Tuhan terima kasih, kau mungkin tak mengirimkanku Malaikat untuk membantu semua masalahku. Tapi, Kau mengirimkan seorang manusia bersayap. Sayap yang mungkin hanya aku yang bisa melihatnya. Sayap yang baru ku lihat sekarang ini. Dia adalah manusia seperti Malaikat bersayap, dia selalu menjaga dan melindungiku. Dia membuat ku mengerti akan arti hidup.
Hari ini aku mengerti, sesungguhnya tuhan sudah mengirimku Seorang malaikat, tapi selama ini aku tak menyadarinya. Saat pertama bertemu dengannya, dia selalu membantuku, membantu mengerjakan tugas Dosen, mengantarkan ku Pulang, memberi ku perhatian. Aku tahu orang ini menyayangiku, tapi aku hanya mempermainkannya. Orang ini bernama Rian.
Aku baru terbangun dari tempat tidur di sebuah kamar rumah sakit, kepalaku masih pusing karena obat bius. Tapi aku langsung mengingat suamiku Rian. Aku baru saja menjalani sebuah operasi pencangkokan Ginjal. Dan suamiku mendonorkan Ginjalnya padalu. Air mata ku bercucuran melihat suamiku belum tersadar dari tempat tidurnya. Aku selalu saja merasa berdosa padanya, aku selalu membuatnya kecewa, selalu mengkhianatinya, menyakitinya,... Tapi dia tak pernah marah, benci, atau meninggalkanku.
Dosa pertamaku pada suamiku adalah, aku selingkuh dengan lelaki lain, saat aku menerima pernyataan cinta nya, aku masih memiliki hubungan denga seorang lelaki. Lalu petaka pun datang saat aku baru 2bulan pacaran dengan Rian, aku mengandung, tapi bukan rian yang menghamiliku. Rian sangat mengharga aku, dia tidak pernah melakukan hubungan suami istri. Aku telah hamil 3 bulan saat itu, dan aku hamil oleh seseorang yang sangat aku sukai, pria tampan, kaya, tpi tidak bertanggung jawab. Dia pergi jauh entah kemana saat dia tahu aku hamil. Aku bingung, lalu aku cerita semua ini pada Rian. Dan tanpa pikir panjang Rian mau menikahiku.
Tanpa kusadari aku sangat menyusahkan Rian, saat persiapan pernikahan aku banyak meminta ini dan itu. Aku meminta mas kawin yang besar, aku tak tahu beyapa Rian dan keluarganya kesusahan mencari biaya. Aku juga tidak pernah tahu betapa tertekannya Rian dengan kondisi ini. Tak ada satu orang pun yang tahu bahwa bayi yang ku kandug ini adalah bukan anak dari Rian. Tapi Rian mengakuinya sebagai anaknya. Aku juga tidak pernah tahu betapa repot nya dia mengurusi pernikahan saat itu.
Pernikahan pun berlangsung cukup meriah, walaupun fisikku sudah terlihat tidak seperti biasa, perutku mulai terlihat membesar. Aku harusnya merasa bahagia saat itu, tapi entah kenapa aku tidak merasa bahigia. Rian hanya seorang pegawai negri rendahan. Dan aku malah merasa menderita hidup miskin dengan Rian, aku semakin manja dengan kehamilanku saat itu.
Mengapa aku baru sadar sekarang tuhan, kenapa saat itu aku tidak bersyukur, memiliki seorang suami yang rela melakukan apapun untukku. Malah aku selalu menyianyiakannya. Akus elelau meras kurang, tapi kalu aku berpikir lagi, semua yang di beikan suamiku adalah sudah lebih dari cukup. Bayi kecil ku pun lahir kedunia ini, lalu Aku pun melakukan hal bodoh untuk kedua kalinya, aku melakukan hubungan dengan seorang pria tampan yang selalu memberikan ku materi, dia selalu memberikan ku perhiasan, baju, sepatu, tas yang mewah. Dan saat itu aku di butakan oleh harta.
Tanpa sadar aku menyia - nyiak dua orang sekarang, suami dan anakku. Akupun melakukan hal bodoh yang sama. Aku berhubungan suami istri dengan selingkuhanku. Suamiku pun mengetahuinya, tapi dia tidak menceraikanku. Ia selalu ingat perkataan ibuku, bahwa kita harus selalu bersama, jang berpisah. Tapi entah kenapa aku masih belum tersadar juga bahwa aku menyianyiakan 2 malaikat. Suami dan anakku. Rian sangat menyayangi anakku.
Suatu hari aku sakit, suamiku merawatku dengan baik,. Tapi rasa sakit semakin menjadi, suamikupun membawaku ke rumah sakit, sampai akhirnya aku tahu bahwa ada virus di rahimku yang mengharuskan rahimku dinagkat. Aku sangat sedih, dan meyalahkan suamiku. Tapi aku tidak sadar bahwa penyakit itu bukanlah dari suamiku tapi dari selingkuhanku yang sering bergonta ganyi pasangan. Suamiku tidak meninggalkanku, aku malah semakin melakukan hal buruk pada suamiku, aku berpikir bahwa semua ini adalah salahnya. Tapi dia tidak pernah meninggalkanku. Dan selalu menjagaku. Dia selalu meminta maaf atas apa yang tidak dia lakukan. Dia juga selalu meminta maaf karena tidak bisa membahagiakanku dengan materi yang berlimpah. Tapi sebenarnya bahagia bukan karena hanya mteri. Tapi juga karena kebersamaan, perhatian, kasih sayang.
Peringatan tuhan tidak aku sadari, sampai akhirnya tuhan mengingatkanku lagi, aku diberikan penyakit ginjal, ginjal aku rusak dan harus menerima donor ginjal untuk bisa menyelamatkan nyawaku. Dan dengan sukarela suamiku mendonorkan ginjalnya padaku.
Setelah banyak kesalahan yang aku perbuat, dan banyak peringatan yang aku terima, aku baru sadar hari ini. Hari dimana aku terbangun dari operasi transpalasi ginjal. Tersadar saat melihat suamiku rian tertidur, aku takut dia tak terbangun lagi. Aku takut aku tidak bisa mengucapkan maaf dan mengucapkan kata terima kasih atas semua hal yang dia lakukan. Aku melihat sebuah tasbih di samping suamiku yang sedang menutupkan matanya. Aku juga melihat sayapnya yang lemah. Tuhan, kenapa aku baru melihat sayap itu sekarang. Padahalk sayap itu telah ada dari pertama kali aku melihatnya. kenapa sayap itu terlihat saat aku tak yakin akan melihat sayap itu lagi atau tidak.
-tamat-
__________________________________
Manusia Bersayap
Gagas Alf.
(@gaagas Mey 01 2012)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar