Minggu, November 04, 2012

cerpen; " si Teteh "

Tangan nya membentuk segitiga bergerak ke atas dan ke bawah, ke kiri dan ke kanan, berputar putar seperti sedang mencari sesuatu, lalu berlari mendekat ke sebuah sudut, berbicara, tertawa - tawa tanpa ada hal yang lucu. Semua orang yang berada disana merasa aneh dengan tingkah laku karyawan baru ini. Dia bernama Bagas, pemuda aneh yang baru beberapa hari kerja di Hotel Nimyas ini. Hotel bintang 5 di kawasan Puncak Cianjur.

"Kamu ngomong ama siapa Gas?" Tanya Doni teman kerjanya Bagas.
"Tuh, si Teteh, hantu Bule" jawab Bagas polos
"Mana? Gila ya lu?"
"Iyah.." Jawab nya dengan sangat Polos


tulunjuk kanannya bertemu dengan telunjuk kirinya, ibu jari kanannya bertemu dengan ibu jari kirinya, sehingga membentuk segitiga dengan kedua tangannya, Dia menghampiori sebuah dinding, dia tertawa, terus dia berlari membawa sebuah spidol, lalu dia kembali ke dinding tempat tadi dia tertawa, lalu dia menggambar sebuah mata dan hidung.

"Wah beneran gila lu Gas. Ngapain coba lu ngegambar disitu?" Tanya Irfan teman kerja Bagas
"Ngegambar di mukanya si teteh! Haa... Abis mukanya rata sih, cuman ada mulutnya doang!" Jawab Bagas sambil tertawa - tawa
"Teteh? Siapa?" Tanya irfan bingung
"Hantu Bule. Dia bilang namanya Thetehteh gitu deh namanya , makanya aku panggil Teteh ajah!" Jawab Bagas
"Wahh bener nih kata orang-orang, lu tuh punya kelainan. Aneh lu"

Karena ulahnya Bagas mendapat teguran dari atasannya. Dan harus mengecat tembok yang ia gambar. Ia kesal pada hantu yang selalu ia lihat dari kedua tangan yang dibentuk menjadi segitiga. Bagas pun mencari hantu itu, tangannya di bentuk segitga, tapi tak terlihat hantu Bule yang memiliki wajah rata ini. Setelah berkeliling, akhirnya ia bertemu dengan Hantu yang ia panggil si Teteh.

"Gara-gara kamu neh" bentak Bagas
"I took my shoes off, please find my shoes, only you can see me" Jawab si Hantu
"Ngomong apan sih lu?" Bentak Bagas dengan suara pelan
"I don't understand what you are saying. Why do you shout at me?"
"Aku di sebut Orang gila karena liat kamu" jawab Bagas berbisik
"and why do you always laugh when you see me? I know my face is very scary, but why do you laugh when you see my face?"

Suara -suara asing selalu terdengar saat Bagas bekerja. Tapi dia sama sekali tak mengerti. dia pun punya ide untuk menterjemahkan apa yang hantu itu katakan, dan dia pun megajak Irfan. Temannya yang pintar bahasa Inggris.

"Gua kok mau ngebantuin lu ya?" Tanya irfan
"Plis bantuin aku... Aku denger suaranya sih dia ada di sini" jawab Bagas

Ia menyatukan kedua tangannya menjadi segitiga, mencari hantu itu, hantu itu pun datang mengahampiri Bagas dan irfan lalu tiba-tiba... # gedeggbuukk!!!@*$#

"Hahahahahaaaa.... " Bagas pun langsung tertawa Keras.
"Wah gila lu kambuh nih!... Kenapa lu?" Tanya irfan ketakutan melihat Bagas tertawa
"Hahaha... Si teteh jatuh nginjek rambutnya sendiri" jawab Bagas sambil tertawa

Lalu perbincangan dengan hantu itu pun di mulai. Bagas sangat sulit mengucapkan ulang apa yang hantu itu katakan. Irfan pun bingung.

"Dia bilang Help me. Itu artinya dia minta tolongkan? Kamu kok bilang gitu terus sih?. Yang lain! Aku harus bilang apaan fan?" Tanya Bagas
"Dia bisa denger gua gak Gas?" Tanya Irfan
"Bisa"
"Ya udah gua yang nanya. what can I do for you?" Tanya Irfan
"please find my shoes were left behind in the room Two O one" jawab hantu
"pelan pelan teh! Aku susah ngulanginnya."
"please explain slowly" kata irfan pada hantu itu
"please find my High Heels were left behind in the room Two O one" ulang hantu itu dengan pelan
"Dai bilang, Plis pain may sus,... Apa tehh?"

Proses menterjemahkan ini berlansung sangat lama. Sampai akhirnya Bagas mengetahui apa yang di inginkan oleh si Teteh. Hantu itu menginginkan sepasang sepatu yang tertinggal di kamar saat mereka Check out dari Hotel. Dan hantu itu juga menjelaskan kenapa dia meninggal, dia meninggal karena kecelakaan di kawasan Puncak 30 hari yang lalu saat dia hendak kembali ke hotel untuk mengambil sepatu yang tertinggal di kamar 201. Dan hal itu lah yang membuatnya jadi hantu penasaran karena sepatu itu adalah sepatu kesayangan hantu ini. Sepatu ini diberikan oleh suaminya. Dan dia minta sepatu itu di kembalikan pada suaminya yang belum mengetahui kalau dia telah meninggal.

"Duh, gue bingung harus percaya apa kagak. Apa gue ketularan gila kayak lu ya? Lu gak lagi ngarang kan?" Tanya Irfan yang bingung dengan apa yang ia alami.
"Entahlah mungkin dia lelah." Jawab Bagas
"Duh gak nyambung lu! Kayaknya lu emang aneh deh!"

Tanpa menunggu waktu lama, Bagas pun langsung mencari informasi tentang sepatu si Teteh yang tertinggal di kamar 201. Dibantu Lilis pacar Irfan yang bekerja di Receptionist mereka mencari keberadaan sepatu itu. Lilis membuka data tamu yang check in pada tanggal sekitar 1 bulan yang lalu. Tapi tak ada jejak tentang si Teteh.

"Gas, lu ngarang ya soal si teteh itu? Pacar gua udah nyari data soal tamu kamar 201 dari kemarin, tapi gak ada yang namanya tehteh atau siapalah!..".
"Pacar kamu kurang teliti kali fan!"

Bingung, itulah yang Irfan rasakan, ia tidak melihat raut kebohongan di mata temannya ini, teman yang aneh, teman yang selalu tidak nyambung apabila di ajak berbicara, teman yang selalu diam, tapi kadang suka menyanyi-nyanyi tidak jelas, kadang juga suka menari-nari kesana kesini. Ia bingung kenapa hanya bagas yang bisa melihat si Teteh lewat tangan yang dibentuk segitiga. Tapi saat dia mencoba membentuk tangannya menjadi segitiga tak terlihat apapun.

"Gas, kenapa lewat tangan lu, lu bisa liat hantu itu? Dan kenapa cuman hantu itu doank yang bisa lu liat?" Tanya irfan
"Entahlah aku juga bingung! Kalau gitu kita tanyain ajah yah.." Jawab Bagas.

Seperti biasa tangan bagas di bentuk segitiga, ia mengitari area hotel kesana kesini, sampai akhirnya mereka berdua masuk ke Ballroom. Disana ada sosok Hantu Bule itu, Bagas pun memanggil Hantu itu, lalu, #buukkk!#*$€@+!!! Siteteh kejedot tembok!

"Hahaahaa.. Ckvkkkkcckk... " Bagas langsung tertawa
"Tuh kan tiap lu bilang si teteh ada, pasti lu ketawa. Kenapa sih lu?" Tanya irfan bingung
"Haa..m itu si Teteh Kejedot tembok! Maklumlah mukanya kan rata, matanya nya ajah hampir copot! Jadi dia gak bisa liat jalan!" Jawab Bagas sambil Teus tertawa.

Tanya jawab pun berlangsung. Dari tanya jawab itu diketahuilah bahwa alasan kenapa bagas bisa melihatnya adalah karena si Teteh sendirilah yang memilih bagas. Bagas bisa mendengar suara si teteh. Dan lewat tangannya yang membentuk segitiga adalah jendela untuk bisa melihat sumber suara itu. Jadi oleh karena itu Bagas bisa melihat dan mendengar si Teteh hantu Bule ini.

"why did you choose Bagas as a person who can help you? " Tanya irfan pada si Teteh
"because I know he's a good person. He was also the plain. I'm sure he can help me. " Jawab si Teteh
"Katanya, bikos ai now, hiis gut peursen.. Haaaackkk " Ulang Bagas lalu teratwa geli
"Kenapa lu ketawa?" Tanya Irfan bingung
"Enggak, tiap aku sama kamu, si Teteh selalu senyum-senyum gitu. Kayaknya dia Naksir kamu Fan. Haa" kata gagas sambil tertawa pelan

Pencarian sepatu masih berlanjut, bagas dan Irfan mencari sampai ke kamar 201. Dan menanyakan pada Roomboy yang berada disana. Roomboy disana tidak tahu tentang sepatu itu karena staff nya yang berubah setiap minggunya.

Beberapa hari kemudian Bagas sudah tidak menanyakan soal sepatu itul lagi pada Irfan. Saat Irfan menanyakannya, bagas menjawab bahwa suara si Teteh sudah tak lagi ia dengar. Dan saat dia membentuk tangan nya menjadi segitiga ia tak lagi melihat hantu penasaran itu. Menurut Bagas si Teteh sudah mempunyai Jiwa yang Baru, atau dia sudah tenang, dan kembali ke negara asalnya.

"Sayang aku kelihatan beda gak?" Tanya Lilis
"iyah, lebih tinggi, kamu pake sepatu baru?" Tanya irfan
"Iyah sayang. Ini dari Receptionist, ini punya tamu yang ketinggalan, karena sudah lebih dari 1 bulan jadi boleh aku bawa pulang" jawab Lilis.

Irfan bingung, ia ingat tentang sepatu yang dikatakan oleh temannya Bagas. Lalu saat ia melihat wajah pacarnya itu, wajah nya berubah menjadi ancur nyaris rata hanya tersisa mulut yang penuh dengan darah, dan rambut nya memenjang sampai lantai dan berubah menjadi berwarna Putih. Lalu ia berkata:

"NOW YOU CAN SEE ME HONEY! TAKE ME BACK TO MY HOME PLEASE!"
(Sekarang kamu bisa melihat saya sayang. Antarkan saya pulang ke rumah)



__________________________________
Si Teteh
Gagas Alf.
(@gaagas Oct 30 2012)

Tidak ada komentar: