Jumat, Juni 01, 2012

cerpen; "waiterlwriter"

Suara alunan musik nan merdu masih berirama di malam minggu yang indah ini, restaurant pun masih di penuhi dengan pengunjung yang sedang menghabiskan malam minggu dengan pasangannya. Tampak seorang pelayan restaurant yang sangat tidak menikmati keadaan ini, musik beriarama jazz dengan suara penyanyi yang merdu sama sekali tidak terdengar oleh nya. Hiasan dan dekorasi restaurant yang romantis tampak seperti kegelapan dimatanya. Pria ini hanya terdiam di sudut kegelapan dan tampak kelelahan karena melayani banyak pelanggan. Dipikiran nya hanya ada kesedihan dimana dia tidak bisa menikmati apa yang kebanyakan orang lakukan pada hari ini, pergi ke tempat romantis, makan malam, memberikan hadiah pada pasangannya, dan hal - hal lain yang dilakukan pasangan kekasih. Pria ini baru saja mengalami pengkhianatan. Beberapa hari sebelum hari ini adalah hari - hari yang sangat indah bagi pria ini, memiliki pacar yang cantik, baik hati, dan menerima apa
adanya, tapi itu semua berakhir kemarin malam. Ketika perempuan yang sangat di cintai dan kelak akan ia nikahi, ternyata berselingkuh dengan orang lain.w




Daffi adalah sosok pelayan muda berumur 19tahun yang baik hati, humoris, dan setia saat menjalin hubungan, Daffi berasal dari keluarga sederhana, hidup dengan ayah dan adik perempuannya. ia baru satu kali menjalani hubungan dengan seorang perempuan dan hubungan itu harus berakhir karena penhianatan.

" Fii !! ... Woy!! Ini makanan nya anterin!! "
" Iya Raa.."

Waktu sudah menunjukan jam 12malam, resaturant sudah sepi, musik sudah berhenti, teman - teman nya pun tampak sedang membereskan semua pekerjaannya. Daffi masih terlihat murung ia mengerjakan pekerjaan dengan tidak bersemangat. Setelah semua pekerjaan selesai resaturant pun ditutup semua pekerja pun pulang. Pria ini berjalan di kegelapan malam, lalu langkah nya terhenti ketika seorang perempuan menghampirinya.

" Daffi, kamu sakit? "
(Daffi hanya menggelengkan kepalanya)
" Trus kenapa?"
" Gapapa Ra"
" Yakin?? "
(Daffi menganggukkan kepalanya sambil sedikit tersenyum)
" Kamu bisa cerita kalau kamu mau, setidak nya aku bisa jadi pendengar yang baik, dengan bercerita kepada orang lain kamu akan merasa lebih baik, dari pada menyimpan semuanya sendirian "
( Daffi hanya diam)
" Ya sudah, semoga besok lebih baikan ya. Semangat fi !.. "

Lalu mereka berjalan berdua untuk pulang ke rumah nya masing - masing, kebetulan rumah mereka berdua berdekatan. Setelah Daffi sampai di rumah nya dia teringat perkataan temannya bahwa menceritakn masalahnya kepada orang lain akan membuatnya lebih tenang, tapi daffi tidak mempunyai keberanian untuk bercerita pada orang lain, saat daffi memeikirkan itu semua daffi melihat sebuah ballpoint dan buku, lalu ia mencurahkan semua isi hatinya kedalam tulisan itu, banyak hal ia tulis sampai ia pun tertidur.

*****

Beberapa hari berlalu, sakit yang terasa sudah mulai membaik, pelayan ini pun sudah mulai bekerja dengan semangat. Walaupun sering di ganggu oleh perempuan yang menyakitinya, wanita itu selalu berusaha untuk meminta maaf dan meminta nya kembali menjadi kekasihnya, tapi daffi merasa sekarang dia justru lebih baik, tidak ada lagi yang melarang nya untuk tidak bermain futsal, tidak ada lagi yang melarangnya merokok, tidak ada lagi yang menyuruhnya untuk mengantarkan ke berbagai tempat yang kadang membuat jadwal kerjanya terganggu bahkan sampai membuat ia membolos bekerja dan harus mencari cari alasan kepada atasannya. Sekarang pelayan ini menjadi pribadi yang lebih baik, ia sudah memaafkan kekasih yang menhianatinya itu, tapi ia tidak mau menjalin kembali hubungan yang telah ia akhiri. Daffi sekarang lebih fokus pada pekerjaannya, ia jadi lebih semangat bekerja, lebih sering lembur untuk mendapakan uang lebih.

" Kamu ko belum pulang?, bukannya kamu masuk pagi tadi?"
" Biasa lebur "
" Gak ada pesenan nih? "
" Belum Raa.. "
" By the way, dia Masih berusaha minta maaf? Knapa ga kamu maafin aja "
" Udah dimaafin, tapi.. "
" Tapi apa? "
" Dia minta balikan, tapi aku ga mau "
" Oohh.. " ( Jawabnya sambil tersenyum kecil)
" Ko senyum raa?? "
" Ya, senyum aja, gak boleh? "

Andhira, seorang perempuan yang selalu dekat dengan daffi, Dhira adalah seorang koki magang berumur 18 tahun yang berasal di sekolah Perhotelan jurusan Pastry and Bakery. Dhira adalah perempuan yang sudah lama di kenal Daffi, bukan karena mereka bertetangga, tapi karena mereka sudah menjadi sahabat dari mereka SMA. Walaupun mereka tidak satu angkatan mereka cukup dekat untuk seorang sahabat. Dhira melanjutkan pendidikannya ke sekolah perhotelan, sedangkan daffi tidak melanjutkan sekolah nya dan lebih memilih untuk bekerja dan menjadi pelayan adalah pilihannya.

*****

" Daffi, maafin aku ya yang kemarin - kemarin "
" Udah g usah d bahas lg put! "
" Tapi aku masih sayang sama kamu, aku gak cinta sama Gibran "
" Udahlah put... "
" Kamu juga kan "
" Aku udah anggap tidak pernah terjadi apa-apa, dan sekarang kita makan bareng ini, hanya makan bersama sebagai teman lama.
" Tapi, ... "
" Apa kamu mau aku mengingat semua yang terjadi kemarin, dan aku tidak akan mengenalmu lagi selamanya? "
" Enggak, jangan,... terima ksih sudah memaafkan aku, dan masih mau menjadi teman aku "

Pertemuan pertama setelah beberapa minggu dia tidak bertemu dengan perempuan yang manghianati cinta nya. Daffi masih ingat ketika ia melihat pacarnya sedang berciuman dengan teman kuliah nya di dalam mobil mewah berwarna putih. Saat itu daffi hanya diam, lalu mereka menyadari kehadiran daffi, mereka berdua berhenti berciuman, lalu perempuan di dalam mobil itu keluar dan tampak sangat kaget. Sang lelaki juga ikut keluar dengan kesal dan berkata:

" ngapain lu liatin orang pacaran? Lu gak pernah liat orang ciuman"

Putri adalah wanita cantik mantan kekasih dari seorang pelayan yang ia hianati. Ia adalah seorang mahasiswi berumur 19 tahun yang berasal dari keluarga biasa. Putri berselingkuh dengan pria tampan yang bernama Gibran karena merasa Daffi hanya memberikan nya cinta tanpa memberikannya harta yang berlebih, dan Gibran memberikan semua yang ia minta. Daffi selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya, tapi kekayan dan ketampanan gibran membutakan mata hati nya.

Pertemuan singat itu berakhir, lalu daffi pun pulang, di dalam kamar ia melihat sebuah buku yang biasa ia isi dengan tulisan nya, ia melihat halam pertama berisi sebuah gambar wanita berambut panjang yang sedang tersenyum, wanita itu adalah putri, dilembar selanjutnya pun berisi tulisan kebahagian nya dengan putri, dan dihalaman paling akhir adalah cerita tentang penghianatan. Lalu ia menutup bukunya, lalu ia pergi ke kamar adik nya untuk meminjam komputernya, hari ini adalah hari libur untuk daffi dan ia tidak ada kegiatan hari ini, lalu ia menyalakan komputer adiknya lalu menyambungkan komputer dengan hp cdma yang bisa ia pakai sebagai modem internet. Dan ia pun menjelajah di dunia maya, ia membuka akun Twitternya lalu ia melihat informasi tentang cara untuk menerbitkan buku bagi penulis pemula, dan di sana juga ada alamat email yang bisa di kirim untuk tulisan berupa cerita atau novel. Daffi teringat dengan buku yang baru ia lihat tadi, lalu
ia menulis alamat email itu. lalu ia balik ke kamarnya untuk mengambil buku catatan nya, dan kembali ke kamar adiknya itu. Ia mengakhiri internet nya, lalu membuka microsoft words dan mulai mengetik cerita yang ada di bukunya itu.

" Doorrr!!!.... "
( Daffi kaget) " ngagetin lu Sa! "
" Lagi facebook-an ya? , eh ko ngetik sih ka? Ngetik apaan? Curhat ya? Haha"
" Lu gak bimbel? Tar kalo nilainya jelek gak bisa nerusin di universitas negri lagi."
" Udah pulang lah, ini kan udah jam stengah lima! "
" Stengah lima?? "
" kakak sibuk banget sih? Pasti belum makan kan? Mau di masakin? "
" Boleh - boleh "

Anisa adalah adik daffi berumur 17 tahun, gadis kelas 3 SMA ini adalah satu satunya adik daffi yang panling ia sayang, Daffi rela membantu ayahnya yang hanya seorang karyawan swasta untuk melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi negri terbaik di kota metropolitan ini. Anisa adalah satu - satunya perempuan di keluarga, ibunda Daffi dan Anisa telah meninggal dunia saat Daffi berumur 14 tahun. Sejak saat itu anisa menjadi inu rumah tangga di rumah ini, ia mengerjakan semua pekerjaan rumah mulai dari mencuci, membersihkan rumah, dan pekerjaan lain. Anisa adalah sosok perempuan yang ceria, penuh dengan kebahagian, pintar, dan penuh dengan semangat.

*****

Beberapa hari selanjutnya daffi menghabiskan waktu nya untuk menuliskan cerita nya di sela sela kesibukan nya sebagi pelayan resataurant, ia menuliskan semua, dari pertama ia bertemu dengan putri sampai penghiantan yang dirasakan nya. Di akhir cerita ia menuliskan bahwa putri sakit dan butuh banyak biaya dan tinggal menunggu kematian. Ia mengarang cerita itu mungkin karena ia masih sedikit kesal dan akhirnya ia mengarang cerita itu. Setelah 2 minnggu ia menyempatkan waktu untuk mengetik ceritanya, akhirnya ia berhasil menyelasikan ceritanya, dan kisah itu berakhir dengan kematian putri. Di dalam cerita daffi mengisahkan tentang Bagas dan Putri. Bagas adalah sosok pria yang mewakili Daffi sendiri, ia tidak memakai nama asli nya sebagi pemeran utama di cerita karangannya, tapi menggunakan nama Bagas sebagai penggantinya. Untuk pemeran perempuan ia menggunakan nama Putri karena menurutnya nama Putri adalah nama yang cocok dan ia berharap nanti
putri akan membacanya dan tau betapa sakitnya Daffi telah di khianati oleh putri. Lalu Hasil tulisan nya pun ia kirim ke alamat email penerbit.

Hari ber ganti hari, tidak terasa sudah 1minggu sejak daffi mengirimkan cerita ke penerbit, dan tak ada balasan dari penerbit. Minggu selanjutnya pun tidak ada jawaban atau balasan dari penerbit. Lalu daffi pun merasa putus asa, dia mengecek kembali kotak masuk email nya, tak ada satu pun balasan. Lalu ia pun menutup email nya, lalu membuka twitternya, lalu ia melihat saembara dari salah satu penerbit lain, Gagas Media nama penerbitnya. Gagasmedia mengadakan pencarian penulis baru, bagi yang berminat akan ada hadiah sebesar 10 juta dan cerita nya akan di bukukan, akan dicari 6 orang yang menulis berupa cerita pendek dan cerita pendek dari ke enam pemenang akan di cetak dalam satu buku. Daffi merasa ini adalah kesempatan untuk mengirimkan ceritanya ke gagasmedia. Dan daffi pun mengirimkan ceritanya ke email gagasmedia.

" Ka, masih nunggu balasan dari penerbit? "
" Ahh, percuma kayaknya susah sa"
" Mm... Itu lagi ngirim lagi? "(Sambil melihat layar komputer)
" Iya, tapi bukan yang penerbit yang kemarin, sekarang mah ada kompetisi cerpen "
" Cerpen ? Trus udah di edit lagi ceritanya?"
" Belom"
" Gmn sih ka, cerita kepanjangan kalo buat cerpen, cerita yang kemarin tuh udah bagus ka, tapi endingnya udah basi, udah banyak cerita kayak gitu. Trus, terlalu memperlihatkan kesadihan. "

Daffi pun mangubah cerita nya, ia mempersingkat cerita Dan mengubah akhir cerita nya menjadi lebih lucu, di tulisan ini cerita berakhir dengan putri yang menjadi gila karena sebuah kecelakaan tragis, putri kehilangan semua ingatan nya dan salah minum obat dan membuatnya jadi gila. Saat mengetik cerita ini daffi sambil tertawa tawa. Lalu setelah semalan tidak tidur karena keasikan mengedit ceritanya, akhirnya ia pun menyelasaikan nya dan langsung mengirimkan kembali cerita pendek lucu nya ini. Di cerita pendek nya ini berbeda dengan tulisan sebelumnya. Kalau di tulisan sebelumnya lebih memperlihatkan kessdihan karena pengkhianatan, tapi di cerita pendeknya kali ini ia memperlijatkan tentang seorang laki-alki yang mengalami penghianatan tapi dia bisa bangkit dan menemukan penggantinya, dan di kemas dengan banyak cerita lucu.

*****

Pengumuman pemenang akan di umumkan bulan depan, sekarang daffi kembali pada kerjaan nya sebagai pelayan restaurant. Putri sudah tidak menghubunginya lagi, Nisa sedang sibuk menghadapi ujian nasional, dan Dhira sedang menikmati hari terakhirnya sebagai training di restaurant dan harus kembali ke sekolah untuk menyesaikan laporan praktek kerjanya.

" Fi, maafin aku y, klo selama aku kerja aku sering ngerpotin kamu, aku pasti bakalan kangen banget"
" Tenang aja ra, kita kan tetanggaan kalo kangen tinggal ke rumah aja."
"Maksud aku tuh kangen kerja bareng, oh ya fi, ada yang ingin aku tanyain,..."
"Apa.."
" ..... ... Gak jadi deh... "

Dhira lalu pergi, daffi bingung apa yang akan ditanyakan dhira, daffi berpikir, apakah dhira mencintainya, selama daffi kenal dengan dhira ia tak pernah dikeenalkan dengan pacar dhira. Daffi juga mulai merasakan perasaan yang berbeda pada dhira. Ia selalu merasa nyaman ketika berada di dekat dhira, dan dhira juga yang selalu ada buat daffi, selalu menghibur daffi ketika ia sedang sedih dan dhira juga selalu memberi semangat dikala ia sedang tidak bersemangat. Karena daffi merasa penasaran dengan apa yang ingin di tanyakan dhira, daffi pun mengejar dhira.

" Raa... Tunggu... Kamu mau nanya apa tadi?.. "
" Engga.. Lupain aja"
" Ra... "

*****

Satu bulan berlalu, Nisa sudah Lulus SMA, dan sedang mengurus administrasi untuk melanjutkan ke universitas negri dan butuh biaya yang tidak sedikit. Daffi berharap ia bisa memenangkan kompetisi penulis pemula yang ia ikuti, dan bisa membantu adik yang sangat ia sayangi. Dhira sekarang sedang sibuk menyiapkan kelulusan nya. Dhira dan daffi masih sering bertemu, seperti sekarang dhira memasak masakan baru dan daffi adalah orang pertama yang menyicipi masakannya. Ketika daffi memakan masakan dhira yang sangat enak, daffi ditelepon sesorang dari pihak penerbit, dan ia di beri tahu bahwa cerita nya menang sebagai salah satu dari enam penulis lain yang mendapat hadiah 10juta.

" Kenapa? Kok senyum - senyum gitu? "
" Aku menang! "
" Waahhh... Selamat "

reflek dhira memeluk daffi, lalu ketika ia sadar apa yang ia lakukan ia pun melepaskan kan pelukannya, wajah keduanya memerah, dan tampak tersipu. Daffi memengangkan kompetisi ini, persaan nya sangat senang, ia tak sabar memberitahukan kabar baik in kepada adik dan ayahnya. Daffi diminta untuk datang ke kantor penerbit untuk mengambil hadiah dan mengurus cerita nya untuk proses pencetakan dan akan di bukukan menjadi kumpulan cerita pendek. Saat ia sudah menyelesaikan makan nya telepon nya berdering kmbali, kali ini dari nomor rumah Putri, daffi sempat malas untuk menerima telepon dari putri. Lalu daffi pun mengangkat telepon.

" Hallo... "
" Daffi??... "
" Iya,"
" Ini tante fi. Daffi bisa dateng ke rumah besok?"
" Ada apa ya tan?"
" Besok ke sini ya, putri sakit dan ingin ktemu kamu "
" Sakit apa tan?"
" Tante juga gak tau, tapi besok daffi kesini ya"
" Iya tan... "

Daffi bingung, ia berpikir mungkin putri hanya sakit biasa dan hanya ingin di temani olehnya. Tapi daffi masih teringat dengan suara ibu putri yang bergetar dan terdengar seperti menahan tangis. Setelah dhira pulang, ia lalu meberitahukan kemenangannya pad ayah dan adiknya, mereka sangat senang sekali mendengar kabar bahagia ini.

*****

Ke esokan harinya daffi datang ke rumah putri setelah mengurus administrasi di kantor penerbit yang akan menerbitkan ceritanya, dan ternyata putri memang sakit, dan putri ingin kembali menjadi pacar daffi, tapi untuk kesekian kalinya daffi menolaknya, putri sangat menyesali perbuatan nya yang telah mengkhianati seseorang yang sangat ia cintai. Setelah menjenguk putri, daffi pun pulang. Dan di rumah nya andhira, nissa, dan ayah nya sudah membuat kejutan kecil, sebuah kue bertuliskan "you're a good writer" telah disiapkan keluarga dan teman terbaiknya dhira. Daffi terlihat sangat bahagia, lalu mereka pun makn bersama siang itu. Setelah pesta kecil itu selesai daffi bersiap - siap untuk bekerja. Saat daffi akan berangkat ke tempat kerjanya, daffi menerima pesan dari putri , sebuah ucapan selamat karena daffi telah menjuarai kompetisi cerpen. Pengumuman pemenang suadh di muat di akun twitter penerbit gagasmedia. Lalu daffi hanya membalas dengan
tulisan terima kasih saja.

Sebulan kemudian daffi mulai sibuk dengan proses editing untuk pencetakan bukunya, cerita daffi yang berjudul 'bad princess' atau yang berarti putri jahat, judul Bad princess juga dipakai untuk judul utama buku kumpulan cerita pendek nya, dan cerita berada di abgian pertama dari ke lima cerita lainnya. daffi merasa sangat bahagia, hadiah 10juta sudah diterimanya dan sebagian sudah digunakan untuk keperluan nissa untuk melanjutkan sekolahnya. Nissa sudah diterima di universitas pilihannya. Dhira dan daffi menajdi semakin dekat di tengah kesibukan sebagi pelayan juga penulis daffi masih menyempatkan waktunya bersam dhira. Sedangkan putri sekarang lebih sering sakit, dan sering meminta daffi untuk menjnguknya, semakin hari sakit putri terlihat lebih parah, saat daffi menjenguknya dengan dhira, putri tidak mengingat dhira, putri lupa pada dhira, yang ia ingat hanya daffi. Karena penasaran ada apa dengan putri, lalu bertanya pada ibunda putri, dan
apa yang terjadi, ternyata ibunda putri menjelaskan bahwa putri mengidap sebuah penyakit di kepalanya, ia kehilangan beberpa ingatannya, dan hanya daffi yang ia ingat, ibunda meminta daffi agar mau menjaga putri sampai ia sembuh, dan meminta kepada daffi dan dhira agar tidak memberitahukan siapapun tentang penyakit anaknya ini. Daffi hanya terdiam, dan bingung. Lalu ia teringat akan ceritanya yang ia tulis.

" Raa, apa semua ini gara - gara aku?"
" Bukan fii... Kamu jangan nyalahin diri kamu gitu.."
" Tapi, semua yang aku tulis menjadi nyata... "

Semua yang daffi tulis terjadi, putri sakit yang dimana sakitnya berhubungan dengan otak, dan ia mulai jatuh cinta dengan dhira. Daffi takut kalau semua yang ditulis nya akan terjadi, bagaimana kalua putri meninggal?, ia tak berharap semua ini terjadi, sebentar lagi ceritanya akan di cetak, dan putri menjadi semakin parah, saat dia datang untuk menjenguknya, putri hanya diam. Daffi berusaha mengajak ngobrol, tapi putri hanya senyum, mengangguk, dan menggelengkan kepalanya, tak sepatah katapun keluar dari mulutnya.

*****

Kumpulan cerita pendek sudah dicetak, daffi mulai sebuk promosi untuk buku kumpulan cerpen yang berjudul Bad Princess itu. Daffi mengambil cuti di tempat kerjanya, sempat terpikir untuk keluar dari pekerjaannya, namun ia mengurungjan niatnya, karena ia berpikir bahwa pekerjaannya sebagai penulis belum tentu akan menghasilkan uang lebih, ia hanya menganggap tulisannya hanya beruntung. Sekarang ia sedang promosi dari toko buku satu ke toko buku lainnya, dan kemarin daffi baru selesai mengenalkan bukunya dengan para pemenang lainnya, dan ternyata sambutannya cukup baik.

Ibu Putri sering memintanya datang untuk menjenguk putri dan menjaga putri, ibu putri bilang ia hanya ingin liat anak nya tersenyum. Karena saat daffi datang ke rumahnya putri selalu tersenyum, dan setelah beberapa bulan putri pun belum ada tanda - tanda kesembuhan. Dan ibunda putri meminta agar daffi tidak meninggalkan putri. Daffi pun bingung ia sekarang sudah tidak mencintainya, hatinya sekarang sudah terisi oleh Dhira, sahabat terbaiknya yang sangat ia cintai. Dhira sudah menyelasaikan sekolahnya dan sekarang ia bekerja di salah satu hotel ternama, dan hubungannya dengan daffi semakin menjauh, karena daffi sibuk dengan 2 pekerjaannya sebagai pelayan juga penulis dan harus menjaga putri yang sedang sakit. Hari ini daffi membawa buku kumpulan cerpennya untuk diberikan pada Dhira. Tapi Dhira tak ada di rumah, ibunya bilang Dhira baru saja keluar tanpa bilang mau kemana. Lalu setelah daffi berpamitan ke ibunda Dhira, ia pun lari ke sebuah
taman dekat rumah mereka.

" Raa... "
(Dhira menengok, sambil tersenyum kecil)
" Ini buat kamu ra, sorry baru aku kasih sekarang. Soal nya dari kemarin-kemarin kamu sibuk terus"
" Makasih fi! Bukannya kamu yang sibuk fii?? Putri gmana kabarnya??"
" Ya masih belum ada peningkatan"
" Masa? Tapi kemarin... Eh enggak deh... Salah liat kali"
" Kemarin apa? "
" Kemarin - kemarin dhira sih liat dia di The Coffee's sama ibunya, ketawa - ketawa gitu, tapi kayak nya sih salah liat, atau kalau pun itu dia ibunya lagi ngingetin kenangan masa lalunya kali y"

Daffi bingung, apa mungkin putri sudah membaik, tapi berpura-pura masih sakit agar bisa dapta perhatiandarinya. Pertemuan itu berakhir. Daffi pun pulang den bertemu dengan adiknya nissa yang bru pulang dari Ospek nya. Mereka berdua pun mulai bercerita tentang putri, dhira, dan tentang Ospek nya Nissa yang membuat daffi tertawa karena mendengar kejadian - kejadian lucu yang dialami adiknya.

*****

Beberapa hari selanjutnya daffi semakin bingung dengan perasaannya, ia sangat menyayangi sahabatnya, tapi ia juga teringat permintaan ibu putri agar menjaga putri. Dan hari ini daffi di minta ibu putri untuk menikahi putri. Karena hanya dengan daffi putri akan baahagia, daffi pun hanya bisa diam ia tidak menjawab permintaan dari ibu putri. Apakh daffi harus menikahi putri dan berharap akan mencintainya dengan ihklas?, tapi dia juga bingung, karena yang ia cintai adalah Dhira, dan daffi pun sudah tahu perasaan Dhira padanya. Daffi butuh masukan, apa yang harus ia lakukan, lalu ia pun pulang kerumah, dan menceritakan isi hatinya pada adiknya nissa.

" Masa nikah? Lu kan msih muda ka"
" Tapi putri sakit, cuman aku yang bisa buat dia tenang."
" Emang sakit apaan sih ka? berbulan - bulan gak sembuh -sembuh?"
" aku juga ga tau de, tapi ada hubungan nya dengan otak, persis dengan apa yang kakak tulis di cerita Bad Princess"
" Ko bisa ? Jangan - jangan dia cuman ngikutin cerita pendek kakak, trus pura - pura sakit. Jadi supaya kakak ngerasa bersalah karena udah buat cerita yang jadi nyata"
" Gak mungkinlah, putri sakit sebelum novel nya di cetak"
" Bisa ajalah, orang aku yang... "
" Yang pa de? "
" Aku yang ngirim..."
(Daffi kaget, dan hanya diam)
" Maaf ya ka, abis ka putri maksa. "

Hari itu juga daffi langsung pergi ke rumah putri untuk memastikan apa putri benar benar sakit atau tidak, daffi emang sempat beberapa kali curiga pada putri, setiap kali ia menjenguk putri muka tidak terlihat seperti orang sakit, lalu ia teringat dengan ucapan Dhira yang pernah melihatnya di salah satu caffe bersama ibunya.

Tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk ke rumah putri yang tak terkunci. Lalu tanpa sengaja ia mendengar perbincangan antara putri dan ibunya.

"Mah, apa daffi mau menikah dengan aku?"
" Pasti sayang, daffi tak bakalan tega meninggalkan kamu dalam kondisi seperti ini"
" Tapi kalo daffi tau aku cuman berpura - pura gimana?"

Daffi sangat kaget, ia telah mengorbankan banyak waktu dan tenaga untuk merawat putri yang ternyata membohonginya. Perasaan nya sangat marah, ia telah di kecewakan oleh putri 2 kali, dan yang kedua kalinya ini terasa sangat sakit. Daffi hanya bisa menahan emosinya yang sudah memanas. Daffi berusaha tenang, dan mulai berpikir. Sempat terpikir untuk masuk ketengah tengah mereka dan bertiak, tapi setelah berpikir ulang, daffi tak mau terlihat marah, lalu pelan pelan ia keluar rumah dengan sangat pelan pelan. Setalah berad di luar ia mengetuk pintu, ia akan berpura - pura tidak tahu apa - apa, dan datang untuk menjawab permintaan dari ibunda putri.

Setelah dipersilahkan masuk, daffi pun langsung ditanya bagaimana jawabannya untuk menikahi putri, daffi terdiam lalu menjawab;

" Maaf tante, maaf put, aku sudah bertunangan dengan orang lain. "
" Dengan siapa? " ( Tanya putri yang terlihat kaget)
" Dengan orang yang sangat aku cintai put"
" Daffi, boleh kita mengobrol 4 mata saja,.. " ( Pinta ibunda putri)
" Ga usah tante, biar putri denger kalo daffi gak cinta sama putri"


Putri pun seketika menangis histeris, dan langsung memegang kepalanya terlihat sedikit dibuat - buat. Ibunda putri pun meminta tolong pada daffi, tapi daffi hanya diam tanpa ada sedikit gerkanpun. Lalu putri pingsan, ibunda daffi berteriak kembali meminta daffi menolongnya.

" Maaf tante, bukannya daffi ga mau menolong putri, tapi daffi ga bisa nolong apa- apa , yang bisa nolong putri cman dirinya sendiri, dengan tidak membohongi orang lain."

Ibunda putri tampak kaget, dan mengerti bahwa daffi sudah mengetahui kebohongan nya, laluibunda putri meminta maaf sambil menagis di depan putri yang pingsan.

" Maafin tante daffi, tante nelakuin ini semua karena ingin melihat anak tante bahagia, tante rela ngelakuin apa aja yang penting anak tante bahagia"
" Tante, apakah tante yakin putri akan bahagia dengan daffi?, putri hanya terobsesi, mungkin karena tante selalu memberikan apapun yang putri pinta. Saya harap tante bisa mengerti."

******

Hari ini daffi akan menyatakan cintanya pada Dhira. Ia sudah yakin dengan hatinya, setelah kemarin ia terbebas dari putri yang membohonginya, sekarang ia menuju rumah dhira sambil membawa 3 batang coklat untuk diberikan pada Dhira. Saat ia sampai di rumahnya, ia kaget karena di rumah itu tidak ada siapapun. Setelah bertanya kepada tentangga sebelahnya, daffi mendapatkan info bahwa dhira dan keluarganya sedang berlibur ke bandung mengunjungi keluarganya. Lalu daffi pun menelpon dhira, tapi nomornya tidak aktif.

3 hari berlalu, dhira masih belum pulang. Nomor teleponnya pun masih tidak aktif. Daffi pun menghubunginya lewat Twitter, daffi mention ke akun dhira berkali kali tapi tak ada jawaban. Daffi pun mencari alamat keluarga dhira di bandung, tapi tidak menemukannya. Ia hanya bisa memandangi 3batang coklat yang akan ia berikan pada dhira. Dan ia semakin bingung ada apa dengan dhira. Disaat ia akan menyatakan cintanya, justru cinta nya itu menghilang entah kemana.

Satu minggu kemudian ia datang kembali ke rumah dhira, dhira sudah tiba di rumahnya, dan daffi sangat senang mendengar kabar itu, dengan hati yang sangat bahagia ia pun datang ke rumah dhira, setelah sampai di rumah dhira, dhira pun mempersilahkan daffi untuk masuk.

" Raa... Kamu darimana aja, nomor kamu gak aktif,"
" Aku ke bandung, mm... Aku ganti nomor, maaf aku lupa ngasih tau, nanti aku sms deh"
" Raa, aku cman mau kamu tahu kalo aku sayang sama kamu."
(Dhira terlihat terkejut, dan hanya terdiam)
" Raa... "
" Fi, kamu kan udah mau nikah sama putri"
" Raa, putri itu pura - pura sakit, lagian kamu tau dari mana kalo aku dan putri mau nikah?"
" Sebelum aku ke bandung aku menelpon Nissa, nissa bilang kamu di suruh nikahin putri, dan kamu langsung berangkat ke rumah putri, dan nissa bilang kamu udah gak bisa nolak."
" Waktu itu aku k erumah putri, dan tahu kalau dia cuman pura-pura sakit, akupun langsung ninggalin dia. Bentar-bentar... Tapi bukan gara - gara itu kan kamu pergi ke bandung dan ganti nomor telepon segala?"
" Hmm.. Bukanlah.. " ( Muka nya terlihat memerah)

Daffi dan dhira pun menjadi sepasang kekasih. sang pelayan pun mendapatkan wanita impian nya. Dan cerita berakhir sesuai dengan apa yang ia tulis, Putri mati, tapi bukan mati dalam arti yang sebenarnya, putri jahat itu telah pergi dari kehidupannya, dan kini penulis ini punya banyak hal hal baik untuk di tulisnya bersama cintanya


*****(((((tamat)))))*****





waiterwriter
Gagas Alf.
(@gaagas jun 14 2012)