Wajahnya memerah bercucuran keringat kerudungnya basah, dapur ini terasa 3kali lebih panas dari biasanya, uap panas dari berbagai makanan yang dimasak memenuhi dapur ini, matanya berkunang kunang, dia berusaha berjalan pelan, lalu dia kehilangan kesadarannya.
"Fit, lu udah bangun?"
"Lu sakit fit?"
Dia membuka mata yang masing buram, tanpa menjawab
"Fit, ini minum dulu.."
Ia meminum teh manis hangat itu, n ia baru jelas melihat bahwa temannya Andy dan Chintya yang ada bersamanya d sebuah klinik yang berada di area hotel tempat mereka bertiga melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan).
Suasana hari ini berbeda, dengan udara Dapur yang tak terlalu Panas, tidak terlalu banyak kompor di dapur ini lebih banyak oven yang besar, mesin - mesin pengaduk yang berukuran besar, dan warna warni dari gula gula dan coklat.
"Selamat datang di Pastry!" Teriak Chintya sambil memeluk temannya itu, fitri pun tersenyum.
"Selamat tinggal dari Kitchen, fit.." suara andy tersedu sedu yang dibuat buat.
"Kitchen sama Pastry cuman beda pintu aja, kapan aja aku pasti k situ" jawab fitri sambil menujuk k pintu Kitchen. "Ada bagusnya juga kemarin aku pingsan." Katanya pelan sambil tersenyum kecil.
Tepung, mentega, telur, coklat, keju sekarang menjadi teman temannya, sebelumnya Daging, Sayur mayur, ikan, bumbu - bumbu yang menemaninya. Ini memang cita citanya, bekerja di Pastry Hotel berbintang, walaupun sekarang ia baru PKL, kelak ia akan menjadi Pastry Chef.
Hotel memang sangat ramai kemarin, sehingga Dapur sangat sibuk sehingga membuatnya pingsan, apalagi ditambah dengan kondisinya yang kurang baik kemarin membuatnya drop. Tapi tidak dengan sekarang, hotel sepi oleh tamu Grup yang berjumlah Ribuan, sekarang hanya ada tamu indifidu yang paling hanya puluhan orang saja, itu berarti Fitri bisa belajar lebih banyak di Pastry, mencoba mebuat kue kecil, membuat roti dengan bentuk yang lucu dan membuat makanan lain.
Bu Nurul sebagai Pastry Chef di Hotel Prince dan pastry cook yang lain tidak terlalu repot memberitahu Fitri tentang segala hal teknik membuat roti, kue atau yang Lain, Bu Nurul juga kagum dengan keahlian fitri dalam menghias makanan menjadi cantik, sehingga membuat orang merasa tergiur untuk memakannya.
"Eeh,.. Ngapain kamu disini pagi - pagi gini? Biasanya juga kalau sore baru main kesini, sana kerja, jangan main terus!" begitu melihat Andy ada d Pastry.
"Sekarang aku di Pastry, jadi pas 3 bulan di Kitchen 3 bulan di Pastry, dari pada ada temen aku yang di Kitchen baru 2 minggu udah tepar.." Sambil melirik ke arah Fitri dengan senyum yang di paksakan.
Fitri tak menjawab, lalu langsung melihat ke papan untuk melihat apa saja yang hari ini dibuat dan ada berapa banyak tamu yang menginap.
"Becanda fit, jangan marah dong" andy mengahampiri Fitri dengan senyum manisnya.
"Tamu nya cuman Grup ini yang 100pax aja ya?"
Fitri masih diam dan masih membaca papan itu,
"Fit, kerudung kamu kayaknya gak lurus deh, aneh.." memandang dengan aneh pada Fitri, lalu ia tertawa tawa saat fitri membetulkan kerudungnya.
Abdul dan 2 orang Cook Pastry yang berada di Pastry juga tertawa kecil.
Seharian fitri berusaha tidak bicara pada Andy, kalaupun terpaksa ia hanya menjawab iya dan tidak. Ia ingin bercerita tentang hari ini pada temannya Chintya, tapi temannya itu masuk Shift sore sekarang, jadi terpaksa ia hanya mengeluh dalam hati.
Kenapa Andy terkadang bisa menjadi orang yang sangat menyebalkan, tapi terkadang ia menjadi orang yang sangat baik dan manis, selalu mengajarinya teknik memasak yang baik, tapi terus mengganggunya saat fitri sedang serius memasak. Kenapa juga ia selalu ada di pikirannya. Padahal sebelumnya ia tak pernah memikirkannya, bahkan di sekolah ia sama sekali tak mengenalnya karena beda kelas.
Sekarang senyum manis dan senyum jahil nya ada di otaknya membuat dia merasa aneh, senang, kesal, malu, lucu bercampur jadi satu. Dan yang paling membuatnya aneh, kenapa jantung berdebar tidak menentu saat dia ada di dekat lelaki itu. Bahkan saat ia melihat wajah tampan temannya itu ia merasa damai.
"Kamu belum tidur?" Tanya chintya saat ia pulang kerja jam 11malam.
"Belum, aku mau cerita,"
"Cerita apa fit? Pasti soal cowok ya?" tertawa kecil.
Fitri mengangguk
"Ada yang nembak kamu ya?" Goda Chyntia sambil duduk disebelah nya fitri yang sedang duduk di kasur nya.
Fitri mengangguk, "eh, kok kamu tau?" Tanya fitri bingung.
"Beneran? Siapa? Padahal barusan aku cuman nebak doang." Melihat wajah fitri yang memerah, lalu menynggol bahunya.
"Andy" jawabnya pelan.
Setelah pulang jam kerja, Andy mengantarkan fitri pulang ke kossannya sebagai permintaan maaf. Tapi ia tidak mengantarnya langsung pulang tapi mengajaknya ke kedai kopi, ia bilang ia harus meneraktirnya kopi karena mengantarkan pulang dengan motornya saja tidak cukup untuk menebus kesalahannya. Saat itulah Andy bilang bahwa ia ingin menjadi pacarnya. Ia juga bilang alasan kenapa ia pindah ke Pastry karena untuk bs dekat dengannya.
"Terus kamu jawab apa?" Tanya chintya penasaran.
fitri menggelengkan kepalanya.
"Kamu tolak?" Tanyanya kaget.
Fitri diam lalu menjawab "aku nggak jawab, aku bingung, aku takut, aku... "
"Aku senang." Kata chintya tiba-tiba sambil tersenyum menggoda.
Setelah bercerita pada temannya ia masih merasa bingung, paginya ia bertemu lagi dengan Andy yang menanyakan jawaban atas pernyataan cintanya, Fitri terlihat canggung, terbaca dari matanya bahwa ia susah tidur semalaman atau bahkan ia tidak tidur sama sekali, tapi bukan karena Chintya yang tidur mengorok, tapi karena ia memikirkan jawaban untuk orang yang sekarang ada di depannya.
"Aku bingung, aku gak bisa jawab sekarang." Jawabnya pelan.
"Ga papa Fit, sampai kapanpun aku tungguin, aku tau kamu sebenernya juga sayang ma aku, aku kn ganteng gini." Sambil membenarkan kacamatnya lalu tertawa yang dibuat - buat.
Fitri juga tertawa, ia melihat tawa Andy seperti orang yang sedih, atau seperti tawa yang menghibur diri sendiri. Setelah ia bercerita pada teman satu kamarnya chintya dan tidak tidur seharian, ia tidak memberikan jawaban pasti. Membuat Andy terlihat bingung, canggung, walaupun ia berusaha biasa saat bertemu dengan gadis berkerudung itu.
"Ehem, katanya ada yang baru jadian disini?" Teriak Abdul tiba - tiba saat mereka bekerja.
"Iyah nih, kok sepi ajah yah?" Melirik Fitri dan Andy yang kebetulan berdampingan sedang mengaduk adonan Muffin. Diikuti dengan Bu Nurul, dan Pa Gunawan yang berada di sana.
"Ehhemm.. Digantung" kata Andy sambil pura-pura Batuk ke sebelah kirinya . (Fitri disebelah kanannya)
Fitri hanya senyum, mukanya merah.
"aku ngerti kamu kok, gak usah dipikirin, kalau kamu udah siap aja, aku akan nunggu kamu kok" bisik Andy pada telinga Fitri yang disebelahnya.
"Ciyee.. Ehem ehem" teriak pa Gunawan yang melihat kejadian itu, Dilanjutkan dengan teriakan dan tawa yang memenuhi ruangan itu pagi ini..
6 bulan masa Praktek kerja lapangan sudah hampir selesai, tak terasa mereka bertiga (Fitri, Chintya, dan Andy) akan kembali ke sekolahnya SMK Sangkuriang Bandung. Tapi untuk mengakhiri masa Pkl ini ia harus membuat laporan tulis tentang kerjanya mereka 6 bulan ini, juga harus membuat satu resep yang berbeda, dan d persentasikan d depan Executive Chef dan General Manager Hotel.
Laporan tidak membuat mereka bertiga kebingungan, tapi yang membuat mereka bingung adalah satu makanan yang diciptakan oleh dirinya sendiri lalu di persentasikannya. Andy sudah punya makanan master piece-nya, fitri juga akhirnya punya kue yang ia kasih nama Colorful Forest cake, campuran antara black forest cake dan rainbow cake yang di siram Coklat mouse yang lembut.
Andy masih membantu Chintya menemukan resep yang pas, dan berbeda. Kedekatan itu membuat Fitri merasa yang ditebaknya sebagai rasa cemburu. Tapi kalau ia cemburu, berarti ia menyayangi Andy?, apa itu hanya rasa kecewa karena ia berharap Andy masih menunggu jawabannya seperti janjinya. Atau ia akan mengingkari janjinya dan berpaling pada sahabatnya sendiri, Chintya?
General manager datang masuk ke Pastry diikuti Executive Chef yang akan melihat dan menilai cara dan rasa dari makanan yang akan mereka bertiga akan buat. Mereka mulai mempersiapkan bahan lalu memulai membuatnya, setelah beberapa menit Bu Nurul memperhatikan ada yang sama dari bahan dan cara masak antara Chintya dan Fitri.
"Boleh ibu minta resep kalian berdua? Bahan makanan dan cara membuatnya kalian sama."
Chintya dan Fitri memberikan resepnya
"Colorful Forest Cake, buatan Fitri" "Colorful Forest buatan Chintya?" Teriak bu Nurul sambil memperlihatkan resepnya pada GM dan Chef.
"Jadi resep siapa itu? Siapa yang menjiplak?" Tanya Abdul dengan wajah sok marah, lalu d lihat dengan pandangan aneh orang - orang di pastry.
"Kalian d diskualifikasi. Kalau kalian karyawan saya, saya akan langsung pecat. Saya juga bisa tidak memberikan sertifikat pada kalian, tapi saya tidak kejam seperti itu, kalian akan mendapat sertifikat dengan nilai C. Karena kalian sudah membuat laporan kemarin dan Sebagai ucapan terima kasih kalian bekerja tanpa dibayar selama 6 bulan ini. " Jelas pa Dadang General Manager hotel Prince.
"Beri mereka kesempatan pa. " Andy tiba - tiba bicara.
"Saya rasa mereka harus d kasih kesempatan pa, selama ini mereka bekerja dengan baik, n hasil laporan kemarin juga memuaskan. hanya sepertinya resep ini di buat mereka bersama" bela Bu Nurul
"Saya punya ide, untuk memperbaiki nilai kalian, kalian saya tantang membuat makanan dengan bahan yang ada sekarang disini. Tapi sebelum kalian membuatnya kalian harus menulis resepnya dulu, baru setelah kita kira bisa di buat baru kalian buat." Jelas Pa Billy executive Chef.
Dengan cepat mereka melihat bahan bahan yang ada lalu mulai menulis, fitri melihat sebuah labu sisa membuat kolak, sedangkan chintya melihat pisang lalu menulisnya. Otak mereka seperti akan meledak dipenuhi dengan bahan yang akan mereka buat, n juga dipenuhi pertanyaan bagaimana ereka bisa membuat makanan yang sama?
Fitri memberikan resep nya Pumkin Muffin:
Bahan
• 3 cangkir tepung terigu
• 1 ½ 2 cangkir gula pasir + ½ cangkir gula palem (palm sugar)
• 2 sdt baking soda
• ½ sdt baking powder
• 1 sdt bubuk cengkeh
• 2 sdt bubuk kayu manis
• 1sdt bubuk jahe atau 1 sdm air perasan jahe parut
• 1 sdt garam halus
• 1 ½ cangkir pure labu kuning (haluskan daging labu kuning yang sudah dikukus, dengan garpu, atau food processor)
• 2/3 cangkir minyak atau minyak zaitun
• 3 butir telur ayam
Catatan : sebagai penakar, gunakan cangkir
yang berukuran 150 ml
Cara membuat
1. Panaskan oven 180° C, olesi cetakan muffin dengan sedikit minyak atau mentega. Atau gunakan mangkuk kertas untuk pelapis.
2. Dalam mangkuk besar, campur tepung, gula baking soda, baking powder, bubuk cengkeh, kayu manis, jahe dan garam.
3. Dalam sebuah mangkuk lain, campur pure labu kuning, minyak dan telur dengan menggunakan mikser, hinga bahan tercampur
rata.
4. Lalu masukkan dan aduk adonan labu kuning ke dalam campuran tepung dengan menggunakan sendok besar atau sendok kayu.
5. Sendokkan adonan ke dalam cetakan yang sudah disiapkan.
6. Panggang dalam oven selama 20 – 25 menit, hingga matang. Untuk memastikan muffin sudah matang, tusukkan tusukan gigi pada muffin. Jika tusukan tidak lengket, berarti muffin sudah matang, dan siap dihidangkan.
7. Oleskan cream cheese
"Bannana's pijama's buatan Chintya diterima, langsung kerjakan." Perintah pa Gunawan setelah mendapat persetujuan pa Dadang n pa Billy. "Pumpkin Muffin buatan Fitri juga diterima, cepat buat fitri!" Seru pa gunawan.
Andy sudah menyeleskan makanannya yang diberinama Fruits Bread. Roti kecil yang berisi buah, yang d bentuk sesuai buah yang ada didalamnya. Pa Billy, pa Dadang, pa Gunawan n bu Nurul sangat terkesan dengan roti kecil ini. Apalagi dengan rasa yang enak.
Makanan Chintya dan fitri selesai dengan bersamaan, semua yang mencicipi juga terlihat puas.terlihat dari senyuman mereka.
"Hasilnya akan kalian lihat d daftar Nilai d Sertifikat kalian minggu depan". Kata kata terakhir pa Dadang, lalu pergi.
Pastry lalu sepi, walaupun suara benda terdengar karena mereka sedang membereskan Dapur ini. Kesunyian juga berlanjut sampai k kamar kossan Fitri, fitri dan Chintya hanya diam dan langsung tidur.
4 hari terakhir mereka kerja terlewati dengan dingin, sunyi, sepi, beda seperti hari-hari sebelumnya. entah karena sedih atau karena Fitri dan Chintya belum bicara sama sekali. Sampai akhirnya fitri melihat Andy dan Chintya sedang bicara, lalu perasaan cemburu itu datang lagi. Dan sekarang terasa lebih sakit, mungkin karena ia merasa chintya mengkhianatinya, merebut resepnya, n merebut orang yang menyayanginya.
"Kalian ber dua masih marahan?, kalian kan satu kamar, gimana bs diem - dieman padahal kalian sahabatan." Andy bicara tiba - tiba saat di Pastry hanya ada mereka bertiga.
"Dia nyontek resep aku." Kata Fitri tiba-tiba.
"Gak ada yang nyontek, aku yang bantu chintya, aku juga yang ngasih nama," kata Andy
"Aku minta maaf, aku tau kamu meliat aku bodoh, cuman bisa nyotek sama andy, sampai bikin kamu cemburu." Cerita Chintya pendek.
"Cemburu?" Tersenyum bangga dan senang.
"Siapa yang cemburu?, aku cuman kecewa sama kamu. Kenapa kamu bs meniru resepku?" Tanyanya perlahan sambil menahan air matanya yang hampir keluar.
"Aku tidak menyontek resep kamu fit, aku diberi resep dari Andy. Karena aku tidak percaya dengan resepku sendiri" teriaknya yang setengah marah.
"Fit, itu resep aku yang aku kasih ke Chintya, dan entah gimana bisa sama dengan resep kamu, bahkan dengan ide dan nama yang sama." Jelas andi.
"Mungkin karena kalian berjodoh" jawab Chintya pelan yang membuat wajah fitri n andy memerah.
Hari terakhir mereka berakhir di Hotel Prince, fitri dan chintya menangis karena berpisah dengan teman kerjanya disini, teman yang banyak memberi mereka ilmu yang tidak didapat d sekolah.
Kebahagian semakin terpancar karena resep makanan mereka bertiga mendapat nilai tinggi, mereka bertiga mendapat nilai rata rata A. d hari terakhir ini, fitri membuat Pumkin Muffin special untuk Andy dan Chyntia. Didalam Muffin tersebut ada kertas yang bertuliskan;
YOU'RE MY BESTFRIEND
Untuk Chintya.
Dan,
YES, I DO
Untuk Andy.
Selesai.
__________________________________
Pumkin Muffin
Gagas Alf.
(@gaagas Aprl 12 2013)
gaagas.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar