Selasa, Oktober 23, 2012

cerpen; "ajipokkigayo"

"Meoonggg... Hhrkkii Meong, ngeeoongg,... " Tanya si Gayo.
"Ngoongg.. Hhrrkkk... Eong.. Keong meeunongg" Jawab Aji.
"Ngong?.." Tanya Gayo memastikan.



Gayo dan Aji sedang berbincang, gayo adalah kucing jantan, dan aji adalah kucing betina. Di cerita ini kamu akan bisa mengerti bahasa kucing.

"Ji, si Pokki mana? Gak ikut nongkrong,..." Tanya Gayo
"Mm... Si Pokki mah lagi minum susu, and makan makanan kaleng" jawab Aji
"Serius?" Tanya Gayo memastikan.

Pokki kucing peliharan seorang manusia bernama Dewi, Pokki sangat disayang oleh majikannya itu. Dewi selalu memberi makan Pokki dengan makanan kucing kaleng dan juga memberi minum susu. Tapi semua kehidupan Pokki berubah mulai hari ini.

"Pokki, pokki, pokki... Puuss..." Teriak Dewi mencari kucing kesayangannya itu.
"Pokki udah mama buang" jawab mama Dewi tiba-tiba.
"Apa?, di buang kemana?," teriak Dewi kaget mendengar itu.
"Ke Pasar." Jawab mama Dewi ketus.
"Ke pasar?" Lalu Dewi pun menangis.
"Wi, kamu itu udah gede, kamu belum kerja, malah ngurusin kucing aja kerjaannya. Mama mau kamu kerja dulu, kalau kamu udah kerja, kamu boleh melihara kucing. Kalo kamu kerja, kamu bisa ngasih makan, minum kucing kamu pake uang kamu sendiri" jelas mama dewi panjang lebar.

Di Pasar, Pokki memulai petualangannya. Pokki sangat panik saat dia berada dalam Karung, dia tidak bisa melihat apapun, dia tidak bisa menghapal jalan untuk kembali pulang. Saat karung di buka, yang ia lihat ibu majikannya meninggalkannya di keramaian pasar. Yang ia lihat banyak manusia yang hilir mudik, dan juga banyak kucing dengan bulu yang lusuh dan bau, beda dengan dirinya yang punya bulu yang lembut karena dia sering di bawa ke salon sama majikannya.

Langit sudah gelap, perut kucing ini sudah terasa lapar dari siang tadi, tapi ia tak mendapatkan makanan yang biasa ia makan, yang ia lihat hanya makanan yang kotor dan menjijikan. Ia teringat temannya Gayo yang selalu ia hina karena Gayo suka makanan sisa. Dan sekarang dia berada di posisinya Gayo, jadi kucing tanpa majikan. Dia bingung, perutnya lapar, yang ada di depannya hanya ada ikan asin yang sudah jelek bentuknya. Karena dia sangat lapar akhirnya Pokki memakan makanan itu.

"Mm nyam, nyam, nyam" "mm... Wahh... Ini enak banget!"

Lalu tiba-tiba dibelakang Pokki datang seekor kucing hitam, kucing ini adalah kucing penghuni pasar. Kucing ini bernama Bleki 16.

"Ehhemm... Siapa lu? Ngapain lu di tempat gue?" Tanya Bleki16 tiba-tiba.
"Pokki! Gua lagi makan." Jawab Pokki kaget
"Pokki? Haa kayak nama betina ajah!, enak ikan asinnya? Pasti lu baru dibuang yah?" Tanya Bleky16
"ini enak banggeett! Iyah, ehh... Ko lu tau gua baru dibuang?" Tanya Pokki heran.
"Ya ialah gue tau, cuman lu kucing kampung jantan yang bulu nya wangi, trus cara lu makan itu aneh! Lu pasti belum pernah makan ikan asin sebelumnya kan."
"Iyah.. Ehh, sory nama lu siapa?"
"Gue Bleki16"
"Enambelas??" Tanya Pokki bingung
"Iyah, soalnya nama Bleki disini banyak, kucing di sini banyak kucing item kayak gue. Kalo ada kucing item pasti namanya bleki. Dan gue kucing item ke enambelas disini."
"Oohhh...l ohya, gua bolehkan tinggal disini? Sementra ajah..."
"Bolehlah! Sementara?... Emang lu mau balik lagi ke rumah majikan lu?"
"Iyah! Nanti pasti teman - teman gua si Aji ama si Gayo nyariin gua"

Ditempat lain Aji dan Gayo panik mendengar bahwa Pokki dibuang ke pasar. Mereka pun langsung mencari Pokki ke pasar.

"Dibuang?? Kemana?? Kok bisa??" Tanya Gayo
"Ke Pasar yo! Kita cari ya... Sekarang..." Jawab Aji panik.
"Bukannya si Pokki disayang banget ama majikannya?"
"Bu Laras mamanya Dewi yang buang. Lu taukan kerjaanya Dewi cuman ngurusin si Pokki, tiap hari minta duit buat makan, minum susu, salon, ama vitaminnya si Pokki." Jelas Aji.

Aji dan Gayo pun mencari Pokki ke Pasar. Seharian mereka berdua dibantu oleh teman temannya Gayo untuk mencari Pokki. Tapi pencariannya sia-sia. Sampai larut malam pun mereka belum menemukan jejak Pokki.

"Ji, udah malem, lu pulang ajah, tar sisa makanan warung bu Lilis keburu dibuang." Suruh Gayo
"Tapi Pokki belum ketemu yoo.. Dia kan gak punya banyak temen, temennya cuman kita doang" jawab Aji.
"Tenang, sekarang lu pulang ajah! Ga baik kucing betina berkeliaran malem-malem gini" perintah Gayo.


*****


Hari pun berganti, Pokki mulai membiasakan diri hidup di Pasar ini. Bleki16 sangat membantu Pokki untuk membiasakan diri, Bleki16 juga sering mambantu mencari makan.

"Kii, sekarang kita nyari Tikus!"
"Tikus? Wah pasti enak, gue belum pernah makan Tikus sebelumnya" jawab Pokki polos
"Apaah??... Sumpah demi apa lu?" Tanya Bleki16 gak percaya

Bleki16 pun dengan mudah mendapakan seekor tikus, lalu mereka berdua pun makan tikus itu bersama-sama. Ada perasaan aneh yang Pokki rasakan ketika dia makan berasam kucing betina yang satu ini.

"Mm... Ini enak banget, lebih enak dari makanan kaleng, ama ikan asin kemaren. Kayaknya gua harus belajar ama lu bleki!" Kata Pokki sambil memakan tikus itu.
"Iyah, nanti gue ajarin" jawab Bleki16

Di sudut pasar yang lain Aji dan Gayo masih mencari Pokki. Tapi pasar ini sangat besar, sulit bagi Aji dan Gayo mencari seekor kucing. Malam pun berlalu. Gayo dan Aji pulang. Aji pulang ke Warung bu Lilis , warung tempat dia tinggal. Sedangkan gayo tinggal di sebuah rumah mewah yang hanya di huni oleh seorang bernama Karyo.

Malam ini Bleki16 mengajarkannya berburu tikus pada Pokki. Dan akhirnya Pokki berhasil mendapatkan seekor anak tikus kecil. Dan pokki sangat senang sekali. lalu Pokki pun memakan tikus itu dengan lahap. Setelah ia makan, Ia melihat Bleki16 terlihat sangat cantik, dan sexy. Naluri keJantanan Pokki pun timbul, dan akhirnya dia melakukan 'KAWIN' dengan Bleki16, betina yang baru 2 hari ia kenal. Dan ini adalah pertama kali pokki melakukannya. Ia bingung mengapa ia melakukannya. Padahal betina yang ia cintai selama ini adalah Aji. Aji adalah cinta pertamanya.

*****

Satu Minggu sudah Pokki berada di Pasar ini. Dia sudah terbiasa dengan kehidupan barunya. Dan sudah 2 kali dia Kawin dengan Bleki16. Dan siang ini pun ia melakukannya untuk ke 3 kalinya. Saat dia sedang Kawin dengan Bleki16. Tiba-tiba datang seekor kucing dibelakang.

"Pokki... Lu ngapain disinih ama betina murahan ini?"Teriak Aji tiba-tiba.
"Aji..." Kata pokki kaget
"Apa lu bilang? Murahan? Siapa yang murahan?" Bentak Bleki16

Aji dan Bleki16 pun bertengkar hebat. Saling teriak, saling cakar, dan saling mendorong. Lalu tiba- tiba...

BBHYYYYYUUURRRRR!!!!!!!!!!!!!

Seorang manusia menyiram kedua kucing yang sedang bertengkar itu. Bleki16 pun lari meninggalkan Aji, Pokki, dan Gayo. Pokki hendak menyusul bleki16 tapi di tahan oleh Aji. Aji dan Pokki pun bertengkar. Gayo yang juga ada di tempat itu hanya bisa terdiam melihat kedua temannya bertengkar. Ia patah hati melihat ini semua. Gayo sangat mencintai Aji. Tapi sekarang ia tahu mengapa Aji selalu menolaknya, karena Aji mencintai Pokki. Itu terlihat dari reaksi Aji sekarang. Aji menangis, dan kecewa pada Pokki.

"Kenapa kamu jadi begini pokk??, aku nyari kamu terus seminggu ini , tapi kamu malah seneng - seneng ama betina murahan." Tanya aji sambil menangis.
"Dia bukan kucing murahan. Dia baik. Dia banyak ngajarin aku jadi kucing yang sebenarnya" jawab pokki.
"Tapi aku cinta sama kamu pokk..."

Aji pun lalu pergi sambil menangis. Pokki sekarang bingung. Siapa yang harus ia kejar. Cinta pertamabya Aji atau cinta terakhirnya Bleki16. Dan cinta terakhirnya lah yang ia pilih, Pokki mengejar bleki16. Gayo yang melihat itu lalu mengejar pokki, dia ingin sekali menghajar Pokki karena telah menyakiti betina yang sangat ia cintai. Lalu mereka berdua kaget melihat keramain orang orang yang sedang melihat seekor kucing yang terlindas mobil. Dan kucing itu adalah Bleki16. Pokki sangat syhokk... dia pun menangis. Bleki16 di kubur oleh seorang warga di sekitar pasar.

"Udah pokk... Lu harus ikhlas" kata gayo
"Kenapa dia harus pergi secepat ini. " Tanya pokki
"Sekarang lu harus pulang. Lu tau ga, sekarang dewi udah kerja. Dia terus ajah nyari-nyari lu." Usul gayo

Pokki pun kembali ke rumah dewi. Dewi sangat senang kucing kesayangannya kembali. Sedangkan Aji yang mengetahui pokki kembali sangat senang. Tapi dia juga sedih mendengar Bleki16 sudah tiada, ia juga merasa sangat bersalah.

"Maafin aku pokk..."
"Iya.. Ini bukan salah kamu." Jawab pokki pelan.
"Kita tetep temenan kan?.." Tanya aji
"Iya lah... Iya gak yo?.." Tanya pokki pada gayo
"Iyallaahh... Kita kan temen sejati. Teman selamanya" jawab gayo
"Aji" kata gayo
"Pokki" kata aji
"Gayo!" Kata pokki
"Yeaayy" seru mereka bertiga...


-tamat-



__________________________________
ajipokkigayo
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 20 2012)

Minggu, Oktober 07, 2012

Cerpen; "Myth of Cibodas" (Mitos Cibodas)

Cerita berawal dari perjalanan satu orang anak manusia, ini orang lagi dalam perjalanan ke Cibodas, padahal kemarin lusa ni orang baru dari Cibodas, terus sekarang cowok yang punya nama Farhan and biasa d panggil Aang ini mau balik lagi ke Cibodas. Dia baru di putusin ama pacarnya Astry. Si astry ini tiba-tiba ajah mutusin si aang. Trus setelah si aang Curhat sambil nangis-nangis bercerita kesana-sini dia baru tau kalau dia putus ama Astry tuh gara2 Mitos cibodas.

"Lu putus??, pasti gara2 lu pacaran di cobodas tuh!" Kata Boby temennya si aang
"Demi apa lhhoo broo??... Apa hubungan nya coba??.." Jawab aang bingung sambil menyeka air mata nya yang berlinang.
"Lu gak tau kan mitos di Cibodas, kalau ada yang udah jadian, terus dateng ke cibodas, itu bakalan Putus. tapi, kalo yang Jadian di Cibodas itu justru bakalan langgeng." Si boby Ngejalasin
"Terus, gua harus bilang wow githuu??" *mulutnya manyun, semanyun-manyunnya*
"Eh lu mah dibilangin gak percaya !"
"Gimana gua mau percaya, lu kan juga pacaran di cibodas, tapi lu gak Putus.. " Sambil ketawa-ketawa..
"Iyahlahh, gua kan nulis nama gue ama Risma di batu yang ada di parkiran itu lho!"
"Emang ngaruh?.. " Tanya aang kagak percaya
"Ngaruhlah... Jadi kalau kita nulis nama kita di situ, kita bakalan terhindar dari mitos itu, jadi seolah-olah kita tuh gak keluar dari Cibodas, jadi bakalan terus awet ajah."
"Trus knpa lu gak bilang kemarin pas disana?"
"Gua kan udah ngajak lu, tapi lu malah ngusir gua pas lu di belakang warung, eh, by the way lu ngapain kemarin disitu??"


Setelah dapet penjelasan dari temennya Boby, si aang ini langsung percaya ajah lho! And mau langsung berangkat ke Cibodas lagi, cuman buat nulis namanya dia ama Astry (cewenya) di batu gede yang ada di parkiran Cibodas. Dia berharap banget dia bisa balikan lagi ama cewenya, eh, mantannya maksudnya.

"Ehh, bobb, gw pinjem vespa lu dong!!"
"Mau kmana lu?, jangan bilang lu mau ke Cibodas?"
"Iya guwa mau kesana men! Please bantuin gua!" *Pinta aang sambil sujud sembah - sembah si boby*
"Lu kan tau vespa gua tuh gak ada stnknya!, trus lu kan belum punya SIM, boro-boro SIM, ktp ajah belum punya lu."
"Please, please, please... Tolongin gua" *sambil nangis-nangis ngejedottin kepalanya ke tembok*
"Mmm..." *mikir dengan keras*
"Please.." *Sambil senyum dengan memasang wajah tanpa dosa seperti malaikat*
"Ya udah deh... Asal ati-ati yah.."
"Makasiihhh..." *langsung meluk trus nyium si boby, nyipok leher nya segala.. Haa*

Tanpa pikir panjang dia langsung ajah berangkat, jam di tangan menunjukan pukul stengah 10 pagi. Kalau di hitung2 perjalanan bandung-cibodas itu sekitar 3-4 jam-an. Jadi setelah ia mikir, kira2 nyampe disana jam 2 siang. And dia bisa makan disana, nulis nama doang gak bakalan lama, paling sebelum magrhib dia udah bisa balik lagi ke Bandung. Walaupun duit di dompet Pas-pasan, cuman ada buat bensin, ama makan Doank tapi ni orang maksain buat pergi ke Cibodas. Si aang udah yakin dengan rencananya itu. Tapi itu baru rencananya doang, dia gak tau ajah kalau bakalan banyak Rintangan yang menghadang di depan mata.

Motor vespa pinjeman itupun dijalankan, setengah jam berlalu, kota Bandung pun telah terlewati, cimahi pun barlalu, sampai aang tiba di Padalarang, pas dia lagi asyik mamajukan vespa sambil mendengarkan lagu Cinta di ipodnya. Ia diberhentikan oleh Polisi yang sedang mengadakan Rajia, si aang kaget sekaget-kagetnya...

Cekkkiiiittttt.... *ngerem ngedadak*

"Selamat siang mas, bisa saya lihat surat-suratnya" pinta sang polisi

Si aang bingung, ia gak punya stnk, ataupun SiM, umurnya baru 16 tahun, trus cwo bertubuh kecil ini berpikir...

"Sim ? Stnk?.. Ada pa.." Jawab aang. *trus dia menepuk-nepuk pantantnya pura-pura nyari dompet*
"astagfirullohhaladim... Dompet saya ilang pa, apa jatuh dijaln ya??" trus dia lansung akting, *nangis keras, tanpa mengeluarkan air mata. Pura pura panik dan bingung.*
"Pa gimana nih pa, dompet saya ilang" *sambil narik narik tangan tuh polisi dengan manja"

"Kalau begitu ade laporan dulu ajah ke kantor polisi. Nanti di proses, nanti di kasih surat kehilangan. Tapi kamu gak boong kan de?"

"Enggaak paa.. Makasih ya pa.." *Sambil sun tangan trus sun pipinya pak polisi itu*, padahal di hatinya si aang ketawa-ktawa

"Ni pak polisi bego banget yah, dompet gua kan ada di celana gue, mau ajah gue boongin.:hhhaaa..." Ketawa-ketawa dalam hati.

"Ngomong apa de??.." Kata pak polisi tiba-tiba..
"Hhmm... Enggak pa... Kantor polisinya di mana yah pa?..."
"Yasudah, mari saya antar"
"Gak ngerepotin pa?" Dia panik, kalau dia harus ke kantor polisi dulu pasti ribet.

Pak polisi itu pun mengantarkan aang ke kantor polisi, lalu setelah beberapa meter si aang memutar arah, si polisi itu trus sadar dan mengejar si aang. Trus adegan berlanjut dengan kejar kejaran di jalan padalarang, akhirnya polisi itu ngalah juga mungkin dia kecapean, atau dia mulai sadar, ngapain dia ngejar-ngejar orang gak jelas, dan akhirnya si aang melanjutkan perjalannan nya ke cibodas.

Padalarang berlalu, sampai ia di Cipeuyeum, di sana ia sempat mengisi bensin, jam menunjukan setengah 12 siang. Cuaca di Cipeuyeum sangat Terik, kulit aang pun hitam kelam, tapi bukan gara gara terbakar matahari tapi emang udah dari lahir... Lalu tiba tiba permirsa, apa yang terjadi?, motor vespa nya mogok. Ngokk... Mati ajah gitu motornya. Trus dia dorong motornya nyari2 bengkel, sekitar setngah jam dorong2 tuh vespa akhirnya ketemu juga bengkel, lalu di service ajah gituh vespanya, setelah nunggu 1 jam dan membayar uang 50rb motor vespa itu pun akhirnya bisa nyala lagi.

Perjalanan berlanjutt....

Bbrapa menit melajukan motornya, lalu, tiba-tiba... Jeng jeng jeng... Cekiitt... Sereeeepppttt..!!!.... gudubrakk!!!.... Di pasar Ciranjang si aang nyerempet ibu-ibu yang bawa banyak belanjaan.. si ibu syhookk... Si aang juga sama shok nya... Si ibu nangis. Orang- orang mulai rame, si ibu nangis makin keras... Orang - orang ngambila aba - aba buat ngeroyok, *ddijjiiggg!!... * tiba- tiba satu orang mukul dari belakang, orang-orang makin kacau, ada yang mau mukul, ada yang nahanin orang yg mau mukul, sementara si ibu malah nagis makin kenceng..

"Aaaaahhh...m hikhikhik.." Teriak si ibu sambil nangis"
"Ibu kenapa? Perasaan gak kena! Malahan saya yang jatuh."
*Si ibu nge gelengin kepalanya.* "Gak pa-pa de, tapi saya kaget. Badan saya jadi lemes" jelas si ibu sambil berusaha ngatur napfasnya.
"Beneren ibu gak apa-apa? Ciyuss?? Cungguh?? Miapah??" Tanya si aang *sambil masang wajah lucu*
"Lu pengen tau ajah atau pengen tau banget??" Jawab si ibu *dengan mengedipkan mata nya berkali kali. Ting ting ting ting ting...*

Setelah membereskan belanjaan si ibu yang berantakan dan melihat kondisi motornya yang agak lecet, orang- orang pun bubar dari si aang ini. Lutut si aang agak lecet juga, untung di belanjaan si ibu ada obat merah ama plester, jadi lututnya bisa di obatin.

"Udah kayak di sinetron ajah banyak kebenerannya yah? Untung ada obat merah di belanjaan ibu"

Brmm.. Brmm... Brrmmmbbebmbemmm... Motor melaju melanjutkan perjalanannya, sudah jam stngah 2 sekarang, perutnya sudah lapar, tapi ini baru nyampe Cianjur, akhirnya ia mutusin buat istirahat dan makan dulu di Cianjur. Ia makan di warung tegal. Padahal ini lagi di cianjur lo bukan di tegal. Haaa... Setelah makan, perjalanan berlanjut ke arah cipanas. Setelah banyak hal yang ia lewati, akhirnya aang sampoai juga di tempoat tujuannya Cibodas. Jam berapa ini ya? Pas si aang mau liat jam berapa serang lewat hp nya, ternyata oh ternyata hp nya ilang! Waduhh!!... Gaswat! Ginana nih, pasti ni bocah ninggalin hp nya di Cianjur pas di lagi makan tadi ... Ya udahlah ang! Ikhlasin ajah, yang penting lu udah nyampe Cibodas dengan selamat. Narator kasih tau ajah ya, sekarang jam 3 sore.

"Makasih mas Narator udah ngasih tau sekarang jam 3 sore."

Setelah di TILANG, di KEJAR-KEJAR POLISI, motor MOGOK, HP ILANG, hampir NABRAK, di PUKUL orang, ampe mau DIKEROYOK WARGA, akhirnya dia nyampe juga ke cibodas, dan langsung nyari Batu BErtuah itu. Dan ternyata nyari batu gak segampang yang dia pikirin. 2 jam dia muter-muter nyari tuh batu bertuah yang Gede. Padahaal itu batu ada di parkiran pertama, di sebelah bangunan peristirahatan. Akhirnya ai aang nemuin batu itu juga. Pas dia mau nulis, ada yang salah nih, bentar... Kalau nulis pake apa? Bollpen, dan si aang gak punya bolpen. Akhirnya dia nyari dulu, karena di cibodas gak ada yang jual bolpen, and gak ada orang lain yang nulis juga, secara ini kan udah sore gitu. akhirnya si aang pinjem ama seseorang, dia tuh cewe yang ngejagain warung. Trus, si aang pun nulis nama nya ama astry di batu itu. Dan berdoa semoga dia bisa balikan ama Astry.

Pas dia lagi nulis gitu ada tulisan yang ngeganggu si aang. Tulisan gede, yang ditulis pake tipe-x. Bertuliskan ASTRY LOVE INDRA. Di bawahnya tertulis FRIDAY 28 SEPT 2012 FROM SMAN 2 BDG 2012. Tulisan itu di kelilingi gambar Love - love unyu -unyu. Bertuliskan sangat besar dan sangat mencolok mata. Si aang ini kaget. Dia baru nulis FARHAN namanya dia doank. Dia pun gak nerusin tulisannya, Trus, dia nangis sekenceng-kencengnya. Trus kayak adegan2 di sinettron, cuaca tiba-tiba hujan, hujannya ga gede2 banget sih. Tapi bukannya pergi buat berteduh si aang malah ngikutin adegan bodoh di sinetron, hujan- hujanan sambil mewek mewek! Ueeekkk....

Hujan berhenti, Adzan magrib berkumandang. astaga, sekarang udah magrib. Gimana dia mau balik ke bandung, kalo dia balik sekarang pasti nympe bandung nya malem banget, belom lagi sekarang lagi musim genk Motor, kalo dia knpa2 gimana?.. Akhirnya dia mutusin nginep di cibodas ajah. Trus dia pergi ke sebuah mesjid. Solat magrib deh dia sambil nunggu bajunya kering gara2 tadi keujanan dikit! Trus lanjut solat isya. Trus dia baru sadar betapa Bodohnya Dia. Dia di putusin ama Astry gara si astry jadian ma orang lain. Namanya Indra, dia tuh temen masih satu sekolahan ama si aang. Sekarang Galau deh si aang. Kalau lagi galau ajah, inget solat. Dan minta banyak hal ama tuhan... Ahh basi lu ang!.

Bajunya sekarang udah agak kering. Trus dia inget! Bolpen nya belum dia balikin ama yang punya warung. Trus setelah solat isya dia balikin bolpennya ma cewe yang di warung, sekalian dia mau minta ijin tidur di depan warungnya.

"Teh, nuhunnya..." *ngasih bolpennya* Sambil sok ngomong pake basa sunda
"Iyah, sama - sama mas" jawab si cewe.
"Oh enya teh, kieu, abdi teh bade nyuhungkeun ijin bade ngiring bobo di payun warung teteh, soalna tos kawengian."

Si cewe bengong. Trus ada yang nge jawab dari belakang si cewe sambil ketawa;

"Mangga-mangga, sok wae. Eh, punten ieu si eneng na teu ngartieun basa sunda. "
" Oh.. Nuhun bu..."
"Ari akang mulih ti mana?"
"Bandung bu.."

Perbincangan malah berlanjut dengan si ibu yang di warung itu. Pake bahasa sunda yang semakin aang gak ngerti. Pengetahuan bahasa sunda halus aang hanya seadanya. Sudah terkontaminasi dengan bahasa sunda kasar dan bahasa indonesia gaul. Trus setelah bicara ngalor ngidul ama si ibu, akhirnya berhenti juga cerita si ibu. Sekarang jam 10 malem. Warungnya nya pun di tutup. Sebelum si ibu ama cewe cantik itu pergi, si cewe tadi ngasih pinjem sarung ama ngasih obat nyamuk buat si aang. Baik banget yah... So sweettt...

"In sarung ama obat nyamuknya, biar gak dingin ama gak digigitin nyamuk"
"Makasih,... Mmm... Siapa namanya?"
"Nadia." Sambil senyum manis*
"Makasih nadia"
"Iya sama - sama... Mm..."
"Farhan, tapi panggil aja aang biar lebih akrab. Eh kamu tuh bukan orang sini yah? Ko gak ngerti bahas sunda"
"Iyah, aku baru beberapa hari disini. Rumahku di jakarta, panjang ceritanya sampe aku bisa kesini. Aku disini tinggal sama bibi aku"

Trus cewe cantik bernama nadia pun pergi. Ia tidur di kursi panjamg depan warungnya Nadia. Motor vespa nya Boby udah di gembok biar gak ada yang maling. Trus gak tau gara2 kecapean atau emang templor ni orang, baru merem beberapa detik udah tidur pules ajah... Zzzz....

******

Adzan subuh terdengar. Tapi si aang gak bangun and gak solat shubuh! Huuhh... Dasar!!... Dia kebangun ama suara2 orang yang sudah mulai beraktifitas. Si ibu juga udah dateng ke warung ama cewe cantik bernama Nadia. Lalu aang ma Nadia ngobrol banyak, tentang Cibodas, tentang cerita lucu nya aang. Dan banyak hal yang mereka ceritakan.

"Kamu kemarin dateng kesini mau ngapain?"
"Mmm... Ceritanya panjang nad.."
"Ya ceritain ajah, nadia pasti dengerin."

Si aang nyeritain semuanya, mulai dari dia di kejar2 polisi, ilang hp, smpe mau di kroyok warga segala.

"Aku emang bodoh ya., udah bodoh sial lagi."
"kamu gak bodoh ko. Aku justru kagum, kamu mau banyak berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Kamu juga gak sia, semua kesialan kamu itu berawal dari kamunya sendiri."
"Maksudnya?.. " Tanya si aang bingung..
"Pas hp ilang itu gara2 kamu buru2, pas ampir nabrak juga gara2 kamu buru2, semua itu karena kamu nya juga."
"Iyah sih nad... Aku nyesel pergi kesini"
"Kenapa nyesel?, justru harusnya kamu bersyukur, kamu bisa belajar banyak hal. Dan kamu juga jadi tahu kan kalau orang yang kamu sayangi selama ini tidak pantas mendapatkant kasih sayang dari kamu."

Ngedadak si aang ngerasa dapet pencerahan. Ia berpikir, ternyata apa yang nadia omongin itu bener.

"Udah ah cerita soal aku, kalau kamu gimana Nad?.."

Nadia bercerita kalau orang tua udah pisah, di jakarta ia tinggal ama ibunya. Ayah tinggal di Surayabay, trus dia di ajak ibunya buat pindah ke Bandung, coz ibunya mau ikut suaminya yang dapet kerjaan di Bandung, si nadia ini bingung , dia harus ikut ke bandung? Atau pergi ke ayah nya di Surabaya. Akhirnya ia belum nentuin keputusannya itu, ia lebih milih tinggal am tantenya dulu buat sementara sambil liburan di Cibodas.

"Kamu ikut ibu kamu aja, jadi bisa ketemu sama aku. Bandung nya dimana?" Tanya aang antusias.
"Iya sih, rencananya gitu, bandung nya di daerah dago."
"Sama dong., udah, pindah ke bandung ajah, " *sambil senyum2 penuh harap."
"Iya maunya juga gitu, tapi aku tuh bingung nyari sekolahnya, nyari temen baru lagi."
"Jangan bingung sekolah nya ke SMAN 2 ajah. Jadi nanti aku bantuin segalamacemnya.."
"Sumpeh lu??..."
"Sumpeehh deehh.."
"Haaa"

Matahari muali terbit, tante Nadia pun datang dengan membawa dua buah Nasi uduk ngangat, dengan 2 gelas the hangat. Cocok sekali untuk cuaca sejuk pagi ini.

"Ayo Nad makan dulu.."
"Iya makasih tante..." Jawab Nadia
"Hayu atuh kang emam heula"
"Nuhun bu.. Punteun jadi ngarepotkeun..." Jawab aang.
"Tante seneng Nadia ada temen nyan kemarin - kemarin mah Nadia cuman diem ajah."

Setelah dapet makanan gratis dari tantenya Nadia, aang pamit mau pulang. Tapi tante nadia nyuruh aang buat nemenin nadia jalan jalan di sekililing cibodas. Trus si aang ngajak Nadia ke batu bertuah, batu mitos yang udah ngebuat si aang dateng ke cibodas.

"Oh jadi ini batu nya. Aku baru tahu. Ehh... Itu nama kamu? Koq gak tulis nama pacar kamu?" *nunjuk ke tulisan FARHAN *
"Nama pacar aku udah ada sama orang lain" *sambil nujukin tulisan ASTRY LOVE INDRA.*
"Aku tulis nama aku ajah ya, buat kenang-kenangan disini. Besok lusa ibuku bakalan ngejemput aku, bentrar ya aku ambil dulu bollpennya." *lari lari kecil dengan manja buat ngambil bolpen.*

Di bawah tulisan FARHAN ditulislah NADIA. Si aang seneng banget. Gak lupa dia mita nomor hpnya si Nadia. Setelah keliling-kelilingn si aang pun hendak pulang ke Bandung. Hari ini hari senin, ia bele-belain gak sekolah hari ini cuman buat dapet cinta dari orang yang menghianatinya. Tapi sekrang hati nya sedkit terobati dengan kehadiran Nadia. Setelah bermaitan pada Nadia dan Tantenya, aan pun pulang kembali ke Bandung....

Perjalan Pulang berjalan dengan lancar. Tak terasa sudah sampai bandung ajah. Drumah nya boby tinggal sekitar 5 kilo meter lagi, lalu tiba2... Ngookk...m motornya Mogok lagi..m haduuuhhh.... Alhasil si aang ngdorong. Setelah ngedorong beberapa menit, alhirnya dia nyampe di Bengkel. Lalu vespanya ditinggal di bengkel, dan si aang pulang ke rumah boby.

"Astagfirulloh haladjimm... Allohuakbar..." *teriak si boby tiba-tiba negiat si aang dateng sendiri tanpa vespa kesayangannya. "
"Vespa gua mana?, pipi lu biru?, lutut lu luka... Lu di rampogk??... " *panik, lompat-lompat kayak orang kesurupan*
"Vespa lu mogok di bengkelnya Mas Dony! Klaw lutu gua jatuh kemarin, trus pipi gua ada yang nonjok. Tar gua ceritain deh..m"
"Jatohh??.... Vespa gua gimana? Kgak apa-apa kan?" *makin panik*
"Cuman lecet dikit, tapi maaf ya, biaya bengkelnya lu yang bayar dulu, duit gua abis! Mana hape gua ilang lagi."
"Hmm... Iyah deh.. Eehh... Kalo soal hp lu yang ilang, tar juga ada yang balikin. Soalnya kemarin kan gua nelpon lu, tapi yang ngangkat orang lain, trus orang itu bilang mau balikin. Paling besok atau lusa nyampe"
"Allhaaammdullillaaahhhh....." Sujud syukur*
"Eh ang, kayaknya perjalanan lu ke cibodas sia sia deh, soalnya tadi di sekolah si Astry ama si Indra..." Belum beres si boby nyerita si aang udah motong kata-kata si boby.
"Gua udah tau. Tapi gua gak sedih koq. Gua nulis nama gua ama cewe lain di batu itu, cewe yang jauh lebih baik, lebih cantik dari astry. And kalau nitos itu bener berarti gua bakalan berjodoh ama cewe itu."
"Siapa cewenya?""
"Ada deh, tar besok lusa juga tau... Haaaa "... *tertawa gembira*


-selesai-



_
_________________________________
Myth Of Cibodas
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 01 2012)