Rabu, Februari 27, 2013

Cerpen; 3Kata





Jarak membuat kita jauh. Jarak membuat kita susah berkomunikasi. Tetapi apakah jarak akan membuat kita benar-benar 'jauh'?... Saya hanya berharap tidak. Aku belum sempat mengutarakan apa yang ku rasakan. Aku akan merindukanmu, Jika ada makhluk yg sanggup menaklukan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah dirimu. Kau adalah wanita yang apa adanya, wanita pemikir yang mandiri yang membuatku benar-benar jatuh cinta.

Hanya 3 kata yang ingin sekali aku ucapkan kepadamu. Aku cinta padamu. Tapi sangat sulit ku ucapkan, apakah aku akan sempat mengutarakannya padamu? Kini kau akan pergi untuk menggapai cita-citamu. Kau menangis saat berpamitan padaku, padaku, sahabatmu, sahabat yang mencintaimu.

Ku berharap Hati kita akan menyatu. Tau kah kau, Semua orang ingin menjadi matahari yang menyinari hidupmu, tapi, aku adalah Bulan yang bersinar selama masa masa gelapmu.

Apakah kita memiliki Rasa yang sama ... Cinta? Ya Cinta. Aku tak mengerti Cinta. Satu hal yg tak aku suka tentang Cinta: semakin aku menyangkalnya, semakin dia membuatku jatuh cinta. Aku mencintaimu tanpa alasan, tanpa kenapa, tanpa tetapi, dan tanpa pertanyaan lainnya, karena ku mencintaimu apa adanya.

"Aku pasti bakalan kangen kalian" kata Ana kepadaku dan Lily sambil menangis d sebuah kafe temapat biasa kita berkumpul.
"Aku juga" kata Lily sambil menangis lalu berpelukan.
"Kamu kapan berangkatnya Na?" Tanya ku.
"Besok aku berangkat buat ngurus administrasi. Tpi besok lusa juga aku pulang lagi kesini buat nyiapin barang-barang" jawab Ana.
"Dam, kamu gak sedih Ana pergi jauh gini? Kalian kan udah lama banget kenal" Tanya Lily padaku.
"Kagaklah, sekarang kan jaman udah canggih" jawabku biasa.

Arriana, kau akan pergi. Wajah ku tidak terlihat sedih, tapi hatiku gundah. Aku akan sangat rindu sekali dengannya, rindu canda dan tawanya, senyumnya...

"Aku pulang duluan ya Na, Dam..." Pamit tiba-tiba, sambil tersenyum aneh pada Adam

Lily sepertinya sudah tahu apa yang ada dalam hatiku, kita sudah bersahabat sejak lama. Senyum anehnya bisa ku tafsirkan sebagai perintah untuk menyatakan cinta.

"Na, abis ini kamu mau kemana?.." Tanyaku
"abis ini ke rumah Davin. aku mau bilang salam perpisahan, pasti nanti sedih aku bakalan jarang liat kamu, Lily, Davin, Nuel." Katanya
"Aku juga, sangat ..."
"Sangat apa?" Tanyanya
"Sangat kangen" Jawabku sambil tertawa kecil menahan kesedihanku.

Entah harus sampai berapa lama lagi rasa ini kupendam? Entah harus bagaimana lagi agar kau mengerti tanpa aku harus mengatakannya. Kau akan pergi jauh, mungkin kau tak akan pernah tahu. Setiap ku lihat wajahmu, ku selalu melihat matamu, adakah bayanganku d kedua indah bola matamu.

Malam seakan mengisyaratkanku untuk beristirahat dan melupakanmu, meskipun itu takkan pernah berhasil.. Ku selalu memikirkanmu. Aku yakin Tuhan tidak pernah bosan dengan semua doaku tentang kamu. Keinginanku sederhana, hanya ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Tapi, apakah bisa? Kau akan pergi jauh sekarang. Dan kau hanya akan kembali besok, dan itu kesempatan terakhirku untuk bicara padamu.

Pagi hari ini matahari masih belum memperlihatkan sinarnya, padahal ini sudah jam 9 pagi. Lily seorang sahabatku meyakinku akan petasaan in. Bahwa rasa ini harus d sampaikan. Hari ini aku akan mengutarakan isi hati ini padanya. Sepertinya matahari tak mendukung apa yang akan ku lakukan. Rumahnya hanya berjarak sekitar 9 km. Aku akan pergi k rumahnya untuk mengutarakan perasaanku yang telah kupendam selama ini. Ku pergi keluar rumah langit masih gelap.

Aku tak punya kendaraan pribadi untuk pergi k rumah Anna. Yang ada hanya sebuah sepeda. akhirnya aku pun pergi k rumah nya dengan sepeda, bajuku masih menggunakan kaos kucel n celana pendek. Aku belum mandi. Tapi aku yakin aku akan mengutarakannya. Kapan lagi?, ini kesempatan terakhirku. Atau tidak sama sekali.

"Assalammualaikum,.." Salam ku saat tiba d rumah Anna.
"Walaikum salam" jawab pembantu Anna.
"Anna nya sudah berangkat belum bi?" Tanyaku dengan nafas yang terengah engah setelah mengayuh sepeda.
"Sudah.." Jawabnya.

Satu satunya kesempatanku hilang. Ia telah pergi. n akan sangat lama ia kembali, n kalau pun ia kembali, apakah ia akan tetap sendiri, bagaimana kalau dia sudah dengan seorang lelaki, n lelaki itu bukan aku.

"Mas adam susul aja." Kata si bibi tiba tiba.
"Mana bs bu aku kn cuman naik sepeda" kataku tidak bersemangat
"bs, non Anna pergi nya naik Kereta, keretanya berangkat 1 jam lagi, sepertinya kalu mas adam ngebut bisa." Kata si bibi.

Tanpa pikir panjang aku pun langsung mengayuh sepedaku. Aku lupa bahwa aku baru saja mengayuh sepanjang 9 km. Entah energi dari mana, kekuatan ku bertambah untuk mengayuh sepeda ini. Tapi tampaknya langit mengujiku. Langit lalu menagis dengan deras nya. Membasahi semua pakaianku. Tanpa rasa lelah aku mengayuhnya, melawan dera air hujan, yang kupikirkan hanyalah dirimu. Ku tak mau kehilanganmu.

Setelah sampai d stasiun kereta, aku langsung mencari Anna, lama sekali aku mencari nya, dengan baju yang basah, dengan kaos putih lusuh dan celana pendek banyak orang yang memperhatikan ku, tapi aku tak peduli apa yang mereka pikirkan, sampai akhirnya aku melihat sosok wanita yang paling aku sayangi.

Langkahku menjadi semakin berat. Hatiku menjadi ragu, bibirku menjadi bisu. Entah kenapa begitu. Kaki ku bergetar, tangan ku kaku, dan jantungku berdebar, berdebar lebih kencang. Setiap kali ku dekat dengan nya selalu begini.

Kupaksakan langkahku menuju k arah mu. Sampai akhirnya kau sadar kehadiran ku.

"Adam!..." Kata nya kaget melihatku.
Bibirku beku.
"Kamu hujan-hujanan cuma mau nganter aku?" Tanyanya.
"Jangan dulu pergi," kataku pelan memberanikan diri.
"Kenapa? Ada apa?" Tanya nya heran.
"Aku cuma mau bilang 3 kata" Kataku sambil mengatur nafasku yang kelelahan
"Apa..." Tanya Ana.
"3 kata..." Jawab ku pelan, menahan gugup.
"Iya..."
"Aku... Pasti Kangen" jawab ku, lalu lansung memeluk wanita yang di kucintai.
"ooh, kirain apaan, aku juga bakalan kangen sama kamu. Jadi, kamu lari-larian jauh kesini cuma buat bilang perpisahan?.." Tanya Ana.
"Iya Na.." Jawab ku pelan.
Ana tersenyum lalu ia bilang " terima kasih.."




__________________________________
3kata
Gagas Alf.
(@gaagas Feb 12 2012)

Tidak ada komentar: