Rabu, Agustus 28, 2013

cerpen; 2Hati


"Terima Kasih"


Kata itu kata terakhir yang kudengar, dan Kereta itu membawamu pergi, pergi jauh, kau jauh sekarang, tapi bahkan dari dulu kau jauh dariku padahal waktu itu kau berada di dekatku tertawa bersamaku tapi tetap terasa jauh, jauh dari hatiku. Entah harus berapa lama lagi rasa ini ku pendam, Entah harus berapa kata cinta lagi yang tertulis di hatiku, tanpa bisa ku ungkapkan. Setiap kali ku tatap fotomu, menyadarkankan ku betapa cantiknya dirimu, ingin rasanya aku bisa membaca matamu, adakah bayangan diriku di binar matamu. Adakah namaku terukir dihatimu...

Aku telah melewatkan kesempatan mengungkapkan isi hatiku padamu, entahlah mungkin aku memang lelaki yang paling payah di dunia ini, hanya untuk berkata jujur pun aku tak sanggup. Aku tak sanggup mengatakan 3 kata saja, aku cinta kamu...

Aku pulang ke rumah, dengan penuh penyesalan, mengapa bibir ini tidak bisa berkata kata. Mungkin aku takut, atau aku malu, atau aku bodoh, atau aku pengecut, atau semuanya.

Dunia, aku jatuh cinta, tanpa bisa mengutarakannya. Langit, ku ingin melihat nya. Awan lukislah wajahnya. Angin bisikanlah kata Cinta untuknya.

Telah lama ku berpisah dengannya, aku rindu. Apa kabar dirinya? Bahagiakah dirinya? Apakah aku harus menyusulnya? Kenapa untuk menanyakan kabarnya saja aku tak berani. Hanya menunggumu menghubungiku, sebagai sahabat. Dan mungkin itu sudah cukup. Setengah tahun sudah ku tak melihatmu, rindu...

"Hallo"
"Hai dam, besok ikut ke Bandung?" Kata Nuel d telepon.
"Ngapain?"
"Main ke si Anna lah. Kemarin si Lilly nelpon, dia gak ngajak lu apa?" Tanyanya tak pecaya.

Aku masih tertidur, ini libur panjang. Hari ini bebas dari perkuliahan yang membosankan. Sampai akhirnya Lily dan Nuel membangunkanku. Langsung mengajakku ke Bandung. Aku sebenarnya sudah menduga Lily akan melakukan ini, aneh rasanya apabila ia tak mengajakku pada orang yang aku sayang. Ku pakai Baju terbaik yang kumiliki yang tadi malam sudah ku siapkan.

Perjalanan sangat lama, mungkin karena aku sudah tidak sabar melihat wanita paling cantik di dunia, Arriana. Mobil Nuel melaju dengan pelan, atau itu hanya perasaanku saja, karena setiap menit melihat jam d tanganku yang lama sekali berputar.

Rumah tua klasik berwarna putih kelabu itu rumah sementaranya disini, banyak kamar di rumah besar ini, sampai akhirnya kita samapi d pintu yang terbuka dan bisa kupastikan itu kamar Anna karena tulisan Arriana tertulis di pintu. Tapi hatiku seperti jatuh, mungkin kaget d kamar itu ada wanita yang paling ku cinta dan temanku, Davin.

"Davin! Katanya gak bisa ikut." Teriak Lily tiba-tiba bahkan ia belum mengucapkan salam pada pemilik Kamar.
Davin tersenyum, Arriana menuju ke arah pintu dan mempersilahkannya masuk. "Hey, akhirnya dateng juga, silahkan masuk."
"Jadi kita mau main kemana? Belanja!" Kata Nuel yang baru duduk, Anna masih membuatkan minuman.

Aku cemburu, aku tahu itu. Aku sangat bahagia melihatmu baik baik saja. Tapi aku juga sakit, karena melihatmu dengan temanku Davin. Aku senang saat Nuel bilang Davin tak bisa ikut kesini. Sepertinya Anna sangat nyaman dengan Davin, ia selalu membicarakan Davin, mungkin aku tahu ia jatuh Cinta pada Davin, dan mungkin sebaliknya.

Aku takut, sebenarnya. Mungkin Davin dan Anna memang berjodoh, kalau itu benar, apa aku harus ikhlas? Sering kudengar Cinta tak harus memiliki. Tapi aku ingin memilikinya, ingin jadi ayah dari anak - anaknya.

"Belanja dulu baru makan" kata Davin yang sedang berjalan bersama kami.
"makan dulu aja. Lapar" Kata Nuel, yang langsung masuk ke Mc donald, lalu diikuti kami.

Kita makan berlima, pandanganku tak pernah lepas dari wajahnya. Sampai akhirnya Lily berbicara;

"An, kamu tahu, ada di antara ketiga lelaki disini ingin mengutarakan isi hatinya, aku udah tau dari lama dia mendam rasa cinta, tapi malu bilangnya , sekarang saatnya" Lily berbicara dengan jelas, tapi ketiga lelaki yang ada di meja itu tak seorang pun yang bicara.
"Siapa ?" Tanya Anna antusias.

Beberapa detik kemudian

"Aku Li, aku udah lama suka sama kamu. Dari dulu" kata Nuel dengan pelan dan ragu ragu, keringat dingin keluar dari dahinya.
"Yah itu sih aku tau, maksud aku bukan kamu Nuel," jawab Lily singkat.
"Kamu udah tau? Tau dari siapa?" Tanya nuel lalu mengarahkan pandangannya pada Adam sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Aduh Nuel, nanti udah ini aku jawab ya, kita empat mata aja" jawab lily singkat.
"Terus siapa?" Tanya anna.
"Aku.." Jawab Davin,
"Kamu suka sama Lily juga Vin?" Tanya anna.
"Aku suka sama kamu na.."

Hal yang paling aku takutkan terjadi, Davin mengutarakan isi hatinya pada orang yang aku sayang. Apa yang harus kulakukan, aku tak akan sanggup melihat mereka berdua meresmikan jalinannya dihadapanku. Mta Lily sudah memberi tanda agar aku mengatakan sesuatu, kakiku sudah berkali kali ditendangnya. Aku hanya diam seperti anna yang sekarang terdiam juga mendengar kata kata dari Davin.

"Maksud aku juga bukan kamu Vin, maksud aku Adam." Bilang Lily yang tiba tiba.
"Kamu suka ama Lily dam?" Tanya Nuel.
"Atau kamu suka ama Anna?" Tanya Davin.
Aku hanya terdiam
"Dam..m cepetan.." Suruh Lily.
"Hmm... Aku cinta kamu..." Kata Adam perlahan dengan nafas yang tak teratur seolah baru saja di kejar anjing .
Semua memandangku,
"Annaa..." Lanjutku pelan lalu menundukan kepalaku
"Nuel, kita pindah meja," kata lily sambil tersenyum bahagia karena pria idamannya akhirnya engutarakan cintanya.

Anna terkejut, ada Dua hati di hadapan nya, siapa yang akan dipilihnya? Aku sangat berharap dia menerima cintaku. Setelah bertahun tahun memendam rasa ini, akhirnya aku bisa bilang kata Cinta padamu. Hatiku berdebar dengan cepat, seakan akan meledak.

"Aku tak bisa memilih, maafkan aku Vin, maafkan aku dam.."






__________________________________
2Hati
Gagas Alf.
(@gaagas Feb 02 2013)

Tidak ada komentar: