarin dari pagi sampai sore. Lalu laita menjawab iya. Luna tampak kaget dan menunduk. Pak kepala sekolah lalu bertanya lagi apakah ia berkata benar . Dan laita pun berkata kalau dia memang sedang tidak berbohong.

Lucas dan laita lalu pergi keluar ruangan, sedangkan luna masih di dalam ruangan dengan beberapa guru yang lain.

"Makasih ta..."
"Emm... Iya... Ehh... Buat apa ya?..."
"Lu udah bilang jujur." (Lucas tersenyum)

Lucas bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi pada laita, bahwa Luna menuduhnya melakukan hal hal yang merugikannya seperti menyentuh bagian bagian vital nya, menciumnya, dan hendak memperkosanya di sekolah pada hari minggu di sekolah, padahal hari itu ia tidak ada di sekolah tapi pergi ke panti asuhan dengan laita. Luna sangat cinta atau mungkin terobsesi pada lucas, luna sudah menyatakan cinta nya 2 kali pada lucas, tapi ia selalu ditolaknya, mungkin ini adalah salah satu trik nya untuk mendapatkan lucas.

Jam istirahat, lucas pergi ke perpustakaan dan laita pun ikut dengannya. Saat tiba tiba semua siswa heboh lari ke arah toilet perempuan, laita dan lucas pun ikut melihat apa yang sedang terjadi, ternyata ada luna disana dengan tangan nya yang berdarah dan tangisan kesakitannya, ia berteriak menangis mungkin saat ia hendak mengiris tangannya dengan cutternya ia mengirisnya dengan ragu ragu hanya kulit bagian luarnya saja yang berdarah tidak sampai uratnya putus. Lalu teman temannya membawanya ke ruang uks untuk mendapatkan pertolongan. lucas hanya diam tak sepatah kata terucap dari mulutnya. Laita pun hanya diam, ia tak berani menanyakan kedaan ini.

Keesokan harinya luna tak masuk sekolah, pada jam pelajaran ke 2, lucas di panggil ke ruang BP, disana sudah ada Orang tua Luna yang meminta lucas untuk bisa menjadi pacarnya luna, luna masih sangat tertekan, ia sakit hati, dan pikiran nya sedang terganggu, orang tua luna berharap lucas bisa menjadi penyemangat hidup luna, apalagi sekarang luna akan menghadapi Ujian Nasional. Lucas bingung dan meminta beberapa hari untuk berpikir.

Lucas keluar dari ruang bp, dan sekarang sudah jam istirahat, lalu ia pergi ke perpustakaan untuk mencari laita, dan laita pun ada di perpustakaan menunggu lucas. Lucas pun meceritakan apa yang terjadi.

"Gw harus gmn ta?" Tanya Lucas
"Mmm... Lo sndiri gimana?, lu suka ama luna?"
"Engga." Lucas menggelengkan kepala
"Tapi, apa lo bisa klo pura-pura? Cuman buat luna baikan"
"Terus, nanti gw putusin gitu?"
"Mmm... Klo mnurut gw, lu ga harus jadian ama luna, tapi lu bisa jadi sahabat yang perhatian sama luna, jadi lu gak mesti putusin luna. Tapi lu juga bisa ngebuat luna lebih bersemangat. Bntar lagi kan ujian."
"Tapi gua gak mau ngeliat lu sedih"
"Sedih kenapa?" Tanya Laita
"Gua tau lu suka merhatiin gua kan?, lu suka ada di perpustakaan pas gua lagi di perpustakaan, lu juga suka liatin gua kalo gua lagi di depan kelas. Iya kan??... Lu suka ama gua ya taa??.."

Muka laita berubah menjadi memerah, dan laita hanya tertunduk. Pikiran bervampur aduk, ternyata Lucas sadar kalau ia sering memprhatikan Lucas. Laita tak sanggup mengeluarkan suaranya.

"Taa... Lu ga papa??... Tenang bukan lu doang kok yang suka merhatiin gua, gua juga suka merhatiin lu. Gua tau lu suka makan bakwan, suka baca novel romantis, bahkan semua novel yang pernah lu baca, gua bela-belain beli novelnya biar tau apa yang lu baca. Taa... Gua sayang ama lu"

Seperti tersabar petir di siang hari yang terik, Laita kaget mendengar perkataan Lucas. Ia bingung sekarang...

"Lu juga sayang ma gua kan taa??"...

Tanpa banyak berpikir Laita menganggukan kepalanya. Lalu Lucas pun memeluk Laita. Mereka berdua terlihat sangat bahagia.

"Jadi kita pacaran nih sekarang? Gua seneng banget taa..."
"Tapi... Gw harap, kita jangan bilang - bilang dulu ama temen ya. Gw ga enak ama Luna."
"Maksudnya Backstreet?, tapi ga papa ko... Gua ngerti ta.."

Laita dan Lucas menjadi kekasih. Beberapa hari berikutnya luna sudah masuk sekolah, ia sekarang lebih bersemangat, selalu belajar bersama lucas di perpustakaan, selalu bersama, tertawa. Dan laita juga ikut bahagia melihat teman nya kembali bersemangat untuk bersekolah, ia takut kalau luna menjadi salah pergaulan karena lucas. Walaupun ia cemburu melihat pacarnya selalu bersama orang lain.

Beberapa minggu berlalu. Luna kembali menjadi Luna yang dulu. Laita dan Lucas pun tetap menjadi sepasang kekasih yang bahagia, mereka selalu menghabiskan waktu bersama, walaupun di sekolah ia harus mejaga jarak dengan Lucas. Tapi walaupun mereka berusaha menyembunyikan hubungan mereka, tapi akhirnya teman-teman di sekolah mengetahui hubungan mereka, begitupun Luna.

"Lucas, lu pacaran ama Laita?" Tanya Luna dengan sedih.
"Enggak, dia cuman teman baik gua. Sama kayak lu. Lu juga temen baik gua." Jawab Lucas berbohong.
"Are you sure?.."
"Yaa..."
"I love you lucas." tiba-tiba luna mngetakan hal itu
"Sory lun, gua cuman nganggap lu jadi temen ajah, temen baik."
"Just As a friend??"
"As a good friend"

Ujian akhir Nasional hari ini. Semua siswa kelas tiga sudah datang pagi ini, begitupun Lucas dan Laita. Tapi tidak dengan Luna. Luna tidak masuk sekolah untuk mengikuti Ujian. Sampai akhirnya diketahui bahwa Luna sudah Tiada. Luna meninggal dunia karena bunuh Diri, dia memamakan racun serangga. Lucas yang mengetahui itu merasa sangat bersalah.

"Ini salah gua taa... Kemarin lusa Luna nembak gua lagi, tapi gua nolak dia." Cerita Lucas pada Laita.
"Ini bukan salah lu ko. Ini udah takdir" hibur Laita

Setelah Ujian, Lucas datang ke rumah duka tanpa mengajak Laita. Laita datang dengan teman-temannya. Kedatangan lucas ditahan oleh ibu Laita, sambil menangis ia melarang Lucas masuk ke ruangan tempat peti laita berada. Ia tidak ingin ada keributan didalam, dimana ayah dan kakaknya berada, kalau mereka tahu orang yang menyebabkan Luna meninggal ada di hadapan mereka mungkin akan ada keributan. Tapi lucas ingin melakukan pemghormatan terakhir untuk Luna, ia pun memaksa masuk.

"Pergi!!..." Bentak kakak Luna saat Lucas memasuki Ruangan
"Kamu, pulang. Jangan disini" dorong ayah Luna
"Ijinin aku buat ngasih penghormatan ter akhir om" pinta Lucas sambil meneteskan air matanya.

Ayah dan kakaknya luna diam, dan di tenangkan oleh ibu Luna. Orang oramg yang berada di dalam ruangan terlihat panik, lalu Lucas pun mendekat ke arah Peti dimana Luna tertidur untuk selamanya disana.

"Maafkan aku Lun.... Maaff... " "Aku cinta kamu..."

Setelah mengucapkan permintaan maaf di depan jenazah luna, Lucas pun pergi. Disana ada Laita pacarnya, tapi ia tidak memperdulikannya. Laita mengejar Lucas, tapi Lucas sangat cepat berlalu.

Ujian hari kedua, Laita dan Lucas mengerjakannya dengan tidak konsentrasi. Dan di sekolah mereka tidak salinmg bicara, saat Laita mendekat Lucas berusaha menjauh. Sampaii Ujian hari terakhir, mereka masih belum berbicara. Lalu setelah Ujian pelajaran terakhir sudah selesai Laita pun bertanya pada Lucas.

"Aku ngerti lu masih sedih... Tapi jangan berlarut - larut begini. Ini bukan salah lu, jangan terus-terusan nyalahin diri sendiri."
"Taa... Kita putus."
"Hmm?... Putus?.."
"Aku akan semakin merasa bersalah kalau terus bersama kamu." Jelas Lucas.
"..." Laita hanya terdiam
"Maafin gua taa.." Lanjut Lucas lalu pergi.

-selesai-




_______________________
As a good Friend
Gagas Alf.
(@gaagas July 20 2012)