Senin, Juli 02, 2012
cerpen; A Cup of Coffee (Secangkir Kopi)
Satu jam aku menunggumu, di Coffee shop ini aku menunggu untuk kedatangan mu, kopi yang ku pesan sama sekali tidak aku minum, dan sekarang kopi itu menjadi dingin. Kenapa kamu belum datang?, tapi aku yakin kamu pasti datang, kamu bukan orang yang suka melanggar janji. Berkali kulihat jam di tangan, dan ku hanya bisa menunggumu.
Lalu aku melihat sosok mu berjalan ke arah ku, jantungku berdetak lebih kencang, dan kau pun tersenyum, semua rasa bosan, kesal, bimbang, terhapus dengan senyuman mu. Kau datang hanya untuk mengerjakan sebuah tugas kelompok Sastra yang kebetulan memasangkan kita untuk membuat sebuah tugas karya tulis. Mungkin kau hanya menganggapku sebagai teman sekelas yang tidak penting dan terpaksa datang hanya untuk menyelesaikan tugas ini. Kau tak pernah tau betapa aku sangat menyayangi mu, bahkan dari pertama kali aku melihat mu. Dan kau tidak akan pernah tau itu, karena mungkin sampai kapanpun aku tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan cintaku kepadamu. Hanya dengan melihat mu tersenyum aku sudah sangat merasa bahagia. Aku tidak berharap lebih. Apakah aku berhak berharap lebih?...
Kau adalah sosok pintar. Dengan kepintaranmu kau membuat aku menjadi bodoh, bodoh karena tidak ada lagi yang bisa ku pikirkan selain dirimu. Lalu kau melihat secangkir kopi yang sudah dingin dan masih penuh, kau menawarkan untuk memesan kopi yang baru, tapi aku menolaknya, buatku secangkir kopi ini adalah perasaanku. Kopi adalah cinta, dan kopi dingin ini mungkin cinta ku pada mu yang dingin. Tapi walaupun dingin akan selalu beraroma kopi. Dan tidak akan berubah, seperti perasaanku yang takkan berubah, akan terus cinta kepadamu. Walau pun tak berharap diminum oleh mu atau ku tak berharap mendapatkan balasan cinta darimu.
Jemari jemari itu mulai menuliskan kata kata indah,. Ku hanya sedikit berbicara, aku sangat bingung, kau sekarang ada di hadapanku seseorang yang sangat aku cintai. Aku berharap agar waktu berhenti agar ku bisa bersamamu lebih lama, hanya untuk melihatmu tersenyum, melihat kedua mata mua yang bercahaya. Tapi waktu justru berputar lebih cepat tugas kita pun selesai, dan kau pun pergi meninggalkan ku disini. Lalu ku hanya termenung. Dan hanya berharap kau kembali. Kau terbang meninggalkan ku. Terbang dengan sayapmu yang indah. Ingin rasanya aku terbang bersamamu dan merasakan kebahagian yang tidak pernah bisa kubayangkan.
Ku hanya bisa berdoa semoga kau kembali. Ku menutup mata ku dan berharap tuhan mengabulkan permohonanku. Aku melihat mu di hadapanku sekarang, tuhan mengabulkan permohonanku. Terima kasih tuhan. Lalu kau mengambil bollpointmu yang tertinggal di meja, saat kau mengambil bollpointmu tanpa sengaja kau menumpahkan secangkir kopi yang dingin itu. Lalu kau tersenyum. Suara tumpah nya kopi itu sangat terdengar Jelas. Dan kau hanya tersenyum dan menatap ku dengan penuh arti. Aku tak tahu apa yang ada di dalam pikiran mu. Kau hanya diam.
Aku membalas senyumanmu, dan dengan gugup aku bertanya ada apa denganmu?. Tapi tak sepatah kata pun terucap dari bibir manismu. Aku semakin bingung, aku hanya melihat mata mu yang penuh makna. Lalu tiba - tiba terdengar dengar Jelas sebuah melody indah, sebuah nyanyian cinta yang sangat merdu. Apakah hanya aku yang mendengarnya? Melody ini semakin terdengar sempurna karena aku melihat wajah mu, senyum mu, dan matamu. Aku bingung dari mana melody ini berasal. Apakah kau mengirimkan nyanyian cinta ini kepada ku?... Apakah melody ini adalah isi hatimu yang kau sampaikan ke hatiku lewat senyuman dan tatapanmu?...
Apakah kau mendengarnya?... Lalu kau menganggukan kepalamu. Lalu kau berkata bahwa kau mencintaiku. Dan sekarang waktu terasa terhenti. Aku bingung apa yang harus ku katakan... Aku sangat mencintai mu. Tapi mungkin bibir ini tersa sangat berat untuk berucap. Aku sangat kaget dan bingung, orang yang sangat aku cintai menyatakan cintanya kepadaku. Apakah ini hanya sebuah mimpi?... Jika aku sedang bermimpi aku berharap tidak pernah terbangun. Tanpa sempat aku menjawab lalu kau memelukku. Memeluk dengan erat tubuhku. Dan kau pun mendekatkan wajahmu dekat dengan wajahku, hingga aku bisa merasakan hembusan nafasmu. Dan kau mencium pipiku. Terasa sedikit basah, mungkin inilah rasanya di cium oleh seseorang yang kita sayangi, ini adalah pertama kalinya aku di cium oleh sesorang yang sang sempurna.. Setelah itu kau mencium bibir ku, dan sekrang terasa lebih basah, sangat basah. Dan tercium aroma kopi yang sangat pekat. Ada apa ini? apakah memang inilah
rasanya?... Apakah Mungkin karena aku tidak pernah mersakannya?...
Kau pun menghilang. Tidak lagi di hadapanku, ku membuka mataku, dan melihat sebuah cangkir yang tumpah dan membasahi pipi dan mulutku. Saat kau pergi dan ku berharap kau kembali, saat itu pula aku tertidur dan bermimpi tentangmu, mimpi yang sangat indah dan harus terbangung karena secangkir kopi. Melody indah yang kudengar jelas adalah alunan musik dari Coffee Shop ini, secangkir kopi ini membangunkan ku dari mimpi indahku. Aku melihat sekitar dan tak terlihat sosokmu. Ya,.. kau telah pergi setelah menyelesaikan tugas ini. Dan kau tak akan kembali. Mungkin sampai kapanpun kau tidak akan pernah tau betapa aku mencintaimu. saat aku hendak meninggalkan Coffee Shop ini dan kembali di kehidupan nyata ku. Saat itulah aku melihat sebuah bollpoint, dan itu adalah bollpoint milikmu... Apakah mimpi kua akan menjadi nyata?..... Dan kau akan kembali?...
(End)
a Cup Of Coffee
Gagas Alf.
(@gaagas august 23 2012)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar